Cita

B

iar ku lakukan apa yang ingin ku lakukan dan takkan ku larang apapun yang mulutku ingin katakan. Selama memakan buah Khuldi bukanlah keinginanku, akan ku songsong surya dan terbit bersamanya. Saatnya untuk muncul dan meninggalkan kegelapan, membuat langkah menuju setiap mimpi yang telah ku untai, meninggalkan keterpurukan dan kembali dengan asa yang telah tergapai. Mengajak semua orang terbang bersamaku, menelusuri indahnya lintasan Bima Sakti, lalu turun bersama hujan dan berjuta rasa yang tak terluapkan…

Malam bukanlah halangan…

Hujan bukanlah rintangan…

Selama cinta masih bernafas, harapan akan tumbuh dan hidup bersamanya…

Cita masih menjadi cerita…

Angan yang akan tetap ku genggam meski jari berlumur darah karena luka…

Tuesday, May 10, 2011 (9. 06 p.m.)

– LK –

Advertisements

Halaman Terakhir

Membawa payung yang terkembang meneduhkan kepalanya dari rintik hujan yang turun, dengan tangan yang terulur menggenggam handle keranjang dagangannya yang belum habis. Donat-donat polos masih berbaris rapi di dalam sana menunggu sang penjual menukarkannya dengan satu koin berharga lima ratus rupiah untuk setiap buahnya, mata uang yang bernilai sangat kecil, namun begitu dinanti dalam setiap langkahnya. Langit enggan beranjak dan masih setia menemaninya meski telah berubah menjadi gelap, sama seperti kegigihannya yang masih terlihat meski tertutup oleh rambut yang kian memutih dan topi lawas yang menjadi mahkotanya. Entah berapa waktu dalam usianya yang ia habiskan untuk berjalan menyusuri gang-gang kecil ini. Tapi selama apapun itu, ketegaran masih ada padanya. Biar ku sapa sosok lelaki itu, dan menuliskannya dalam halaman terakhir buku ini. Karena bagiku, ini adalah satu lagi pelajaran yang pantas aku ceritakan…

Jangan biarkan langkahmu surut karena malam…

Jangan biarkan semangatmu pudar karena lelah…

Jangan biarkan dirimu terus menunggu dalam derasnya hujan…

Cita tetaplah cita…

Angan yang harus digenggam meski jari berlumur darah karena luka…

Thursday, May 12, 2011 (9. 30 p.m.)

– LK –

Kuharap Tak Berubah

Ku hitung hari demi hari semenjak perubahan sikapmu. Tujuh hari berlalu bersama dengan setiap pesan darimu yang ku baca tiap pagi dan malam. Meskipun perubahan yang terjadi kali ini dapat bertahan lebih lama dari biasanya, tapi setiap detik menjelang pagi benakku selalu bertanya, akankah semua kebahagiaan dan semangat yang kau beri berakhir di malam ini? Ku harap semuanya dapat bertahan lebih lama dari yang ku kira – ku harap kamu tak berubah…

Tuesday, May 10, 2011 (5. 57 p.m.)

– LK –