Cita

B

iar ku lakukan apa yang ingin ku lakukan dan takkan ku larang apapun yang mulutku ingin katakan. Selama memakan buah Khuldi bukanlah keinginanku, akan ku songsong surya dan terbit bersamanya. Saatnya untuk muncul dan meninggalkan kegelapan, membuat langkah menuju setiap mimpi yang telah ku untai, meninggalkan keterpurukan dan kembali dengan asa yang telah tergapai. Mengajak semua orang terbang bersamaku, menelusuri indahnya lintasan Bima Sakti, lalu turun bersama hujan dan berjuta rasa yang tak terluapkan…

Malam bukanlah halangan…

Hujan bukanlah rintangan…

Selama cinta masih bernafas, harapan akan tumbuh dan hidup bersamanya…

Cita masih menjadi cerita…

Angan yang akan tetap ku genggam meski jari berlumur darah karena luka…

Tuesday, May 10, 2011 (9. 06 p.m.)

– LK –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s