Masih Enggan

Kudapati hatiku tenggelam di balik kelam. Meski riuh ramai cerita, namun hidup tetap mimpi. Entah pagi atau malam, bagiku bulan tak pernah beranjak. Angin membujuk membawa rayuan embun; mengajak aku berlari dengan tawa lapar hingga riang membakar, menyusur jalanan dengan rumput-rumput sampah yang busuk. Satu dua tiga, aku menggeleng. Mereka mengalah, melangkah berbalik arah. Memunggungiku yang masih memaku enggan berpaling dari lengangnya jurang dalam. Masih bersama kata-kata dan lembar-lembar masa lalu yang kutulis tanpa tinta dan kulukis tanpa rupa.

Sementara bayanganku sendiri, dia terombang-ambing di batas pintu. Menungguku.

 

– LK –

Advertisements

Daun Kering

Dia pergi…seperti ranting yang melepaskan daun kering. Terhuyung dan terhempas di bahu bumi. Ya tuan, Tuhanku Allah…jika aku jatuh, aku akan terinjak dan mati remuk. Atau jika hari ini turun, hujan akan meremasku hingga tak bersisa. Tapi nasibku akan lebih mengenaskan lagi jika angin sedang marah dan ingin berhembus kencang, tubuhku akan dikoyaknya hebat…terbawa ke tempat yang sangat jauh dan asing.

 

– LK –