Masih Enggan

Kudapati hatiku tenggelam di balik kelam. Meski riuh ramai cerita, namun hidup tetap mimpi. Entah pagi atau malam, bagiku bulan tak pernah beranjak. Angin membujuk membawa rayuan embun; mengajak aku berlari dengan tawa lapar hingga riang membakar, menyusur jalanan dengan rumput-rumput sampah yang busuk. Satu dua tiga, aku menggeleng. Mereka mengalah, melangkah berbalik arah. Memunggungiku yang masih memaku enggan berpaling dari lengangnya jurang dalam. Masih bersama kata-kata dan lembar-lembar masa lalu yang kutulis tanpa tinta dan kulukis tanpa rupa.

Sementara bayanganku sendiri, dia terombang-ambing di batas pintu. Menungguku.

 

– LK –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s