A Rota

Ada banyak pengantar disana, meski tak banyak tangis menderu yang bisa didengar. Adik dan kakak yang masih tinggal pun melambai dengan kedipan mata yang sayup. Tamat adzan dan do’a, usai pula-lah tugas kami mengantar. Satu lagi sosok yang berpulang. Kakek yang belum benar-benar kukenal, namun akan banyak dirindukan. Dan kami meninggalkannya sendirian, karena yang selanjutnya hanya malaikat yang bisa kerjakan.

 

Kami masih menunggu giliran, tanpa tahu di nomor urut berapa kami berada.

 

Nov 21, 2011 (6. 45 p.m.)

– LK –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s