Film Review : Orange Marmalade (Korean Drama)

download

Sekilas inilah daftar cast pemeran utama dari serial drama Korea Orange Marmalade:

Yeo Jin Goo as Jung Jae Min
Seol Hyun as Baek Ma Ri
Lee Jong Hyun as Han Shi Hoo
Song Jong Hoo as Han Yoon Jae
Gil Eun Hye as Jo Ah Ra
Lee Il Hwa as Jae Min’s mom
Ahn Kin Kang as Ma Ri’s dad
Yun Ye Hee as Ma Ri’s mom

Drama bergenre romantic comedy yang diadaptasi dari sebuah komik karya bapak Seok Woo ini -hehehe- sungguh sangat menarik. Walaupun awal ceritanya bisa dibilang flat and bored, menceritakan tentang keluarga vampire yang hidup di antara manusia, untungnya karena drama ini hanya ada sekitar 12 episode, jadi saya putuskan untuk melanjutkan membaca -lho, bukan nonton?’ sinopsisnya. *anyway, untuk drama Korea yang bergenre seperti ini saya lebih suka baca sinopsis saja

Nah, lalu? Ternyata di pertengahan episode, dengan tokoh dan karakter yang sama, kita dibawa kembali ke jaman kerajaan Korea dimana di jaman kerajaan ini, tokoh dan karakter menjadi bagian dari sebuah masa lalu -ini sisi menariknya-. Pertama mungkin kita akan berpikir “nyambungnya dimana?” tapi jangan berhenti sebelum menemukan titik terang ya.
Ceritanya tetap sama, Seol Hyun serta keluarganya menjadi vampire dan kaum rendahan sedangkan Yeo Jin Goo adalah anak dari salah satu menteri kerajaan. Walaupun berada di kehidupan yang berbeda, namun hidup mereka diadili dengan adat dan masyarakat yang tidak berubah.

Sedikit berbagi mengenai salah satu scene yang paling dalam yang saya ingat. Adalah ketika Seol Hyun sebagai Baek Ma Ri pasrah saat akhirnya identitasnya sebagai vampire terbongkar. Ma Ri yang awalnya bertekad untuk menetap di sekolah terakhirnya sampai lulus (fyi, sebelumnya dia dan keluarganya berpindah-pindah tempat tinggal dan sekolah saat identitas aslinya diketahui) harus menerima kenyataan bahwa tidak ada satupun orang yang mau menerima dirinya sebagai vampire. Sampai pada suatu ketika saat pulang sekolah teman-temannya terus menggunjingkan dia. Ma Ri yang awalnya ingin bersikap masa bodoh dengan memakai handsfree di telinganya, kemudian mengurungkan niatnya itu dan memutuskan untuk menghadapi sikap teman-temannya dengan berani. *tepuk tangan
Hal ini -salah satunya- membuat saya sadar bahwa diciptakan sebagai apapun kita, rasa bersyukur tidak boleh ketinggalan. Ma Ri tidak pernah membenci dirinya yang terlahir sebagai seorang vampire, juga tidak pernah menyalahkan kedua orang tuanya dengan keadaannya itu, bahkan dia selalu tersenyum seolah semua baik-baik saja saat orang tuanya mengkhawatirkan dia di sekolah. Part ini juga mengajarkan kita tentang betapa besar peran saling menghargai dalam kehidupan kita. ‘Menjadi berbeda bukanlah sebuah dosa’. Point berharga ini yang mungkin benar-benar ingin disampaikan penulis.

Hidup ini terlalu berharga jika kita gunakan dengan membuang tenaga memikirkan perbedaan atau hanya sekedar mengkambing hitamkan takdir atas situasi kita yang tidak baik.
Kesempurnaan ada setelah kita dengan sabar menyatukan potongan-potongan yang terserak secara random, sama halnya dengan perbedaan…every piece of it can be an important part of the whole world. Begitu juga dengan diri kita…jangan dengan mudah menjudge atau ‘menunjuk’ sesuatu yang secara fisik atau cara berpikir berbeda dari kita adalah sesuatu yang harus dijauhi atau dimusnahkan. Perbedaan tidaklah ‘mengganggu’ seandainya kita juga dengan tulus bisa mencintainya. *untuk point yang satu itu saya juga masih harus belajar lagi ^^

Seandainya happy ending, saya lebih suka dengan part dengan setting latar dan waktu kerajaan ini karena pointnya ‘bener-bener dapet’, sampai membuat air mata saya merinding dan bulu kuduk bercucuran (*abaikan) walaupun hanya dengan baca sinopsis saja. *terima kasih untuk penulis sinopsisnya juga
Alasannya kenapa? Biar gereget bisa baca langsung sinopsisnya di link yang sudah saya share di akhir posting ini.

Deeply apreciate kepada semua crew film, cast, producer, writer dan tentunya si pembuat komik yang dengan kreatif dan magically bisa mengemas film ini semanis mungkin hanya dengan 12 episode. Tidak lupa juga dengan original soundtrack yang manis-manis, sampai membuat saya mendengarkan ‘Memories About You’ (salah satu ost) dari awal sampai akhir saya menulis postingan ini. Entah kenapa saya nggak berharap episodenya ditambah. *biar greget

Saya harap di kemudian hari akan banyak penulis yang mengadaptasi great story seperti ini sebagai bahan pembelajaran untuk pembaca atau penontonnya.

Oke readers, di akhir postingan ini saya bagikan link menuju makna (*hahahaha) bagi kalian yang mau ikutan baca sinopsisnya juga. Atau yang lebih suka nonton boleehhhh, tinggal beli dvd nya di toko dvd terdekat.

http://barusinopsis.blogspot.com/2015/04/sinopsis-lengkap-orange-marmalade.html

Happy reading, happy watching, and find your own meaning.
Saya tunggu reviewnya juga bagi yang sudah baca sinopsis, komik, atau bahkan nonton filmnya…bisa sharing disini.. ^^

Dan terakhir, karena ini drama Korea, saya ucapkan hatur nuhun… *eh, kamsha hamnida

-lk..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s