Untuk Dilar : “Walaupun bersamanya adalah hal yang sangat penting, namun dengan siapa dia bersama adalah hal yang lebih penting lagi…”

Sudahkah kamu merasa lebih baik? Kurasa belum.

Terasa sama seperti sebelumnya. Kenapa? Tidak tahu. Hanya berjalan begitu saja. Tapi terkadang aku merasa bahwa semua kecanggungan ini berjalan seperti biasanya. Atau aku yang terlalu terbiasa menghadapi rasa canggung. Mungkin aku kebingungan. Entah karena apa. Hanya saja sebuah prahara tidak mudah dipadamkan. Seperti api yang menyambar minyak, ia tahu tempat mana yang paling mungkin dia datangi.

‘Dia ingin melangkah jauh, disaat sebagian dari dirimu belum sanggup melakukannya. Terlalu timpang perbedaan hingga akhirnya jalan yang dipilih jadi terbelah. Aku tersadar bahwa harusnya kalian terpisah bukan disaat kalian tidak saling cinta lagi.’

Tapi aku bingung. Karena semua berjalan seperti apa adanya.

Bisakah kubaca satu persatu dari isi hati mereka? Terlalu sulit jika aku  harus menelisik ke dalam tatapan yang aku tak tahu harus seperti apa kuartikan.

Sebenarnya saat ini aku tidak sedang memikirkan diriku sendiri.

Walaupun bersamanya adalah hal yang sangat penting, namun dengan siapa dia bersama adalah hal yang lebih penting lagi…

 

-lk.. (May 31, 2015 – latepost)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s