Untuk kamu yang (mungkin) sedang berpikir…

Aku adalah orang yang tidak pernah sedikitpun akan goyah dengan apapun itu yang menjadi pilihanku. Dan kamu…telah memilih aku yang seperti itu. Ini bisa saja menjadi sebuah kesalahan atau mungkin tidak…hanya tergantung dari bagaimana kamu memiliki sudut pandang tentang itu.

Mungkin kamu tahu, bagaimana aku pernah melakukan kesalahan itu dengan baik di masa lalu. Tapi…jika aku diberi kesempatan untuk bisa memperbaiki hal-hal dalam hidupku, aku akan membiarkan hal yang sama terjadi pada bagian yang salah itu, keep what I have choosen.

Semakin masa itu berlalu, aku tahu bahwa saat itu bukan hanya ketakutan yang membuatku bertahan dalam masa sulit itu, tapi aku bertahan karena keteguhan dan keyakinan kalau semua hal pasti bisa diperbaiki, semua masalah pasti bisa diselesaikan sebelum akhirnya kita bisa hidup tenang, bahagia, dan dengan bangga bisa mengenang semua hal yang telah dilalui; menghunuskan pedang pada ilalang.

Kalau kamu bilang aku keras kepala, aku akan sangat bangga dengan kebatuan itu. Sungguh. Karena kamu tidak perlu cemburu atau ragu dengan apapun yang mungkin orang katakan. Ini adalah tentang keyakinan dan sejauh mana kita bisa saling mempercayai.

Biarkan aku bertanya 2 hal saja; Bagaimana kamu percaya dengan hubungan ini? Dan sejauh apa kepercayaan tertinggimu?

Bagaimana aku percaya dengan hubungan ini adalah karena aku menjalaninya dengan kamu, dan dimana letak kepercayaan tertinggiku terhadap kamu? Well, dulu mungkin kesetiaan…

Apapun itu, walaupun mungkin kita terlahir sebagai orang yang — menurut orang lain– adalah mangkok dan tutupnya, semua tetap akan berakhir saat mangkok tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa ia telah memilih tutup yang pas. Bagaimana cerita tentang seekor keledai, kakek tua dan cucunya berakhir? Itu akan menjadi lelucon bagi siapapun yang tahu.

Dan aku…jika aku memilih jalan yang sama setelah apa yang kudengar dari orang lain, mungkin aku sedang menertawakan keputusanku sekarang. Apapun keputusannya, meskipun itu menyakitkan, setidaknya itu adalah sebuah keputusan yang kamu buat sendiri. Disitu aku nggak akan pernah goyah dengan dan karena apapun.

Aku tidak pernah tahu apa yang mereka dengar tentang aku. Mungkin saja maksud dari semua sikapku bisa mereka terima dengan baik, atau bahkan mereka tidak bisa menemukan kebaikan sama sekali. Semua keadaan, hanya kita yang tahu, atau mungkin hanya aku atau kamu yang tahu.

Mungkin ini seperti saat aku memberikan uang 1 juta untuk kamu. Tanpa bicara atau apapun, aku hanya memberikannya. Apa yang harus kamu lakukan? Menyimpan semua uang? Atau menghabiskan semuanya? Semua hal bisa terjadi tanpa komunikasi. Bisa saja kita saling mengerti, atau mungkin saling membenci.

Kamu ingin memikirkan kembali karena ini?

Buatku wajar kalau dua orang yang berbeda, saling berdebat tentang ini dan itu, kadang memaki satu sama lain. Tapi toh selalu ada titik dimana kita akan saling mencari, karena aku tahu, satu orang yang kubutuhkan adalah musuh, teman, kekasih, partner in crime, pria yang baik tapi juga seorang pengecut…satu orang yang memiliki paket yang lengkap, satu orang yang tanpa topeng apapun, ia menjadi sebagaimana dirinya…dan membuatku tidak perlu menyembunyikan apapun darinya.

Tidak ada pujian. Ini bukan tentang kamu sempurna atau tidak sebagai manusia. Ini adalah sebesar apa kita saling membutuhkan, saling menggantikan, saling mencari dan menemukan.

Aku mungkin wanita ter-kasar, ter-galak, ter-harimau, ter-judes, ter-bawel, dan ter ter yang jelek lainnya di matamu. Sebagai orang yang perfectionist, mungkin aku sering mengeluh tentang banyak hal kecil tanpa sebuah penyampaian yang baik. Aku akan marah-marah saat kita sedang jalan di mall dan memperdebatkan seorang wanita dengan baju hitam-hitam yang menurutmu adalah security, tapi menurutku dia hanya karyawan biasa. Kita akan bertengkar sepanjang jalan karena hal sebesar upil itu. Atau kamu akan banyak mengomel saat aku lebih suka nonton film Korea dibanding harus masak. (Bagiku) Itu semua adalah hal terbodoh yang sangat wajar terjadi.

Kamu akan memikirkan kembali karena ini?

Setelah kita hidup dengan ‘banyak anak’, pertarungan akan semakin panjang. Bukan hanya tentang perut buncit, atau tentang kamu yang menggoda hidungku yang pesek, atau tentang makanmu yang berisik, atau tentang kentut sembarangan, kita akan mulai memperdebatkan tentang bagaimana caramu mengorok membuatku tidak bisa tidur, atau bagaimana tidak teraturnya caramu menggantung baju, atau bahkan protes tentang kamu yang tidak pernah mengembalikan gunting kuku ke tempat asalnya. Kamu juga akan sangat membenci aku yang selalu mengeluh repot untuk hal-hal yang sangat kecil.

Lalu, pada saat-saat seperti itu, apakah kita harus berpisah saat semua temanmu memintamu begitu?

Untuk kamu yang (mungkin) sedang berpikir…pasangan lain punya jutaan alasan yang lebih serius sebelum memutuskan untuk berpisah..

 

 

-elkafeni

 

Advertisements

Sinopsis : Monster – Episode 2

Sinopsis : Monster – Episode 2

Sebuah kalung ada di tangan Guk Cheol. Ia seperti sedang berlatih untuk sesuatu. Mencoba beberapa ekspresi dan kalimat-kalimat yang membuat nyaman untuk diucapkan.

1

“Kau boleh memiliki ini. Ini tidak memiliki arti apapun, jadi jangan beranggapan apapun.” Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan saat ia berlatih. Wajahnya terlihat jutek seperti biasanya.

2

Tiba-tiba Jeong Eun datang dan bertanya apa yang sedang dilakukan Guk Cheol disana. Dia cepat-cepat menyembunyikannya dibalik punggung. Guk Cheol protes pada Jeong Eun yang seharusnya bisa mengetuk, tapi toh pintunya terbuka. Jeong Eun menawarkan bantuan untuk membaca surat-surat Guk Cheol, tapi Guk Cheol malah mengulurkan tangannya dengan kalung tadi.

Jeong Eun bertanya untuk apa itu. Sambil tersenyum Guk Cheol memintanya untuk mengambilnya saja. Jeong Eun memang benar-benar mengambilnya.

3

Tapi dia memasangkannya di leher Guk Cheol *hahaha* Gagal paham deh. Jeong Eun memuji Guk Cheol yang memilih dengan sangat baik dan harganya sudah pasti mahal. Tapi Jeong Eun bilang kalau kalung ini tidak cocok untuk Guk Cheol *ya iyalah, ini kan buat dia* Dibilang begitu, Guk Cheol seolah marah dan cepat-cepat melepas kalungnya. Ia hanya membuangnya begitu saja. Seandainya dia tahu bagaimana terkejutnya Jeong Eun saat melihat dia membuang kalung yang mahal seperti meludahkan permen karet, hahaha.

4

Tapi dasar Jeong Eun, setelah mengatai Guk Cheol memiliki temperamen yang buruk, ia mengambil kembali kalung itu dan mencobanya pada lehernya. Sambil tersenyum, ia memakaikan kalung yang terlihat cocok untuknya.

“Bagaimanapun, dia sudah membuangnya.” Katanya sambil tersenyum.

Guk Cheol yang mengetahui kotak kalungnya sudah kosong, hanya bisa tersenyum, seolah tahu kalau Jeong Eun sudah menerima kalungnya. Yaelah, mau ngasi kalung aja ribet amat yak? Hahaha.

5

Guk Cheol mendapat telepon, dari seorang pria yang sudah jelas mengenalnya. Apalagi pria itu mengatakan bahwa dia tahu sesuatu mengenai kematian ayah dan ibunya. Guk Cheol tentu saja kaget. Pria itu mengatakan bahwa seseorang telah membayarnya untuk membunuh semua anggota keluarga Guk Cheol.

Guk Cheol bertanya siapa pria itu, tapi malah dijawab bahwa itu adalah pertanyaan yang salah karena seharusnya Guk Cheol bertanya siapa yang telah membayar pria itu. Pria itu seolah mempermainkan Guk Cheol. Ia malah tertawa.

6

Pria itu mengatakan bahwa jika Guk Cheol ingin tahu, dia harus melakukan sesua dengan apa yang diperintahkan orang itu. Guk Cheol sempat ragu, tapi proa itu membicarakan tentang sebuah laboratorium patologi yang berada di ruang bawah tanah. Pria itu telah meninggalkan sebuah jas hujan berwarna merah di salah satu loker disana.

Pria itu akan menukar informasi dengan uang sebesar 200.000 dolar dan telah meninggalkan nomor rekeningnya di dalam loker. Guk Cheol menebak-nebak bahwa bibinya adalah orang yang mungkin telah membayar pria itu, tapi pria itu meminta gUk Cheol untuk tetap tenang. Pria itu mengancam dengan halus jika Guk Cheol berkaitan dengan polisi, maka dia tidak akan bisa menangkap penjahat yang sebenarnya.

7

Asisten Byun Il Jae, sepertinya datang ke laboratorium dan mematikan semua CCTV yang ada di ruang kendali. Kemudian seseorang dengan jubah putih masuk ke dalam Laboratorium Patologi dengan menggunakan akses card. Sekilas, orang itu terlihat seperti pria misterius yang menelpon Guk Cheol. Pria itu memberitahukan pada seseorang bahwa ia sudah sampai di dalam, lewat earphonennya.

8

Byun Il Jae ada di ujung pembicaraan dengan pria ini. Si pria akan membuka sesuatu yang passwordnya akan diberitahukan oleh Il Jae.

“Passwordnya adalah 9,7,3,5 ……..”

Saat pria itu selesai menekan semua tombol, muncullah sesuatu seperti sebuah serum. Pria itu mengambilnya.

Byun Il Jae dan asistennya sedang berbicara di dalam mobil. Asistennya bertanya tentang apa yang ada di dalam laboratorium, dan Il Jae menjawab bahwa itu adalah virus mutan yang disebut MK2, yangjika sedikit saja terkena itu, maka akan berakibat fatal. Sebelumnya, virus itu akan dihancurkan semuanya. Tapi Tuan dan Nyonya Lee meminta Man Ok untuk tetap menghancurkan saja semuanya, karena virus ini adalah sesuatu yang ilegal bahkan walau hanya disimpan antivirusnya, mereka tetap tidak akan bisa menjualnya. Tapi ternyata Man Ok menyimpannya secara rahasia karena ia ingin menemukan vaksinnya.

Mereka akan membuat seolah Guk Cheol akan mati karena virus mutan, dan itu akan dianggap seperti sebuah kecelakaan. Dan Guk Cheol yang menginginkan uang, akan dituduh sebagai pembunuh Man Ok.

9

Il Jae mengawasi dari dalam mobil. Guk Cheol datang bersama Jeong Eun dan turun dari taksi. Jeong Eun membuka satu persatu lemari loker yang ada di dalam lab tapi tidak menemukan jas hujan merah disana. Guk Cheol memintanya untuk mencari di sekitar lab, mungkin saja pria itu meninggalkannya di tempat lain.

10

Dari luar lab, pria itu terlihat sedang bermain-main dengan sebuah remote yang ternyata digunakan untuk mengendalikan sebuah alat yang akan membuat botol virus mutan itu pecah saat Jeong Eun dan Guk Cheol masih berada di dalam lab. Tiba-tiba terdengar ledakan dan pria itu segera menutup pintu lab, membuat merea berdua terkurung.

Di ruang kontrol, kepala penjaga akhirnya mengetahui bahwa Jeong Eun terkurung saat ia kembali menyalakan CCTV. Kepala penjaga cepat-cepat pergi ke laboratorium.

11

Saat Jeong Eun pingsan, Guk Cheol teringat tentang virus mutan yang masih memiliki vaksinnya. Dulu ia pernah diperkenalkan oleh Nyonya Lee mengenai virus dan vaksin ini.

Saat Guk Cheol sudah menemukan vaksinnya, ia meminta Jeong Eun untuk menyuntikkan vaksin itu untuk dirinya, tapi Jeong Eun menolak, karena Guk Cheol harus tetap hidup untuk bisa merawat adiknya. Mereka berebut vaksin hingga vaksin itu terlempar. Jeong Eun mendapatkannya dan cepat-cepat menyuntikkannya pada Guk Cheol.

“Tolong jaga adikku.” Ucap Jeong Eun lemah dan kemudian pingsan.

Media memberitakan tentang kebocoran virus mutan. Guk Cheol dan Jeong Eun dibawa ke rumah sakit dan mereka dikarantina supaya tidak ada orang lain yang terpapar.

Saat sadar, Guk Cheol menangis mengingat Jeong Eun yang tanpa ia tahu, Jeong Eun juga berbaring di ranjang sebelahnya.

Sebanyak 7 orang yang terkena virus mutan dan semuanya menunjukkan gejala positif termasuk Jeong Eun dan Guk Cheol yang berada di dalam laboratorium. Sementara hanya Guk Cheol yang kemungkinan akan selamat dari virus ini, tapi darahnya akan diuji untuk kemudian diberikan kepada Jeong Eun sebagai vaksin juga. Belum bisa dipastikan Jeong Eun akan benar-benar selamat, karena mereka masih harus menunggu hasilnya.

12

Ketua Do dan Kwang Woo sedang menonton berita mengenai bocornya virus mutan. Kwang Woo mengatakan bahwa saham Sudo Hospital akan turun banyak setelah kejadian ini. Tapi Ketua Do mengatakan bahwa banyak perusahaan yang akan ingin memberikan tawaran, jadi ia meminta Kwang Woo untuk membereskan masalahnya. Kwang Woo menjawab bahwa seharusnya ia menyelesaikannya jika saja Jung Man Ok tidak menghilang.

Tapi saat itu juga televisi memberitakan tentang Jung Man Ok yang menghilang, akhirnya ditemukan tewas di sebuah gunung di pinggiran Seoul. Ketua Do dan Kwang  Woo sama-sama terkejut mendengar beritanya.

13

Hebatnya, pelaku pembunuhan Jung Man Ok langsung ditemukan. Dia, Goo Joo Tae, adalah orang yang menelpon Guk Cheol dan juga pelaku yang dibayar untuk menyebabkan kecelakaan di laboratorium. Il Jae tahu bahwa pria ini banyak melakukan kejahatan semasa hidupnya dan memang sudah sering keluar masuk penjara. Semua catatan kriminal pria ini akan dihapus (entah bagaimana caranya) oleh Byun Il Jae, juga pria ini akan diberikan uang 2  juta dolar. Begitulah semuanya direncakan dengan cepat dan tepat oleh Byun Il Jae.

14

Setelah Il Jae mendapat kabar Guk Cheol telah sadar, ia langsung datang ke rumah sakit dan menuduh Guk Cheol telah membunuh Man Ok. Guk Cheol tentu saja tidak tahu apa-apa dan menyangkal semua tuduhan itu. Il Jae terus menerus menuduh Guk Cheol telah membayar Goo Joo Tae untuk membunuh bibinya. Il Jae berpura-pura sangat terpukul atas kematian istrinya dengan mengatakan bahwa ia akan membunuh Guk Cheol jika saja tidak ada polisi yang berjaga di luar untuk menangkapnya.

15

Ok Chae Ryung, adalah seorang agen mata-mata ganda yang dikirimkan untuk mendapatkan virus mutan MK2, tapi ternyata ia juga gagal untuk mendapatkannya, karena semua pemilik akses telah tewas. Tapi temannya mengatakan bahwa Lee Guk Cheol memiliki darah yang mengandung vaksin, jadi ia bisa membawa Guk Cheol sebagai ganti dari vaksin yang tidak bisa didapatkan Chae Ryung.

16

Sementara itu Guk Cheol yang malang, harus masuk ke penjara karena tuduhan pembunuhan Jung Man Ok. Dalam hatinya, Guk Cheol bertekad untuk menemukan Go Joo Tae. Tidak lama setelah itu, beruntung, berkat pendengaran Guk Cheol yang super, dia bisa menemukan dimana Go Joo Tae berada. Dia sedang membicarakan Guk Cheol yang buta dan tidak mungkin tahu bahwa Go Joo Tae berada dalam satu penjara yang sama dengannya.

Guk Cheol masuk sel yang berbeda dengan Go Joo Tae, tapi sel mereka berhadapan, sehingga memungkinkan bagi Guk Cheol untuk mendengar apa yang Go Joo Tae bicarakan.

Il Jae menaikkan bayaran untuk Go Joo Tae sebesar 4 juta dolar untuk membunuh Guk Cheol. Il Jae memintanya untuk melakukannya seolah itu adalah kecelakaan, karena Guk Cheol buta.

17

Joo Tae memulai misinya. Ia dan teman-teman satu selnya merencanakan pembunuhan Guk Cheol dengan mendorongnya dari lantai atas, tapi lagi-lagi berkat pendengaran Guk Cheol, ia bisa menghindar dan membuat teman Joo Tae yang terjatuh dari atas.

Saat Guk Cheol sedang bekerja melipat selimut, salah satu teman satu sel Go Joo Tae, yang baru masuk dan dihajar di dalam penjara, mengatakan bahwa Guk Cheol harus berhati-hati karena Joo Tae and the gank mengincar Guk Cheol. Pria itu mengatakan bahwa kemarin malam ia telah dihajar habis-habisan. Guk Cheol menawarkan padanya untuk membalas dendam, tapi pria itu tidak setuju dan tidak akan melaporkan apapun pada para penjaga. Tapi Guk Cheol mengatakan bahwa ia hanya cukup membantunya saja.

Saat siang hari, pria itu memberitahu Guk Cheol bahwa Go Joo Tae dan teman-temannya akan segera pergi ke kamar mandi.

18

Dengan dibantu oleh pria itu yang memberitahu keadaan di dalam kamar mandi, Guk Cheol memasuki bilik dimana didalamnya ada Go Joo Tae. Guk Cheol langsung mengunci bilik itu dan mengatakan pada Joo Tae siapa yang akan mati. Guk Cheol mengeluarkan tali dari dalam saku baju tahanannya. Go Joo Tae sempat menertawakannya karena hanya itulah yang dia punya sebagai senjata (karena dia pikir itu akan digunakan Guk Cheol untuk membunuhnya). Tapi Guk Cheol mengaitkan tali itu pada tiang di atas kamar mandi dan memasukkan tali ke lehernya.

Pria yang tadi membantu Guk Cheol langsung berlari dan memanggil penjaga untuk menolong Guk Cheol yang seolah-olah sedang dicelakai oleh Go Joo Tae. Saat penjaga masuk ke kamar mandi, Guk Cheol terus berteriak meminta tolong, juga anak buah Go Joo Tae yang terus menerus meminta bos mereka untuk tidak membunuh Guk Cheol disini.

19

Petugas terus berusaha membuka pintu bilik dimana ada Guk Cheol dan Joo Tae disana, dan setelah dibuka, semua terlihat sempurna seperti yang direncanakan Guk Cheol. Seolah-olah Go Joo Tae yang merencanakan untuk mencelakainya. Go Joo tae mengatakan pada penjaga bahwa Guk Cheol hanya berpura-pura, tapi penjaga menembaknya dengan pistol listrik, dan Go Joo Tae pun pingsan. Mission completed.

Di ruang perawatan, Guk Cheol membangunkan Joo Tae dengan menampar pipinya *hahaha, good*

Guk Cheol memberikan penawaran untuk Go Joo Tae agar memihak kepadanya dan memberitahukan siapa yang telah membayarnya dengan memberikan uang sebanyak 20 Juta dolar. Itu berkali-kali lipat banyaknya dari yan diberikan Il Jae. Joo Tae terus-menerus batuk-batuk dan menolak apapun yang dikatakan Guk Cheol. *bocoran aja sih, nantinya dia akan menyesali pilihannya, hehehe*

20

Di rumah sakit, Nona Cha Jeong Eun sadar dari masa kritisnya. Ia menyebut nama Dong Soo dan ayahnya. Dan Jeong Eun adalah pasien pertama yang keadaannya semakin membaik setelah disuntikkan darah dari Guk Cheol.

Keberhasilan pengobatan itu telah menjadi sorotan media dan disiarkan. Bahkan saat itu Guk Cheol dan Go Joo Tae menyaksikan berita tersebut di bilik penjara masing-masing. Pembawa berita menghimbau kepada siapa saja yang berada di rumah sakit pada malam dimana kebocoran vaksin terjadi, dan memiliki gejala batu, demam, atau bintik-bintik merah, untuk segera melapor ke dokter.

21

Go Joo Tae memastikan gejala yang sedang dialaminya dengan melihat bintik merah pada kakinya, dan sepertinya ia memiliki keyakinan bahwa ia telah tekena virus MK2.

Esok paginya ia pergi menemui Guk Cheol dan memintanya untuk menyelamatkan hidupnya karena ia telah terinfeksi virus mutan itu. Joo Tae mengatakan ia bisa selamat jika ia menerima darah dari Guk Cheol. Tapi Guk Cheol menolak dan tidak akan menyelamatkan nyawa seseorang seperti Go Joo Tae. Guk Cheol meminta Joo Tae utuk memberitahukan siapa yang telah membayarnya, maka Guk Cheol akan memberikan darahnya saat itu juga.

Go Joo Tae bimbang. Dia diam.

“Lalu, uang ternyata lebih penting bagimu dibanding dengan nyawamu sendiri.” Dan Guk Cheol pergi meninggalkan Joo Tae.

Joo Tae kemudian berlutut dan meminta tolong pada Guk Cheol.

“Byun Il Jae.” Katanya. “Pamanmu membuatku melakukannya.”

Guk Cheol kaget mendengar pengakuan Go Joo Tae.

22

Sementara di tempat lain, Byun Il Jae merayakan pelantikannya sebagai Direktur dari Sudo Medical Foundation.

Dan posisinya sebagai Direktur membuat Kwang Woo berpikir bahwa itu akan lebih mudah untuk mendapatkan Sudo. Tapi ternyata tidak semudah itu, karena Il Jae memutuskan utuk tidak menjual Sudo dan akan mendirikannya kembali dari awal dengan kedua tangannya sendiri. Hal Ini membuat Kwang Woo dan asistennya terkejut. Il Jae mengatakan bahwa jika pun ia tidak bisa melakukannya, maka ia akan mengadakan lelang terbuka untuk mendapatkan harga yang wajar (Kwang Woo nawar harganya terlalu murah sih).

23

Kwang Woo meminta para asisten mereka untuk membiarkan mereka bicara 4 mata. Kwang Woo mulai kembali mengancam Il Jae tentang perselingkuhannya dengan Hwang Ji Soo, tapi kali ini ancaman itu tidak mempan karena Il Jae membalikkan ancaman tentang perencanaan pembunuhan yang sudah dilakukan oleh Do Kwang Woo. Il Jae hanya akan kehilangan dirinya, tapi jika itu terjadi pada Kwang Woo, sebagai anak sulung dari Ketua Dodo Group, maka semua hal yang diperjuangkan oleh ayahnya juga akan menjadi sia-sia. Ancaman ini sama seperti yang dilakukan Jung Man Ok pada Hwang Ji Soo saat ia tahu Ji Soo adalah selingkuhan suaminya.

“Meja sudah berputar. Entah ini menjadi negosiasi atau ancaman, aku yang akan melakukannya, bukan kau.”

Il Jae akan mempertimbangkan mengenai penjualan Sudo Medical Foundation saat Kwang Woo bisa menawarkan harga yang lebih sesuai untuknya, karena ia tahu ayahnya sangat menginginkan bisa mendapatkan Sudo.

24

Sementara, Il Jae yang memenangkan negosiasi ini. Kwang Woo terlihat marah dengan yang dilakukan Il Jae, sampai-sampai ia melempar gelas yang sudah diisi arak oleh Il Jae.

25

Go Joo Tae dibawa ke rumah sakit dengan ambuance dari penjara. Guk Cheol menemaninya bersama penjaga yang lain. Ia kembali teringat, Joo Tae pernah mengatakan tentang matanya. Jika Guk Cheol melakukan operasi, maka ia akan bisa melihat lagi.

Tiba-tiba keadaan Joo Tae menjadi semakin memburuk. Alat pendeteksi jantung menandakan ada yang salah dengan keadaannya. Guk Cheol terus berteriak padanya agar Joo Tae terus hidup sampai ia bersaksi di pengadilan. Tapi sayangnya, Joo Tae tidak bisa bertahan lagi.

Di rumah sakit, Joo Tae langsung dibawa masuk oleh perawat, sementara Il Jae, entah tahu darimana, tiba-tiba ia sudah ada disitu dan menemui Guk Cheol.

“Sepertinya kau sangat lelah..” sapa Il Jae pada keponakannya. Ia pastinya belum tahu kalau Guk Cheol sudah mengetahui bahwa ini semua adalah rencana jahatnya.

Seolah bagai malaikat, Il Jae mengatakan bahwa Guk Cheol bukanlah anak yang bisa berbohong, jadi ia akan meninjau kembali tentang kasus kematian Man Ok dan menyewa pengacara.

Guk Cheol menangis (bukan terharu, tapi menahan marah tentunya) dan bertanya apakah Il Jae mau mempercayainya? Tapi Il Jae mengatakan bahwa ia adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Guk Cheol, jadi jiak ia tidak percaya, lantas siapa lagi yang akan percaya padanya?

Jika memang Guk Cheol tidak bersalah, maka akan ada bukti yang akan membuktikan bahwa ia memang tidak bersalah. Jadi Byun Il Jae memintanya untuk hanya percaya padanya. Guk Cheol harus tetap tegar. Il Jae lalu memeluk keponakannya.

26

“Terima kasih, paman.” Kata Guk Cheol dengan berat hari (sepertinya). Guk Cheol menangis, sayang sekali bahwa ia harus menyembunyikan kekesalannya pada pamannya yang jelas-jelas sudah mengatur semua rencana ini untuk merebut Sudo dari keluarganya.

Ok Chae Ryung mengawasi mereka dari mobilnya. Sepertinya ia memikirkan sesuatu untuk membawa Guk Cheol keluar.

Guk Cheol akan tinggal untuk sementara waktu di rumah sakit karena mereka membutuhkan banyak serum darahnya untuk pasien yang lain. Sebelum penjaga pergi, ia meminta untuk bertemu dengan jaksa (yang menangani kasusnya) dan bukan bertemu dengan pengacara.

Il Jae akan menemui Guk Cheol di ruang rawatnya, tapi penjaga mencegahnya untuk masuk, karena Guk Cheol sedang berbicara dengan jaksa.

Guk Cheol mengatakan bahwa Byun Il Jae yang telah membunuh Jung Man Ok dan kedua orangtuanya. Guk Cheol juga mengatakan bahwa Go Joo Tae telah mengatakan yang sebenarnya mengenai virus mutan yang tadinya akan digunakan Il Jae untuk membunuhnya.

27

Guk Cheol telah meminta pada jaksa untuk melakukan penyelidikan ulang dan dia akan menemukan bahwa semua hal bisa dituduhkan pada pamannya. Jaksa mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan itu dalam penyelidikannya dan kemudia keluar dari kamar Guk Cheol.

Di luar ruangan ia bertemu dengan Il Jae dan memanggilnya ‘sunbaenim’ *hawa-hawa nggak enak nih*. Guk Cheol yang ingin tahu apa yang mereka bicarakan, kemudian meminta penjaga untuk meninggalkan pintunya tetap terbuka.

28

Jaksa mengatakan pada Il Jae bahwa Guk Cheol menuduhnya sebagai pembunuh bibinya, dan itu tepat seperti apa yang diperkirakan Il Jae sebelumnya. Il Jae menambahkan bahwa sebelumnya Guk Cheol menuduh istrinya yang telah membunuh kedua orang tuanya. Jaksa mengatakan bahwa keadaan Guk Cheol ternyata jauh lebih buruk dari dugaannya. Il Jae berkata, paranoia menjadikannya sebagai seorang pembunuh. Si Jaksa terlihat percaya dengan semua perkataan Il Jae. Il Jae meminta jaksa memindahkannya ke psikiatri secepat mungkin dan jaksa akan memprosesnya segera.

Guk Cheol sangat panik mendengarnya akan segera dipindahkan ke bangsal psikiatri.

29

Seseorang yang mengaku sebagai pengambil cucian kotor di rumah sakit, masuk ke kamar Guk Cheol dan membawanya keluar lolos dari penjagaan. Itu Adalah Ok Chae Ryung. Saat ia keluar, ia sempat berselisih jalan dengan Byun Il Jae dan asistennya yang juga akan pergi mengunjungi Guk Cheol. Akhirnya ketahuan kalau Guk Cheol melarikan diri dengan si pengambil cucian kotor.

Sementara mereka semua pergi memanggil polisi, rekan Chae Ryung membawanya dengan mobil laundry yang sudah mereka persiapkan. Il Jae dan asistennya mengejar Guk Cheol cepat-cepat, tapi ternyata yang dikejar hanya mobil yang sama dengan mobil laundry yang lain, mobil laundry yang berisi Guk Cheol sudah lolos lebih dulu.

30

Tapi sayangnya polisi berhasil mengejar mereka hingga lari ke gang sempit dan sempat terjebak di antara mobil polisi. Karena ada polisi dimana-mana, membuat rekan Chae Ryung meminta Guk Cheol untuk turun dari mobil dan tetap bersembunyi hingga ia memanggilnya kembali. Guk Cheol akhirnya menurut dan duduk menunggu di sebuah gang. Pria itu memberikan Guk Cheol handphone sebelum ia turun dari mobil.

Sudah tiga jam dan Il Jae masih belum menemukan Guk Cheol. Asistennya menduga bahwa Guk Cheol pasti masih berada di dekat mereka, dan tepat seperti dugaan Il Jae bahwa Guk Cheol pasti sudah turun dari mobil laundry dan meminta asistennya untuk terus berkeliling di daerah itu.

Guk Cheol masih bersembunyi di tempat yang sama, hingga akhirnya ia menerima telepon dari Chae Ryung yang menanyakan dimana ia berada sekarang. Tapi Guk Cheol menjawab bahwa ia tidak tahu. Chae Ryung meminta Guk Cheol untuk naik taksi ke Chinatown dan ia akan menjemputnya disana.

Seperti yang diperintahkan, Guk Cheol naik taksi untuk menuju tempat yang harusnya didatangi dengan Chae Ryung. Tapi sayangnya taksi yang diberhentikan adalah ‘taksi’ nya Byun Il Jae dan asistennya.

31

Padahal Chae Ryung ada di belakang mereka, tapi mungkin agak sulit untuk mengeluarkan Guk Cheol dari sana dengan identitasnya yang sekarang ini. Sebenarnya Guk Cheol sudah curoga bahwa ada seorang penumpang lain selain dirinya. Tanpa bersuara, mereka membawa Guk Cheol ke tempat yang entah tempat yang benar atau salah. Di tengah perjalanan, Chae Ryung menelpon Guk Cheol dan memberitahukan bahwa itu adalah mobil Byun Il Jae, jadi Chae Ryung akan menghentikan mereka dan saat itu Guk Cheol harus langsung kabur dari sana. Tapi sayangnya Guk Cheol kurang cepat, sehingga ia tidak bisa berpindah mobil dari mobil Il Jae ke mobil Chae Ryung.

32

Chae Ryung cepat-cepat pergi, sementara Guk Cheol terjebak bersama Il Jae dan asistennya. Guk Cheol terpojok sampai ia naik ke pagar pembatas jembatan. Il Jae mengatakan bahwa Guk Cheol telah membuatnya sangat kesulitan. Guk Cheol mengancam akan melompat dari jembatan jika mereka makin mendekat.

Tapi Il Jae mengatakan seolah-olah ia mencegah Guk Cheol untuk melompat, karena jika ia mati, akan sangat merepotkan baginya saat mereka hrus menemukan mayat Guk Cheol.

“Aku tidak akan mati.” Tegas Guk Cheol.

Il Jae tahu ia tidak akan mati, dan menantang Guk Cheol untuk melompat saja.

“Aku akan hidup dan membalas dendam.”

“Aku tahu, jika kau hidup, kau bisa melakukannya.” Kata Il Jae.

“Jika aku tidak mati, aku akan melakukannya. Byun Il Jae.”

33

Dan Guk Cheol benar-benar melompat dari jembatan.

34

Il Jae meminta asistennya untuk pergi dan memanggil polisi, maka polisi akan menemukan jasadnya untuk mereka. Dari kejauhan Chae Ryung memperhatikan bahwa Guk Cheol melompat ke sungai dan merasa menyesal telah gagal membawa Guk Cheol untuk vaksin MK2 itu.

35

Pak Hwang, sekretaris Presiden sekaligus ayah Hwang Ji Soo, datang ke sebuah hotel bersama para pengawalnya. Begitu sampai di depan sebuah pintu kamar, ia menelpon anaknya dan memberitahu bahwa ia sudah berada di depan kamar hotelnya, dan menyuruh Hwang Ji Soo yang ternyata sedang bersama Il Jae untuk cepat berganti baju dan membuka pintu kamar.

36

Begitu mereka masuk, Ji Soo diminta keluar oleh ayahnya, dan memukuli Il Jae berkali-kali dengan tongkat sampai Il Jae meringkuk kesakitan. Setelah puas memukuli Il Jae, Pak Hwang meminta semua ajudannya keluar dari kamar. Ia bertanya pada Il Jae sudah berapa lama ia menemui putrinya, dan menjawab sudah sekitar 3 tahun, dan bahkan belum genap satu bulan setelah istrinya meninggal.

Pak Hwang naik pitam, berani-beraninya Il Jae meminta putrinya datang ke kamar hotel saat istrinya baru saja meninggal.

Pak Hwang tidak akan pernah memberikan putrinya kepada orang brengsek seperti Il Jae. Il Jae mengatakan bahwa Pak Hwang sedang takut dengan kelanjutan karirnya, makanya setelah pensiun menjadi sekretaris, ia akan mengincar kedudukan presiden. Pak Hwang akan memukul Il Jae.

37

“Ji Soo adalah orang yang membunuh istriku, Jung Man Ok.” Kata Il Jae.

Il Jae mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadikan Ji Soo sebagai seorang pembunuh, dan karena itu ia harus melakukan kejahatan.

39

Il Jae lalu berlutut di depan pak Hwang.

“Aku tahu aku tidak cukup baik. Tapi itu nasib kami.” Kata Il Jae. Mungkin maksudnya memang udah takdir, Ji Soo dan Il Jae bersatu menjadi komplotan orang jahat >,<

Pak Hwang sempat tersinggung dan akan memukul Il Jae, tapi tidak jadi. Mungkin dia merasa apa yang dikatakan Il Jae ada benarnya juga *hahaha, abaikan* Pak Hwang tanpa berkata-kata akhirnya meninggalkan Il Jae dan tongkat pukulnya disana.

40

“Kau pasti akan menjadi presiden. Itulah satu-satunya cara kau akan mendapatkan kompensasi atas penghinaan ini.” Kata Il Jae, lalu dia tertawa seperti orang gila. -__- Ini nggak ngeri maksudnya apa, mungkin Il Jae juga akan memanfaatkan hubungannya dengan Ji Soo untuk menjadi batu loncatak ke pak Hwang dan nantinya supaya dia sendiri bisa masuk ke dunia politik dan kelak menjadi presiden. Kalau memang begitu, cara yang diambil Il Jae ini sangat-sangat berliku.

41

Lee Guk Cheol masih hidup, dia berjalan tertatih-tatih dari sungai menuju ke daratan. Tidak tahu kemana arahnya pergi, tapi kemudian sekumpulan anak-anak pemulung menemukan tubuhnya dalam tumpukan kardus-kardus bekas.

42

Seorang anak berteriak dan memanggil teman-temannya. Mereka bertanya satu sama lain apakah Guk Cheol sudah mati, tapi tiba-tiba Guk Cheol menjawab bahwa ia tidak mati, anak-anak itu langsung lari kabur. Guk Cheol membuka matanya dan melihat sedikit sinar matahari *apa dia bisa melihat lagi?*

“Aku tidak menyesal dilahirkan kembali menjadi sampah.”

 

MUSIM DINGIN 2010

43

                “Karena selama aku hidup aku bisa membalas dendam kepadanya.”

Di stasiun, tanpa disadari, Guk Cheol bertabrakan dengan Ok Chae Ryung yang tidak tahu bahwa itu adalah Guk Cheol. Hmm…

Untungnya Chae Ryung meminta maaf saat iya menabrak Guk Cheol dan membuat Guk Cheol mengenalinya, hanya dari suaranya.

Guk Cheol memastikan lagi apakah wanita itu adalah Ok Chae Ryung?

44

“Siapa kau?” tanya Chae Ryung.

45

 

Di episode berikutnya, tentu saja Guk Cheol mengatakan siapa dia sebenarnya, karena Guk Cheol memiliki pembicaraan dengan Chae Ryung. Dia sempat dikejar-kejar oleh kawanan preman dan tertabrak sebuah mobil di jalan.

Tapi kemudian, Guk Cheol mengatakan bahwa ia memiliki nama baru, Kang Ki Tan. Ia akan mendaftar ke Departemen Perencanaan Strategis di Dodo Group (dan menjadi tampan). Il Jae menemui seorang pria dan menamparnya. Pria itu terlihat bersaing dengan Guk Cheol dalam sebuah test. Sepertinya itu adalah ujian saringan untuk bisa masuk ke Dodo Group.

Well, kita lihat lengkap ceritanya di episode selanjutnya..

Stay tune ya, readers.. ^^

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 3

Sinopsis : Monster – Episode 1

Sinopsis : Monster – Episode 1

1

 

Episode Pertama Serial Drama yang terhitung panjang ini dimulai dengan scene yang memperlihatkan pusat kota Seoul dengan kesibukan masing-masing dari penduduknya. Kemudian, scene berpindah pada Ketua Do Choong (Park Young Kyu) dari Dodo Group dengan kedua anaknya; Do Shin Young (Jo Bo Ah) dan Do Kwang Woo (Jin Tae Hyun) yang berjalan di belakangnya. Lalu terdengar sebuah narasi dari seorang laki-laki (yang kemudian akan kita kenal sebagai Kang Ki Tan – Kang Ji Hwan).

2

“Seakan terlihat semakin rumit, tapi hanya ada dua jenis orang di dunia ini. Satu persen yang terpilih yang memerintah dari atas, dan 99 persen yang dikuasai oleh mereka.”

3

 

 

Lalu scene berpindah lagi ke sebuah kereta dimana di dalamnya ada seorang pengamen buta yang sedang memainkan harmonika. Penampilannya tampak sangat lusuh dengan sebuah wadah dan tongkat berjalan di tangan kanannya. Saat dia berjalan melewati penumpang kereta api, semua orang hanya menutup hidung mereka.

“Dari 99 persen…tempatku adalah…”

Seorang anak muda berteriak, “ Harmonika itu lebih bernilai daripada kau!”

4

Dan kemudian saat pengemis itu berjalan, seorang penumpang laki-laki  menjegal kakinya sehingga ia terjatuh dan semua uang receh yang ada dalam wadahnya jatuh berhamburan.

5

*Duh gereget banget sih sama ini orang. -__- *abaikan

Dari situ kita tahu bahwa si pengemis adalah Kang Ki Tan, yang sejak awal scene sudah bernarasi untuk kita.

Beberapa orang hanya berteriak dan ada yang hanya tertawa melihat Ki Tan terjatuh. Tanpa bisa melihat, dia hanya memunguti receh-receh yang tadi berjatuhan sebisanya.

7

“Aku sudah tidak bisa jatuh lebih dalam lagi. Aku di bagian bawah rantai makanan.”

Saat menyeberang jalan, Ki Tan bahkan hampir tertabrak sebuah mobil sampai-sampai diteriaki oleh si pengendara “Apakah kau ingin mati?”

“Aku tidak berencana untuk mati.” Jawabnya tegas dalam narasinya.

Kemudian scene beralih lagi pada sebuah rumah yang di depan pintunya sudah duduk seekor anjing. Tidak lama, si pemilik anjing membuka pintu dan membawakan anjingnya makanan dalam sebuah panci. Begitu pintu rumah ditutup, terlihat Kang Ki Tan sedang menunggu sesuatu yang ternyata adalah makanan si anjing itu *what?* Ki Tan benar-benar mengambil makanan anjing itu dan memakannya dengan lahap.

8

“Aku tidak boleh mati. Aku tidak akan mati. Dan aku tidak akan pernah mati.”

Scene beralih lagi saat Ki Tan berlatih samsak tinju sambil marah-marah dan berteriak. Sebuah tempat yang kotor yang bisa ditebak kalau itu adalah tempat tinggalnya.

“Alasan kenapa aku tidak bisa meninggalkan kehidupan yang berharga ini adalah karena orang itu… yang sudah mengambil keluargaku, segalanya untukku. Aku harus membalas dendam kepadanya.”

9

Dan kita diiperlihatkan sebuah foto yang ada di salah satu meja Ki Tan. ‘Dia’ siapa maksudnya?

 

6 TAHUN YANG LALU

10

Kita akan dibawa flashback pada masa yang belum terlalu jauh, dimana akhirnya kita tahu bahwa foto tadi adalah foto keluarga Kang Ki Tan. Semua sedang makan di hari ulang tahun Ki Tan remaja (Lee Ki Kwang). Bibinya Ki Tan – Man Ok adalah adik dari ibu Ki Tan, yang dengan suaminya, mereka bertiga adalah pemilik sebuah rumah sakit yang sedang mengalami kesulitan uang saat itu. Man Ok menyarankan kakaknya untuk menjual sesuatu yang bernilai 20 Juta Won kepada sebuah perusahaan, tapi kakaknya tidak menyetujuinya karena nantinya perusahaan itu akan ikut campur pada setengah dari urusan rumah sakit mereka, dan itu adalah tindakan yang sangat beresiko.

11

Kemudian ayah Kang Ki Tan, memberitahu Man Ok bahwa laboratorium sedang menguji obat penghilang rasa sakit dari Dodo Pharmaceutical, yang hanya ingin bermitra hanya untuk memanipulasi hasil tes. Tapi kemudian Man Ok membantah lagi, kenapa hasil tes adalah sesuatu yang penting untuk mereka. Yang kemudian dibantah kembali oleh ibu Ki Tan yang bertanya, “Kau meminta kami untuk menjual hati nurani kami?

12

Di tengah pertengkaran, Kang Ki Tan (next mari kita panggil Lee Kook Chul/Lee Guk Cheol, karena ini adalah nama aslinya), langsung menggebrak meja dan mengomel bahwa dia pikir semua orang akan berkumpul untuk ulang tahunnya. Dan semuanya mendadak jadi diam dan melanjutkan makan.

13

Di tengah makan mereka, asisten Byun Il Jae (Jung Bo Suk) memberikan sebuah amplop yang isinya masih dirahasiakan dari kita. Setelah membukanya Il Jae langsung berpamitan pergi ke kantor kepada seluruh keluarga, Man Ok istrinya bertanya apa isinya tapi Il Jae hanya menjawab kalau dia bahkan tidak akan tahu saat melihatnya. Kemudian mengucapkan ‘Selamat Ulang Tahun’ pada Guk Cheol sebelum ia berpamitan.

14

Malamnya, di tengah hujan Pak Lee sedang mengemudi mobil di jalanan yang berliku dengan jurang di tepinya. *cukup menyeramkan, apalagi kecepatannya 100 km/jam* Pak Lee kemudian menjadi panik saat rem mobilnya tidak berfungsi. Semuanya juga menjadi ketakutan saat mobil mulai berjalan tidak teratur karena jalan yang licin. Dari arah yang berlawanan, tanpa mereka sadari, ada sebuah truk. Saat truk mendekat, Pak Lee terlambat menghindar sehingga terpaksa banting setir yang membuat mobil berputar-putar hingga akhirnya tersangkut di tepi jurang.

15

Nyonya Lee yang duluan sadar dan panik saat sadar bahwa mobil mereka tersangkut di tepi jurang. Ia kemudian cepat-cepat membangunkan Guk Cheol yang duduk di sebelahnya. Nyonya Lee tidak bisa banyak bergerak karena kakinya tersangkut jok mobil depan.

16

Saat Guk Cheol sedikit sadar, Nyonya Lee cepat-cepat mendorongnya keluar mobil. Tak lama sebuah mobil datang, Nyonya Lee cepat-cepat berteriak dan meminta tolong untuk diselamatkan.

17

18

Seseorang yang memakai jubah merah itu kemudian turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Nyonya Lee yang terus berteriak minta tolong diselamatkan. Tapi si jubah merah dengan wajah rahasia, malah berjalan ke belakang mobil dan dengan tangannya yang bersarung tangan hitam, dia mendorong mobil yang di dalamnya masih ada Nyonya Lee dan suaminya. Di detik-detik terakhir sebelum mobil benar-benar jatuh ke jurang, Nyonya Lee terus berteriak pada di jubah merah.

19

“Apa yang kau lakukan? Mengapa kau tega melakukannya?”

Guk Cheol sedikit sadar dan mendengar teriakan ibunya, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk bisa bangun sehingga ia hanya melihat dengan samar-samar ada seseorang berjubah merah yang mendorong mobil ayah dan ibunya.

“Man Ok!” teriak Nyonya Lee sebelum mobil akhirnya benar-benar jatuh ke jurang. Dan tepat saat itu juga Guk Cheol memejamkan matanya. Tak sadarkan diri.

20

Besoknya *mungkin* Guk Cheol sudah terbangun di rumah sakit milik keluarganya dengan mata diperban. Saat terbangun, ia mendengar detak jam dan tetesan air dari keran, bahkan langkah kaki seorang perawat yang sedang berjalan di luar ruangan pun bisa didengarnya dengan detail. Itu membuatnya kaget dan shock saat terbangun.

22

Seluruh tim dokter termasuk bibinya, Man Ok, berkumpul di sisi tempat tidurnya. Dengan panik, Guk Cheol bertanya dia sedang dimana dan bagaimana ayah dan ibunya. Man Ok langsung panik. Tapi sat menjelaskan, tiba-tiba seorang karyawan datang dan memberitahukan ada kebakaran di laboratorium Suwon. Meskipun tidak ada yang  terluka, tapi mereka kehilangan seluruh laboratorium. Man Ok kemudian meminta pegawai itu untuk segera menyiapkan mobilnya dan pergi ke laboratorium.

Saat hendak pergi, Guk Cheol menahan bibinya dan menanyakan lagi tentang ayah dan ibunya.

22

Dengan dinginnya, Man Ok menjawah bahwa ayah dan ibu Guk Cheol telah meninggal, dan semua hak perwalian Guk Cheol ada pada Man Ok. Il Jae mengingatkan pada Man Ok bahwa Guk Cheol baru saja sadar, tapi Man Ok menjawab bahwa Guk Cheol harus tahu yang sebenarnya. Hanya Man Ok satu-satunya yang dimiliki Guk Cheol saat ini, dan hanya Man Ok yang bisa menjaga dan terus menjalankan rumah sakitnya. Man Ok berkata lagi bahwa Guk Cheol harus kuat dan tumbuh dewasa, lalu berjalan pergi keluar.

Guk Cheol yang tanpa bisa melihat, hanya bisa menangis. Semua dokter dan perawat yang ada di ruangannya pun keluar dan mengikuti Man Ok. Hanya Il Jae yang kemudian berbicara padanya.

23

“Bibimu sama bingungnya dengan dirimu. Aku akan terus menjagamu. Tegarlah Guk Cheol.”

24

Di Dodo Group, Ketua Do dan Do Kwang Woo sedang membicarakan mengenai Ketua yang menentang penawaran mereka yang meninggal dalam kecelakaan. Ketua Do membenarkan, lalu menambahkan kalau laboratorium yang menguji obat dari Dodo Group juga habis terbakar.

“Dewi keberuntungan berada di pihak kita, ayah.”

Begitu ayahnya menatap dengan ‘jutek’, si Kwang Woo langsung bicara, “Api membakar semua hasil tes. Semuanya Selesai.

“Izinkan aku menanyakan sesuatu. Apa kau yang melakukan itu? Pembunuhan dan pembakaran. Apakah kau yang merencanakan itu semua?”

“Apa kau tidak melihat berita? Kecelakaan itu terjadi di tikungan saat hujan. Kebakaran itu disebabkan oleh arus pendek…”

Ketua Do langsung menampar Kwang Woo.

“Itu untuk membuatku menuduhmu. Seperti yang sudah dijanjikan, bulan depan, kau akan mengambil alih Dodo Pharmaceutical.”

“Ayah.” Kwang Woo kaget.

“Ini adalah perusahaan induk Group Dodo. Jabatanmu adalah yang kedua setelah aku. Tetaplah di atas selamanya.”

25

“Sekarang akhirnya kau melihatku dengan layak.” Kata Kwang Woo saat ayahnya akan pergi.

“Apanya yang layak? Dengarkan dengan seksama. Dewi keberuntungan memang membantumu. Tapi kesempatan seperti itu tidak pernah datang dua kali.”

Lalu Ketua Do melanjutkan bahwa hanya kali ini saja ia akan berpura-pura masuk dalam perangkap Kwang Woo. Lalu menepuk pundak anaknya dan pergi.

Tidak lama kemudian, Kwang Woo mendapat telepon dari seseorang dan memuji kerja orang itu, yang sudah melakukan semuanya dengan baik. Tapi Kwang Woo mendengar bahwa putranya masih hidup, dan itu tidak terdengar baik untuknya. Tapi kemudian Kwang Woo memastikan dan bertanya bahwa anak itu buta?

26

Di pemakaman Tuan dan Nyonya Lee, Guk Cheol duduk dengan mata yang masih diperban. Man Ok dan Il Jae menyambut tamu-tamu yang datang melayat. Beberapa pelayat membicarakan tentang Guk Cheol yang menjadi satu-satunya orang yang akan mewarisi semua aset yang ada. Juga tentang Man Ok yang akan menjadi walinya dan menjalankan rumah sakit sampai Guk Cheol cukup dewasa, dan Guk Cheol tidak bisa menjalankan apa-apa jika masih tetap buta, yang artinya Man Ok adalah yang memiliki Sudo Medical Foundation untuk saat ini. Guk Cheol mendengarkan semua obrolan mereka.

Kemudian flashback ke saat dimana Guk Cheol sedang berbicara pada seorang yang menjadi pengacaranya. Pengacaranya mengatakan bahwa semua bukti pada saat kecelakaan telah menghilang dan Man Ok sedang berada di rumah. Guk Cheol bersikeras bahwa semua itu bohong dan Guk Cheol yakin bahwa Man Ok telah menyuap semua pembantunya. Pengacara berkata kalau ia bahkan memeriksa rekaman kamera keamanan dan tidak ada seorang pun yang memakai jas hujan berwarna merah sehingga polisi menyimpulkan semua itu adalah kecelakaan.

Guk Cheol meminta pengacaranya melakukan apapun yang ia bisa untuk membuka kembali kasus kematian ayah dan ibunya. Tapi pengacaranya mengatakan bahwa gegar otak dapat menyebabkan halusinasi pendengaran dan ilusi (yang mana artinya mungkin nantinya semua kesaksian Guk Cheoal tidak bisa merubah apapun).

Kwang Woo datang ke upacara kematian Tuan dan Nyonya Lee. Man Ok dan Il Jae memberi salam padanya. Man Ok mengenalkan Do Kwang Woo pada Il Jae sebagai orang dari Dodo Group. Setelah saling menyapa, Man Ok kembali membahas mengenai investasi yang pernah ditawarkan Group Dodo kepada Sudo Pharmaceutical dan Kwang Woo menegaskan bahwa Man Ok bisa melanjutkan pembicaraan itu dan meminta Man Ok mengatakan berapa banyak yang dibutuhkannya.

27

Kwang Woo dan Man Ok sama-sama melihat Guk Cheol dengan tatapan yang aneh.

 

SATU TAHUN KEMUDIAN

28

Guk Cheol duduk di depan beberapa makanan yang disajikan untuknya dengan pelayan yang sedang mencicipi makanannya. Sepertinya ini dilakukan karena kecurigaan Guk Cheol terhadap Man Ok yang bisa saja membunuh Guk Cheol dengan meracuni makanannya. Setelah pelayannya selesai mencicipi makanan, Guk Cheol memintanya untuk membiarkan pintu terbuka saat ia pergi keluar kamar. Ia membuka headphonenya dan mulai menajamkan telinganya ke seluruh penjuru rumah.  Beberapa pelayan membicarakan tentang memangkas biaya rumah tangga dengan mengganti bahan baku untuk makan. Salah seorang pelayan takut jika nanti mereka ketahuan. Tapi pelayan yang lain menganggap Guk Cheol hanyalah orang buta dan mereka tidak akan ketahuan, sedangkan Man Ok dan Byun Il Jae, mereka tidak pernah peduli dengan keadaan rumah tangga.

Guk Cheol bernarasi, sejak ia kehilangan penglihatannya, pendengarannya semakin tajam ke tingkat yang hampir menyerupai manusia super.

Dua orang pelayan sedang membersihkan koleksi arloji milik Guk Cheol. Semua arloji itu berharga mahal. Dua pelayan itu berpikir untuk menukar arloji mahal itu dengan yang palsu, karena Guk Cheol orang buta yang tidak membutuhkan arloji dan dia tidak akan bisa membedakan mana yang palsu atau yang asli. Mereka bertanya-tanya berapa banyak uang yang bisa mereka dapatkan dari arloji-arloji itu. Guk Cheol mendengar semua pembicaraan mereka.

“Mampu mendengar hal-hal yang tidak ingin kau dengar…sangat disayangkan untuk irang yang berbicara dan si penguping.

Makan siang berikutnya, Guk Cheol mengamuk dengan menyingkirkan semua makanan yangtelah disajikan oleh para pelayan. Semua orang kaget kecuali Man Ok dan sekretarisnya, Ok Chae Ryung (Lee El). Guk Cheol memerintahkan pada pengacaranya, Park, untuk memecat semua pelayan yang bekerja di rumah mereka.

Man Ok mengeluh mengenai berapa banyak orang yang sudah dipecatnya dalam satu minggu ini, tapi Guk Cheol memintanya untuk tidak usah ikut campur dengan keputusannya, lalu pergi dari ruang makan.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, di dalam mobil, Guk Cheol meminta Pengacara Park untuk melipatgandakan jumlah pengawal untuknya. Pengacara Park mengatakan bahwa pengacara yang mereka miliki saat itu sudah cukup. Tapi Guk Cheol mengatakan kalau ulang tahunnya tinggal dua bulan lagi dan Man Ok pasti akan mencoba untuk membunuhnya sebelum secara hukum Guk Cheol menjadi dewasa.

30

Cha Jeong Eun (Lee Yeol Eum) dengan adik dan ayahnya yang adalah pegawai dari rumah sakit Sudo sedang berada dalam kamar rawat adiknya. Jeong Eun dan ayahnya tengah berdebat mengenai siapa yang lebih menderita. Adiknya adalah pasien dengan penyakit langka yang dirawat secara gratis karena direktur.

Guk Cheol tiba di rumah sakit. Semua staff menyambut kedatangannya. Begitu masuk, ia minta untuk pergi ke toilet. Dengan diantar oleh seorang pengawal, Guk Cheol pergi.

31

Saat berada dalam toilet, tampak seseorang tengah mengintai Guk Cheol. Saat sedang mencuci tangan, terlihat seseorang dengan pakaian pasien rumah sakit berjalan keluar dari salah satu bilik toilet. Orang itu kemudian langsung naik ke punggung Guk Cheol.

32

Guk Cheol yang kaget terus meronta-ronta hingga keduanya terjatuh. Ia terus meminta tolong pada penjaga untuk segera masuk dan menolongnya. Penjaga tidak juga datang. Guk Cheol terus berteriak pada orang itu dan bertanya siapa dia, tapi ternyata itu adalah Dong Soo, adik dari Cha Jeong Eun, anak dari kepala penjaga rumah sakit.

33

Jeong Eun berjalan meyusuri koridor dan terus menganggil-manggil adiknya, sampai akhirnya dia menemukan Dong Soo yang sedang diadili oleh Guk Cheol dan para pengawalnya. Guk Cheol terus berteriak, terus bertanya siapa yang telah mengirim Dong Soo (mungkin untuk mencelakainya). Jeong Eun segera menghambur melindungi adiknya dan mendorong Guk Cheol menjauh.

“Apa yang kau lakukan pada adikku yang sakit?” tanyanya pada Guk Cheol.

Jeong Eun meminta maaf pada Guk Cheol atas nama adiknya. Tapi bukankah yang dilakukan Guk Cheol sedikit terlalu kasar pada seseorang yang sedang sakit.

Jeong Eun membentak mengatai Guk Cheol buta sampai saat ia menatap Guk Cheol dan menyadari bahwa Guk Cheol memang buta. Guk Cheol bertanya siapa Jeong Eun, dan ia menjawab bahwa ia adalah seorang pasien dari rumah sakit ini. Guk Cheol lalu memerintahkan pada pengacara Park untuk menendang mereka keluar dari rumah sakitnya.

Jeong Eun menjadi marah dan bertanya, “Memangnya kau ini siapa? Apa kau pemilik rumah sakit ini?”

33

Ayah Jeong Eun, datang dan melihat semuanya. Panik, ia cepat-cepat meminta maaf kepada tuannya. Guk Cheol bertanya apakah ia kepala penjaga, dan kepala penjaga mengiyakan. Ayah Jeong Eun meminta maaf untuk anak-anaknya, tapi Guk Cheol segera mengatakan untuk memecat kepala penjaga saat itu juga.

Ayah Jeong Eun segera berlutut di hadapan Guk Cheol. Jeong Eun kaget bukan main, tidak menyangka bahwa ini semua adalah sebab dari kesalahan kecil mereka. Ayah Jeong Eun kembali meminta maaf karena Dong Soo menderita penyakit yang langka dan kalau ia dipecat sekarang, Dong Soo akan mati. Ayah Jeong Eun sampai memegangi lutut Guk Cheol sambil meminta maaf. Uk Cheol menepisnya dan segera menepuk-nepuk celananya seolah-olah tidak ingin dikotori oleh tangan kepala penjaga *iewwwh* >,<

Guk Cheol tidak menghiraukan mereka lagi dan langsung pergi sementara kepala penjaga tetap berteriak meminta tolong pada Guk Cheol untuk menyelamatan nyawa anaknya. Jeong Eun menghampiri ayahnya, ayahnya menangis bagaimana mereka akan mendapatkan uang untuk Dong Soo.

Jeong Eun sedang dalam perjalanan untuk pekerjaan paruh waktunya. Sambil mengendarai motor, ia berkata pada ayahnya di telepon  bahwa pekerjaan paruh waktunya ini akan menghasilkan banyak uang, jadi ayahnya jangan terlalu khawatir.

34

Di rumahnya yang sangat sangat sangat besar, Guk Cheol sedang bermain miniatur golf sendirian. Hebatnya meskipun dia buta, tapi dia bisa memasukkan bola dengan sempurna. Seorang pelayan datang membawa seorang peserta untuk wawancara. Guk Cheol langsung meminta si peserta untuk menyebutkan namanya. Begitu Jeong Eun menyebutkan namanya, Guk Cheol langsung mengenali suara itu.

Tapi ia tetap berpura-pura untuk tidak mengenalnya, untuk mengetest Jeong Eun. Guk Cheol lalu bertanya bukankah sebelumnya mereka pernah bertemu. Dalam hatinya, Guk Cheol  berpikir bahwa Jeong Eun akan menjawab belum pernah, tapi Jeong Eun membenarkan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya, membuat bola golf Guk Cheol gagal masuk ke dalam lubang.

Guk Cheol bertanya lagi dimana mereka pernah bertemu. Dan dalam hatinya ia berkata lagi, jika Jeong Eun berbohong, bahkan jika itu satu kali… Namun Jeong Eun mengakui bahwa adiknya pernah berbuat kesalahan pada Guk Cheol beberapa hari yang lalu di rumah sakit Sudo dan ia juga meminta maaf atas perilakunya saat itu.

Guk Cheol menghela nafas dan bertanya apa yang menurut Jeong Eun akan dilakukannya disini.

“Aku dengar kau membutuhkan asisten.” Jawab Jeong Eun.

Guk Cheol menegaskan bahwa Jeong Eun bukanlah asisten, melainkan seorang pelayan yang harus melakukan apapun untuk tuannya. Jeong Eun terlihat keberatan tapi akhirnya dia memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu dan akan melakukan apapun.

35

Jeong Eun memulai pekerjaannya dengan menemani Guk Cheol berenang. Jeong Eun ngedumel kalau dia memiliki emosi yang mengerikan, tapi juga berenang dengan sangat baik. Jeong Eun memakaikan handuk pada Guk Cheol dengan baik meskipun di belakangnya, ia terlihat agak keberatan.

36

Di sebuah restaurant, Man Ok dan Kwang Woo beserta para asisten mereka sedang membicarakan mengenai rumah sakit. Kwang Woo menyarankan Man Ok sebaiknya segera menjual rumah sakit sebelum keadaan keuangan menjadi lebih buruk lagi. Tapi Man Ok menolak karena saat ini rumah sakit masih atas nama keponakannya, Guk Cheol. Kwang Woo ngomel bahwa Guk Cheol adalah anak yang buta. Tapi kemudian segera meralat ucapannya dan mengatakan bahwa seluruh dewan tengah memihak pada Man Ok dan Man Ok memiliki hak untuk menyetujui banyak hal juga. Kwang Woo menjanjikan akan memberikan uang seperti yang Man Ok minta, jadi apalagi yang dia tunggu?

Man Ok berpikir. Chae Ryung terlihat tidak nyaman dengan semua pembicaraan ini. Kwang Woo terus menerus memperngaruhi Man Ok dengan mengatakan bahwa ia bisa saja melakukan itu (menjual rumah sakit) tanpa sepengetahuan Guk Cheol, dan Guk Cheol tidak akan bisa melakukan apapun setelah rumah sakit dijual. Man Ok meminta waktu untuk berpikir. Kwang Woo terlihat kesal sambil melonggarkan dasinya.

Jeong Eun sedang membantu Guk Cheol mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Saat Guk Cheol merasa kepanasan, Jeong Eun buru-buru minta maaf. Tapi Guk Cheol memberikan ‘peringatan pertama’ untuk Jeong Eun. Jeong Eun bertanya apa maksudnya, dan Guk Cheol menjawab kalau Jeong Eun akan dipecat setelah mendapatkan peringatan ketiga.

37

Kali ini Jeong Eun membantu Guk Cheol mengancingkan kemejanya. Pada kancing terakhir, Jeong Eun seolah terpana saat menatap mata tuannya. Dalam hatinya, ia berkata bahwa Guk Cheol memiliki mata yang indah, tapi dia tidak bisa melihat.

Guk Cheol tentu saja bukannya tidak sadar bahwa ia sedang dipandangi pelayannya, meminta Jeong Eun langsung menyingkirkan wajahnya. Jeong Eun panik dan cepat-cepat menyelesaikan kancing terakhirnya. Lagi-lagi ia mendapatkan peringatan – peringatan kedua – setelah ia meminta maaf. Jeong Eun hanya menghela nafas seolah menyesali sikapnya.

Man Ok dan Chae Ryung kembali ke rumah dan tanpa sengaja bertemu dengan Jeong Eun yang langsung menyapa Man Ok dengan hormat. Man Ok langsung tahu bahwa Jeoung Eun adalah anak dari Pak Cha, Kepala Keamanan di rumah sakit Sudo, dan memintanya untuk berbicara dengan Man Ok.

38

Jeong Eun kaget saat ia diminta untuk mengawasi Guk Cheol dan diminta untuk melaporkan setiap apapun yang dilakukannya setiap hari, karena Jeong Eun akan berada lebih lama bersama Guk Cheol. Tidak ada yang menyadari, bahwa Guk Cheol tengah memperhatikan – atau lebih tepatnya – menguping pembicaraan mereka dari jendela kamarnya di atas sana.

42

Man Ok melanjutkan bahwa ia akan membantu kepala Cha untuk mendapatkan pekerjaannya kembali di rumah sakit dan membantu adiknya supaya bisa dirawat lagi. Guk Cheol terlihat sedang menunggu-nunggu jawaban Jeong Eun yang akhirnya dengan berat hati – seandainya Guk Cheol bisa melihat – menuruti perintah Man Ok.

Malam harinya saat Jeong Eun membawakan selimut dan sprei ke kamar Guk Cheol, tiba-tiba ia mendapat peringatan ketiga yang tentu saja membuatnya sangat bingung. Saat Jeong Eun bertanya apa penyebabnya sehingga ia harus dipecat, Guk Cheol menjawab bahwa ia adalah seorang mata-mata. Guk Cheol memberitahu Jeong Eun bahwa ia jelas-jelas tahu bahwa bibinya yang meminta Jeong Eun untuk mengawasinya.

Jeong Eun menjadi marah dan bertanya apa masalahnya. Ayahnya dipecat dan adiknya menjadi semakin sakit adalah karena Guk Cheol, setidaknya Jeong Eun melakukan ini (menjadi mata-mata) untuk membantu keluarganya. Tapi Guk Cheol, ia hanya menyiksa dan merendahkan orang lain hanya karena ia kaya. Guk Cheol yang tidak ingin mendengar, terus memanggil-manggil penjaga.

Jeong Eun mengatakan bahwa Guk Cheol sangat menyedihkan, tidak memiliki siapapun yang bisa dipercaya, dan tidak ada siapapun yang mau percaya padanya. Sebagai orang yang sendirian, dunia pastilah terasa gelap dan menyesakkan.

“Tapi bukan karena matamu, itu karena hatimu yang sakit dan hilang arah.”

Jeong Eun menyebut Guk Cheol bodoh dengan melemparkan sprei dan selimut yang dibawanya ke wajah Guk Cheol. Guk Cheol menangis dan membanting meja di depannya. Aku merasa Guk Cheol sepenuhnya menyadari bahwa apa yang dikatakan Jeong Eun adalah benar.

40

Pagi harinya, Guk Cheol yang masih tidur, dibangunkan oleh sebuah telepon yang ternyata dari Chae Ryung yang memberitahukan bahwa Man Ok akan menandatangani perjanjian dengan Dodo Pharmaceutical hari ini. Chae Ryung memberitahukan jam dan tempat meeting pada Guk Cheol dan meminta Guk Cheol untuk cepat bertindak.

Orang pertama yang dihubungi Guk Cheol adalah Pengacara Park yang langsung diperintahkan untuk datang ke Hotel Hangang jam 10.00, tempat penandatanganan kontrak akan berlangsung. Guk Cheol berencana untuk melucuti semua hak dari bibinya, Man Ok. Tapi sayangnya, Pengacara Park memerintahkan kepada semua pengawal untuk mencegah Guk Cheol keluar dari rumah. Setelah semua pengawal pergi melaksanakan tugasnya, Pengacara Park langsung menelepon seseorang dan berkata, “Semua yang kau takutkan sudah terjadi.” Siapa yang memberi semua perintah ini pada Pengacara Park? Man Ok? Atau Kwang Woo?

Para pengawal memperlakukan Guk Cheol dengan kasar hingga terjatuh. Guk Cheol bertanya, “Apakah bibiku yang memerintahkan semua ini?” Tapi si pengawal hanya meminta Guk Cheol untuk menjadi anak yang ‘baik’. Para pengawal kemudian mengunci kamar Guk Cheol, tanpa peduli si tuannya memukul-mukul pintu minta dibukakan.

Setelah sempat mencoba untuk menajamkan telinganya tapi gagal, Guk Cheol akhirnya seolah menemukan sebuah cara untuk lari dari kurungan. Ia kemudian berjalan dan menemukan sebuah gunting di salah satu laci.

42

Ternyata Guk Cheol membuat tali dari sprei yang ada di kamarnya untuk turun dari lantai atas. Dengan takut-takut ia turun sambil sesekali meraba ke sekitarnya. Tangannya sempat lepas kendali tapi kemudian dia bisa mendapatkan lagi tali dan turun dengan selamat.

Di jalan, Guk Cheol berusaha untuk mendapatkan taksi, tapi dia malah bertemu dengan Jeong Eun yang sedang dalam perjalanan. Jeong Eun bertanya apa yang dilakukan Guk Cheol disana, tapi Guk Cheol menjawab dengan ketus bahwa itu bukanlah urusannya. Jeong Eun memperingatkan bahwa tidak akan ada taksi yang lewat daerah itu, jadi silahkan menunggu saja, lalu dia pergi meninggalkan Guk Cheol yang menerima telpon.

Guk Cheol berpesan bahwa dia tidak akan bisa sampai tepat pukul 10.00 dan ia meminta orang itu untuk menundanya sebisa mungkin, karena ia telah membayarnya. Ia juga memperingatkan bahwa semua akan berakhir saat mereka mengambil alih rumah sakit. Guk Cheol jadi panik dan berusaha mendapatkan taksi dengan turun dari trotoar jalan yang membuatnya hampir ditabrak sebuah mobil.

Jeong Eun yang mendengar suara rem mendadak kemudian khawatir dan menghentikan motornya.

43

Selanjutnya kita melihat Guk Cheol sudah naik motor bersama Jeong Eun. Karena ketakutan, Guk Cheol memegang Jeong Eun erat-erat dengan melingkarkan tangannya pada perut Jeong Eun, sampai Jeong Eun tidak nyaman dan menyuruh Guk Cheol berhati-hati dengan tangannya.

Guk Cheol membantah, karena kalau ia tidak memeluknya erat-erat, lantas Jeong Eun sama saja dengan menyuruhnya untuk mati. *hahaha* Jeong Eun hanya meminta Guk Cheol untuk berpegangan saja. Tapi belum selesai bicara, mereka melewati polisi tidur dan membuat motor sedikit terguncang. Bukannya menurut, Guk Cheol malah semakin erat memeluk Jeong Eun. Guk Cheol merasakan jantungnya berdebar-debar, tapi dalam hatinya ia berkata tidak mungkin, ini hanyalah karena dia takut jatuh. >,<

44

Penandatanganan Perjanjian Akuisisi. Pihak Group Dodo sudah menyerahkan dokumen yang tidak perlu adanya perubahan lagi. Kwang Woo yang terburu nafsu meminta Man Ok untuk segera menandatangani surat perjanjian itu. Untung saja Guk Cheol datang di waktu yang sangat tepat, jika sedikit saja terlambat, surat perjanjian itu sudah di cap oleh bibinya.

Guk Cheol langsung mengingatkan bahwa kesepakatan yang tanpa sepengetahuannya adalah tidak sah dan ilegal. Kwang Woo mencoba menyelam tapi Guk Cheol tidak menghiraukannya.

“Mulai sekarang Jang Man Ok tidak lagi memiliki hak kepercayaan.” Lanjut Guk Cheol.

Man Ok yang kaget segera membela diri bahwa para kreditur akan datang pada sore hari dan jika rumah sakit tidak segera dijual, maka rumah sakit akan bangkrut. Tapi Guk Cheol berkata lain, saat ini setidaknya mereka memiliki waktu dengan pembayaran hipotek dan ia akan mengambil tindakan hukm dan melakukan proses reorganisasi. Kwang Woo menyahut, mengatakan bahwa setelah itu rumah sakit tidak akan memiliki nilai apapun.

Guk Cheol bertanya, mengapa mereka tidak membeli saja rumah sakitnya? Karena hal itu juga akan baik untuk Dodo Pharmaceutical. Kwang Woo lalu berbicara dengan Man Ok dengan menyebutnya ‘Direktur’ dan itu membuat Guk Cheol marah dengan meralat ucapan Kwang Woo.

“Aku sudah memberitahumu, dia bukan lagi direktur!” teriaknya.

Sementara itu, Man Ok hanya bisa meminta maaf pada Kwang Woo. Saat yang lain keluar ruangan, Guk Cheol lalu bicara pada bibinya yang berani-beraninya mengurungnya untuk menjual rumah sakit. Tapi Man Ok malah menanyakan maksud Guk Cheol. Guk Cheol menjelaskan bahwa Man Ok menyuap pegawai untuk mengurungnya. Tapi Man Ok membela diri, bahwa sepertinya Guk Cheol salah paham. Bibinya akan berusaha keras demi kebaikannya dan berusaha menyelamatkan sebanyak yang dia bisa.

Tapi Guk Cheol mengatakan bahwa bibinya munafik dan seorang pembunuh. Man Ok membentak. Tapi Guk Cheol melanjutkan bahwa sebelum ibunya meninggal, ia melihat si pembunuh dan memanggil nama Man Ok. Saat Man Ok tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Guk Cheol, Guk Cheol mengancam untuk mengatakan pada dunia, siapa Man Ok sebenarnya.

Setelah Guk Cheol dan Jeong Eun pergi, Man Ok meminta pada Chae Ryung untuk memeriksa siapa yang telah mengurung Guk Cheol. Chae Ryung yang sudah memeriksa sebelumnya langsung menjawab bahwa pengacara Park dan semua pengawal telah mengundurkan diri. Dari situ Man Ok mengingat kembali tentang pertemuannya dengan Pengacara Park.
45

Byun Il Jae pernah memperkenalkan Park Han Cheol sebagai orang yang berlajar hukum bersama dengannya. Man Ok seolah menemukan sesuatu dalam pikirannya. Di kantornya, Byun Il Jae mengingat saat ia menerima sebuah amplop pada acara makan di hari ulang tahun Guk Cheol. Saat ia kembali ke kantornya, diperlihatkan bahwa isi dari amplop itu adalah foto-foto mesra Byun Il Jae dengan seorang wanita.

46

Ternyata foto ancaman itu datang dari Kwang Woo si trouble maker >,< yang tidak percaya bahwa Byun Il Jae berselingkuh dengan Hwang Ji Soo, putri tunggal dari Sekretaris Presiden (Korea Selatan), yang juga adalah sepupu Kwang Woo. Kwang Woo berkata bahwa ia mendengar Il Jae akan segera mengundurkan diri karena korupsi. Jika gosip perselingkuhan ini terdengar, pamannya (ayah Hwang Ji Soo) akan mencabik-cabik Il Jae dan membuatnya tidak bisa hidup lagi di Korea apalagi membuka praktek hukum. Yang secara sederhana dapat diartika sebagai ‘kehancuran’.

To the point, Il Jae bertanya apa yang diinginkan Kwang Woo, dan hanya diperlihatkan bahwa dia tertawa licik pada Il Jae. Flashback end.

47

Il Jae mendapat sebuah telepon dari Do Kwang Woo. Il Jae bertanya lewat telepon apakah sekarang ia harus membunuh Guk Cheol juga? Kwang Woo berkata seharusnya itu tidak masalah dan harusnya Il Jae sudah ‘membereskannya’ dari dulu. Saat Kwang Woo sedang bicara, Il Jae menyadari kedatangan Man Ok yang ternyata sudah mendengar cukup lama apa yang Il Jae bicarakan.

“Apa itu kau?” tanya Man Ok tidak percaya. “Apakah orang yang membunuh adikku dan suamiya adalah kau?”

48

 

Man Ok mendesak Il Jae untuk mengaku. Il Jae terlihat kebingungan untuk menjelaskannya, tapi kita akhirnya dibawa kembali pada hari dimana kecelakaan itu terjadi. Si jas hujan merah adalah Byun Il Jae dan saat itu Nyonya Lee menyadari bahwa itu adalah Il Jae. Flashback end.

49

Tapi Il Jae tidak mengaku dan mengatakan bahwa bukan dialah pelakunya. Man Ok tidak percaya dan bertanya telepon apa yang baru saja didengarnya, sampai Man Ok berusaha mendapatkan handphone Il Jae untuk mencari tau.

Il Jae akhirnya mengatakan bahwa orang yang mengurung Guk Cheol tadi adalah dirinya dan berdalih bahwa ia sedang membantu Man Ok, karena saat rumah sakit terjual, hidupnya akan menjadi lebih mudah. Tapi Man Ok berkeras bahwa ia mendengarnya dengan keras dan jelas dan akan memeriksa tentang kematian kakaknya.

Tapi Il Jae menahan Man Ok untuk pergi dan memintanya untuk jujur sebelum ia menyalahkan Il Jae. Ia mengatakan bahwa Man Ok membayar dokter untuk mengatakan bahwa Guk Cheol tidak memiliki harapan untuk melihat lagi, padahal sebenarnya ia masih bisa melihat. Man Ok mulai ketakutan. Il Jae kembali mencecarnya, dan mengatakan kalau Man Ok menginginkan harta warisan Guk Cheol, jadi jangan berani-berani bertingkah seakan dirinya jujur dan benar.

“Tapi tidak seperti kau, aku tidak membunuh orang lain.” Ucap Man Ok.

Il Jae terus mempermainkan psikologi Man Ok dengan berkata jika ia melaporkannya, semua bisa sja berbalik menjadi kerugian untuknya, karena orang akan berpikir siapa yang akan mendapatkan (harta) paling banyak setelah Tuan dan Nyonya Lee meninggal. Il Jae terus merayu, bahwa ia melakukan semua ini untuk Man Ok jadi jangan sampai Man Ok berbalik menghianatinya.

Di pagi hari, Guk Cheol menanyakan keberadaan Jeong Eun karena pelayan lain yang mengantarkan air minum untuknya. Pelayan itu menjawab bahwa Guk Cheol telah memecatnya dan Jeong Eun tidak kembali. Guk Cheol kembali teringat saat Jeong Eun mengantarkan Guk Cheol pulang setelah dari Hotel Hangang. Guk Cheol meminta Jeong Run untuk kembali bekerja mulai besok. Saat Jeong Eun berkata akan menjadi pengantar ayam, Guk Cheol menegaskan bahwa ia akan membayarnya dua kali lipat.

50

Jeong Eun hanya meminta Guk Cheol untuk berterima kasih saja, tapi Guk Cheol malah menaikkan penawaran menjadi tiga kali lipat. Jeong Eun berkata bahwa ia tidak membantu Guk Cheol untuk pekerjaannya dan mengucapkan selamat tinggal.

51

“Kita tidak usah saling bertemu lagi.” Ucap Jeong Eun. Flashback end.

Saat Guk Cheol mencoba menelpon Jeong Eun, Jeong Eun malah mematikan handphonenya. Guk Cheol menjadi marah dan bertanya pada pelayan dimana Jeong Eun berada sekarang. Pelayan tidak tahu dan bertanya apa ia harus meminta seseorang untuk menemukannya? Tapi Guk Cheol malah memintanya untuk mengembalikan pekerjaan ayahnya dan juga mengembalikan Dong Soo ke rumah sakit.

52

Di sebuah villa, Byun Il Jae datang dan bertemu dengan Hwang Ji Soo yang sudah menyambutnya. Tanpa mereka sadari, Chae Ryung sedang mengawasi mereka dan memotret mereka dengan kamera. Terlihat mereka sangat mesra sampai Byun Il Jae menggendong Hwang Ji Soo masuk ke dalam villa.

Chae Ryung mengirimkan foto-foto itu pada Man Ok yang langsung terkejut karena Byun Il Jae berselingkuh dengan Hwang Ji Soo. Man Ok meminta alamat lokasi pada Chae Ryung dan memperbolehkannya pulang. Dalam perjalanan menuju villa, Man Ok menangis saat mengingat kenangannya saat makan bersama Il Jae.

53

Saat itu Ji Soo datang, memanggil Man Ok ‘eonnie’ (yang mungkin saja berarti bahwa hubungan Ji Soo dan Man Ok cukup dekat) dan bergabung bersama mereka. Ji Soo duduk di samping Il Jae dan bersikap sedikit mesra di depan Man Ok. Il Jae langsung merasa kurang nyaman dan melepas pegangan tangan Ji Soo. Man Ok mengatakan akan mencari seseorang (yang bisa dikencani) untuk JI Soo. Ji Soo kemudian memuji Man Ok adalah yang terbaik. Flashback End.

Di dalam mobil, Man Ok menelepon polisi dan melaporkan adanya perzinahan. Begitu sampai, Man Ok melihat mobil Il Jae benar-benar ada disana. Pelan-pelan ia masuk ke dalam villa dan melihat pakaian Il Jae yang berserakan di sepanjang tangga menuju kamar. Man Ok berhenti di depan pintu kamar dan mendengar Ji Soo yang berbicara bahwa Il Jae sebenarnya ingin bercerai sudah lebih dari ratusan kali. Ji Soo meminta Il Jae bercerai saja dan ‘menyerahkan‘ ayah Ji Soo padanya.

Tapi Il Jae berkata bahwa tidak mungkin ayah Ji Soo mengalah tanpa ia mendapatkan apapun dari Il Jae (sebagai bayaran). Ji Soo bertanya, jika Il Jae menunggu, apakah rumah sakit akan menjadi milik Il Jae? Il Jae tidak peduli, jika itu yang harus dilakukan, maka akan dilakukannya jika itu demi mendapatkan Ji Soo yang cantik.

Saat Ji Soo akan keluar kamar dan mengambil wine, ia terkejut saat Man Ok sudah berada di depan pintu. Man Ok bertanya apakah mereka menyebut diri mereka sebagai manusia?

Man Ok berteriak dan menarik rambut Ji Soo sampai terjatuh. Il Jae langsung bangkit dari tempat tidur dan buru-buru mendekati Man Ok. Man Ok berteriak bertanya pakah ini alasannya Il Jae membunuh kakak dan kakak iparnya? Lalu apakah setelah ia membunuh Guk Cheol, apakah kemudian target selanjutnya adalah dirinya?

54

Ji Soo bertanya maksud dri perkataan Man Ok tapi Il Jae hanya menjawab bahwa dia gila dan tidak perlu didengar. Man Ok menampar Il Jae dan mengatakan bahwa ia telah melaporkan mereka atas tuduhan perzinahan, dan ia akan mengumumkannya pada wartawan, saat itu mereka semua akan hancur, termasuk ayah Hwang Ji Soo sendiri.

Ji Soo mengejar Man Ok saat ia keluar kamar dan akan menghubungi seseorang. Ji Soo merebut handphone Man Ok dan terjadilah perebutan handphone di pinggir tangga.

55

Ji Soo mendapatkan handphone Man Ok, tapi sayangnya Man Ok harus terjatuh dari tangga sampai tak sadarkan diri. Il Jae yang masih saja menyebutnya dengan ‘yeobo’ langsung turun dan mengecek keadaan Man Ok. Il Jae yang mengecek nadinya langsung yakin bahwa Man Ok sudah mati. Ji Soo menjadi ketakutan dan terus berteriak.

Il Jae sadar polisi akan segera datang. Mereka segera meninggalkan villa dan membawa mayat Man Ok bersama mobil mereka. Polisi tiba di villa mereka dan berteriak tapi tidak ada sahutan apapun. Polisi menelpon ke handphone Man Ok dan dengan gugup akhirnya Ji Soo menjawab telepon itu. Ji Soo (sebagai Man Ok) mengatakan bahwa ada kesalahpahaman yang teradi antara dia dan suaminya, lalu cepat-cepat menutup telponnya.

Ji Soo bertanya apa yang akan dilakukannya kemudian? Il Jae diam dan berpikir.

Di kediaman Guk Cheol, pelayannya, Nona Woo memberitahukan bahwa Jeong Eun telah datang. Diam-diam Guk Cheol menyembunyikan senyumannya. Jeong Eun memberikan handuk pada Guk Cheol. Guk Cheol bertanya kenapa Jeong Eun tidak mengatakan apapun padanya (maksudnya Jeong Eun mungkin akan mengatakan terima kasih dan berhutang banyak budi padanya). Jeong Eun bertanya apakah ia benar-benar harus mengatakannya?

“Aku…benar-benar…tidak menyukaimu.” Ucap Jeong Eun.

Guk Cheol tidak menyangka Jeong Eun akan mengatakan hal Semacam itu. Jeong Eun berkata lagi bahwa ia kembali karena ayah dan adiknya. Ia hanya ingin Guk Cheol tahu tentang hal itu. Guk Cheol bertanya kenapa Jeong Eun berbicara dengan santai dan idak memanggilnya ‘tuan’. Tapi Belum sempat Jeong Eun menjawab, Guk Cheol mendapat sebuah message di handphonenya.

Jeong Eun memberitahu bahwa bibi Man Ok mengiriminya pesan dan mengatakan bahwa Man Ok akan berlibur untuk sementara waktu dan memintanya untuk jangan mencari Man Ok, jika ia membutuhkan sesuatu Guk Cheol bisa mengatakannya langsung pada pamannya, Il Jae.

56

Guk Cheol hanya diam dan mengatakan ingin pergi karena ia lapar.

Di kantornya, ternyata bapak kita Byun Il Jae yang mengirimkan pesan tadi. Asistennya datang dan melapor bahwa dia sudah membuang mayat Man Ok di tempat yang tidak akan bisa ditemukan orang lain. Il Jae berencana bahwa ia akan melaporkan kehilangan Man Ok dan berkata bahwa tersangkanya akan ditangkap sebelum itu. Asistennya bertanya apakah Il Jae akan menjebak JI Soo? Tapi Il Jae membantah dan berkata akan menciptakan kriminal palsu.

57

Guk Cheol mendapat sebuah telepon dari seorang yang misterius yang katanya tahu tentang siapa yang membunuh orangtuanya.

58

Si misterius juga berkata bahwa ia sudah dibayar oleh orang itu untuk membunuh semua keluarganya. Guk Cheol bertanya siapa dia, tapi si misterius mengatakan bahwa seharusnya Guk Cheol menanyakan siapa yang membayarnya.

“Siapa kau ?!!” teriak Guk Cheol dari telepon.

59

Ya, dan episode ini berakhir sampai disini. Dalam satu episode, banyak sekali teka-teki yang ternyata sudah dipecahkan. Meskipun awalnya mungkin kita mengira bahwa bibi Man Ok adalah pemeran antagonisnya, tapi ternyata ada Byun Il Jae yang menjadi dalang atas semua hal yang terjadi. Saya penasaran, apakah selanjutnya yang menjadi cerita menarik pada episode dua dan seterusnya?

Pada episode dua, Jeong Eun dan Guk Cheol terjebak di  laboratorium sementara Il Jae mengatakan bahwa itu adalah kejahatan yang sempurna. Kemudian Guk Cheol masuk penjara, sepertinya karena tuduhan atas pembunuhan Man Ok. Il Jae tidak lagi peduli dengan ancaman Do Kwang Woo. Seseorang mengatakan tentang Lee Guk Cheol yang adalah vaksin dan menyuruhnya untuk membawa ke suatu tempat. Kemudian Guk Cheol akan melompat ke sungai, ada Il Jae disana. Guk Cheol berkata bahwa ia akan tetap hidup dan membalas dendam.

Flashback akan berakhir pada episode dua. Jadi terus tunggu updatenya ya.. ^^

Annyeong!

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 2