Sinopsis : Monster – Episode 1

Sinopsis : Monster – Episode 1

1

 

Episode Pertama Serial Drama yang terhitung panjang ini dimulai dengan scene yang memperlihatkan pusat kota Seoul dengan kesibukan masing-masing dari penduduknya. Kemudian, scene berpindah pada Ketua Do Choong (Park Young Kyu) dari Dodo Group dengan kedua anaknya; Do Shin Young (Jo Bo Ah) dan Do Kwang Woo (Jin Tae Hyun) yang berjalan di belakangnya. Lalu terdengar sebuah narasi dari seorang laki-laki (yang kemudian akan kita kenal sebagai Kang Ki Tan – Kang Ji Hwan).

2

“Seakan terlihat semakin rumit, tapi hanya ada dua jenis orang di dunia ini. Satu persen yang terpilih yang memerintah dari atas, dan 99 persen yang dikuasai oleh mereka.”

3

 

 

Lalu scene berpindah lagi ke sebuah kereta dimana di dalamnya ada seorang pengamen buta yang sedang memainkan harmonika. Penampilannya tampak sangat lusuh dengan sebuah wadah dan tongkat berjalan di tangan kanannya. Saat dia berjalan melewati penumpang kereta api, semua orang hanya menutup hidung mereka.

“Dari 99 persen…tempatku adalah…”

Seorang anak muda berteriak, “ Harmonika itu lebih bernilai daripada kau!”

4

Dan kemudian saat pengemis itu berjalan, seorang penumpang laki-laki  menjegal kakinya sehingga ia terjatuh dan semua uang receh yang ada dalam wadahnya jatuh berhamburan.

5

*Duh gereget banget sih sama ini orang. -__- *abaikan

Dari situ kita tahu bahwa si pengemis adalah Kang Ki Tan, yang sejak awal scene sudah bernarasi untuk kita.

Beberapa orang hanya berteriak dan ada yang hanya tertawa melihat Ki Tan terjatuh. Tanpa bisa melihat, dia hanya memunguti receh-receh yang tadi berjatuhan sebisanya.

7

“Aku sudah tidak bisa jatuh lebih dalam lagi. Aku di bagian bawah rantai makanan.”

Saat menyeberang jalan, Ki Tan bahkan hampir tertabrak sebuah mobil sampai-sampai diteriaki oleh si pengendara “Apakah kau ingin mati?”

“Aku tidak berencana untuk mati.” Jawabnya tegas dalam narasinya.

Kemudian scene beralih lagi pada sebuah rumah yang di depan pintunya sudah duduk seekor anjing. Tidak lama, si pemilik anjing membuka pintu dan membawakan anjingnya makanan dalam sebuah panci. Begitu pintu rumah ditutup, terlihat Kang Ki Tan sedang menunggu sesuatu yang ternyata adalah makanan si anjing itu *what?* Ki Tan benar-benar mengambil makanan anjing itu dan memakannya dengan lahap.

8

“Aku tidak boleh mati. Aku tidak akan mati. Dan aku tidak akan pernah mati.”

Scene beralih lagi saat Ki Tan berlatih samsak tinju sambil marah-marah dan berteriak. Sebuah tempat yang kotor yang bisa ditebak kalau itu adalah tempat tinggalnya.

“Alasan kenapa aku tidak bisa meninggalkan kehidupan yang berharga ini adalah karena orang itu… yang sudah mengambil keluargaku, segalanya untukku. Aku harus membalas dendam kepadanya.”

9

Dan kita diiperlihatkan sebuah foto yang ada di salah satu meja Ki Tan. ‘Dia’ siapa maksudnya?

 

6 TAHUN YANG LALU

10

Kita akan dibawa flashback pada masa yang belum terlalu jauh, dimana akhirnya kita tahu bahwa foto tadi adalah foto keluarga Kang Ki Tan. Semua sedang makan di hari ulang tahun Ki Tan remaja (Lee Ki Kwang). Bibinya Ki Tan – Man Ok adalah adik dari ibu Ki Tan, yang dengan suaminya, mereka bertiga adalah pemilik sebuah rumah sakit yang sedang mengalami kesulitan uang saat itu. Man Ok menyarankan kakaknya untuk menjual sesuatu yang bernilai 20 Juta Won kepada sebuah perusahaan, tapi kakaknya tidak menyetujuinya karena nantinya perusahaan itu akan ikut campur pada setengah dari urusan rumah sakit mereka, dan itu adalah tindakan yang sangat beresiko.

11

Kemudian ayah Kang Ki Tan, memberitahu Man Ok bahwa laboratorium sedang menguji obat penghilang rasa sakit dari Dodo Pharmaceutical, yang hanya ingin bermitra hanya untuk memanipulasi hasil tes. Tapi kemudian Man Ok membantah lagi, kenapa hasil tes adalah sesuatu yang penting untuk mereka. Yang kemudian dibantah kembali oleh ibu Ki Tan yang bertanya, “Kau meminta kami untuk menjual hati nurani kami?

12

Di tengah pertengkaran, Kang Ki Tan (next mari kita panggil Lee Kook Chul/Lee Guk Cheol, karena ini adalah nama aslinya), langsung menggebrak meja dan mengomel bahwa dia pikir semua orang akan berkumpul untuk ulang tahunnya. Dan semuanya mendadak jadi diam dan melanjutkan makan.

13

Di tengah makan mereka, asisten Byun Il Jae (Jung Bo Suk) memberikan sebuah amplop yang isinya masih dirahasiakan dari kita. Setelah membukanya Il Jae langsung berpamitan pergi ke kantor kepada seluruh keluarga, Man Ok istrinya bertanya apa isinya tapi Il Jae hanya menjawab kalau dia bahkan tidak akan tahu saat melihatnya. Kemudian mengucapkan ‘Selamat Ulang Tahun’ pada Guk Cheol sebelum ia berpamitan.

14

Malamnya, di tengah hujan Pak Lee sedang mengemudi mobil di jalanan yang berliku dengan jurang di tepinya. *cukup menyeramkan, apalagi kecepatannya 100 km/jam* Pak Lee kemudian menjadi panik saat rem mobilnya tidak berfungsi. Semuanya juga menjadi ketakutan saat mobil mulai berjalan tidak teratur karena jalan yang licin. Dari arah yang berlawanan, tanpa mereka sadari, ada sebuah truk. Saat truk mendekat, Pak Lee terlambat menghindar sehingga terpaksa banting setir yang membuat mobil berputar-putar hingga akhirnya tersangkut di tepi jurang.

15

Nyonya Lee yang duluan sadar dan panik saat sadar bahwa mobil mereka tersangkut di tepi jurang. Ia kemudian cepat-cepat membangunkan Guk Cheol yang duduk di sebelahnya. Nyonya Lee tidak bisa banyak bergerak karena kakinya tersangkut jok mobil depan.

16

Saat Guk Cheol sedikit sadar, Nyonya Lee cepat-cepat mendorongnya keluar mobil. Tak lama sebuah mobil datang, Nyonya Lee cepat-cepat berteriak dan meminta tolong untuk diselamatkan.

17

18

Seseorang yang memakai jubah merah itu kemudian turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Nyonya Lee yang terus berteriak minta tolong diselamatkan. Tapi si jubah merah dengan wajah rahasia, malah berjalan ke belakang mobil dan dengan tangannya yang bersarung tangan hitam, dia mendorong mobil yang di dalamnya masih ada Nyonya Lee dan suaminya. Di detik-detik terakhir sebelum mobil benar-benar jatuh ke jurang, Nyonya Lee terus berteriak pada di jubah merah.

19

“Apa yang kau lakukan? Mengapa kau tega melakukannya?”

Guk Cheol sedikit sadar dan mendengar teriakan ibunya, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk bisa bangun sehingga ia hanya melihat dengan samar-samar ada seseorang berjubah merah yang mendorong mobil ayah dan ibunya.

“Man Ok!” teriak Nyonya Lee sebelum mobil akhirnya benar-benar jatuh ke jurang. Dan tepat saat itu juga Guk Cheol memejamkan matanya. Tak sadarkan diri.

20

Besoknya *mungkin* Guk Cheol sudah terbangun di rumah sakit milik keluarganya dengan mata diperban. Saat terbangun, ia mendengar detak jam dan tetesan air dari keran, bahkan langkah kaki seorang perawat yang sedang berjalan di luar ruangan pun bisa didengarnya dengan detail. Itu membuatnya kaget dan shock saat terbangun.

22

Seluruh tim dokter termasuk bibinya, Man Ok, berkumpul di sisi tempat tidurnya. Dengan panik, Guk Cheol bertanya dia sedang dimana dan bagaimana ayah dan ibunya. Man Ok langsung panik. Tapi sat menjelaskan, tiba-tiba seorang karyawan datang dan memberitahukan ada kebakaran di laboratorium Suwon. Meskipun tidak ada yang  terluka, tapi mereka kehilangan seluruh laboratorium. Man Ok kemudian meminta pegawai itu untuk segera menyiapkan mobilnya dan pergi ke laboratorium.

Saat hendak pergi, Guk Cheol menahan bibinya dan menanyakan lagi tentang ayah dan ibunya.

22

Dengan dinginnya, Man Ok menjawah bahwa ayah dan ibu Guk Cheol telah meninggal, dan semua hak perwalian Guk Cheol ada pada Man Ok. Il Jae mengingatkan pada Man Ok bahwa Guk Cheol baru saja sadar, tapi Man Ok menjawab bahwa Guk Cheol harus tahu yang sebenarnya. Hanya Man Ok satu-satunya yang dimiliki Guk Cheol saat ini, dan hanya Man Ok yang bisa menjaga dan terus menjalankan rumah sakitnya. Man Ok berkata lagi bahwa Guk Cheol harus kuat dan tumbuh dewasa, lalu berjalan pergi keluar.

Guk Cheol yang tanpa bisa melihat, hanya bisa menangis. Semua dokter dan perawat yang ada di ruangannya pun keluar dan mengikuti Man Ok. Hanya Il Jae yang kemudian berbicara padanya.

23

“Bibimu sama bingungnya dengan dirimu. Aku akan terus menjagamu. Tegarlah Guk Cheol.”

24

Di Dodo Group, Ketua Do dan Do Kwang Woo sedang membicarakan mengenai Ketua yang menentang penawaran mereka yang meninggal dalam kecelakaan. Ketua Do membenarkan, lalu menambahkan kalau laboratorium yang menguji obat dari Dodo Group juga habis terbakar.

“Dewi keberuntungan berada di pihak kita, ayah.”

Begitu ayahnya menatap dengan ‘jutek’, si Kwang Woo langsung bicara, “Api membakar semua hasil tes. Semuanya Selesai.

“Izinkan aku menanyakan sesuatu. Apa kau yang melakukan itu? Pembunuhan dan pembakaran. Apakah kau yang merencanakan itu semua?”

“Apa kau tidak melihat berita? Kecelakaan itu terjadi di tikungan saat hujan. Kebakaran itu disebabkan oleh arus pendek…”

Ketua Do langsung menampar Kwang Woo.

“Itu untuk membuatku menuduhmu. Seperti yang sudah dijanjikan, bulan depan, kau akan mengambil alih Dodo Pharmaceutical.”

“Ayah.” Kwang Woo kaget.

“Ini adalah perusahaan induk Group Dodo. Jabatanmu adalah yang kedua setelah aku. Tetaplah di atas selamanya.”

25

“Sekarang akhirnya kau melihatku dengan layak.” Kata Kwang Woo saat ayahnya akan pergi.

“Apanya yang layak? Dengarkan dengan seksama. Dewi keberuntungan memang membantumu. Tapi kesempatan seperti itu tidak pernah datang dua kali.”

Lalu Ketua Do melanjutkan bahwa hanya kali ini saja ia akan berpura-pura masuk dalam perangkap Kwang Woo. Lalu menepuk pundak anaknya dan pergi.

Tidak lama kemudian, Kwang Woo mendapat telepon dari seseorang dan memuji kerja orang itu, yang sudah melakukan semuanya dengan baik. Tapi Kwang Woo mendengar bahwa putranya masih hidup, dan itu tidak terdengar baik untuknya. Tapi kemudian Kwang Woo memastikan dan bertanya bahwa anak itu buta?

26

Di pemakaman Tuan dan Nyonya Lee, Guk Cheol duduk dengan mata yang masih diperban. Man Ok dan Il Jae menyambut tamu-tamu yang datang melayat. Beberapa pelayat membicarakan tentang Guk Cheol yang menjadi satu-satunya orang yang akan mewarisi semua aset yang ada. Juga tentang Man Ok yang akan menjadi walinya dan menjalankan rumah sakit sampai Guk Cheol cukup dewasa, dan Guk Cheol tidak bisa menjalankan apa-apa jika masih tetap buta, yang artinya Man Ok adalah yang memiliki Sudo Medical Foundation untuk saat ini. Guk Cheol mendengarkan semua obrolan mereka.

Kemudian flashback ke saat dimana Guk Cheol sedang berbicara pada seorang yang menjadi pengacaranya. Pengacaranya mengatakan bahwa semua bukti pada saat kecelakaan telah menghilang dan Man Ok sedang berada di rumah. Guk Cheol bersikeras bahwa semua itu bohong dan Guk Cheol yakin bahwa Man Ok telah menyuap semua pembantunya. Pengacara berkata kalau ia bahkan memeriksa rekaman kamera keamanan dan tidak ada seorang pun yang memakai jas hujan berwarna merah sehingga polisi menyimpulkan semua itu adalah kecelakaan.

Guk Cheol meminta pengacaranya melakukan apapun yang ia bisa untuk membuka kembali kasus kematian ayah dan ibunya. Tapi pengacaranya mengatakan bahwa gegar otak dapat menyebabkan halusinasi pendengaran dan ilusi (yang mana artinya mungkin nantinya semua kesaksian Guk Cheoal tidak bisa merubah apapun).

Kwang Woo datang ke upacara kematian Tuan dan Nyonya Lee. Man Ok dan Il Jae memberi salam padanya. Man Ok mengenalkan Do Kwang Woo pada Il Jae sebagai orang dari Dodo Group. Setelah saling menyapa, Man Ok kembali membahas mengenai investasi yang pernah ditawarkan Group Dodo kepada Sudo Pharmaceutical dan Kwang Woo menegaskan bahwa Man Ok bisa melanjutkan pembicaraan itu dan meminta Man Ok mengatakan berapa banyak yang dibutuhkannya.

27

Kwang Woo dan Man Ok sama-sama melihat Guk Cheol dengan tatapan yang aneh.

 

SATU TAHUN KEMUDIAN

28

Guk Cheol duduk di depan beberapa makanan yang disajikan untuknya dengan pelayan yang sedang mencicipi makanannya. Sepertinya ini dilakukan karena kecurigaan Guk Cheol terhadap Man Ok yang bisa saja membunuh Guk Cheol dengan meracuni makanannya. Setelah pelayannya selesai mencicipi makanan, Guk Cheol memintanya untuk membiarkan pintu terbuka saat ia pergi keluar kamar. Ia membuka headphonenya dan mulai menajamkan telinganya ke seluruh penjuru rumah.  Beberapa pelayan membicarakan tentang memangkas biaya rumah tangga dengan mengganti bahan baku untuk makan. Salah seorang pelayan takut jika nanti mereka ketahuan. Tapi pelayan yang lain menganggap Guk Cheol hanyalah orang buta dan mereka tidak akan ketahuan, sedangkan Man Ok dan Byun Il Jae, mereka tidak pernah peduli dengan keadaan rumah tangga.

Guk Cheol bernarasi, sejak ia kehilangan penglihatannya, pendengarannya semakin tajam ke tingkat yang hampir menyerupai manusia super.

Dua orang pelayan sedang membersihkan koleksi arloji milik Guk Cheol. Semua arloji itu berharga mahal. Dua pelayan itu berpikir untuk menukar arloji mahal itu dengan yang palsu, karena Guk Cheol orang buta yang tidak membutuhkan arloji dan dia tidak akan bisa membedakan mana yang palsu atau yang asli. Mereka bertanya-tanya berapa banyak uang yang bisa mereka dapatkan dari arloji-arloji itu. Guk Cheol mendengar semua pembicaraan mereka.

“Mampu mendengar hal-hal yang tidak ingin kau dengar…sangat disayangkan untuk irang yang berbicara dan si penguping.

Makan siang berikutnya, Guk Cheol mengamuk dengan menyingkirkan semua makanan yangtelah disajikan oleh para pelayan. Semua orang kaget kecuali Man Ok dan sekretarisnya, Ok Chae Ryung (Lee El). Guk Cheol memerintahkan pada pengacaranya, Park, untuk memecat semua pelayan yang bekerja di rumah mereka.

Man Ok mengeluh mengenai berapa banyak orang yang sudah dipecatnya dalam satu minggu ini, tapi Guk Cheol memintanya untuk tidak usah ikut campur dengan keputusannya, lalu pergi dari ruang makan.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, di dalam mobil, Guk Cheol meminta Pengacara Park untuk melipatgandakan jumlah pengawal untuknya. Pengacara Park mengatakan bahwa pengacara yang mereka miliki saat itu sudah cukup. Tapi Guk Cheol mengatakan kalau ulang tahunnya tinggal dua bulan lagi dan Man Ok pasti akan mencoba untuk membunuhnya sebelum secara hukum Guk Cheol menjadi dewasa.

30

Cha Jeong Eun (Lee Yeol Eum) dengan adik dan ayahnya yang adalah pegawai dari rumah sakit Sudo sedang berada dalam kamar rawat adiknya. Jeong Eun dan ayahnya tengah berdebat mengenai siapa yang lebih menderita. Adiknya adalah pasien dengan penyakit langka yang dirawat secara gratis karena direktur.

Guk Cheol tiba di rumah sakit. Semua staff menyambut kedatangannya. Begitu masuk, ia minta untuk pergi ke toilet. Dengan diantar oleh seorang pengawal, Guk Cheol pergi.

31

Saat berada dalam toilet, tampak seseorang tengah mengintai Guk Cheol. Saat sedang mencuci tangan, terlihat seseorang dengan pakaian pasien rumah sakit berjalan keluar dari salah satu bilik toilet. Orang itu kemudian langsung naik ke punggung Guk Cheol.

32

Guk Cheol yang kaget terus meronta-ronta hingga keduanya terjatuh. Ia terus meminta tolong pada penjaga untuk segera masuk dan menolongnya. Penjaga tidak juga datang. Guk Cheol terus berteriak pada orang itu dan bertanya siapa dia, tapi ternyata itu adalah Dong Soo, adik dari Cha Jeong Eun, anak dari kepala penjaga rumah sakit.

33

Jeong Eun berjalan meyusuri koridor dan terus menganggil-manggil adiknya, sampai akhirnya dia menemukan Dong Soo yang sedang diadili oleh Guk Cheol dan para pengawalnya. Guk Cheol terus berteriak, terus bertanya siapa yang telah mengirim Dong Soo (mungkin untuk mencelakainya). Jeong Eun segera menghambur melindungi adiknya dan mendorong Guk Cheol menjauh.

“Apa yang kau lakukan pada adikku yang sakit?” tanyanya pada Guk Cheol.

Jeong Eun meminta maaf pada Guk Cheol atas nama adiknya. Tapi bukankah yang dilakukan Guk Cheol sedikit terlalu kasar pada seseorang yang sedang sakit.

Jeong Eun membentak mengatai Guk Cheol buta sampai saat ia menatap Guk Cheol dan menyadari bahwa Guk Cheol memang buta. Guk Cheol bertanya siapa Jeong Eun, dan ia menjawab bahwa ia adalah seorang pasien dari rumah sakit ini. Guk Cheol lalu memerintahkan pada pengacara Park untuk menendang mereka keluar dari rumah sakitnya.

Jeong Eun menjadi marah dan bertanya, “Memangnya kau ini siapa? Apa kau pemilik rumah sakit ini?”

33

Ayah Jeong Eun, datang dan melihat semuanya. Panik, ia cepat-cepat meminta maaf kepada tuannya. Guk Cheol bertanya apakah ia kepala penjaga, dan kepala penjaga mengiyakan. Ayah Jeong Eun meminta maaf untuk anak-anaknya, tapi Guk Cheol segera mengatakan untuk memecat kepala penjaga saat itu juga.

Ayah Jeong Eun segera berlutut di hadapan Guk Cheol. Jeong Eun kaget bukan main, tidak menyangka bahwa ini semua adalah sebab dari kesalahan kecil mereka. Ayah Jeong Eun kembali meminta maaf karena Dong Soo menderita penyakit yang langka dan kalau ia dipecat sekarang, Dong Soo akan mati. Ayah Jeong Eun sampai memegangi lutut Guk Cheol sambil meminta maaf. Uk Cheol menepisnya dan segera menepuk-nepuk celananya seolah-olah tidak ingin dikotori oleh tangan kepala penjaga *iewwwh* >,<

Guk Cheol tidak menghiraukan mereka lagi dan langsung pergi sementara kepala penjaga tetap berteriak meminta tolong pada Guk Cheol untuk menyelamatan nyawa anaknya. Jeong Eun menghampiri ayahnya, ayahnya menangis bagaimana mereka akan mendapatkan uang untuk Dong Soo.

Jeong Eun sedang dalam perjalanan untuk pekerjaan paruh waktunya. Sambil mengendarai motor, ia berkata pada ayahnya di telepon  bahwa pekerjaan paruh waktunya ini akan menghasilkan banyak uang, jadi ayahnya jangan terlalu khawatir.

34

Di rumahnya yang sangat sangat sangat besar, Guk Cheol sedang bermain miniatur golf sendirian. Hebatnya meskipun dia buta, tapi dia bisa memasukkan bola dengan sempurna. Seorang pelayan datang membawa seorang peserta untuk wawancara. Guk Cheol langsung meminta si peserta untuk menyebutkan namanya. Begitu Jeong Eun menyebutkan namanya, Guk Cheol langsung mengenali suara itu.

Tapi ia tetap berpura-pura untuk tidak mengenalnya, untuk mengetest Jeong Eun. Guk Cheol lalu bertanya bukankah sebelumnya mereka pernah bertemu. Dalam hatinya, Guk Cheol  berpikir bahwa Jeong Eun akan menjawab belum pernah, tapi Jeong Eun membenarkan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya, membuat bola golf Guk Cheol gagal masuk ke dalam lubang.

Guk Cheol bertanya lagi dimana mereka pernah bertemu. Dan dalam hatinya ia berkata lagi, jika Jeong Eun berbohong, bahkan jika itu satu kali… Namun Jeong Eun mengakui bahwa adiknya pernah berbuat kesalahan pada Guk Cheol beberapa hari yang lalu di rumah sakit Sudo dan ia juga meminta maaf atas perilakunya saat itu.

Guk Cheol menghela nafas dan bertanya apa yang menurut Jeong Eun akan dilakukannya disini.

“Aku dengar kau membutuhkan asisten.” Jawab Jeong Eun.

Guk Cheol menegaskan bahwa Jeong Eun bukanlah asisten, melainkan seorang pelayan yang harus melakukan apapun untuk tuannya. Jeong Eun terlihat keberatan tapi akhirnya dia memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu dan akan melakukan apapun.

35

Jeong Eun memulai pekerjaannya dengan menemani Guk Cheol berenang. Jeong Eun ngedumel kalau dia memiliki emosi yang mengerikan, tapi juga berenang dengan sangat baik. Jeong Eun memakaikan handuk pada Guk Cheol dengan baik meskipun di belakangnya, ia terlihat agak keberatan.

36

Di sebuah restaurant, Man Ok dan Kwang Woo beserta para asisten mereka sedang membicarakan mengenai rumah sakit. Kwang Woo menyarankan Man Ok sebaiknya segera menjual rumah sakit sebelum keadaan keuangan menjadi lebih buruk lagi. Tapi Man Ok menolak karena saat ini rumah sakit masih atas nama keponakannya, Guk Cheol. Kwang Woo ngomel bahwa Guk Cheol adalah anak yang buta. Tapi kemudian segera meralat ucapannya dan mengatakan bahwa seluruh dewan tengah memihak pada Man Ok dan Man Ok memiliki hak untuk menyetujui banyak hal juga. Kwang Woo menjanjikan akan memberikan uang seperti yang Man Ok minta, jadi apalagi yang dia tunggu?

Man Ok berpikir. Chae Ryung terlihat tidak nyaman dengan semua pembicaraan ini. Kwang Woo terus menerus memperngaruhi Man Ok dengan mengatakan bahwa ia bisa saja melakukan itu (menjual rumah sakit) tanpa sepengetahuan Guk Cheol, dan Guk Cheol tidak akan bisa melakukan apapun setelah rumah sakit dijual. Man Ok meminta waktu untuk berpikir. Kwang Woo terlihat kesal sambil melonggarkan dasinya.

Jeong Eun sedang membantu Guk Cheol mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Saat Guk Cheol merasa kepanasan, Jeong Eun buru-buru minta maaf. Tapi Guk Cheol memberikan ‘peringatan pertama’ untuk Jeong Eun. Jeong Eun bertanya apa maksudnya, dan Guk Cheol menjawab kalau Jeong Eun akan dipecat setelah mendapatkan peringatan ketiga.

37

Kali ini Jeong Eun membantu Guk Cheol mengancingkan kemejanya. Pada kancing terakhir, Jeong Eun seolah terpana saat menatap mata tuannya. Dalam hatinya, ia berkata bahwa Guk Cheol memiliki mata yang indah, tapi dia tidak bisa melihat.

Guk Cheol tentu saja bukannya tidak sadar bahwa ia sedang dipandangi pelayannya, meminta Jeong Eun langsung menyingkirkan wajahnya. Jeong Eun panik dan cepat-cepat menyelesaikan kancing terakhirnya. Lagi-lagi ia mendapatkan peringatan – peringatan kedua – setelah ia meminta maaf. Jeong Eun hanya menghela nafas seolah menyesali sikapnya.

Man Ok dan Chae Ryung kembali ke rumah dan tanpa sengaja bertemu dengan Jeong Eun yang langsung menyapa Man Ok dengan hormat. Man Ok langsung tahu bahwa Jeoung Eun adalah anak dari Pak Cha, Kepala Keamanan di rumah sakit Sudo, dan memintanya untuk berbicara dengan Man Ok.

38

Jeong Eun kaget saat ia diminta untuk mengawasi Guk Cheol dan diminta untuk melaporkan setiap apapun yang dilakukannya setiap hari, karena Jeong Eun akan berada lebih lama bersama Guk Cheol. Tidak ada yang menyadari, bahwa Guk Cheol tengah memperhatikan – atau lebih tepatnya – menguping pembicaraan mereka dari jendela kamarnya di atas sana.

42

Man Ok melanjutkan bahwa ia akan membantu kepala Cha untuk mendapatkan pekerjaannya kembali di rumah sakit dan membantu adiknya supaya bisa dirawat lagi. Guk Cheol terlihat sedang menunggu-nunggu jawaban Jeong Eun yang akhirnya dengan berat hati – seandainya Guk Cheol bisa melihat – menuruti perintah Man Ok.

Malam harinya saat Jeong Eun membawakan selimut dan sprei ke kamar Guk Cheol, tiba-tiba ia mendapat peringatan ketiga yang tentu saja membuatnya sangat bingung. Saat Jeong Eun bertanya apa penyebabnya sehingga ia harus dipecat, Guk Cheol menjawab bahwa ia adalah seorang mata-mata. Guk Cheol memberitahu Jeong Eun bahwa ia jelas-jelas tahu bahwa bibinya yang meminta Jeong Eun untuk mengawasinya.

Jeong Eun menjadi marah dan bertanya apa masalahnya. Ayahnya dipecat dan adiknya menjadi semakin sakit adalah karena Guk Cheol, setidaknya Jeong Eun melakukan ini (menjadi mata-mata) untuk membantu keluarganya. Tapi Guk Cheol, ia hanya menyiksa dan merendahkan orang lain hanya karena ia kaya. Guk Cheol yang tidak ingin mendengar, terus memanggil-manggil penjaga.

Jeong Eun mengatakan bahwa Guk Cheol sangat menyedihkan, tidak memiliki siapapun yang bisa dipercaya, dan tidak ada siapapun yang mau percaya padanya. Sebagai orang yang sendirian, dunia pastilah terasa gelap dan menyesakkan.

“Tapi bukan karena matamu, itu karena hatimu yang sakit dan hilang arah.”

Jeong Eun menyebut Guk Cheol bodoh dengan melemparkan sprei dan selimut yang dibawanya ke wajah Guk Cheol. Guk Cheol menangis dan membanting meja di depannya. Aku merasa Guk Cheol sepenuhnya menyadari bahwa apa yang dikatakan Jeong Eun adalah benar.

40

Pagi harinya, Guk Cheol yang masih tidur, dibangunkan oleh sebuah telepon yang ternyata dari Chae Ryung yang memberitahukan bahwa Man Ok akan menandatangani perjanjian dengan Dodo Pharmaceutical hari ini. Chae Ryung memberitahukan jam dan tempat meeting pada Guk Cheol dan meminta Guk Cheol untuk cepat bertindak.

Orang pertama yang dihubungi Guk Cheol adalah Pengacara Park yang langsung diperintahkan untuk datang ke Hotel Hangang jam 10.00, tempat penandatanganan kontrak akan berlangsung. Guk Cheol berencana untuk melucuti semua hak dari bibinya, Man Ok. Tapi sayangnya, Pengacara Park memerintahkan kepada semua pengawal untuk mencegah Guk Cheol keluar dari rumah. Setelah semua pengawal pergi melaksanakan tugasnya, Pengacara Park langsung menelepon seseorang dan berkata, “Semua yang kau takutkan sudah terjadi.” Siapa yang memberi semua perintah ini pada Pengacara Park? Man Ok? Atau Kwang Woo?

Para pengawal memperlakukan Guk Cheol dengan kasar hingga terjatuh. Guk Cheol bertanya, “Apakah bibiku yang memerintahkan semua ini?” Tapi si pengawal hanya meminta Guk Cheol untuk menjadi anak yang ‘baik’. Para pengawal kemudian mengunci kamar Guk Cheol, tanpa peduli si tuannya memukul-mukul pintu minta dibukakan.

Setelah sempat mencoba untuk menajamkan telinganya tapi gagal, Guk Cheol akhirnya seolah menemukan sebuah cara untuk lari dari kurungan. Ia kemudian berjalan dan menemukan sebuah gunting di salah satu laci.

42

Ternyata Guk Cheol membuat tali dari sprei yang ada di kamarnya untuk turun dari lantai atas. Dengan takut-takut ia turun sambil sesekali meraba ke sekitarnya. Tangannya sempat lepas kendali tapi kemudian dia bisa mendapatkan lagi tali dan turun dengan selamat.

Di jalan, Guk Cheol berusaha untuk mendapatkan taksi, tapi dia malah bertemu dengan Jeong Eun yang sedang dalam perjalanan. Jeong Eun bertanya apa yang dilakukan Guk Cheol disana, tapi Guk Cheol menjawab dengan ketus bahwa itu bukanlah urusannya. Jeong Eun memperingatkan bahwa tidak akan ada taksi yang lewat daerah itu, jadi silahkan menunggu saja, lalu dia pergi meninggalkan Guk Cheol yang menerima telpon.

Guk Cheol berpesan bahwa dia tidak akan bisa sampai tepat pukul 10.00 dan ia meminta orang itu untuk menundanya sebisa mungkin, karena ia telah membayarnya. Ia juga memperingatkan bahwa semua akan berakhir saat mereka mengambil alih rumah sakit. Guk Cheol jadi panik dan berusaha mendapatkan taksi dengan turun dari trotoar jalan yang membuatnya hampir ditabrak sebuah mobil.

Jeong Eun yang mendengar suara rem mendadak kemudian khawatir dan menghentikan motornya.

43

Selanjutnya kita melihat Guk Cheol sudah naik motor bersama Jeong Eun. Karena ketakutan, Guk Cheol memegang Jeong Eun erat-erat dengan melingkarkan tangannya pada perut Jeong Eun, sampai Jeong Eun tidak nyaman dan menyuruh Guk Cheol berhati-hati dengan tangannya.

Guk Cheol membantah, karena kalau ia tidak memeluknya erat-erat, lantas Jeong Eun sama saja dengan menyuruhnya untuk mati. *hahaha* Jeong Eun hanya meminta Guk Cheol untuk berpegangan saja. Tapi belum selesai bicara, mereka melewati polisi tidur dan membuat motor sedikit terguncang. Bukannya menurut, Guk Cheol malah semakin erat memeluk Jeong Eun. Guk Cheol merasakan jantungnya berdebar-debar, tapi dalam hatinya ia berkata tidak mungkin, ini hanyalah karena dia takut jatuh. >,<

44

Penandatanganan Perjanjian Akuisisi. Pihak Group Dodo sudah menyerahkan dokumen yang tidak perlu adanya perubahan lagi. Kwang Woo yang terburu nafsu meminta Man Ok untuk segera menandatangani surat perjanjian itu. Untung saja Guk Cheol datang di waktu yang sangat tepat, jika sedikit saja terlambat, surat perjanjian itu sudah di cap oleh bibinya.

Guk Cheol langsung mengingatkan bahwa kesepakatan yang tanpa sepengetahuannya adalah tidak sah dan ilegal. Kwang Woo mencoba menyelam tapi Guk Cheol tidak menghiraukannya.

“Mulai sekarang Jang Man Ok tidak lagi memiliki hak kepercayaan.” Lanjut Guk Cheol.

Man Ok yang kaget segera membela diri bahwa para kreditur akan datang pada sore hari dan jika rumah sakit tidak segera dijual, maka rumah sakit akan bangkrut. Tapi Guk Cheol berkata lain, saat ini setidaknya mereka memiliki waktu dengan pembayaran hipotek dan ia akan mengambil tindakan hukm dan melakukan proses reorganisasi. Kwang Woo menyahut, mengatakan bahwa setelah itu rumah sakit tidak akan memiliki nilai apapun.

Guk Cheol bertanya, mengapa mereka tidak membeli saja rumah sakitnya? Karena hal itu juga akan baik untuk Dodo Pharmaceutical. Kwang Woo lalu berbicara dengan Man Ok dengan menyebutnya ‘Direktur’ dan itu membuat Guk Cheol marah dengan meralat ucapan Kwang Woo.

“Aku sudah memberitahumu, dia bukan lagi direktur!” teriaknya.

Sementara itu, Man Ok hanya bisa meminta maaf pada Kwang Woo. Saat yang lain keluar ruangan, Guk Cheol lalu bicara pada bibinya yang berani-beraninya mengurungnya untuk menjual rumah sakit. Tapi Man Ok malah menanyakan maksud Guk Cheol. Guk Cheol menjelaskan bahwa Man Ok menyuap pegawai untuk mengurungnya. Tapi Man Ok membela diri, bahwa sepertinya Guk Cheol salah paham. Bibinya akan berusaha keras demi kebaikannya dan berusaha menyelamatkan sebanyak yang dia bisa.

Tapi Guk Cheol mengatakan bahwa bibinya munafik dan seorang pembunuh. Man Ok membentak. Tapi Guk Cheol melanjutkan bahwa sebelum ibunya meninggal, ia melihat si pembunuh dan memanggil nama Man Ok. Saat Man Ok tidak mengerti dengan semua yang dikatakan Guk Cheol, Guk Cheol mengancam untuk mengatakan pada dunia, siapa Man Ok sebenarnya.

Setelah Guk Cheol dan Jeong Eun pergi, Man Ok meminta pada Chae Ryung untuk memeriksa siapa yang telah mengurung Guk Cheol. Chae Ryung yang sudah memeriksa sebelumnya langsung menjawab bahwa pengacara Park dan semua pengawal telah mengundurkan diri. Dari situ Man Ok mengingat kembali tentang pertemuannya dengan Pengacara Park.
45

Byun Il Jae pernah memperkenalkan Park Han Cheol sebagai orang yang berlajar hukum bersama dengannya. Man Ok seolah menemukan sesuatu dalam pikirannya. Di kantornya, Byun Il Jae mengingat saat ia menerima sebuah amplop pada acara makan di hari ulang tahun Guk Cheol. Saat ia kembali ke kantornya, diperlihatkan bahwa isi dari amplop itu adalah foto-foto mesra Byun Il Jae dengan seorang wanita.

46

Ternyata foto ancaman itu datang dari Kwang Woo si trouble maker >,< yang tidak percaya bahwa Byun Il Jae berselingkuh dengan Hwang Ji Soo, putri tunggal dari Sekretaris Presiden (Korea Selatan), yang juga adalah sepupu Kwang Woo. Kwang Woo berkata bahwa ia mendengar Il Jae akan segera mengundurkan diri karena korupsi. Jika gosip perselingkuhan ini terdengar, pamannya (ayah Hwang Ji Soo) akan mencabik-cabik Il Jae dan membuatnya tidak bisa hidup lagi di Korea apalagi membuka praktek hukum. Yang secara sederhana dapat diartika sebagai ‘kehancuran’.

To the point, Il Jae bertanya apa yang diinginkan Kwang Woo, dan hanya diperlihatkan bahwa dia tertawa licik pada Il Jae. Flashback end.

47

Il Jae mendapat sebuah telepon dari Do Kwang Woo. Il Jae bertanya lewat telepon apakah sekarang ia harus membunuh Guk Cheol juga? Kwang Woo berkata seharusnya itu tidak masalah dan harusnya Il Jae sudah ‘membereskannya’ dari dulu. Saat Kwang Woo sedang bicara, Il Jae menyadari kedatangan Man Ok yang ternyata sudah mendengar cukup lama apa yang Il Jae bicarakan.

“Apa itu kau?” tanya Man Ok tidak percaya. “Apakah orang yang membunuh adikku dan suamiya adalah kau?”

48

 

Man Ok mendesak Il Jae untuk mengaku. Il Jae terlihat kebingungan untuk menjelaskannya, tapi kita akhirnya dibawa kembali pada hari dimana kecelakaan itu terjadi. Si jas hujan merah adalah Byun Il Jae dan saat itu Nyonya Lee menyadari bahwa itu adalah Il Jae. Flashback end.

49

Tapi Il Jae tidak mengaku dan mengatakan bahwa bukan dialah pelakunya. Man Ok tidak percaya dan bertanya telepon apa yang baru saja didengarnya, sampai Man Ok berusaha mendapatkan handphone Il Jae untuk mencari tau.

Il Jae akhirnya mengatakan bahwa orang yang mengurung Guk Cheol tadi adalah dirinya dan berdalih bahwa ia sedang membantu Man Ok, karena saat rumah sakit terjual, hidupnya akan menjadi lebih mudah. Tapi Man Ok berkeras bahwa ia mendengarnya dengan keras dan jelas dan akan memeriksa tentang kematian kakaknya.

Tapi Il Jae menahan Man Ok untuk pergi dan memintanya untuk jujur sebelum ia menyalahkan Il Jae. Ia mengatakan bahwa Man Ok membayar dokter untuk mengatakan bahwa Guk Cheol tidak memiliki harapan untuk melihat lagi, padahal sebenarnya ia masih bisa melihat. Man Ok mulai ketakutan. Il Jae kembali mencecarnya, dan mengatakan kalau Man Ok menginginkan harta warisan Guk Cheol, jadi jangan berani-berani bertingkah seakan dirinya jujur dan benar.

“Tapi tidak seperti kau, aku tidak membunuh orang lain.” Ucap Man Ok.

Il Jae terus mempermainkan psikologi Man Ok dengan berkata jika ia melaporkannya, semua bisa sja berbalik menjadi kerugian untuknya, karena orang akan berpikir siapa yang akan mendapatkan (harta) paling banyak setelah Tuan dan Nyonya Lee meninggal. Il Jae terus merayu, bahwa ia melakukan semua ini untuk Man Ok jadi jangan sampai Man Ok berbalik menghianatinya.

Di pagi hari, Guk Cheol menanyakan keberadaan Jeong Eun karena pelayan lain yang mengantarkan air minum untuknya. Pelayan itu menjawab bahwa Guk Cheol telah memecatnya dan Jeong Eun tidak kembali. Guk Cheol kembali teringat saat Jeong Eun mengantarkan Guk Cheol pulang setelah dari Hotel Hangang. Guk Cheol meminta Jeong Run untuk kembali bekerja mulai besok. Saat Jeong Eun berkata akan menjadi pengantar ayam, Guk Cheol menegaskan bahwa ia akan membayarnya dua kali lipat.

50

Jeong Eun hanya meminta Guk Cheol untuk berterima kasih saja, tapi Guk Cheol malah menaikkan penawaran menjadi tiga kali lipat. Jeong Eun berkata bahwa ia tidak membantu Guk Cheol untuk pekerjaannya dan mengucapkan selamat tinggal.

51

“Kita tidak usah saling bertemu lagi.” Ucap Jeong Eun. Flashback end.

Saat Guk Cheol mencoba menelpon Jeong Eun, Jeong Eun malah mematikan handphonenya. Guk Cheol menjadi marah dan bertanya pada pelayan dimana Jeong Eun berada sekarang. Pelayan tidak tahu dan bertanya apa ia harus meminta seseorang untuk menemukannya? Tapi Guk Cheol malah memintanya untuk mengembalikan pekerjaan ayahnya dan juga mengembalikan Dong Soo ke rumah sakit.

52

Di sebuah villa, Byun Il Jae datang dan bertemu dengan Hwang Ji Soo yang sudah menyambutnya. Tanpa mereka sadari, Chae Ryung sedang mengawasi mereka dan memotret mereka dengan kamera. Terlihat mereka sangat mesra sampai Byun Il Jae menggendong Hwang Ji Soo masuk ke dalam villa.

Chae Ryung mengirimkan foto-foto itu pada Man Ok yang langsung terkejut karena Byun Il Jae berselingkuh dengan Hwang Ji Soo. Man Ok meminta alamat lokasi pada Chae Ryung dan memperbolehkannya pulang. Dalam perjalanan menuju villa, Man Ok menangis saat mengingat kenangannya saat makan bersama Il Jae.

53

Saat itu Ji Soo datang, memanggil Man Ok ‘eonnie’ (yang mungkin saja berarti bahwa hubungan Ji Soo dan Man Ok cukup dekat) dan bergabung bersama mereka. Ji Soo duduk di samping Il Jae dan bersikap sedikit mesra di depan Man Ok. Il Jae langsung merasa kurang nyaman dan melepas pegangan tangan Ji Soo. Man Ok mengatakan akan mencari seseorang (yang bisa dikencani) untuk JI Soo. Ji Soo kemudian memuji Man Ok adalah yang terbaik. Flashback End.

Di dalam mobil, Man Ok menelepon polisi dan melaporkan adanya perzinahan. Begitu sampai, Man Ok melihat mobil Il Jae benar-benar ada disana. Pelan-pelan ia masuk ke dalam villa dan melihat pakaian Il Jae yang berserakan di sepanjang tangga menuju kamar. Man Ok berhenti di depan pintu kamar dan mendengar Ji Soo yang berbicara bahwa Il Jae sebenarnya ingin bercerai sudah lebih dari ratusan kali. Ji Soo meminta Il Jae bercerai saja dan ‘menyerahkan‘ ayah Ji Soo padanya.

Tapi Il Jae berkata bahwa tidak mungkin ayah Ji Soo mengalah tanpa ia mendapatkan apapun dari Il Jae (sebagai bayaran). Ji Soo bertanya, jika Il Jae menunggu, apakah rumah sakit akan menjadi milik Il Jae? Il Jae tidak peduli, jika itu yang harus dilakukan, maka akan dilakukannya jika itu demi mendapatkan Ji Soo yang cantik.

Saat Ji Soo akan keluar kamar dan mengambil wine, ia terkejut saat Man Ok sudah berada di depan pintu. Man Ok bertanya apakah mereka menyebut diri mereka sebagai manusia?

Man Ok berteriak dan menarik rambut Ji Soo sampai terjatuh. Il Jae langsung bangkit dari tempat tidur dan buru-buru mendekati Man Ok. Man Ok berteriak bertanya pakah ini alasannya Il Jae membunuh kakak dan kakak iparnya? Lalu apakah setelah ia membunuh Guk Cheol, apakah kemudian target selanjutnya adalah dirinya?

54

Ji Soo bertanya maksud dri perkataan Man Ok tapi Il Jae hanya menjawab bahwa dia gila dan tidak perlu didengar. Man Ok menampar Il Jae dan mengatakan bahwa ia telah melaporkan mereka atas tuduhan perzinahan, dan ia akan mengumumkannya pada wartawan, saat itu mereka semua akan hancur, termasuk ayah Hwang Ji Soo sendiri.

Ji Soo mengejar Man Ok saat ia keluar kamar dan akan menghubungi seseorang. Ji Soo merebut handphone Man Ok dan terjadilah perebutan handphone di pinggir tangga.

55

Ji Soo mendapatkan handphone Man Ok, tapi sayangnya Man Ok harus terjatuh dari tangga sampai tak sadarkan diri. Il Jae yang masih saja menyebutnya dengan ‘yeobo’ langsung turun dan mengecek keadaan Man Ok. Il Jae yang mengecek nadinya langsung yakin bahwa Man Ok sudah mati. Ji Soo menjadi ketakutan dan terus berteriak.

Il Jae sadar polisi akan segera datang. Mereka segera meninggalkan villa dan membawa mayat Man Ok bersama mobil mereka. Polisi tiba di villa mereka dan berteriak tapi tidak ada sahutan apapun. Polisi menelpon ke handphone Man Ok dan dengan gugup akhirnya Ji Soo menjawab telepon itu. Ji Soo (sebagai Man Ok) mengatakan bahwa ada kesalahpahaman yang teradi antara dia dan suaminya, lalu cepat-cepat menutup telponnya.

Ji Soo bertanya apa yang akan dilakukannya kemudian? Il Jae diam dan berpikir.

Di kediaman Guk Cheol, pelayannya, Nona Woo memberitahukan bahwa Jeong Eun telah datang. Diam-diam Guk Cheol menyembunyikan senyumannya. Jeong Eun memberikan handuk pada Guk Cheol. Guk Cheol bertanya kenapa Jeong Eun tidak mengatakan apapun padanya (maksudnya Jeong Eun mungkin akan mengatakan terima kasih dan berhutang banyak budi padanya). Jeong Eun bertanya apakah ia benar-benar harus mengatakannya?

“Aku…benar-benar…tidak menyukaimu.” Ucap Jeong Eun.

Guk Cheol tidak menyangka Jeong Eun akan mengatakan hal Semacam itu. Jeong Eun berkata lagi bahwa ia kembali karena ayah dan adiknya. Ia hanya ingin Guk Cheol tahu tentang hal itu. Guk Cheol bertanya kenapa Jeong Eun berbicara dengan santai dan idak memanggilnya ‘tuan’. Tapi Belum sempat Jeong Eun menjawab, Guk Cheol mendapat sebuah message di handphonenya.

Jeong Eun memberitahu bahwa bibi Man Ok mengiriminya pesan dan mengatakan bahwa Man Ok akan berlibur untuk sementara waktu dan memintanya untuk jangan mencari Man Ok, jika ia membutuhkan sesuatu Guk Cheol bisa mengatakannya langsung pada pamannya, Il Jae.

56

Guk Cheol hanya diam dan mengatakan ingin pergi karena ia lapar.

Di kantornya, ternyata bapak kita Byun Il Jae yang mengirimkan pesan tadi. Asistennya datang dan melapor bahwa dia sudah membuang mayat Man Ok di tempat yang tidak akan bisa ditemukan orang lain. Il Jae berencana bahwa ia akan melaporkan kehilangan Man Ok dan berkata bahwa tersangkanya akan ditangkap sebelum itu. Asistennya bertanya apakah Il Jae akan menjebak JI Soo? Tapi Il Jae membantah dan berkata akan menciptakan kriminal palsu.

57

Guk Cheol mendapat sebuah telepon dari seorang yang misterius yang katanya tahu tentang siapa yang membunuh orangtuanya.

58

Si misterius juga berkata bahwa ia sudah dibayar oleh orang itu untuk membunuh semua keluarganya. Guk Cheol bertanya siapa dia, tapi si misterius mengatakan bahwa seharusnya Guk Cheol menanyakan siapa yang membayarnya.

“Siapa kau ?!!” teriak Guk Cheol dari telepon.

59

Ya, dan episode ini berakhir sampai disini. Dalam satu episode, banyak sekali teka-teki yang ternyata sudah dipecahkan. Meskipun awalnya mungkin kita mengira bahwa bibi Man Ok adalah pemeran antagonisnya, tapi ternyata ada Byun Il Jae yang menjadi dalang atas semua hal yang terjadi. Saya penasaran, apakah selanjutnya yang menjadi cerita menarik pada episode dua dan seterusnya?

Pada episode dua, Jeong Eun dan Guk Cheol terjebak di  laboratorium sementara Il Jae mengatakan bahwa itu adalah kejahatan yang sempurna. Kemudian Guk Cheol masuk penjara, sepertinya karena tuduhan atas pembunuhan Man Ok. Il Jae tidak lagi peduli dengan ancaman Do Kwang Woo. Seseorang mengatakan tentang Lee Guk Cheol yang adalah vaksin dan menyuruhnya untuk membawa ke suatu tempat. Kemudian Guk Cheol akan melompat ke sungai, ada Il Jae disana. Guk Cheol berkata bahwa ia akan tetap hidup dan membalas dendam.

Flashback akan berakhir pada episode dua. Jadi terus tunggu updatenya ya.. ^^

Annyeong!

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s