Sinopsis : Monster – Episode 2

Sinopsis : Monster – Episode 2

Sebuah kalung ada di tangan Guk Cheol. Ia seperti sedang berlatih untuk sesuatu. Mencoba beberapa ekspresi dan kalimat-kalimat yang membuat nyaman untuk diucapkan.

1

“Kau boleh memiliki ini. Ini tidak memiliki arti apapun, jadi jangan beranggapan apapun.” Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan saat ia berlatih. Wajahnya terlihat jutek seperti biasanya.

2

Tiba-tiba Jeong Eun datang dan bertanya apa yang sedang dilakukan Guk Cheol disana. Dia cepat-cepat menyembunyikannya dibalik punggung. Guk Cheol protes pada Jeong Eun yang seharusnya bisa mengetuk, tapi toh pintunya terbuka. Jeong Eun menawarkan bantuan untuk membaca surat-surat Guk Cheol, tapi Guk Cheol malah mengulurkan tangannya dengan kalung tadi.

Jeong Eun bertanya untuk apa itu. Sambil tersenyum Guk Cheol memintanya untuk mengambilnya saja. Jeong Eun memang benar-benar mengambilnya.

3

Tapi dia memasangkannya di leher Guk Cheol *hahaha* Gagal paham deh. Jeong Eun memuji Guk Cheol yang memilih dengan sangat baik dan harganya sudah pasti mahal. Tapi Jeong Eun bilang kalau kalung ini tidak cocok untuk Guk Cheol *ya iyalah, ini kan buat dia* Dibilang begitu, Guk Cheol seolah marah dan cepat-cepat melepas kalungnya. Ia hanya membuangnya begitu saja. Seandainya dia tahu bagaimana terkejutnya Jeong Eun saat melihat dia membuang kalung yang mahal seperti meludahkan permen karet, hahaha.

4

Tapi dasar Jeong Eun, setelah mengatai Guk Cheol memiliki temperamen yang buruk, ia mengambil kembali kalung itu dan mencobanya pada lehernya. Sambil tersenyum, ia memakaikan kalung yang terlihat cocok untuknya.

“Bagaimanapun, dia sudah membuangnya.” Katanya sambil tersenyum.

Guk Cheol yang mengetahui kotak kalungnya sudah kosong, hanya bisa tersenyum, seolah tahu kalau Jeong Eun sudah menerima kalungnya. Yaelah, mau ngasi kalung aja ribet amat yak? Hahaha.

5

Guk Cheol mendapat telepon, dari seorang pria yang sudah jelas mengenalnya. Apalagi pria itu mengatakan bahwa dia tahu sesuatu mengenai kematian ayah dan ibunya. Guk Cheol tentu saja kaget. Pria itu mengatakan bahwa seseorang telah membayarnya untuk membunuh semua anggota keluarga Guk Cheol.

Guk Cheol bertanya siapa pria itu, tapi malah dijawab bahwa itu adalah pertanyaan yang salah karena seharusnya Guk Cheol bertanya siapa yang telah membayar pria itu. Pria itu seolah mempermainkan Guk Cheol. Ia malah tertawa.

6

Pria itu mengatakan bahwa jika Guk Cheol ingin tahu, dia harus melakukan sesua dengan apa yang diperintahkan orang itu. Guk Cheol sempat ragu, tapi proa itu membicarakan tentang sebuah laboratorium patologi yang berada di ruang bawah tanah. Pria itu telah meninggalkan sebuah jas hujan berwarna merah di salah satu loker disana.

Pria itu akan menukar informasi dengan uang sebesar 200.000 dolar dan telah meninggalkan nomor rekeningnya di dalam loker. Guk Cheol menebak-nebak bahwa bibinya adalah orang yang mungkin telah membayar pria itu, tapi pria itu meminta gUk Cheol untuk tetap tenang. Pria itu mengancam dengan halus jika Guk Cheol berkaitan dengan polisi, maka dia tidak akan bisa menangkap penjahat yang sebenarnya.

7

Asisten Byun Il Jae, sepertinya datang ke laboratorium dan mematikan semua CCTV yang ada di ruang kendali. Kemudian seseorang dengan jubah putih masuk ke dalam Laboratorium Patologi dengan menggunakan akses card. Sekilas, orang itu terlihat seperti pria misterius yang menelpon Guk Cheol. Pria itu memberitahukan pada seseorang bahwa ia sudah sampai di dalam, lewat earphonennya.

8

Byun Il Jae ada di ujung pembicaraan dengan pria ini. Si pria akan membuka sesuatu yang passwordnya akan diberitahukan oleh Il Jae.

“Passwordnya adalah 9,7,3,5 ……..”

Saat pria itu selesai menekan semua tombol, muncullah sesuatu seperti sebuah serum. Pria itu mengambilnya.

Byun Il Jae dan asistennya sedang berbicara di dalam mobil. Asistennya bertanya tentang apa yang ada di dalam laboratorium, dan Il Jae menjawab bahwa itu adalah virus mutan yang disebut MK2, yangjika sedikit saja terkena itu, maka akan berakibat fatal. Sebelumnya, virus itu akan dihancurkan semuanya. Tapi Tuan dan Nyonya Lee meminta Man Ok untuk tetap menghancurkan saja semuanya, karena virus ini adalah sesuatu yang ilegal bahkan walau hanya disimpan antivirusnya, mereka tetap tidak akan bisa menjualnya. Tapi ternyata Man Ok menyimpannya secara rahasia karena ia ingin menemukan vaksinnya.

Mereka akan membuat seolah Guk Cheol akan mati karena virus mutan, dan itu akan dianggap seperti sebuah kecelakaan. Dan Guk Cheol yang menginginkan uang, akan dituduh sebagai pembunuh Man Ok.

9

Il Jae mengawasi dari dalam mobil. Guk Cheol datang bersama Jeong Eun dan turun dari taksi. Jeong Eun membuka satu persatu lemari loker yang ada di dalam lab tapi tidak menemukan jas hujan merah disana. Guk Cheol memintanya untuk mencari di sekitar lab, mungkin saja pria itu meninggalkannya di tempat lain.

10

Dari luar lab, pria itu terlihat sedang bermain-main dengan sebuah remote yang ternyata digunakan untuk mengendalikan sebuah alat yang akan membuat botol virus mutan itu pecah saat Jeong Eun dan Guk Cheol masih berada di dalam lab. Tiba-tiba terdengar ledakan dan pria itu segera menutup pintu lab, membuat merea berdua terkurung.

Di ruang kontrol, kepala penjaga akhirnya mengetahui bahwa Jeong Eun terkurung saat ia kembali menyalakan CCTV. Kepala penjaga cepat-cepat pergi ke laboratorium.

11

Saat Jeong Eun pingsan, Guk Cheol teringat tentang virus mutan yang masih memiliki vaksinnya. Dulu ia pernah diperkenalkan oleh Nyonya Lee mengenai virus dan vaksin ini.

Saat Guk Cheol sudah menemukan vaksinnya, ia meminta Jeong Eun untuk menyuntikkan vaksin itu untuk dirinya, tapi Jeong Eun menolak, karena Guk Cheol harus tetap hidup untuk bisa merawat adiknya. Mereka berebut vaksin hingga vaksin itu terlempar. Jeong Eun mendapatkannya dan cepat-cepat menyuntikkannya pada Guk Cheol.

“Tolong jaga adikku.” Ucap Jeong Eun lemah dan kemudian pingsan.

Media memberitakan tentang kebocoran virus mutan. Guk Cheol dan Jeong Eun dibawa ke rumah sakit dan mereka dikarantina supaya tidak ada orang lain yang terpapar.

Saat sadar, Guk Cheol menangis mengingat Jeong Eun yang tanpa ia tahu, Jeong Eun juga berbaring di ranjang sebelahnya.

Sebanyak 7 orang yang terkena virus mutan dan semuanya menunjukkan gejala positif termasuk Jeong Eun dan Guk Cheol yang berada di dalam laboratorium. Sementara hanya Guk Cheol yang kemungkinan akan selamat dari virus ini, tapi darahnya akan diuji untuk kemudian diberikan kepada Jeong Eun sebagai vaksin juga. Belum bisa dipastikan Jeong Eun akan benar-benar selamat, karena mereka masih harus menunggu hasilnya.

12

Ketua Do dan Kwang Woo sedang menonton berita mengenai bocornya virus mutan. Kwang Woo mengatakan bahwa saham Sudo Hospital akan turun banyak setelah kejadian ini. Tapi Ketua Do mengatakan bahwa banyak perusahaan yang akan ingin memberikan tawaran, jadi ia meminta Kwang Woo untuk membereskan masalahnya. Kwang Woo menjawab bahwa seharusnya ia menyelesaikannya jika saja Jung Man Ok tidak menghilang.

Tapi saat itu juga televisi memberitakan tentang Jung Man Ok yang menghilang, akhirnya ditemukan tewas di sebuah gunung di pinggiran Seoul. Ketua Do dan Kwang  Woo sama-sama terkejut mendengar beritanya.

13

Hebatnya, pelaku pembunuhan Jung Man Ok langsung ditemukan. Dia, Goo Joo Tae, adalah orang yang menelpon Guk Cheol dan juga pelaku yang dibayar untuk menyebabkan kecelakaan di laboratorium. Il Jae tahu bahwa pria ini banyak melakukan kejahatan semasa hidupnya dan memang sudah sering keluar masuk penjara. Semua catatan kriminal pria ini akan dihapus (entah bagaimana caranya) oleh Byun Il Jae, juga pria ini akan diberikan uang 2  juta dolar. Begitulah semuanya direncakan dengan cepat dan tepat oleh Byun Il Jae.

14

Setelah Il Jae mendapat kabar Guk Cheol telah sadar, ia langsung datang ke rumah sakit dan menuduh Guk Cheol telah membunuh Man Ok. Guk Cheol tentu saja tidak tahu apa-apa dan menyangkal semua tuduhan itu. Il Jae terus menerus menuduh Guk Cheol telah membayar Goo Joo Tae untuk membunuh bibinya. Il Jae berpura-pura sangat terpukul atas kematian istrinya dengan mengatakan bahwa ia akan membunuh Guk Cheol jika saja tidak ada polisi yang berjaga di luar untuk menangkapnya.

15

Ok Chae Ryung, adalah seorang agen mata-mata ganda yang dikirimkan untuk mendapatkan virus mutan MK2, tapi ternyata ia juga gagal untuk mendapatkannya, karena semua pemilik akses telah tewas. Tapi temannya mengatakan bahwa Lee Guk Cheol memiliki darah yang mengandung vaksin, jadi ia bisa membawa Guk Cheol sebagai ganti dari vaksin yang tidak bisa didapatkan Chae Ryung.

16

Sementara itu Guk Cheol yang malang, harus masuk ke penjara karena tuduhan pembunuhan Jung Man Ok. Dalam hatinya, Guk Cheol bertekad untuk menemukan Go Joo Tae. Tidak lama setelah itu, beruntung, berkat pendengaran Guk Cheol yang super, dia bisa menemukan dimana Go Joo Tae berada. Dia sedang membicarakan Guk Cheol yang buta dan tidak mungkin tahu bahwa Go Joo Tae berada dalam satu penjara yang sama dengannya.

Guk Cheol masuk sel yang berbeda dengan Go Joo Tae, tapi sel mereka berhadapan, sehingga memungkinkan bagi Guk Cheol untuk mendengar apa yang Go Joo Tae bicarakan.

Il Jae menaikkan bayaran untuk Go Joo Tae sebesar 4 juta dolar untuk membunuh Guk Cheol. Il Jae memintanya untuk melakukannya seolah itu adalah kecelakaan, karena Guk Cheol buta.

17

Joo Tae memulai misinya. Ia dan teman-teman satu selnya merencanakan pembunuhan Guk Cheol dengan mendorongnya dari lantai atas, tapi lagi-lagi berkat pendengaran Guk Cheol, ia bisa menghindar dan membuat teman Joo Tae yang terjatuh dari atas.

Saat Guk Cheol sedang bekerja melipat selimut, salah satu teman satu sel Go Joo Tae, yang baru masuk dan dihajar di dalam penjara, mengatakan bahwa Guk Cheol harus berhati-hati karena Joo Tae and the gank mengincar Guk Cheol. Pria itu mengatakan bahwa kemarin malam ia telah dihajar habis-habisan. Guk Cheol menawarkan padanya untuk membalas dendam, tapi pria itu tidak setuju dan tidak akan melaporkan apapun pada para penjaga. Tapi Guk Cheol mengatakan bahwa ia hanya cukup membantunya saja.

Saat siang hari, pria itu memberitahu Guk Cheol bahwa Go Joo Tae dan teman-temannya akan segera pergi ke kamar mandi.

18

Dengan dibantu oleh pria itu yang memberitahu keadaan di dalam kamar mandi, Guk Cheol memasuki bilik dimana didalamnya ada Go Joo Tae. Guk Cheol langsung mengunci bilik itu dan mengatakan pada Joo Tae siapa yang akan mati. Guk Cheol mengeluarkan tali dari dalam saku baju tahanannya. Go Joo Tae sempat menertawakannya karena hanya itulah yang dia punya sebagai senjata (karena dia pikir itu akan digunakan Guk Cheol untuk membunuhnya). Tapi Guk Cheol mengaitkan tali itu pada tiang di atas kamar mandi dan memasukkan tali ke lehernya.

Pria yang tadi membantu Guk Cheol langsung berlari dan memanggil penjaga untuk menolong Guk Cheol yang seolah-olah sedang dicelakai oleh Go Joo Tae. Saat penjaga masuk ke kamar mandi, Guk Cheol terus berteriak meminta tolong, juga anak buah Go Joo Tae yang terus menerus meminta bos mereka untuk tidak membunuh Guk Cheol disini.

19

Petugas terus berusaha membuka pintu bilik dimana ada Guk Cheol dan Joo Tae disana, dan setelah dibuka, semua terlihat sempurna seperti yang direncanakan Guk Cheol. Seolah-olah Go Joo Tae yang merencanakan untuk mencelakainya. Go Joo tae mengatakan pada penjaga bahwa Guk Cheol hanya berpura-pura, tapi penjaga menembaknya dengan pistol listrik, dan Go Joo Tae pun pingsan. Mission completed.

Di ruang perawatan, Guk Cheol membangunkan Joo Tae dengan menampar pipinya *hahaha, good*

Guk Cheol memberikan penawaran untuk Go Joo Tae agar memihak kepadanya dan memberitahukan siapa yang telah membayarnya dengan memberikan uang sebanyak 20 Juta dolar. Itu berkali-kali lipat banyaknya dari yan diberikan Il Jae. Joo Tae terus-menerus batuk-batuk dan menolak apapun yang dikatakan Guk Cheol. *bocoran aja sih, nantinya dia akan menyesali pilihannya, hehehe*

20

Di rumah sakit, Nona Cha Jeong Eun sadar dari masa kritisnya. Ia menyebut nama Dong Soo dan ayahnya. Dan Jeong Eun adalah pasien pertama yang keadaannya semakin membaik setelah disuntikkan darah dari Guk Cheol.

Keberhasilan pengobatan itu telah menjadi sorotan media dan disiarkan. Bahkan saat itu Guk Cheol dan Go Joo Tae menyaksikan berita tersebut di bilik penjara masing-masing. Pembawa berita menghimbau kepada siapa saja yang berada di rumah sakit pada malam dimana kebocoran vaksin terjadi, dan memiliki gejala batu, demam, atau bintik-bintik merah, untuk segera melapor ke dokter.

21

Go Joo Tae memastikan gejala yang sedang dialaminya dengan melihat bintik merah pada kakinya, dan sepertinya ia memiliki keyakinan bahwa ia telah tekena virus MK2.

Esok paginya ia pergi menemui Guk Cheol dan memintanya untuk menyelamatkan hidupnya karena ia telah terinfeksi virus mutan itu. Joo Tae mengatakan ia bisa selamat jika ia menerima darah dari Guk Cheol. Tapi Guk Cheol menolak dan tidak akan menyelamatkan nyawa seseorang seperti Go Joo Tae. Guk Cheol meminta Joo Tae utuk memberitahukan siapa yang telah membayarnya, maka Guk Cheol akan memberikan darahnya saat itu juga.

Go Joo Tae bimbang. Dia diam.

“Lalu, uang ternyata lebih penting bagimu dibanding dengan nyawamu sendiri.” Dan Guk Cheol pergi meninggalkan Joo Tae.

Joo Tae kemudian berlutut dan meminta tolong pada Guk Cheol.

“Byun Il Jae.” Katanya. “Pamanmu membuatku melakukannya.”

Guk Cheol kaget mendengar pengakuan Go Joo Tae.

22

Sementara di tempat lain, Byun Il Jae merayakan pelantikannya sebagai Direktur dari Sudo Medical Foundation.

Dan posisinya sebagai Direktur membuat Kwang Woo berpikir bahwa itu akan lebih mudah untuk mendapatkan Sudo. Tapi ternyata tidak semudah itu, karena Il Jae memutuskan utuk tidak menjual Sudo dan akan mendirikannya kembali dari awal dengan kedua tangannya sendiri. Hal Ini membuat Kwang Woo dan asistennya terkejut. Il Jae mengatakan bahwa jika pun ia tidak bisa melakukannya, maka ia akan mengadakan lelang terbuka untuk mendapatkan harga yang wajar (Kwang Woo nawar harganya terlalu murah sih).

23

Kwang Woo meminta para asisten mereka untuk membiarkan mereka bicara 4 mata. Kwang Woo mulai kembali mengancam Il Jae tentang perselingkuhannya dengan Hwang Ji Soo, tapi kali ini ancaman itu tidak mempan karena Il Jae membalikkan ancaman tentang perencanaan pembunuhan yang sudah dilakukan oleh Do Kwang Woo. Il Jae hanya akan kehilangan dirinya, tapi jika itu terjadi pada Kwang Woo, sebagai anak sulung dari Ketua Dodo Group, maka semua hal yang diperjuangkan oleh ayahnya juga akan menjadi sia-sia. Ancaman ini sama seperti yang dilakukan Jung Man Ok pada Hwang Ji Soo saat ia tahu Ji Soo adalah selingkuhan suaminya.

“Meja sudah berputar. Entah ini menjadi negosiasi atau ancaman, aku yang akan melakukannya, bukan kau.”

Il Jae akan mempertimbangkan mengenai penjualan Sudo Medical Foundation saat Kwang Woo bisa menawarkan harga yang lebih sesuai untuknya, karena ia tahu ayahnya sangat menginginkan bisa mendapatkan Sudo.

24

Sementara, Il Jae yang memenangkan negosiasi ini. Kwang Woo terlihat marah dengan yang dilakukan Il Jae, sampai-sampai ia melempar gelas yang sudah diisi arak oleh Il Jae.

25

Go Joo Tae dibawa ke rumah sakit dengan ambuance dari penjara. Guk Cheol menemaninya bersama penjaga yang lain. Ia kembali teringat, Joo Tae pernah mengatakan tentang matanya. Jika Guk Cheol melakukan operasi, maka ia akan bisa melihat lagi.

Tiba-tiba keadaan Joo Tae menjadi semakin memburuk. Alat pendeteksi jantung menandakan ada yang salah dengan keadaannya. Guk Cheol terus berteriak padanya agar Joo Tae terus hidup sampai ia bersaksi di pengadilan. Tapi sayangnya, Joo Tae tidak bisa bertahan lagi.

Di rumah sakit, Joo Tae langsung dibawa masuk oleh perawat, sementara Il Jae, entah tahu darimana, tiba-tiba ia sudah ada disitu dan menemui Guk Cheol.

“Sepertinya kau sangat lelah..” sapa Il Jae pada keponakannya. Ia pastinya belum tahu kalau Guk Cheol sudah mengetahui bahwa ini semua adalah rencana jahatnya.

Seolah bagai malaikat, Il Jae mengatakan bahwa Guk Cheol bukanlah anak yang bisa berbohong, jadi ia akan meninjau kembali tentang kasus kematian Man Ok dan menyewa pengacara.

Guk Cheol menangis (bukan terharu, tapi menahan marah tentunya) dan bertanya apakah Il Jae mau mempercayainya? Tapi Il Jae mengatakan bahwa ia adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Guk Cheol, jadi jiak ia tidak percaya, lantas siapa lagi yang akan percaya padanya?

Jika memang Guk Cheol tidak bersalah, maka akan ada bukti yang akan membuktikan bahwa ia memang tidak bersalah. Jadi Byun Il Jae memintanya untuk hanya percaya padanya. Guk Cheol harus tetap tegar. Il Jae lalu memeluk keponakannya.

26

“Terima kasih, paman.” Kata Guk Cheol dengan berat hari (sepertinya). Guk Cheol menangis, sayang sekali bahwa ia harus menyembunyikan kekesalannya pada pamannya yang jelas-jelas sudah mengatur semua rencana ini untuk merebut Sudo dari keluarganya.

Ok Chae Ryung mengawasi mereka dari mobilnya. Sepertinya ia memikirkan sesuatu untuk membawa Guk Cheol keluar.

Guk Cheol akan tinggal untuk sementara waktu di rumah sakit karena mereka membutuhkan banyak serum darahnya untuk pasien yang lain. Sebelum penjaga pergi, ia meminta untuk bertemu dengan jaksa (yang menangani kasusnya) dan bukan bertemu dengan pengacara.

Il Jae akan menemui Guk Cheol di ruang rawatnya, tapi penjaga mencegahnya untuk masuk, karena Guk Cheol sedang berbicara dengan jaksa.

Guk Cheol mengatakan bahwa Byun Il Jae yang telah membunuh Jung Man Ok dan kedua orangtuanya. Guk Cheol juga mengatakan bahwa Go Joo Tae telah mengatakan yang sebenarnya mengenai virus mutan yang tadinya akan digunakan Il Jae untuk membunuhnya.

27

Guk Cheol telah meminta pada jaksa untuk melakukan penyelidikan ulang dan dia akan menemukan bahwa semua hal bisa dituduhkan pada pamannya. Jaksa mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan itu dalam penyelidikannya dan kemudia keluar dari kamar Guk Cheol.

Di luar ruangan ia bertemu dengan Il Jae dan memanggilnya ‘sunbaenim’ *hawa-hawa nggak enak nih*. Guk Cheol yang ingin tahu apa yang mereka bicarakan, kemudian meminta penjaga untuk meninggalkan pintunya tetap terbuka.

28

Jaksa mengatakan pada Il Jae bahwa Guk Cheol menuduhnya sebagai pembunuh bibinya, dan itu tepat seperti apa yang diperkirakan Il Jae sebelumnya. Il Jae menambahkan bahwa sebelumnya Guk Cheol menuduh istrinya yang telah membunuh kedua orang tuanya. Jaksa mengatakan bahwa keadaan Guk Cheol ternyata jauh lebih buruk dari dugaannya. Il Jae berkata, paranoia menjadikannya sebagai seorang pembunuh. Si Jaksa terlihat percaya dengan semua perkataan Il Jae. Il Jae meminta jaksa memindahkannya ke psikiatri secepat mungkin dan jaksa akan memprosesnya segera.

Guk Cheol sangat panik mendengarnya akan segera dipindahkan ke bangsal psikiatri.

29

Seseorang yang mengaku sebagai pengambil cucian kotor di rumah sakit, masuk ke kamar Guk Cheol dan membawanya keluar lolos dari penjagaan. Itu Adalah Ok Chae Ryung. Saat ia keluar, ia sempat berselisih jalan dengan Byun Il Jae dan asistennya yang juga akan pergi mengunjungi Guk Cheol. Akhirnya ketahuan kalau Guk Cheol melarikan diri dengan si pengambil cucian kotor.

Sementara mereka semua pergi memanggil polisi, rekan Chae Ryung membawanya dengan mobil laundry yang sudah mereka persiapkan. Il Jae dan asistennya mengejar Guk Cheol cepat-cepat, tapi ternyata yang dikejar hanya mobil yang sama dengan mobil laundry yang lain, mobil laundry yang berisi Guk Cheol sudah lolos lebih dulu.

30

Tapi sayangnya polisi berhasil mengejar mereka hingga lari ke gang sempit dan sempat terjebak di antara mobil polisi. Karena ada polisi dimana-mana, membuat rekan Chae Ryung meminta Guk Cheol untuk turun dari mobil dan tetap bersembunyi hingga ia memanggilnya kembali. Guk Cheol akhirnya menurut dan duduk menunggu di sebuah gang. Pria itu memberikan Guk Cheol handphone sebelum ia turun dari mobil.

Sudah tiga jam dan Il Jae masih belum menemukan Guk Cheol. Asistennya menduga bahwa Guk Cheol pasti masih berada di dekat mereka, dan tepat seperti dugaan Il Jae bahwa Guk Cheol pasti sudah turun dari mobil laundry dan meminta asistennya untuk terus berkeliling di daerah itu.

Guk Cheol masih bersembunyi di tempat yang sama, hingga akhirnya ia menerima telepon dari Chae Ryung yang menanyakan dimana ia berada sekarang. Tapi Guk Cheol menjawab bahwa ia tidak tahu. Chae Ryung meminta Guk Cheol untuk naik taksi ke Chinatown dan ia akan menjemputnya disana.

Seperti yang diperintahkan, Guk Cheol naik taksi untuk menuju tempat yang harusnya didatangi dengan Chae Ryung. Tapi sayangnya taksi yang diberhentikan adalah ‘taksi’ nya Byun Il Jae dan asistennya.

31

Padahal Chae Ryung ada di belakang mereka, tapi mungkin agak sulit untuk mengeluarkan Guk Cheol dari sana dengan identitasnya yang sekarang ini. Sebenarnya Guk Cheol sudah curoga bahwa ada seorang penumpang lain selain dirinya. Tanpa bersuara, mereka membawa Guk Cheol ke tempat yang entah tempat yang benar atau salah. Di tengah perjalanan, Chae Ryung menelpon Guk Cheol dan memberitahukan bahwa itu adalah mobil Byun Il Jae, jadi Chae Ryung akan menghentikan mereka dan saat itu Guk Cheol harus langsung kabur dari sana. Tapi sayangnya Guk Cheol kurang cepat, sehingga ia tidak bisa berpindah mobil dari mobil Il Jae ke mobil Chae Ryung.

32

Chae Ryung cepat-cepat pergi, sementara Guk Cheol terjebak bersama Il Jae dan asistennya. Guk Cheol terpojok sampai ia naik ke pagar pembatas jembatan. Il Jae mengatakan bahwa Guk Cheol telah membuatnya sangat kesulitan. Guk Cheol mengancam akan melompat dari jembatan jika mereka makin mendekat.

Tapi Il Jae mengatakan seolah-olah ia mencegah Guk Cheol untuk melompat, karena jika ia mati, akan sangat merepotkan baginya saat mereka hrus menemukan mayat Guk Cheol.

“Aku tidak akan mati.” Tegas Guk Cheol.

Il Jae tahu ia tidak akan mati, dan menantang Guk Cheol untuk melompat saja.

“Aku akan hidup dan membalas dendam.”

“Aku tahu, jika kau hidup, kau bisa melakukannya.” Kata Il Jae.

“Jika aku tidak mati, aku akan melakukannya. Byun Il Jae.”

33

Dan Guk Cheol benar-benar melompat dari jembatan.

34

Il Jae meminta asistennya untuk pergi dan memanggil polisi, maka polisi akan menemukan jasadnya untuk mereka. Dari kejauhan Chae Ryung memperhatikan bahwa Guk Cheol melompat ke sungai dan merasa menyesal telah gagal membawa Guk Cheol untuk vaksin MK2 itu.

35

Pak Hwang, sekretaris Presiden sekaligus ayah Hwang Ji Soo, datang ke sebuah hotel bersama para pengawalnya. Begitu sampai di depan sebuah pintu kamar, ia menelpon anaknya dan memberitahu bahwa ia sudah berada di depan kamar hotelnya, dan menyuruh Hwang Ji Soo yang ternyata sedang bersama Il Jae untuk cepat berganti baju dan membuka pintu kamar.

36

Begitu mereka masuk, Ji Soo diminta keluar oleh ayahnya, dan memukuli Il Jae berkali-kali dengan tongkat sampai Il Jae meringkuk kesakitan. Setelah puas memukuli Il Jae, Pak Hwang meminta semua ajudannya keluar dari kamar. Ia bertanya pada Il Jae sudah berapa lama ia menemui putrinya, dan menjawab sudah sekitar 3 tahun, dan bahkan belum genap satu bulan setelah istrinya meninggal.

Pak Hwang naik pitam, berani-beraninya Il Jae meminta putrinya datang ke kamar hotel saat istrinya baru saja meninggal.

Pak Hwang tidak akan pernah memberikan putrinya kepada orang brengsek seperti Il Jae. Il Jae mengatakan bahwa Pak Hwang sedang takut dengan kelanjutan karirnya, makanya setelah pensiun menjadi sekretaris, ia akan mengincar kedudukan presiden. Pak Hwang akan memukul Il Jae.

37

“Ji Soo adalah orang yang membunuh istriku, Jung Man Ok.” Kata Il Jae.

Il Jae mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadikan Ji Soo sebagai seorang pembunuh, dan karena itu ia harus melakukan kejahatan.

39

Il Jae lalu berlutut di depan pak Hwang.

“Aku tahu aku tidak cukup baik. Tapi itu nasib kami.” Kata Il Jae. Mungkin maksudnya memang udah takdir, Ji Soo dan Il Jae bersatu menjadi komplotan orang jahat >,<

Pak Hwang sempat tersinggung dan akan memukul Il Jae, tapi tidak jadi. Mungkin dia merasa apa yang dikatakan Il Jae ada benarnya juga *hahaha, abaikan* Pak Hwang tanpa berkata-kata akhirnya meninggalkan Il Jae dan tongkat pukulnya disana.

40

“Kau pasti akan menjadi presiden. Itulah satu-satunya cara kau akan mendapatkan kompensasi atas penghinaan ini.” Kata Il Jae, lalu dia tertawa seperti orang gila. -__- Ini nggak ngeri maksudnya apa, mungkin Il Jae juga akan memanfaatkan hubungannya dengan Ji Soo untuk menjadi batu loncatak ke pak Hwang dan nantinya supaya dia sendiri bisa masuk ke dunia politik dan kelak menjadi presiden. Kalau memang begitu, cara yang diambil Il Jae ini sangat-sangat berliku.

41

Lee Guk Cheol masih hidup, dia berjalan tertatih-tatih dari sungai menuju ke daratan. Tidak tahu kemana arahnya pergi, tapi kemudian sekumpulan anak-anak pemulung menemukan tubuhnya dalam tumpukan kardus-kardus bekas.

42

Seorang anak berteriak dan memanggil teman-temannya. Mereka bertanya satu sama lain apakah Guk Cheol sudah mati, tapi tiba-tiba Guk Cheol menjawab bahwa ia tidak mati, anak-anak itu langsung lari kabur. Guk Cheol membuka matanya dan melihat sedikit sinar matahari *apa dia bisa melihat lagi?*

“Aku tidak menyesal dilahirkan kembali menjadi sampah.”

 

MUSIM DINGIN 2010

43

                “Karena selama aku hidup aku bisa membalas dendam kepadanya.”

Di stasiun, tanpa disadari, Guk Cheol bertabrakan dengan Ok Chae Ryung yang tidak tahu bahwa itu adalah Guk Cheol. Hmm…

Untungnya Chae Ryung meminta maaf saat iya menabrak Guk Cheol dan membuat Guk Cheol mengenalinya, hanya dari suaranya.

Guk Cheol memastikan lagi apakah wanita itu adalah Ok Chae Ryung?

44

“Siapa kau?” tanya Chae Ryung.

45

 

Di episode berikutnya, tentu saja Guk Cheol mengatakan siapa dia sebenarnya, karena Guk Cheol memiliki pembicaraan dengan Chae Ryung. Dia sempat dikejar-kejar oleh kawanan preman dan tertabrak sebuah mobil di jalan.

Tapi kemudian, Guk Cheol mengatakan bahwa ia memiliki nama baru, Kang Ki Tan. Ia akan mendaftar ke Departemen Perencanaan Strategis di Dodo Group (dan menjadi tampan). Il Jae menemui seorang pria dan menamparnya. Pria itu terlihat bersaing dengan Guk Cheol dalam sebuah test. Sepertinya itu adalah ujian saringan untuk bisa masuk ke Dodo Group.

Well, kita lihat lengkap ceritanya di episode selanjutnya..

Stay tune ya, readers.. ^^

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s