Sinopsis : Monster – Episode 3

Sinopsis : Monster – Episode 3

1

Malam hari. Guk Cheol berjalan sendirian dan merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Beberapa kali ia menoleh tapi toh dia tidak bisa melihat untuk tahu siapa yang mengikutinya. Ia berjalan menghindar sampai-sampai tertabrak oleh sebuah mobil yang sedang berjalan dengan kecepatan tinggi.

2

Guk Cheol tertabrak hingga terlempar ke atas kap mobil dan tongkat bantunya terlempar. Saat ia jatuh, laki-laki yang mengikutinya yang ternyata adalah Byun Il Jae langsung menghampiri dan bertanya apakah Guk Cheol pikir bahwa Il Jae tidak akan bisa menemukannya? Il Jae mengejeknya, bagaimana bisa Guk Cheol membalas dendam dengan keadaannya yang seperti sekarang ini.

Dia juga mengatakan kalau Guk Cheol hanya boleh mati di tangannya sama seperti kedua orang tua dan bibinya.

3

“Pasrah saja dan mati dengan tenang.” Ucap Il Jae, lalu ia mencekik Guk Cheol, tak peduli walau Guk Cheol terus berusaha melepaskan diri darinya.

Guk Cheol langsung bangun dan ternyata semua itu hanya mimpi. Ia bangun dan langsung memukul samsak, sama seperti saat sebelumnya, atau saat ia merasa ingin mati dan menyerah…dan juga saat ia merasa kesepian. *kasian banget Guk Cheol, tempat tinggalnya kotor, begitu juga dengan penampilannya*

Di Stasiun Dongincheon, Guk Cheol berjalan menuruni tangga sampai ia kemudian menabrak seseorang yang saat meminta maaf, dia ingat dengan suara wanita itu. Guk Cheol bertanya apakan wanita itu adalah Ok Chae Ryung.

“Siapa kau?” tanya Chae Ryung.

Dengan antusias Guk Cheol menjawab kalau dia adalah Lee Guk Cheol – Guk Cheol dari Sudo Medical Foundation.

4

Tapi kemudian Chae Ryung memberitahu kalau Guk Cheol salah orang dan Chae Ryung langsung pergi naik eskalator. Guk Cheol berteriak memanggil Chae Ryung yang pergi tanpa menoleh sekalipun.

5

Di Stasiun, Guk Cheol mengamen lagi dengan harmonikanya. Disana ada Chae Ryung yang ternyata mengikuti dan mengamati Guk Cheol dari kejauhan.

“Aku menemukan Lee Guk Cheol… Bukan, aku menemukan serum vaksin MK2. Apa yang harus kulakukan?” tanya Chae Ryung pada seseorang di telepon. “Ya, tuan.”

Seorang anak kecil berlari menghampiri Guk Cheol dan membisikkan sesuatu padanya, membuat Guk Cheol langsung berdiri dan pergi dari sana dengan panik. Chae Ryung terus memperhatikan dari jauh.

6

Begitu sampai di tempat tinggalnya yang kotor, Guk Cheol mendengar banyak orang sedang menggeledah rumahnya. Mereka ternyata mencari uang. Itu adalah uang tabungan milik Guk Cheol, yang ternyata sudah cukup banyak dia kumpulkan.

“Tolong berikan kembali uangku.” Pinta Guk Cheol pada bos preman, tapi anak buahnya menghalangi dan menarik Guk Cheol. “Aku tidak bisa mengoperasi mataku tanpa uang itu, aku akan hidup buta selamanya!”

Tapi si bos preman tidak mau tahu dan mengatakan kalau Guk Cheol harus membayar biayanya kalau dia mengemis di wilayah kekuasaannya.

Saat preman-preman itu berusaha membawa kotak uang milik Guk Cheol, ia lalu mengancam para preman dengan tongkat yang dia temukan saat ia ditendang jatuh oleh para preman. Guk Cheol mengancam akan membunuh mereka kalau mereka tidak memberikan kembali uang miliknya.

Bos preman malah menertawakan dan bertanya apa Guk Cheol ingin mati.

“Jika kita bertarung dalam kegelapan, maka aku tidak punya kelemahan.” Jawab Guk Cheol dan ia langsung memecahkan lampu gantung lalu menajamkan pendengarannya. Dengan itu Guk Cheol mampu memukul satu persatu preman dan merebut kembali uangnya lalu kabur. Tapi preman itu berhasil mengejar Guk Cheol kembali sehingga membuat Guk Cheol terjatuh dan kotak uang terlepas dari tangannya.

7

Uangnya berhamburan di jalanan. Para preman masih meminta Guk Cheol untuk memberikan uangnya dan Guk Cheol juga tetap menolak untuk memberikannya karena uang itu adalah penglihatannya dan Guk Cheol tidak akan memberikannya walau dia harus mati.

8

Para preman menertawakannya dan benar-benar memukuli Guk Cheol kalau memang itu yang Guk Cheol inginkan. Saat dipukuli, Guk Cheol sampai menelan satu-satu uangnya yang berhamburan *segitunya* Untungnya para preman berhenti saat mereka melihat ada polisi sedang berpatroli di daerah sana.

Para preman masih saja memaksa Guk Cheol menyerahkan uangnya, tapi akhirnya mereka menyerah dan meninggalkan Guk Cheol yang kemudian mengumpulkan semua uangnya kembali.

Chae Ryung datang dan ternyata ia melihat apa yang tadi terjadi. Sepertinya polisi patroli tadi juga bagian dari rencana Chae Ryung, karena dia tahu Guk Cheol berada dalam bahaya.

”Apa yang terjadi dengan anak kaya raya yang dulu?” tanya Chae Ryung prihatin.

Guk Cheol menangis tapi ia cepat-cepat menghapus air matanya. “Pergi saja seperti yang kau lakukan sebelumnya. Aku tidak memerlukan simpatimu.”

“Kau beruntung, Guk Cheol. Jual vaksin MK2 kepada kami.”

“Apa?” tanya Guk Cheol.

“Kami akan membeli serum vaksin dalam tubuhmu.”  Jelas Chae Ryung.

9

Guk Cheol setuju untuk menjual serum vaksin itu pada pihak Chae Ryung. Guk Cheol akan mengunjungi mereka satu kali dalam sebulan untuk pengambilan sample darah sampai mereka berhasil membuat vaksinnya.

“Sampai kapan kau akan melakukan ini?” tanya Guk Cheol.

“Kami memperkirakan untuk 10 tahun. Jika kau kurang beruntung, mungkin akan menjadi seumur hidupmu.” Jelas Chae Ryung.

Guk Cheol mengeluh kalau ia akan mengalami amnesia sepanjang hidupnya. Guk Cheol bertanya apakah bosnya selalu menepati janjinya?

“Bisnis kami adalah tentang kepercayaan. Bukan hanya dia mencarikanmu identitas baru, tapi dia mungkin mencarikan sekolah untukmu di Amerika Serikat. Dan aku akan memberimu secara langsungberita tentang Byun Il Jae.”

“Jeong Eun. Tolong temukan dulu Cha Jeong Eun.” Pinta Guk Cheol.

Chae Ryung bertanya apakah Guk Cheol menyukai Jeong Eun? Guk Cheol menjawab kalau bukan karena Jeong Eun, dia pasti sudah mati. Chae Ryung meminta Guk Cheol untuk tidur dan memulihkan kondisinya terlebih dulu, karena besok ia akan berangkat ke Amerika Serikat.

 

NEW JERSEY, AMERIKA SERIKAT

10

Kita melihat bahwa Byun Il Jae berada di tempat yang sama yang menjadi tujuan Guk Cheol. Dia dan asistennya datang ke sebuah rumah. Asistennya mengatakan kalau ia sudah membeitahukan mereka akan datang, jadi mereka pasti sudah menunggunya. Tapi tak lama, dari dalam rumah terdengar suara tembakan.

11

Seorang pria terbaring dengan darah di punggungnya, beberapa furniture pecah berjatuhan di sekitarnya. Seorang wanita memanggil pria dengan pistol di tangannya dengan nama “Gun Woo” Wanita itu terpojok dengan make up dan rambut berantakan, bajunya sobek dan berlumuran darah.

12

Tiba-tiba Il Jae masuk, pria yang bernama Gun Woo itu langsung mengarahkan pistolnya pada Il Jae. Il Jae mengangkat tangannya.

“Siapa kau?” tanya Gun Woo.

Byun Il Jae memastikan bahwa pria di depannya adalah Gun Woo, Do Gun Woo. Gun Woo berteriak bertanya siapa Il Jae. Wanita tadi menjawab bahwa mereka datang dar Korea untuk bertemu dengan Gun Woo.

Byun Il Jae meminta Gun Woo untuk meletakkan pistolnya dulu. Perlahan Il Jae mendekati Gun Woo yang belum mau melepaskan pistolnya.

13

Il Jae terus mendekati Gun Woo hingga akhirnya ia mengambil pistol itu dari tangan Gun Woo. Setelah pistol diambil, Gun Woo seperti terguncang dan baru menyadari kalau ia baru saja melakukan kesalahan. Il Jae meminta Choong Dong untuk membawa Gun Woo keluar dari sana.

14

Malam harinya, wanita tadi (ibu Gun Woo) pergi dibawa polisi, sedangkan Gun Woo sedang ada bersama Il Jae dan asistennya.

“Dia yang pertama kali menyerangmu saat sedang mabuk. Jika mereka menganggapnya sebagai pembelaan diri, paling lama kau aka mendapakan tiga tahun. Jika kau beruntung, bahkan bisa kurang.” Jelas Il Jae.

Tapi Gun Woo malah meminta untuk dimasukkan saja ke dalam penjara, tapi Il Jae mengatakan bahwa ia memiliki alasan untuknya tidak perlu masuk ke penjara. Il Jae kemudian bertanya apakah Gun Woo pernah diberitahu tentang siapa ayahnya? Gun Woo menjawab bahwa ia hanya tahu ayahnya telah meninggal.

15

“Ayahmu adalah Do Choong, ketua Group Dodo.”

Gun Woo terlihat terkejut, saat tahu ayahnya masih hidup. Ibunya adalah seorang sekretaris di kantornya, dan setelah skandal itu diketahui, ibu Gun Woo dipaksa untuk pindah ke Amerika.

“Kenapa mereka mencariku sekarang?” tanya Gun Woo.

Il Jae memberitahukan bahwa Ketua tidak tahu tentang keberadaan Gun Woo, dan bahkan jika ia tahu, ia tidak akan pernah mencari Gun Woo. Gun Woo merasa senang, karena dengan begitu ia bisa membenci dan mengutuk ayahnya selamanya.

Il Jae mengatakan bahwa ia telah mengetahui bagaimana latar belakang Gun Woo dulu. Ia adalah anak yang cukup pintas saat sekolah dulu. Ia meminta Gun Woo untuk menyelesaikan sekolahnya di Amerika dan ia yang akan menanggung semua biayanya.

16

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Apakah karena simpati?” tanya Gun Woo.

“Itu karena kau memiliki darah pemimpin Group Dodo. Kau adalah bagian dari keluarga. Jika sudah tiba saatnya, aku akan menghubungimu. Sampa saat itu, terus tumbuhkan rasa bencimu. Kita akan mengubah kebencian itu menjadi ambisi.” Il Jae meminta Gun Woo untuk memikirkannya, karena ia hanya hidup sekali.

17

Di Korea, Il Jae melapor pada Nyonya Do (istri Ketua Do) saat ia sedang bermain piano. Nyonya bertanya apakah wanita itu dimasukkan ke penjara karena pembunuhan? Nyonya bertanya lagi bagaimana dengan anaknya (yang dimaksud adalah Gun Woo).

“Aku mendengar bahwa dia kecanduan obat-obatan. Dia sudah menghilang setelah kejadian itu. Aku yakin dia berkeliaran di sekitar permukiman kumuh saat ini.” Jelas Il Jae.

Nyonya tersenyum licik, dan memuji kerja Il Jae. Padahal kalau dia tahu Il Jae berbohong…. -__-

18

“Sekarang akhirnya aku bisa tidur di malam hari. Ini antara kau dan aku.” Kata Nyonya.

Il Jae berjanji akan menutup mulut tentang ini semua, jadi Nyonya tidak perlu khawatir. Ughhh senyumnya ituuuu, bak primadona di kayangan para penyihir…

19

Nyonya melanjutkan kembali permainan pianonya dengan lebih ceria. Il Jae menatapnya dengan penuh misteri. Seperti yang kita tahu, Il Jae memiliki maksud tersendiri, kenapa ia menyembunyikan Gun Woo yang sudah ia temukan, dari Nyonya Do yang ternyata sudah lebih dulu memintanya untuk mencari Gun Woo dan ibunya.

20

Di ruang bedah, Lee Guk Cheol sedang melakukan persiapan untuk mengoperasi matanya. Dia dioperasi di Amerika, oleh dokter bedah terpercaya disana.

“Kang Gi Tan. Itu namamu yang baru.”

Perban untuk matanya sedang dibuka oleh seorang perawat. Terdengar narasi bahwa Lee Guk Cheol sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ia mengingat kembali bagaimana semuanya berawal. Kecelakaan yang terjadi pada keluarganya, hingga kecelakaan di laboratorium, dan ia yang melompat ke sungai saat Il Jae ada disana, sampai ia yang tidur di atas tumpukan sampah.

“Termasuk Byun Il Jae, tidak ada yang akan bisa mengenaliku.

 

6 TAHUN KEMUDIAN, NEW YORK

21

Kita diperlihatkan sebuah rak buku yang penuh dengan berbagai macam koleksi buku, juga deretan-deretan penghargaan dari Stanford Junior University untuk Kang Gi Tan.

“Kau lulus hanya dalam dua tahun? Kau benar-benar menakjubkan.” tanya Chae Ryung dari sambungan telepon yang diloudspeaker saat Gi Tan baru selesai mandi.  “Banyak yang telah berubah di Korea sejak saat itu.” Lanjut Chae Ryung. Diperlihatkan punggung Gi Tan banyak sekali bekas luka seperti luka jahit.

22

Kita diperlihatkan anggota kongres Hwang Jae Man yang dibantu oleh Byun Il Jae yang menjadi menantunya sedang merayakan terpilihnya dia untuk masa jabatan ketiganya dan saat ini merupakan pemimpin partai mayoritas.

“Sebagian besar berkat anak-iparnya, Byun Il Jae.” Jelas Chae Ryung.

23

“Byun Il Jae menjadi manager hukum dari Departemen Perencanaan Strategis di Dodo Group.” Lanjut Chae Ryung. Pada sebuah acara, diadakan peresmian jabatan tersebut oleh Ketua Do sendiri. Do Kwang Woo tampak tidak terlalu senang dengan jabatan baru yang didapatkan Byun Il Jae.

“Itu adalah promosi yang mengejutkan yang belum pernah terjadi di perusahaan. Ini berarti bahwa Ketua Do Choong akhirnya menerima dia sebagai keluarga. Dengan kata lain, Il Jae sekarang tak dapat disentuh.”

Gi Tan diam saja dan tak menyahut pada apa yang dikatakan Chae Ryung.

24

*Guk Cheol yang mulai sekarang akan kita panggil dengan Gi Tan ini jadi ganteng daripada yang waktu itu di kereta, hihi. Abaikan.*

“Kenapa tidak ada berita baru tentang Jeong Eun hari ini?” tanya Gi Tan.

Chae Ryung ngambek dan bertanya apakah Gi Tan pikir ia takkan memberitahunya jika ia sudah menemukan Jeong Eun. Chae Ryung juga bertanya-tanya dimana Jeong Eun bersembunyi. Gi Tan menyuruhnya untuk melupakannya saja, karena ia mungkin akan terlambat untuk penerbangannya dan mereka akan bicara lagi saat Gi Tan sampai di Seoul.

“Kau akan pergi ke Seoul?” tanya Chae Ryung terkejut.

“Aku melamar pekerjaan di Departemen Perencanaan Strategis Group Dodo.”

“Apa?” tanya Chae Ryung tidak habis pikir.

“Jika kau ingin menangkap harimau, kau harus masuk ke sarangnya.” Dan Gi Tan langsung menutup teleponnya.

Chae Ryung terlihat khawatir.

25

Rekannya, Cha Woo, bertanya kenapa Chae Ryung tidak mengatakan saja pada Gi Tan bahwa Cha Jeong Eun sudah meninggal.”

Chae Ryung menjawab kalau ia akan mengatakannya jika waktunya sudah tepat. Tapi Chae Ryung juga kebingungan tentang apa yang harus dikatakannya. Apakah itu karena keluarga korban menyalahkan Jeong Eun atas kebocoran virus? Chae Ryung menjawab sendiri kalau ia harus menghilangkan bagian yang itu. Ia membuat skenario lagi tentang Jeong Eun yang melarikan diri dengan adiknya dari tempat penampungan yang satu dan lainnya sampai adiknya meninggal dalam kebakaran. Chae Ryung kelelahan dengan cerita yang diaturnya.

“Dia (Gi Tan) akan kebingungan (mendengar cerita itu).”

26

Di sebuah tempat penyimpanan abu, seseorang datang dan memberikan bunga untuk abu Cha Dong Soo, Cha Joong Tak, dan Cha Jeong Eun. Dia memanggil seorang pria yang ada di foto sebagai ‘ayah’. Kita ketahui bahwa pria itu adalah kepala penjaga di laboratoriun Sudo.

27

“Aku benar-benar akan dipekerjakan oleh Group Dodo sekarang. Aku akan menjaga Dong Soo dengan baik, jadi jangan khawatir.” Kata wanita itu yang kemungkinan Adalah Cha Jeong Eun.

28

Gun Woo, sedang mencari rumah sewa di Seoul. Sepertinya dia baru datang dari Amerika. Dia membaca sebuah brosur ‘Rumah Mirae’ dan menemukan tempat itu. Gun Woo merasa tidak ada pilihan lagi baginya selain tinggal untuk sementara waktu di rumah itu. Gun Woo masuk ke rumah sewa itu dan memanggil-manggil ke sekeliling untuk mencari tahu dimana penjaganya. Di depan toilet tak memperhatikan ada tulisan ‘Pintu rusak, harap mengetuk dulu’, akhirnya dia membuka pintunya begitu saja dan….. TARA!!!

29

Si wanita itu ada disana. Dia langsung berteriak dan Gun Woo langsung menutup pintunya.

“Ups.” Ucap Gun Woo jadi salah tingkah.

Tidak lama, wanita itu keluar dari kamar mandi dengan tampang kesal.

“Maaf aku tidak melihat apapun.” Ucap Gun Woo.

Wanita itu mengulangi kata-kata yang diucapkan Gun Woo dan berkata kalau Gun Woo menerobos masuk, dan sekarang gampangnya dia meminta maaf karena tidak melihat apapun. Wanita itu marah-marah sambil menendang pintu kamar mandi. Gun Woo bertanya kenapa wanita itu tidak mengunci pintu kamar mandi dan malah bertanya apakah wanita itu cabul.

“Cabul?” tanyanya.

30

Wanita itu langsung menunjukkan pengumuman pemberitahuan kamar mandi yang rusak dan harus mengetuk dulu sebelum masuk pintu kamar mandi. Gun Woo meminta maaf lagi dan bicara kalau dia nggak berniat melakukannya, kali ini dengan bahasa inggris. Wanita itu merasa geli karena Gun Woo menggunakan bahasa inggris dan menganggap Gun Woo meremehkannya karena menganggap wanita itu tidak mengerti bahasa inggris.

Gun Woo mengatakan kalau dia sedang mencari kamar dan menunjukkan brosur yang dia punya pada wanita itu. Gun Woo bertanya dimana pemiliknya. Tapi wanita itu malah berkata kalau Gun Woo tidak boleh terlalu kasar, padahal Gun Woo juga terlihat lebih muda darinya (maksudnya, kalau di Korea, berbicara dengan yang lebih tua itu ada tata bahasanya sendiri).

Wanita itu memberitahu harganya 180 dolar per bulan dan dia akan mendapatkan diskon kalau Gun Woo berencana untuk tinggal dalam waktu yang lama. Gun Woo memastikan apakah wanita itu adalah pemiliknya. Tapi belum sempat menjawab, salah satu penyewa memanggilnya untuk membenarkan lampu. Gun Woo menebak mungkin saja wanita itu adalah managernya. Tapi kemudian penyewa lain memanggil namanya untuk membenarkan sesuatu.

“Namamu Soo Yeon.” Kata Gun Woo menyimpulkan. Dengan malas, Soo Yeon menyuruh Gun Woo mengikutinya.

31

Pagi harinya Gun Woo datang ke kantor Group Dodo. Seseorang (sepertinya security atau manager) datang dan bertanya apa keperluan Gun Woo, tapi karena Gun Woo menjawab kalau dia hanya akan melihat-lihat, pria itu meminta Gun Woo untuk segera keluar dari sana. Gun Woo menolak, sampai ia mendengar pengumuman tentang kedatangan Ketua.

32

Gun Woo mendekat untuk melihan Ketua Do lebih dekat. Ia memandang Ketua Do dengan tidak suka. Sampai ia melihat Byun Il Jae berjalan di belakang rombongan itu, Il Jae sedikit kaget, tapi Gun Woo hanya menyapa dengan tenang.

33

Gun Woo ada di ruangan Byun Il Jae bersama dengan Choong Dong. Byun Il Jae masuk dan marah-marah kenapa Gun Woo datang tanpa memberitahu sebelumnya. Gun Woo mengatakan bahwa ibunya mati.

“Kenapa kau tidak memberitahukan padaku?” tanya Il Jae *yakan ini lagi ngasih tau yak*

Gun Woo menjawab simple bahwa toh dia sekarang ada disini. Il Jae mengatakan bahwa Gun Woo pasti sangat putus asa, lalu mengajaknya duduk untuk bicara. Gun Woo bertanya-tanya apakah ia seharusnya menjadi putus asa?

“Semua orang bertanya apakah aku sedih, tapi aku tidak sedih. Tap kenapa aku tidak sedih?” kata Gun Woo.

Il Jae bicara sampai sekarang tidak ada yang bisa mengetahui identitas Gun Woo, sehingga ia harus melakukan apa yang diberitahukan Il Jae. Gun Woo bertanya haruskah ia kembali ke Amerika lagi? Tapi Il Jae mengatakan kalau ia akan memasukkan lamaran pekerjaan Gun Woo hari ini. Gun Woo bertanya lamaran apa?

34

“Ujian tertulis untuk Departemen Perencanaan Strategis adalah besok. Ini adalah paket jawabannya.” Kata Il Jae dan ia memberikan kertas kunci jawaban pada Gun Woo. Il Jae ingin Gun Woo bekerja disana sebagai agen bayangan. Gun Woo mengatakan kalau Il Jae bercanda, karena ia kesini hanya untuk melihat bagaimana wajah seseorang yang disebut ayah, ia ingin melihat orang yang sudah meninggalkan istri dan anaknya.

35

Il Jae memukul Gun Woo dan mengingatkannya untuk mendengar perintah Il Jae. Gun Woo memintanya untuk jangan memukul dan bertanya bagaimana Il Jae berani memukulnya. Il Jae mengatakan kalau ia akan mendapatkan nilai terbaik dari semua orang yang diterapkan tahun ini. Il Jae akan membuat itu terjadi dan kemudian seluruh dunia akan mengetahui bahwa dia adalah Do Gun Woo, anak biologi dari Ketua Do.

Gun Woo mengejek, apakah Il Jae yakin dia bisa membuat Ketua Do mengakui kalau Gun Woo adalah anaknya, Il Jae mengatakan bahwa saat ini adalah waktunya untuk mengambil resiko dan Il Jae yakin tentang itu. Gun Woo bertanya bagaimana jika ia gagal.

“Aku hanya menerima kesuksesan. Rencanaku adalah untuk berhasil.” Jawab Il Jae.

36

Ujian Departemen Perencanaan Strategis Group Dodo

37

Di hari ujian, Chae Ryung mengantarkan Gi Tan. Chae Ryung bertanya apakah Gi Tan harus melakukan semua ini hanya untuk bisa dekat dengan Byun Il Jae. Gi Tan mengatakan kalau Group Dodo yang terlibat. Chae Ryung kaget karena ia baru mendengarnya dari Gi Tan, tapi Gi Tan juga belum tahu rinciannya dan ia akan mencari tahu lebih detail.

“Ini adalah sarang harimau.” Ucap Chae Ryung. Tapi Gi Tan tidak mendengarkannya dan hanya meminta Chae Ryung untuk menemukan Jeong Eun sementara Gi Tan akan mengatur semuanya saat ujian.

Chae Ryung ingin mengatakan sesuatu (sepertinya ia ingin mengatakan yang sebenarnya), tapi akhirnya ia meminta GI Tan untuk melupakannya, karena ia akan memberitahukan itu setelah ujian, jadi ia bisa pergi sekarang.

38

Saat Gi Tan keluar dari mobil, tidak sengaja ia menabrak Soo Yeon, si pengelola Penginapan Mirae yang kemarin bertemu dengan Gun Woo. Buku catatan Soo Yeon jatuh dan basah kena genangan air. Gi Tan membantu mengambilkannya kembali dan meminta maaf, tapi Soo Yeon marah-marah dan mengatakan ia harus bertanggung jawab (kalau ia gagal ujian karena buku catatan itu, kali ya).

Mendengar suara Soo Yeon, Gi Tan teringat kembali pada Jeong Eun yang memiliki suara yang sama dengannya. Dalam hatinya, Gi Tan bertanya apakah ia Cha Jeong Eun?

39

Soo Yeon melambaikan tangannya di depan wajah Gi Tan, sama seperti yang dilakukan Jeong Eun dulu, saat Dong Soo diadili Guk Cheol saat menyerangnya di rumah sakit.

“Apakah kau… Mungkin saja…” Gi Tan Bertanya tapi kemudian Gun Woo datang dan memanggil Soo Yeon.

40

“Kau juga melamar? Kita bisa saja berbagi taksi. Sayang sekali.” Kata Gun Woo.

Soo Yeon terlihat malas bertemu Gun Woo. Gun Woo bertanya kemana mereka harus pergi. Soo Yeon marah-marah kenapa Gun Woo bertanya padanya.

“Karena kau adalah managernya.” Jawab Gun Woo.

“Aku hanya seorang manager di rumah, aku tidak bertanggung jawab sepanjang waktu!” jawab Soo Yeon sambil berteriak.

Gun Woo kaget dan memintanya tidak perlu sampai berteriak seperti itu. Gi Tan seperti menyadari kalau Soo Yeon bukan seperti yang dia kira. Gun Woo pergi lebih dulu, dan Gi Tan kembali meminta maaf.

41

“Bayar aku 100 dolar sebagai kompensasinya.” Gi Tan terkejut. “Untuk notebook dan dampak psikologis. Bayar.”

Gi Tan tak punya pilihan lain selain mengeluarkan dompetnya. Soo Yeon menarik begitu saja satu lembar uang 100 dolar dari dompet Gi Tan dan langsung lari dan masuk lebih dulu.

“Aku terlalu lama tinggal di luar negeri, perempuan Korea sangat aneh.” Kesal Gi Tan.

42

Saat ujian berlangsung, Soo Yeon yang duduk tepat di belakang Gi Tan terus saja mengeluh tidak tahu apa jawabannya. Itu membuat Gi Tan tidak bisa berkonsentrasi. Gi Tan mencoba membiarkan Soo Yeon terus melakukannya sampai akhirnya ia benar-benar merasa terganggu dan memanggil petugas yang ada di ruang ujian.

43

“Orang yang ada di belakangku pasti sangat sakit. Aku tidak bisa berkonsentrasi jika dia terus mengerang seperti itu.” Protes Gi Tan pada petugas.

Soo Yeon yang ditatap oleh petugas langsung salah tingkah dan meminta maaf.

44

Soo Yeon memang tidak bisa diam karena beberapa saat kemudian ia menyumbat mulutnya dengan kertas (atau mungkin kain?) agar terdengar tidak berisik. Ia juga menatap kesal pada Kang Gi Tan.

Kang Gi Tan dan Do Gun Woo menyelesaikan ujiannya terlebih dahulu. Mereka sempat saling menatap, begitu juga dengan peserta lain yang terkejut karena mereka sudah selesai. Tapi kemudian seorang peserta (Sung Ae) juga berdiri dan telah menyelesaikan ujiannya.

Sebelum pergi dari ruang ujian, Gun Wee sempat mengejek Soo Yeon dan mengatakan kalau jawabannya salah. Soo Yeon sedikit terprovokasi, tapi akhirnya ia meyakinkan dirinya sendiri kalau ia harus yakin dan menganggap kalau Gun Woo bisa menyelesaikan semua soal dengan cepat karena dia hanya menebaknya saja.

45

Setelah selesai ujian dan akan pulang, turun hujan lebat. Tapi untungnya Gi Tan membawa payung yang bisa dipakainya. Dia bertemu dengan Sung Ae yang sepertinya sedang menunggu hujan reda. Gi Tan menawarkan padanya untuk pergi bersama atau kalau tidak, ia bisa memakai payungnya dan pergi. Tapi Sung Ae malah berlari di tengah hujan begitu saja (menolak tawaran Gi Tan), membuat Gi Tan jadi aneh.

“Ada apa dengan semua wanita?”

46

Tanpa dia tahu ada Gun Woo datang dan mengatakan kalau dia yang akan mengambil (payung) nya. Gun Woo mengatakan kalau dia beci kalau harus basah dan akan mengambil payung dari tangan Gi Tan, tapi GI Tan menahannya dan mengatakan kalau ia juga benci kalau harus basah.

“Kau menawarkan payungmu kepadanya.”

“Dia seorang wanita.” Bantah Gi Tan, lalu menarik payungnya dari tangan Gun Woo dan berjalan meninggalkannya.

Gun Woo merasa tidak punya pilihan lagi dan langsung berlari menyusul Gi Tan.

47

Gun Woo langsung berjalan di bawah payung yang sama dengan Gi Tan dan mengatakan kalau ia akan berbagi payung dengannya.

“Apakah kita saling mengenal?” tanya Gi Tan. Gun Woo bertanya kenapa, dan Gi Tan menjawab kalau Gun Woo telah terlalu ramah padanya.

“Lagipula kita akan menjadi teman setelah kita masuk perusahaan.” Jawab Gun Woo.

Gi Tan bilang kalau ia akan berhasil, tapi bagaimana jika Gun Woo gagal.

48

“Aku akan lulus dengan nilai terbaik.” Jawab Gun Woo.

“Begitu.. Kau berkhayal. Tapi tetap saja, aku tidak bisa membiarkan kau menjadi yang terbaik.” Kata Gi Tan.

“Aku juga, tidak bisa membiarkanmu.” Balas Gun Woo.

49

Di acara peresmian buku Oto biografi Hwang Jae Man. Dia terlihat bahagia saat menandatangani salah satu buku otobiografi miliknya untuk seorang pembeli.

50

Terlihat Byun Il Jae, Hwang Ji Soo dan Nyonya Do hadir dalam acara itu. Mereka semua tampak bersenang-senang.

51

52

Chae Ryung ternyata juga datang ke acara itu. Saat datang ia menyapa seseorang dengan senyum ramah dan melihat ke sekeliling sampai ia menemukan Byun Il Jae dan Hwang Ji Soo yang sedang bersama.

Ia teringat lagi akan pembicaraannya dengan Kang Gi Tan waktu itu.

“50 juta dolar?” tanya Gi Tan pada Chae Ryung saat mereka sedang berada di Gallery.

“Itu harga jual Sudo Medical Foundation.” Jelas Chae Ryung.

“Dan Il Jae menjadikan semuanya saham yang tidak terdaftar, bukan?” tanya Gi Tan.

Hae Ryung menjelaskan kalau ini berasal dari pasar uang bawah tanah, jadi itu sah. Gi Tan menjawab kalau itu lebih baik karena baginya akan lebih mudah untuk mendapatkan uangnya kembali. Chae Ryung tertawa dan meminta Gi Tan memberikan 30% padanya saat ia bisa mendapatkan semua uangnya kembali. Flashback end.

53

Hwang Jae Man datang menghampiri Ok Chae Ryung dengan ramah. Ia berterima kasih karena Chae Ryung mau menerima undangan darinya. Hwang Ji Soo dan Byun Il Jae memperhatikan dari jauh saat ayahnya sedang berbicara santai dengan Chae Ryung. JI Soo bertanya-tanya siapa Chae Ryung.

54

Hwang Jae Man memperkenalkan Chae Ryung pada Ji Soo, dan memperkenalkannya sebagai orang seni. Chae Ryung memperkenalkan dirinya CEO dari Young Gallery, Chae Ryung juga memberikan kartu namanya pada Ji Soo. Byun Il Jae mengenalnya sebagai Sekretaris Ok. Il Jae dan Ji Soo agak terkejut karena Il Jae juga mengenal Chae Ryung.

Chae Ryung kaget dan mengatakan kalau Il Jae pasti mengungatnya dengan baik, padahal itu sudah berlalu selama 10 tahun.

55

Chae Ryung bertanya bagaimana kabar Il Jae. Ji Soo bertanya apakah Il Jae mengenalnya dan Il Jae hanya menjawab ‘iya’. Tidak lama seorang pegawai Hwang Jae Man memberitahukan kalau Ketua Do sudah menunggunya di ruangan. Hwang Jae Man langsung mengerti dan meminta Ji Soo untuk mengurus pestanya. Byun Il Jae langsung ikut kemana Hwang Jae Man pergi.

Ji Soo mulai kepo dan bertanya pada Chae Ryung darimana dia bisa mengenal Il Jae.

“Ahh… aku tidak yakin apakah aku harus mengatakannya. Ya, aku bekerja untuk Direktur Jung (Man Ok) dari Rumah Sajit Sudo untuk beberapa waktu.” Jelas Chae Ryung, dan senyum Ji Soo langsung memudar.

56

“Kau tahu bagaimana dia, dia selalu menggangguku. Tuan Byun Il Jae juga terlihat jauh lebih bahagia dari sebelumnya.

Ji Soo langsung mengalihkan pembicaraan  dan bertanya apakah Chae Ryung memiliki sesuatu yang bagus di gallerynya? Chae Ryung menyarankannya untuk datang, apalagi Chae Ryung akan mendapatkan barang baru minggu depan. Ji Soo sok-sok ketawa gitu. Sok asik.

57

Pak Hwang bertemu dengan Ketua Do di sebuah ruangan. Ketua Do bilang bagaimana bisa mereka sebagai saudara ipar tidak pernah bertemu satu sama lain. Hwang Jae Man meminta maaf karena ia jarang berkunjung, sambil membungkukkan badan pada adik iparnya. Ketua Do malah menyindir Hwang Jae Man yang pastinya memiliki banyak waktu luang sampai sempat-sempatnya menulis sebuah buku *haha* .

“Aku malu untuk mempublikasikan buku yang jelek ini.” Hwang Jae Man ngeles.

Ketua Do langsung to the point. Ia bilang kalau Hwang Jae Man mungkin salah paham, Ketua Do tidak pernah menempatkannya disana (di partai atau di pemerintahan mungkin maksudnya) agar dia bisa berperan sebagai politisi yang kotor. Hwang Jae Man siap disalahkan, Ketua Do bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya.

“Apa yang terjadi dengan pemeriksaan kantor-kantor pemerintah?” tanya Ketua Do.

58

Hwang Jae Man mendadak bersikap (acting) seolah dia juga bingung dan tidak habis pikir setelah mendapat pertanyaan seperti itu.

“Kenapa Group Dodo ada pada daftar yang dibuat oleh anggota kongres?” tanya Ketua Do.

Hwang Jae Man menjawab kalau ia tidak memiliki alasan untuk menjelaskannya. Ketua Do menyangka kalau Hwang Jae Man sedang mencoba untuk menyelamatkan dirinya sendiri, karena Ketua Do mendengar Hwang Jae Man sedang mencoba untuk menjadi Presiden.

Hwang Jae Man tertawa kecil. “Beberapa orang bannyak bicara hanya karena mencoba bersikap baik.”

Ketua Do berkata, presiden bisa menjabat selama 5 tahun, tapi seorang politisi bisa menjabat lebih lama dari itu, selama dia mau. Dan Do Choong menginginkan seseorang yang seperti itu, yang bisa bertahan lama. Seseorang yang patuh dan berkelakuan baik. Seseorang yang akan bekerja di sisinya demi dirinya. *Ini Do Choong berani amat marah-marahin kakak iparnya*

“Karena itulah aku menempatkanmu disana.” Lanjut Ketua Do. “Seekor kuda perlu berlari untuk menjadi kuda. Seekor anjing perlu menggonggong agar menjadi anjing. Jika hewan tidak bisa berlari atau menggonggong, maka ia akan dibunuh oleh pemiliknya.” Ini ungkapan yang terlalu kelewatan menurutku.

Hwang Jae Man mengerti dan akan menyimpan kata-katanya dalam hati. Aku rasa Hwang Jae Man pasti sakit hati banget ini. Terlepas dari perbuatannya yang kotor dalam berpolitik, Ketua Do nggak seharusnya bicara sejahat itu sih >,<

59

“Saat pemeriksaan dimulai, nilai saham Group Dodo akan turun. Ubah setengah dari obligasi tak terdaftar milikmu ke saham Group Dodo.” Pinta Jae Man pada Il Jae.

Il Jae menurut, dan akan membelinya menggunakan nama lain. Il Jae bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi saat Hwang Jae Man berbicara dengan Ketua Do. Hwang Jae Man menjelaskan kalau Do Choong adalah seorang pengusaha dan dirinya adalah seorang politikus. Pengusaha menundukkan kepala mereka untuk mendapatkan keuntungan sedangkan politisi menundukkan kepala mereka untuk mendapatkan kesempatan.

“Saat kami mengangkat kepala kami lagi, pengusaha akan memiliki uang dan politisi akan memiliki hidup dari lawan yang berada di tangannya. Kami akan bisa membedakan siapa anjing, siapa kuda setelah kami mengangkat kepala kami.” Jelas Hwang Jae Man.

Il Jae seolah sedang mengingat baik-baik apa yang dikatakan ayah mertuanya.

60

Oh Soo Yeon sedang makan siang dengan pengacara kenalannya. Sambil makan Soo Yeon terus memandangi handphonenya. Pak pengacara bertanya apakah Group Dodo akan mengumumkan hasil seleksinya hari ini? Soo Yeon mengangguk tanpa melepas pandangannya dari handhonenya.

61

Tak lama kemudian sebuah pesan datang ke handphonenya. ‘Selamat, kau sudah lulus ujian tahap pertama untuk memasuki Group Dodo.’

62

Seketika, mata Soo Yeon menjadi berair, sampai terharu, membuat pak pengacara jadi penasaran. Ia bertanya apakah Soo Yeon lolos? Tapi Soo Yeon tak menjawab, malah melempar handphonenya ke meja dan makin menangis lagi. Pak pengacara mengira Soo Yeon tidak lulus dan memberi semangat kalau Soo Yeon bisa mengikuti ujian itu lagi di tahun depan dan pak pengacara akan memberikan kenaikan gaji untuknya. Pak pengacara lalu berlagak tidak peduli padanya dan melanjutkan makan siangnya.

63

Tiba-tiba Soo Yeon berteriak bahwa ia berhasil masuk ujian, membuat pak pengacara menumpahkan mangkok ke wajahnya sampai menjadi kotor. Soo Yeon sangat senang sampai soju terasa enak sekali rasanya. Mereka toast dan tertawa bersama.

64

 

Di sebuah meeting di kantor Do Kwang Woo, seorang karyawan management mengatakan bahwa di antara para peserta yang lolos ada seorang mata-mata yang kemungkinan berasal dari perusahaan pesaing atau Badan Intelijen Nasional. Byun Il Jae terlihat menyimak dengan baik. Do Kwang Woo bertanya adakah kesempatan untuk mengungkap identitas mereka? Dan Karyawan itu menjawab kalau interview berikutnya akan sangat menarik.

Byun Il Jae ikut bertanya ingin tahu dan lagi-lagi karyawan itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang istimewa.

65

Diumumkan oleh seorang manager bahwa interview akan dilaksanakan dalam dua sesi, dan sesi kedua akan termasuk detektor kebohongan. Byun Il Jae mengatakan bahwa mereka tidak pernah diberitahu mengenai hal tersebut. Soo Yeon ikutan bersuara kenapa tiba-tiba menggunakan detektor kebohongan. Si manager menjawab kalau salah satu dari mereka kemungkinan memiliki motif tersembunyi yang dengan kata lain adalah seorang mata-mata. Jika mereka tidak lolos dalam tes detektor kebohongan, maka mereka akan gagal tanpa terkecuali.

66

“Kau bilang kau ingin menjadi seorang patriot? Apa benar begitu?” tanya Il Jae. Sung Ae membenarkan. Lalu Il Jae mengatakan kalau begitu ia seharusnya bergabung dengan tentara dan bertanya kenapa ia bergabung dengan Group Dodo.

“Group Dodo adalah salah satu perusahaan terkemuka di Korea. Saat perusahaan mulai tumbuh, itu akan memperkuat perekonomian kita. Dan aku percaya bahwa itu juga membuat kita menjadi patriot.” Jelas Sung Ae dan terdengar suara manager yang mengawasi alat detektor kebohongan membenarkan semua jawabannya.

67

“Ini adalah lamaranmu yang ketiga. Tolong jelaskan kenapa kau sangat ingin bergabung dengan departement kami?” tanya seorang manager yang belum diketahui namanya (yang sebelumnya saya sebut ‘karyawan’ yang  meeting dengan Byun Il Jae dan Do Kwang Woo).

“Itu adalah karena kau memberi gaji lebih tinggi daripada perusahaan lain.” Jawab Oh Soo Yeon, dan semua penilai tertawa kecil mendengarnya, tapi pengawas detektor menjawab bahwa itu benar.

“Kau tinggal dengan adikmu. Bagaimana ayahmu bisa meninggal?” tanya manager yang sama.

Soo Yeon kebingungan menjawab. Ia sepat menatap Byun Il Jae sejenak, akhirnya manager itu mengulangi lagi pertanyaannya. Kita dibawa flashback pada hari kecelakaan di laboratorium Patologi Sudo. Ayah Jeong Eun masuk ke lab yang terkunci dan menemukan Jeong Eun dan Guk Cheol sudah pingsan (jadi benar Soo Yeon adalah Jeong Eun?).

“Dia meninggal di rumah sakit.” Jelas Soo Yeon sambil tertunduk. Byun Il Jae mengatakan bahwa Soo Yeon terlihat tidak asing dan apakah mereka pernah bertemu sebelumnya. Dengan gugup, Soo Yeon menjelaskan kalau ia bekerja paruh waktu di sebuah firma hukum dan sering melihat Byun Il Jae saat ia masih menjadi pengacara. Pengawas mengatakan lagi kalimat Soo Yeon adalah benar.

68

Kali ini Kwang Woo yang bertanya. Ia tertarik tentang Gun Woo (yang rambutnya sudah tidak berwarna pirang lagi) yang dibesarkan di Amerika dan bertanya di kota mana ia dibesarkan.

“Aku tidak tahu. Ibuku meninggal tanpa memberitahuku.” Jawab Gun Woo.

“Apakah ayahmu masih hidup?” tanya Kwang Woo lagi.

“Dia masih hidup, tapi dia meninggalkan kami bertahun-tahun yang lalu.” Jawab Gun Woo lagi. Pengawas mengatakan ‘Benar’.

Kwang Woo bertanya untuk apa Gun Woo disini dan Gun Woo menjawab bahwa ia ingin sukses sehingga ia bisa bertemu dengan ayahnya.

“Apakah kau ingin sukses dan kemudian membalas dendam atau apa?” Kwang Woo menjadi lebih tertarik lagi. Gun Woo melirik Il Jae sekilas dan Il Jae sedikit menggeleng.

“Jika aku bisa melakukan itu, sepertinya cukup bagus.” Jawab Gun Woo.

Kwang Woo mengerti pola pikir seperti itu, tapi kemudian ia bertanya bukankah pola pikir seperti itu adalah menyimpang dan terdengar seperti psikopat.

69

Byun Il Jae segera angkat bicara dan memberitahukan bahwa Gun Woo mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian tertulis. Kwang Woo mengangguk-angguk, “Kurasa dia orang gila yang sempurna.”

70

Giliran Kang Gi Tan. Ia menatap Byun Il Jae dengan penuh amarah sambil teringat tentang detik-detik terakhir sebelum dia melompat ke sungai. “Aku akan hidup dan  membalas dendam.” Katanya.

“Kau lulus dari Universitas Stanford hanya dalam waktu dua tahun. Kau lahir pada bulan Juli 1988. Benarkah?” tanya Byun Il Jae.

Gi Tan menjelaskan bahwa ia hampir mati sebagai seorang anak-anak, jadi mungkin itu tidak akurat. Byun Il Jae bertanya apa yang telah terjadi.

“Aku hampir mati berkali-kali, jadi aku bahkan mengubah namaku. Aku berharap itu akan membawa lebih banyak keberuntungan untukku.” Jelas Gi Tan.

“Dengan kualifikasi seperti ini, kau bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus di Amerika. Jadi kenapa kau ingin bekerja di Departemen Perencanaan Strategis milik kami?” tanya Byun Il Jae.

“Ketika aku masih muda aku hanya memiliki satu mimpi. Jika aku bekerja disini, aku mungkin akan bisa mewujudkannya.” Dan pengawas mengatakan ‘benar’.

71

Byun Il Jae memberikan daftar peserta yang yang dipilih olehnya, pada Ketua Do. Ketua Do membaca laporan kalau Do Gun Woo menjadi peserta terbaik pertama, dan Kang Gi Tan terbaik kedua. Saat Ketua Do menyebutkan nama Do Gun Woo, ia menyadari bahwa ‘Woo’ berarti ‘ia terkait padaku’.

“Gun Woo. Do Gun Woo.” Ucap Ketua Do seperti sedang mengingat.

Kwang Woo memberitahukan kalau Gun Woo dibesarkan di Amerika dan terlalu bodoh untuk tahu di kota mana dia dilahirkan. Tapi kemudian Ketua Do menyadari kalau Gun Woo bukan kerabatnya, sedangkan ‘Do’ adalah nama yang langka, sehingga Ketua Do tahu hampir semua orang dengan nama itu, tapi aku tidak mengenalnya. Sama seperti marga, ‘Do’ adalah nama family yang merupakan identitas, di Korea nama family ‘Do’ sangatlah langka.

Byun Il Jae seolah lega karena Ketua Do tidak mengetahui siapa Do Gun Woo sebenarnya.

Di Group Dodo, semua peserta yang lulus naik sebuah bis bersama-sama. Soo Yeon bertemu dengan Nan Jeong ketika mereka akan menaiki bis. Mereka ngobrol. Nan Jeong mengajak Soo Yeon untuk berteman sehingga mereka bisa saling membantu. Soo Yeon seolah membenarkan, karena mereka rekan bukankah itu membuat mereka jadi teman.

72

Soo Yeon masuk bus dan melihat Do Gun Woo dengan kesal. Gun Woo seolah balas melihat Soo Yeon. Gi Tan yang duduk di sebelah Gun Woo bertanya apakah (tatapan) itu untuknya, tapi Gun Woo menjawab kalau ini untuk dia (Soo Yeon). Gi Tan langsung melirik Soo Yeon.

Berbeda dengan Soo Yeon dan Nan Jeong yang berteman, Gi Tan mengatakan pada Gun Woo kalau dia pikir Gun Woo tidak akan lulus. Gun Woo mengulangi perkataannya dulu kalau dia akan lulus dengan nilai pertama. Gi Tan membalas lagi kalau posisi pertama adalah miliknya. Gun Woo malas bicara dan akhirnya memasang kembali headphone nya dan langsung tidur.

73

Gi Tan seolah belum puas bicara, saat mengetahui Gun Woo menutup telinganya, ia langsung membuka headphone Gun Woo dan mengatakan kalau ‘posisi itu milikki.’ Gun Woo kesal dan hanya menutup telinganya kembali lalu memalingkan wajah dari Gi Tan.

75

Semua peserta diantarkan ke sebuah asrama tempat dimana mereka akan menjalani seleksi dan pelatihan. Tempat yang luas dan tanpa sekat sama sekali. Pria dan wanita akan tinggal bersama, selain kamar mandi dan kamar ganti.

76

Semua peserta berkumpul di auditorium. Manager Departemen Perencanaan Strategir, Moon Tae Gwang datang memberikan pengarahan untuk semua peserta. Ia yang akan bertanggung jawab atas pelatihan semua peserta. Sedangkan wanita yang sedari tadi memberikan pengarahan pada mereka (yang juga menjadi pembaca hasil detektor kebohongan), mengenalkan diri sebagai instruktur Mo Gyung Shin.

Seorang peserta berbisik pada Yoo Sung Ae kalau Moon Tae Gwang sebelumnya pernah bekerja di Badan Intelijen Nasional. Sung Ae bertanya bagaimana ia tahu mengenai itu, dan wanita itu menjawab kalau ayahnya adalah salah satu Direktur Eksekutif Group Dodo.

77

Soo Yeon bertanya pada wanita itu untuk memintanya agar bisa diam. Dan wanita itu langsung diam dengan wajah cemberut. Moon Tae Gwang meneruskan arahannya kalau dari semua peserta yang lulus hanya kurang dari setengah dari mereka.

Gi Tan teringat apa yang dikatakan Chae Ryung, departement itu biasa disebut SPD. Itu adalah kelompok kunci yang dikelola oleh Ketua Do sendiri. Departement SPD dibagi menjadi hukum, keuangan, perencanaan, sumber daya manusia, komunikasi, dan tim sekretaris. Dalam tim sekretaris ada kelompok Bayangan, dan kelompok tersebut adalah kelompok yang mengeksekusi tugas rahasia.

78

“Agen bayangan dipilih berdasarkan nilai yang mereka dapatkan selama pelatihan.” Jelas Chae Ryung.

“Berapa banyak yang akan terpilih?” tanya Gi Tan. Kemudia terdengar suara Byun Il Jae yang sedang menjelaskan hal yang sama pada Gun Woo.

“Bisa jadi satu, atau lebih.”

79

“Karena kau memberiku lembar jawaban dan semuanya, bantu aku menjadi agen bayangan.” Pinta Gun Woo.

“Aku bisa membantumu, tapi aku tidak bisa membuatmu menjadi agen bayangan. Cara yang paling pasti untuk bisa masuk adalah dengan menjadi yang terbaik.” Jelas Il Jae.

Gun Woo bertanya lagi, “Tapi kenapa aku harus menjadi agen bayangan?”

“Itu adalah satu-satunya cara kau akan mendapatkan perhatian Ketua. Kau harus mendapatkan nilai terbaik selama pelatihan.” Jawab Il Jae dengan tegas.

80

“Jika kau ingin bekerja di bawah Byun Il Jae, kau harus mendapatkan nilai terbaik, bagaimanapun caranya.” Terdengar suara Chae Ryung dalam pikiran Gi Tan. Flashback end.

Kemudian terdengar suara Moon Tae Gwang, “Tapi ingat tiga hal ini selama pelatihan kalian. Satu: Kepatuhan, Dua: Kepatuhan, Tiga: Kepatuhan. Itu saja.” Semua peserta saling melirik, mendengar bahwa kepatuhan adalah hal utama dan satu-satunya yang harus mereka ingat.

81

“Senang bertemu dengan kalian.” Sapa Ketua Do lewat video konferensi pada semua peserta yang sudah lulus hingga tahap ini. “Aku Ketua Dodo Group, Do Choong. Satu hal yang aku anggap paling penting selama pelatihan ini adalah cintamu terhadap perusahaan. Cinta kepada perusahaan juga dapat disebut loyalitas. Berarti untuk memberikan tubuh dan jiwamu kepada organisasi….”

82

“…Pelatihan Departemen Perencanaan Strategis kami, pelatihan ini akan menjadi sama beratnya seperti menjadi anggota pasukan khusus atau Badan Intelijen Nasional. Ini akan menjadi proses yang akan membantu kami menguji kesetiaan kalian. Aku percaya pada individu yang luar biasa. Untuk mereka yang lulus dengan nilai terbaik, akan ada hadiah uang sebesar 200.000 dolar, dan terlebih lagi akan ada manfaat yang besar.”

Soo Yeon langsung gelisah dan seolah meyakinkan dirinya dengan berbicara pada Nan Jeong bahwa Ketua Do baru saja mengatakan 200.000 dolar. “Itu adalah milikku, itu pasti akan menjadi milikku.”

Moon Tae Gwang mengumumkan nilai ujian dari seluruh peserta. Do Gun Woo menyombongkan diri pada Kang GI Tan saat tertera posisinya adalah yang pertama. Sedangkan Oh Soo Yeon langsung terkejut saat ia berada di posisi paling akhir. Gun Woo mengejeknya.

83

Gi Tan berbicara pada Soo Yeon kalau perolehan nilai yang sekarang bukanlah hal yang penting, yang terpenting adalah perolehan nilai akhirnya. Tapi saat Soo Yeon meilihat lagi urutan Gi Tan, ia malah ngambek, “Sangat mudah bagimu untuk mengatakannya. Itu membuatku merasa lebih buruk.”

Moon Tae Gwang menjelaskan lagi kalau peraturannya sangat ketat, sehingga memungkinkan para peserta untuk mengundurkan diri atau mereka yang memberhentikan peserta dari pelatihan.

84

Tepat pukul 6.00 pagi, peluit berbunyi kencang dan semua lampu di seluruh ruangan dinyalakan. 4 orang pengawas datang dan berteriak meminta mereka untuk bangun.

“Di atas semua kurikulum, cara hidup dan kebiasaan kalian bisa menjadi alasan untuk point tambahan atau hukuman.” Suara Moon Tae Gwang. “Kemampuan kalian untuk bekerja dengan baik berasal dari kekuatan fisik, jika kalian sehat, makan kalian juga akan memiliki kemauan yang sehat. Dan kemauan yang sehat adalah dasar dari kesetiaan kalian kepada kami.

85

Semua peserta berlari di lapangan. Soo Yeon terlihat kelelahan, sedangkan Sung Ae tetap kuat, begitu juga Gun Woo dan Gi Tan yang tetap bersaing.  Giliran mereka berlari sprint, Soo Yeon dipasangkan dengan Sung Ae, di pertengahan Soo Yeon sempat terjatuh dan ditertawakan oleh peserta yang lain, tapi kemudian dia bangun lagi dan segera berlari. Selanjutnya adalah giliran Gi Tan dan Gun Woo, pertama Gun Wo berada di posisi pertama, tapi kemudian Gi Tan menyusul, begitu seterusnya sampai mereka sampai garis finish.

86

“Setiap minggu kalian akan mendapatkan test fisik yang akan dicatat dan dimasukkan ke dalam nilai akhir kalian.” Suara Moon Tae Gwang.

Saat sedang test push up, Soo Yeon kelelahan lagi sampai ia tidak mampu bangun lagi. Berbeda dengan Sung Ae yang melakukannya dengan sangat baik hingga Soo Yeon mendapatkan nol (artinya ia sama sekali tidak melakukan push up.  Nilainya disebutkan dengan sangat lantang oleh Gi Tan yag sedari tadi menghitungnya.

87

Sekarang giliran para pria yang push up dengan wanita yang menghitung di belakangnya. Gi Tan melakukannya dengan sangat baik dan atraksi tepuk tangan saat sedang push up. Alhasil nilai Kang Gi Tan yang tertinggi setelah nilai Do Gun Woo, membuat Gi Tan bergaya sok malu-malu.

Byun Il Jae dan Chong Doong memperhatikan sesi pelatihan dari laptop. Chong Doong mengatakan kalau sepertinya Gun Woo akan kalah lagi (dari Gi Tan), walaupun Gun Woo mendapatkan nilai tertinggi saat ujian, tapi di akhir mungkin ia akan sulit untuk mendapatkan nilai tertinggi.

“Kang Gi Tan, kita harus mendiskualifikasi dia.” Kata Il Jae.

Saat pengumuman penilaian, Gun Woo dan Gi Tan bertukar posisi sedangkan Soo Yeon masih pada posisi ke-40, yang membuatnya langsung pusing. Moon Tae Gwang mengatakan kalau penilaian akan dilakukan setiap minggu pada masing-masing bidang dan jika nilai uji fisik peserta rendah, maka peserta disarankan untuk berusaha lebih keras dalam bidang yang lain.

“Kuperingatkan, peringkat akan berubah setiap minggunya.” Kata Moon tae Gwang.

Terlihat Gun Woo iri pada Gi Tan yang mendapat urutan pertama.

88

Di ruangan peserta, saat sedang membuka koper untuk mencari sesuatu, Gi Tan menemukan sebuah pulpen dan ia merasa itu bukanlah miliknya. Dia bertanya pada yang lain, apakah ada di antara mereka yang memiliki pulpen itu, tapi tidak ada yang menjawab. Gi Tan kemudian membuka isi dari pulpen itu dan menemukan sesuatu yang aneh di dalamnya.

Tidak lama setelah itu Byun Il Jae, Chong Dong dan beberapa petugas datang ke ruangan peserta. Gi Tan cepat-cepat memasukkan pulpen itu kembali ke dalam kopernya. Byun Il Jae menyuruh semua peserta menghentikan semua kegiatannya dan menyimpan semua tas peserta di atas tempat tidur.

89

Gi Tan juga menyimpan kopernya di atas tempat tidur. Ia mencurigai sesuatu yang terjadi dan seolah tahu siapa yang melakukannya. Byun Il Jae tersenyum licik.

“Aku mengetahui bahwa ada seorang mata-mata di antara kalian.” Kata Byun Il Jae. Semua peserta menjadi tegang, termasuk Yoo Sung Ae. Il Jae menyuruh semua pengawas yang datang bersamanya untuk memeriksa semua tas milik peserta.

90

Di dalam tas milik Kang Gi Tan (tentu saja) mereka menemukan pulpen yang Gi Tan juga temukan. Il Jae mengatakan bahwa pulpen itu adalah perangkat penyadapan berkamera. Gi Tan membantah kalau itu bukanlah pulpen miliknya.

“Ini bukan pena. Ini peralatan khusus mata-mata.” Tegas Byun Il Jae lalu menanyakan siapa Kang Gi tan sebenarnya. Gi Tan tidak menjawab. Tapi kemudian dengan marah, Il Jae mencengkeram kerah baju Gi Tan dan berteriak. “Siapa kau?!!”

91

 

Di episode berikutnya, Kang Gi Tan kembali lagi pada pelatihannya, ia bahkan memecahkan sebuah kasus dengan peserta yang lain. Tinggal tunggu episode 4-nya ya readers.. ^^

Bersambung ke Sinopsis: Monster – Episode 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s