Sinopsis: Monster – Episode 4

Sinopsis : Monster – Episode 4

1

Menyambung akhir episode 3, Byun Il Jae menemukan pulpen yang biasa digunakan oleh mata-mata di dalam tas milik Kang Gi Tan. Ini pulpen yang sebelumnya ditanyakan pada rekannya yang lain, karena Gi Tan tidak pernah merasa memiliki pulpen itu.

“Ini bukan pena. Ini adalah peralatan khusus yang digunakan oleh mata-mata. Kau. Siapa kau sebenarnya?” bentak Byun Il Jae.

2

Melihat senyum bapak Gun Woo yang seperti ini, pastinya semua kejadian ini ada kaitannya dengan Byun Il Jae. Dan mungkin saja ini bagian dari rencana Byun Il Jae untuk menyingkirkan salah satu pesaing Gun Woo.

“Apa kau mencurigaiku?” tanya Gi Tan.

“Aku tidak hanya mencurigaimu. Aku yakin!” jawab Il Jae. Lalu ia pergi dan menyuruh anak buahnya membawa Gi Tan pergi.

Soo Yeon bicara pada Nan Jeong kalau dari awal ia curiga ada yang salah dengan Gi Tan karena dia memang terlihat seperi mata-mata. Gun Woo nyeletuk, kompetisi akan semakin membosankan karena Kang Gi Tan keluar. Soo Yeon hanya melihat Gun Woo dengan kesal saking sombongnya.

3

Di ruangan interogasi, Byun Il Jae menanyakan siapa yang sudah mengirim Gi Tan.

“Apakah kau dari Geukdong Electronics? Atau kau dari Group JP? Atau kau bagian dari Badan Intelijen Nasional?” tanya Byun Il Jae.

Gi Tan menduga pasti ada mata-mata di antara mereka, karena seseorang telah meletakkan pena bercamera itu dalam tas milik Gi Tan.

“Kau tidak boleh berkomunikasi bukan?” tanya Il Jae.

“Tolong kembalikan teleponku. Aku perlu menelpon seseorang.” Pinta Gi Tan.

Byun Il Jae menolak untuk memberikan telpon milik Kang Gi Tan. Tapi Gi Tan menantang kalau bukannya Il Jae ingin tahu siapa yang mengirimnya dan kalau ia boleh menelepon, Il Jae akan tahu siapa yang mengirimnya datang sebagai mata-mata.

4

Dari ruangan yang berbeda, sekretaris Moon dan instruktur Mo Gyung Shin sedang mengamati jalannya investigasi. Manager Moon meminta Instruktur Mo untuk memberikan handphone milik Gi Tan. Tapi di ruangan investigasi, Byun Il Jae menyuruh Choong Dong untuk memberitahu manager Moon untuk mengeluarkan Gi Tan dari proses. Saat Il Jae dan Choong Dong beranjak pergi, Instruktur Mo datang dan memberikan ponsel Gi Tan. Byun Il Jae mendadak kesal dan melihat ke arah cctv yang ada di dalam ruangan, seolah menatap Manager Moon dari sana. Byun Il Jae yang tidak ingin dicurigai akhirnya mengizinkan Instruktur Mo memberikan ponsel pada Gi Tan.

5

Di lain tempat, Chae Ryung sedang memperkenalkan sebuah lukisan karya Yang Wei Lei (salah satu seniman nasional di Cina pada Nyonya Do (Hwang Gwi Ja). Nyonya Do merasa terkesan dengan karya itu dan Chae Ryung memberikan lukisan itu sebagai hadiah untuk Nyonya Do. Walaupun sempat menolak, tapi Nyonya Do akhirnya menerimanya. Di tengah perbincangan, Nyonya Do menerima sebuah telepon.

6

“Aku Kang Gi Tan.” Nyonya Do sempat bertanya-tanya siapa Kang Gi Tan yang sedang meneleponnya. Tapi akhirnya ia mengingat kalau Kang Gi Tan adalah sepupu Nona Ok (Chae Ryung). Nyonya Do lalu bertanya apakah pelatihan berjalan dengan baik.

“Ada seseorang yang ingin berbicara dengan anda disini.” Kata Gi Tan.

“Siapa?” tanya Nyonya Do.

“Namanya Byun Il Jae.” Jawab Gi Tan.

Byun Il Jae terlihat penasaran dengan siapa yang akan bicara dengannya sampai Gi Tan memberikan ponselnya pada Il Jae.

“Siapa ini?” tanya Il Jae dengan kasar.

7

“Ini aku, Il Jae.” Jawab Nyonya Do dengan santai. Il Jae tentu saja kaget dan langsung merubah bahasa bicaranya menjadi sopan.

“Aku memang akan menghubungimu. Tolong bantu aku mengawasi Gi Tan, dia dan aku kenal dengan baik. Aku mengaguminya.” Nyonya Do mengatakan semuanya dengan ramah di depan Ok Chae Ryung.

Byun Il Jae merasa sungkan dan sikapnya berubah 360 derajat dari sebelumnya. Saat Choong Dong bertanya tentang ‘nyonya’ yang baru saja dia panggil di telepon, Il Jae menjawab kalau Gi Tan adalah VIP mereka. Choong Dong langsung menatap heran, tak menyangka Gi Tan memiliki koneksi yang lumayan kuat.

“Bagaimana kau mengenalnya (Nyonya Do)?” tanya Byun Il Jae kepo.

GI Tan menantang dengan bertanya balik, “Apa yang dia katakan?” Byun Il Jae memberitahu kalau Nyonya Do sangat menyukainya.

“Aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan kepadaku. Jika kau ingin mengeluarkan aku, maka aku akan pergi.” Kata Gi Tan.

8

“Kami hampir saja kehilangan orang yang berbakat. Aku senang kau bukan mata-mata.” Jawab Il Jae.

Gi Tan berterima kasih karena dia telah menarik kecurigaannya. Senyumnya menghilang berganti dengan tatapan dingin setelah dia memalingkan wajahnya dari Byun Il Jae.

Gi Tan kembali bergabung dengan pelatihan bersama dengan rekannya yang lain. Saat berlatih fisik, Soo Yeon masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Latihan push upnya juga masik payah, apalagi saat mereka semua berlatih karate, Soo Yeon salah melakukan teknik sehingga hidungnya berdarah karena terbentur ke lantai.

9

Nan Jeong menolong membangunkan Soo Yeon. Soo Yeon berkata dia baik-baik saja, tapi setelah dia melihat darah dari hidungnya dia malah pingsan. Di antara rekan yang lain ada yang khawatir dan malah menertawakan kekonyolan Soo Yeon.

Saat jam makan, Soo Yeon bahkan tidak mampu memegang sendok dengan baik. Tangannya masih bergetar. Gi Tan datang dengan makanannya dan duduk di depan Soo Yeon.

“Apakah kau sakit? Ada apa dengan tanganmu?” tanya Gi Tan. Soo Yeon tersinggung, bertanya apakah menurutnya ini lucu dan itu membuat Soo Yeon marah.

10

Gi Tan langsung tutup mulut. Soo Yeon makan dengan menopang tangan kanan menggunakan tangan kirinya. Saat dia akan makan, ia malah membanting sendoknya ke meja dan berdiri. Membuat semua orang kaget dan melihat ke arahnya.

11

“Apakah kita bergabung dengan tim olahraga? Apa yang salah dengan proses pelatihan di perusahaan besar ini?” teriak Soo Yeon yang tanpa sadar Manager Moon dan Instruktur Mo sudah ada di belakangnya. Semua orang mendadak berhenti makan dan duduk tegap di kursi masing-masing saat menyadari keduanya datang.

12

“Apa hubungan antara push-up dan pekerjaan kita? Seharusnya mereka memilih bidang pendidikan jasmani. Apakah kalian tidak setuju?” tanya Soo Yeon. Nan Jeong ingin memberikan isyarat kalau Manager Moon dan Instruktur Mo datang dan mendengarnya, tapi Soo Yeon tidak mengerti dan malah melanjutkan protesnya.

“Kita harus bersaing secara adil dan berlatih dengan setara. Kalau begitu, kita tidak akan merasa sakit hati bahkan jika kita dikeluarkan.” Lanjutnya. Gun Woo hanya tersenyum melihat tingkah konyol Soo Yeon.

13

“Baik. Siapa yang ikut bersamaku untuk berbicara dengan para pelatih?” tanya Soo Yeon sambil mengangkat tangannya. Semua rekannya berkasak kusuk. Soo Yeon heran apa yang terjadi dengan mereka semua. “Apakah kalian semua akan diam saja dengan kenyataan yang tidak adil ini?” tanyanya lagi. Manager Moon memperhatikan Soo Yeon dengan wajah dinginnya.

Gi Tan memanggil Soo Yeon berusaha memberitahu tapi Soo Yeon masih belum mau mengerti. “Tutup mulutmu kecuali kau ikut bersamaku.” Katanya sambil menunjuk Gi Tan yang masih mengunyah makanannya.

Tiba-tiba Manager Moon bertanya apa yang sedang terjadi. Soo Yeon berbalik dan kaget.

“Aku percaya kalau kami sudah menjelaskan tentang aturannya.” Manager Moon membela diri.

“Tapi pasti ada seseorang yang yakin bahwa proses ini tidak adil.” Tantang Soo Yeon yang kemudian melihat pada rekan-rekannya yang malah memalingkan wajah pura-pura tidak dengar. Soo Yeon langsung menciut.

Manager Moon lalu bertanya pada Kang Gi Tan, “Apakah kau berpikir bahwa pelatihan disik ini tidak adil?”

14

Gi Tan melihat Soo Yeon yang memasang wajah memelas, sebelum akhirnya menjawab, “Ya. Ini tidak adil.” Soo Yeon terlihat lega dengan jawaban itu dan tersenyum. Gi Tan lalu berdiri, “Tapi kekuatan untuk mengatasi ketidakadilan ini sesuai dengan apa yang Ketua maksud dengan ‘cinta dan loyalitas untuk perusahaan ini’!” Gi Tan bersemangat sampai menyimpan sendok dan menyilangkannya di depan dada.

Ekspresi wajah Soo Yeon berubah lagi jadi sebal, sedangkan yang lain hanya bisa menertawakannya.

“Tepat sekali. Oh Soo Yeon, aku akan selalu menerima pengunduran dirimu.” Kata Manager Moon.

Dengan gagap Soo Yeon mengatakan tidak dan mengakui kesalahannya sehingga poinnya harus dikurangi lima poin. Manager Moon dan Instruktur Mo langsung pergi. Sedangkan Soo Yeon masih mendendam. Gi Tan hanya melanjutkan makan siangnya.

“Apakah itu enak?” sindir Soo Yeon.

“Semua latihan itu benar-benar meningkatkan selera makanku.” Jawab Gi Tan tanpa berhenti makan.

Soo Yeon memberikan makan siang miliknya pada Gi Tan dengan memasukkan sayur dan ikan pada mangkok sup Gi Tan dan mengaduknya dengan telunjuk tangannya dan pergi. Gi Tan tidak kehabisan makan dan malah menambahkan nasi ke dalam mangkuk sup campurannya dan langsung memakannya dengan lahap. Salah satu rekannya berseru kalau Gi Tan pernah ikut dalam pelatihan tentara. *hahaha, belum tau diaaa

15

Malam hari, dalam ruangan yang gelap, Soo Yeon belajar sendirian dengan bantuan senter. Cahaya itu mengenai Gi Tan yang tengah tidur, karena ranjang mereka bersebelahan. Gi Tan terbangun dan menegurnya untuk mematikan lampu senter. Soo Yeon hanya meminta Gi Tan untuk tidak mengganggunya yang sedang belajar, tapi Gi Tan membalikkannya karena faktanya Soo Yeon lah yang mengganggunya.

“Belajar adalah hal yang kau lakukan di kelas. Pergi ke perpustakaan. Aku sedang mencoba untuk tidur disini.” Kata Gi Tan.

“Masalahnya adalah, aku tidak sepintar kalian.” Soo Yeon membela diri.

16

“Kepribadianmulah yang bermasalah.” Ledek Gi Tan.

“Berhentilah dan pergi tidur.” Soo Yeon malah dengan sengaja menyoroti wajah Gi Tan dengan senter. Gi Tan mengatakan Soo Yeon adalah siswa yang selalu tidur di kelas (saat sekolah) jadi tidak heran jika posisinya selalu yang paling akhir. Ia tidak mau ambil pusing lagi dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Hari berikutnya mereka dihadapkan dengan kompetisi team work dengan tema memasak. Di barisan pertama adalah ketua tim dan peserta yang lain harus berdiri di belakang kandidat ketua yang mereka inginkan. Salah satunya adalah Soo Yeon dan Sung Ae yang menjadi ketua tim. Semua peserta mulai memilih ketua yang mereka inginkan. Gi Tan langsung berdiri di belakang Sung Ae.

17

Instruktur Mo meminta setiap pemimpin tim untuk berbalik dan Soo Yeon mendapatkan tidak satu pun yang berdiri di belakangnya. Dia kesal sendiri. Instruktur Mo meminta sisa dari lima orang pertim harus pindah ke tim nya Oh Soo Yeon. Tim Sung Ae lebih 2 orang dan mereka dengan berat hati pindah ke tim Oh Soo Yeon.

“Ketua Do suka makanan yang sederhana. Tugasmu adalah untuk mempersiapkan makan malam yang akan dia sukai.” Kata Manager Moon.

18

Ini adalah komposisi tim Oh Soo Yeon. Soo Yeon memberi ide untuk membuat Jjigae dwenjang, buchu jeon, tuna telur gulung dan tahu rebus. Gun Woo mengejek dan mengingatkan Soo Yeon kalau mereka tidak bisa memesan semua dari restaurant. Soo Yeon kesal dan mengatakan kalau ia yang akan memasak semuanya.

19

Di timnya, Kang Gi Tan bertanya apa Sung Ae bisa melakukan ini (memasak)? Gi Tan menilai kalau Sung Ae sudah pasti seorang juru masak yang baik. Rekannya yang lain (ini aku lupa siapa namanya) bertanya apa yang biasa Sung Ae masak, Sung Ae menjawab dia biasa memasak mi instan. Gi Tan bertanya lagi apa yang bisa Sung Ae masak selain itu, Sung Ae menjawab lagi mie dengan tteok. Gi Tan speechless *hahaha.

Dan yang terjadi adalah, Soo Yeon memasak dengan baik. Gun Woo bahkan terkesima melihat Soo Yeon yang ternyata ada gunanya juga. Ia bahkan bisa membalikkan telur dadar sampai melayang di udara dan mendarat dengan tepat di panci *ala-ala chef gitu..* membuat anggota timnya berdecak kagum sampai tepuk tangan.

20

Sedangkan Sung Ae, memotong bawang bombay pun tidak mampu, sampai Gi Tan yang harus turun tangan saking kesalnya.

21

Mereka membuat kekacauan dengan membakar bahan makanan yang harusnya mereka masak. Saat hasilnya harus dipresentasikan, masakan mereka tampak kacau sampai Instruktur Mo bilang kalau makanan mereka bukanlah makanan untuk manusia.

Berbeda dengan hasil masakan tim Soo Yeon, penyajian dan rasanya adalah yang terbaik menurut Instruktur Mo. Soo Yeon toast dengan seluruh anggota tim yang senang atas hasil mereka, kecuali Gun Woo yang masih jaim.

22

Gun Woo bertemu Byun Il Jae yang meminta Gun Woo untuk tidak khawatir tentang Kang Gi Tan karena test yang sesungguhnya dimulai sekarang. Byun Il Jae memberikan amplop berisi lembar jawaban untuk test besok tapi Gun Woo sempat menolak karena ia ingin melakukan dengan kemampuannya sendiri.

“Ini tidak sesuai dengan harga diriku.” Jelas Gun Woo.

“Aku senang kau menjadi semakin kompetitif. Tapi Gun Woo, kau tidak menyukainya. Kau akan menjadi pewaris Group Dodo, lembar jawaban seharusnya tidak melukai harga dirimu. Yang harusnya benar-benar membuatmu terluka adalah jika akhirnya kau kalah dari orang-orang seperti mereka.” Jelas Byun Il Jae. Il Jae ingin Gun Woo mempercayakan padanya bagaimana caranya ia menjadikan Gun Woo sesuai dengan rencana mereka. “Begitulah caranya, seorang raja sejati bertindak dan mempertahankan harga dirinya.”

23

Hasil nilai sementara diumumkan. Do Gun Woo berada di posisi pertama lagi sedangkan Gi Tan berada di urutan tepat di bawahnya. Peserta yang lain ada yang nilainya turun dan ada yang naik. Soo Yeon sendiri terlihat puas karena peringkatnya naik ke nomor 30 dan mendapatkan ucapan selamat dari Hong Nan Jeong.

“Aku tidak akan berharap terlalu banyak. Aku akan mengalahkan 10 orang setiap minggunya. Dalam waktu tiga minggu, aku akan menjadi yang terbaik.” Kata Soo Yeon dan Nan Jeong berkata Soo Yeon terlalu banyak berharap.

24

Gi Tan mengira Gun Woo pasti seorang yang genius karena Gun Woo tidak pernah belajar tapi selalu mendapatkan nilai sempurna pada tes tertulis. Gi Tan bertanya apa rahasianya.

“Kau sudah tahu jawabannya. Kau baru saja mengatakannya. Aku genius.” Jawab Gun Woo enteng.

“Bagaimana seorang yang genius sepertimu tidak tahu apa itu sarkasme?” ledek Gi Tan.

“Kang Gi Tan. Hati-hati dengan caramu memperlakukan aku. Kau mungkin akan mendapatkan masalah.” Gun Woo seolah mengancam.

“Komentar macam apa itu? Apa kau semacam bangsawan?” tanya GI Tan dan Gun Woo mengakui itu. “Aku tahu kau memiliki delisi atas keagungan, tapi cobalah untuk tidak membiarkannya terlalu jauh.”

“Aku hanya mengingatkan, jangan sampai berakhir dalam buku daftar keburukan milikku.”

Gi Tan menawarkan diri untuk mengambilkan obat (sakit jiwa) milik Do Gun Woo. Gi Tan tidak peduli tentang buku daftar kebencian atau apalah itu dan menyarankan Gun Woo untuk bekerja keras karena ia tidak akan membiarkan Gun Woo menang. Akhirnya Gun Woo yang meninggalkan auditorium lebih dulu.

25

Dalam latihan karate masing-masing peserta saling melawan berpasangan laki-laki dan perempuan. Saat Soo Yeon melawan Gi Tan, Soo Yeon berhasil membanting Gi Tan hingga membentur dinding. Semua orang kaget melihat kemampuan Soo Yeon.

26

Tapi pertarungan tidak berhenti hanya disitu karena Gi Tan memberikan perlawanan balik dan mereka saling bertahan dengan masing-masing kemampuan mereka. Gi Tan kesakitan saat Soo Yeon menarik rambutnya dan merengek meminta dilepaskan. Soo Yeon juga meminta Gi Tan melepaskan cekikannya pada leher Soo Yeon dan menghitung sampai tiga, tapi hanya Gi Tan yang melepaskan, Soo Yeon masih tetap menarik rambut Gi Tan sehingga dia terus merengek *hahaha*

Manager Moon meminta peserta yang sudah pernah mendapat pelatihan beladiri untuk maju. Mereka adalah Sung Ae, Gun Woo, dan dua orang lainnya. Peserta yang profesional akan melawan sesama profesional begitu juga dengan yang belum pernah mendapat pelatihan, sehingga pertarungan menjadi adil.

Tiba-tiba Gi Tan maju dan meminta berduel dengan Gun Woo padahal dia bukanlah peserta yang pernah mendapatkan pelatihan beladiri sebelumnya.

27

Mereka akhirnya diizinkan untuk bertarung. GI Tan yang pertama kali mulai menyerang sampai akhirnya berhasil melawan Gun Woo. Kemudian Gun Woo tidak mau kalah dan merasa dicurangi, tapi dia masih ingin melanjutkan pertandingan. Gun Woo menyerang Gi Tan dan mereka terus bertarung sampai Gun Woo memimpin pertandingan dengan menjepit leher Gi Tan dengan tangannya. Dua instruktur datang dan memisahkan mereka berdua, begitu juga dengan peserta yang lain yang ikut melerai.

28

Tapi saat sudah dipisahkan, mereka malah mulai berduel lagi. Saat mereka akan memukul satu sama lain, Manager Moon berteriak menghentikan mereka.

“Apa kalian Hooligan? Ini bukan tempat untuk pertarungan tinju! Nona Mo, berikan mereka masing-masing 20 penalti dan hukum mereka.” Perintah Manager Moon.

29

“Kau belajar judo untuk membunuh orang?” tanya Gi Tan memulai (pertengkaran). Gun Woo mengatakan Gi Tan yang memulai curang. “Akan berbeda kalau kau yang curang, karena aku tidak tahu aturannya.”

“Aku marah karena aku tidak bisa membunuhmu, jadi tutup mulutmu.”

Gi Tan memberitahu Gun Woo dia mengalami beberapa insiden mematikan saat ia masih muda, jadi ia membenci ketika tahu seseorang mencoba untuk menyakitinya.

“Apa kau mengenalku?” tanya Gun Woo.

30

31

“Do Gun Woo, seorang pengkhayal dan anjing kecil.”

Gun Woo membenarkan, ia bahkan juga mengaku kalau telah dibesarkan seperti anjing jadi banyak hal yang harus dia gigit dan Kang Gi Tan adalah salah satunya. Gi Tan membalas lagi dengan mengingatkan Gun Woo kalau dia membenci orang yang berusaha menyakitinya.

“Aku sudah mengatakan, aku mengawasimu!” teriak Gun Woo dna itu akhirnya membuat mereka berdua berhenti.

32

Chae Ryung datang ke tempat Byun Il Jae bermain golf. Dia teringat dengan perkataan Gi Tan yang memintanya untuk mendekati Byun Il Jae. Chae Ryung tidak harus merayunya, tapi Gi Tan tetap meminta Chae Ryung untuk menjadi dekat dengan Il Jae.

“Seperti surat dengan amplopnya?” gumam Chae Ryung.

Caranya hanya tergantung bagaimana Chae Ryung akan melakukannya. Gi Tan memintanya untuk mencari tahu segala sesuatu yang bisa dia dapat dari Il Jae.

33

Chae Ryung memulai strateginya dengan menyapa Byun Il Jae dan pura-pura tidak tahu kalau Il Jae ada di club yang sama dengannya karena mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Il Jae bertanya tentang bisnis gallery, Chae Ryung berkata semua lancar karena banyak yang membantunya dan mengundang Il Jae untuk datang sesekali dan minum teh.

Saat bermain golf, Chae Ryung berpura-pura minta diajari sampai ia jatuh dan Il Jae mendekapnya agar tidak terjatuh. Chae Ryung kemudian bertanya kapan Il Jae biasa datang ke tempat itu karena lebih bagus kalau dia belajar pada ‘ahlinya’. Il Jae bertanya apa Chae Ryung tertarik belajar golf.

“Tentu saja. Kau tidak bisa berbisnis tanpa bisa bermain golf.” *ngeles*

Dannn, Byun Il Jae akhirnya memanggil pelatih Kim untuk mengajari Chae Ryung yang mukanya langsung berubah jadi ‘asem’.

“Jika kau belajar dari dia, kau akan pintar dalam waktu singkat.” Kata Il Jae.

Chae Ryung masi memasang senyum sampai Il Jae menyelesaikan permainannya dan pergi (seolah tahu apa yang sedang direncanakan Chae Ryung).

“Byun Il Jae, kau tidak mudah bukan?” gumam Chae Ryung.

34

“Group Dodo dan sengketa paten Geukdong Electronics langsung diputuskan pada sidang pertamanya. Pengadilan menghentikan litigasi penggugat hari ini dan mengangkat tangan Group Dodo.” Kata seorang pembawa berita TV.

Il Jae dan Choong Dong yang baru keluar dari pengadilan langsung diserbu para wartawan yang menanyakan ini-itu. Il Jae berkata kalau pihak Dodo juga mengalami kerugian akibat sengketa paten yang terjadi, tapi yang bisa ia lakukan adalah mengambil hikmah dan menjadikan kejadian ini sebagai contoh untuk masa depan.

35

“Apakah kau pikir Geukdong Electronics akan mengajukan banding?” tanya salah satu wartawan. Il Jae belum menjawab, dan ternyata itu adalah sebuah rekaman yang ditayangkan pada semua peserta seleksi.

36

Pada pengarahan, Byun Il Jae memberikan tugas pada semua peserta untuk menyusun strategi yang akan dilakukan pada Geukdong Electronics yang akan mengajukan banding. Soo Yeon bertanya bukankah Dodo telah memenangkan sidang pertama dan itu seharusnya berarti mereka sudah menang. Il Jae mengatakan keadaannya saat ini terlihat tidak terlalu baik karena salah satu staf dari laboratorium membocorkan dokumen rahasia sebanyak 100 halaman pada Geukdong Electronics.

“Dalam sokumen itu ada perbandingan dan analisis terhadap produk kedua perusahaan. Dokumen ini memiliki informasi tentang bagaimana kami mengacu pada ponsel mereka untuk meningkatkan kinerja produk kami. Jika dokumen ini digunakan sebagai bukti, maka Group Dodo akan kalah dalam kasus ini.” Jelas Il Jae.

37

“Apakah informasi yang ada dalam dokumen itu adalah benar?” Sung Ae bertanya.

Staf yang kabur dari laboratorium itu telah memanipulasi isi dokumen. Peserta yang lain menduga kalau dia disuap atau mereka adalah mata-mata industri. Soo Yeon menambahkan masalah akan selesai jika mereka bisa menangkap mata-matanya.

“Masalahnya, peneliti itu meninggal dunia karena kecelakaan mobil.” Jawab Il Jae.

GI Tan bertanya apakah mereka memiliki akses untuk melihat kamera keamanan di hari kecelakaan terjadi. Il Jae memperlihatkan rekaman cctv yang terjadi malam itu. Mobilnya terus berjalan hingga akhirnya jalannya menjadi tidak teratur. Il Jae menjelaskan kecelakaan itu disimpulkan sebagai kecelakaan mobil karena kurangnya perawatan kendaraan. Mobil itu menabrak pembatas jarang dan langsung terjun ke jurang, dan video selesai.

Karena kesimpulan itulah pihak Dodo tidak bisa menuntut mereka. Sung Ae menduga kalau itu adalah tindakan pembunuhan dan bukan kecelakaan.

“Untuk menyembunyikan kebenarannya, kurasa itu mungkin bahwa Geukdong Electronics merencanakan kecelakaan itu.” Tambahnya.

SPD telah mencoba menyelidikinya dengan pertimbangan dugaan itu tapi sayangnya mereka tidak bisa menemukan bukti apapun.

38

Il Jae menjawab pertanyaan Gi Tan tentang penyebab kecelakaan yang sebenarnya, rem coil yang sudah usang dan itu adalah kerusakan rem mobil. Dan juga tubuh korban tidak ernah ditemukan karena bisa saja telah terbawa oleh arus sungai.

Il Jae menutup sesi pertanyaan dengan meminta semua peserta untuk menemukan cara agar Group Dodo bisa memenangkan sengketa ini dan Il Jae pergi diantar dengan pandangan Manager Moon yang kelihatan mencurigai sesuatu darinya.

Giliran Manager Moon yang memberikan arahan untuk peserta dan memilih tim sesuai yang diinginkan mereka. Delapan orang pertama yang lulus akan dipilih untuk berpartisipasi dalam pelatihan diluar negeri. Semua orang bersemangat dan bertekad untuk mendapatkannya.

39

Gi Tan duduk dan memutar ulang terus-menerus video rekaman cctv dari kecelakaan malam itu.

DI ruangan kontrol, Manager Moon dan Il Jae sedang mengawasi peserta yang mulai memilih dengan siapa mereka akan bekerja sama.

“Antara Do Gun Woo dan Kang Gi Tan, kau bertaruh untuk siapa, Manager Moon?” tanya IL Jae tiba-tiba.

Manager Moon mengatakan bahwa ini adalah pertarungan yang seimbang, tapi jika ia harus memilih maka ia akan memilih Kang GI Tan. Il Jae seolah sedang berpikir.

40

Nan Jeong membawa Soo Yeon masuk dan bergabung dengan timnya DO Gun Woo. Soo Yeon bertanya apa mereka harus masuk timnya Gun Woo. Nan Jeong bersikeras, karena kalau mereka tidak bisa masuk 8 besar, mereka akan dikeluarkan dari ujian ini. Soo Yeon menyadari mereka tidak punya pilihan dan akhirnya mereka berdua datang ingin bergabung dengan timnya Do Gun Woo. Gun Woo mengejek mereka yang masih berkeliaran tanpa tim. Soo Yeon yang bermuka tebal langsung duduk (padahal belum diizinkan) di sebelah Gun Woo dengan kaki menyilang dan mengatakan kalau ia akan membantu semua yang ada di timnya. “Ya ampun, begitu banyak orang yang menginginkanku.” Katanya dengan bangga.

Karena kesal pada Soo Yeon yang terus membual, Gun Woo menyuruh Soo Yeon pergi dan hanya mengizinkan Nan Jeong berada dalam timnya. Nan Jeong membela Soo Yeon dan meminta pertimbangannya dengan melihat Soo Yeon yang ahli dalam memasak.

41

“Ya tepat sekali. Pergi dan cari tim yang ingin masakanmu.” Kata Gun Woo. Soo Yeon langsung mengizinkan Nan Jeong untuk tetap berada di tim Gun Woo karena Soo Yeon tidak tahan dengan sikap Gun Woo dan langsung pergi. Bahkan tak mendengar Nan Jeong yang ingin dia tetap bergabung.

42

DI tim Kang GI Tan (aku punya firasat sebentar lagi Soo Yeon juga akan mengganggu disini). Dan ternyata benar, Soo Yeon langsung duduk di dekat Sung Ae, membuat semua yang ada jadi terkejut. Soo Yeon mengatakan akhirnya dia menemukan timnya dan bertanya sudah sejauh mana mereka membahasnya.

SI wanita yang ayahnya adalah salah satu Direktur Eksekutif Dodo bertanya pada Gi Tan sebagai ketua tim tentang Soo Yeon yang ingin bergabung dengan mereka.

“Kau berada disini hanya karena kau tidak bisa kemana-mana bukan?” tanya Gi Tan.

Soo Yeon tertawa, “Aku menolak tim Do Gun Woo meminta bantuanku karena aku ingin membantumu. Bagaimana? Apakah aku harus pergi? Kau akan menyesal jika aku gabung dengan tim mereka.”

Si wanita tadi meminta Gi Tan untuk membiarkan Soo Yeon pergi karena mereka sudah memiliki cukup orang, tapi Gi Tan malah mengizinkan Soo Yeon bergabung sebagai anggota terakhir.

43

Soo Yeon langsung senang tapi dia tetap jaga image. Si wanita tadi langsung protes dan bertanya apa dia tahu dari universitas mana Soo Yeon lulus dan membisikkan pada Gi Tan mengenai itu. Dia juga menyebutkan kalau universitas itu adalah tingkat ketiga, dan dia juga mendengar kalau Soo Yeon mengambil ujian GED (kalau di Indonesia itu seperti paket A, B, C). Wanita itu langsung menyimpulkan kalau Soo Yeon adalah faktor negatif di tim mereka.

Gi Tan berkata kalau wanita itu terlalu kasar.

“Aku tidak kasar, hanya saja tidak ada yang ingin…” kata wanita itu, lalu Gi Tan menyelanya dan berkata kalau dia boleh pergi (dari timnya). Semua orang kaget.

44

“Aku???” teriak wanita itu.

“Kau boleh keluar dari timku.” Jelas Gi Tan.

Soo Yeon tidak tahan dengan kekacauan yang didengarnya dan meminta mereka untuk melakukannya sendiri. Soo Yeon berdiri dan pergi. Salah satu dari mereka menahan Soo Yeon, Gi Tan memandangi Soo Yeon tanpa bisa berkata apapun. SunG Ae langsung meminta mereka melanjutkan strategi, dan Gi Tan langsung berbicara pada mereka untuk mengambil banyak data. Soo Yeon melihat dari kejauhan dan seolah dendam pada mereka semua.

Tim Kang Gi Tan pergi ke perpustakaan dan mengatur agar mereka semua pergi secara berpasangan untuk mencari buku mengenai preseden yudisial dan kasus mengenai hak paten. Dia bersama Sung Ae yang akan menemukan data-data untuk kasus ini.

45

Saat mereka akan bergerak, mereka melihat Soo Yeon yang membawa satu keranjang penuh berisi buku mengenai kasus terkait dan dia sedang cekcok dengan timnya DO Gun Woo. Gun Woo meledek apakah dia sedang membantu perpustakaan untuk pindah, karena dia seolah membawa semua buku pergi.

Gi Tan langsung ikutan dan menemukan sebuah buku yang berkaitan dengan hak paten. Soo Yeon mengambilnya kembali dan mengatakan pada Gi Tan, dia boleh meminjam setelah Soo Yeon selesai membacanya dan menyuruh mereka semua minggir.

46

“Kau boleh mencoba mencari, tetapi kau tidak akan menemukan buku tentang paten.” Gumam Soo Yeon. Semua orang di belakangnya terlihat sangat kesal.

Soo Yeon bergelut dengan semua buku yang tidak mungkin bisa dia baca semuanya.

47

Dia sendiri bahkan pesimis, “Kapan aku akan selesai membaca semuanya?” tanya Soo Yeon sambil memandangi tumpukan buku-bukunya.Saat sedang belajar, manager Moon datang dan bertanya Soo Yeon bergabung dengan siapa. Soo Yeon menjawab kalau dia adalah pemimpin tim. Dan saat Manager Moon bertanya mana anggota timnya, Soo Yeon menjawab kalau itu juga dirinya.

“Ini adalah misi tim. Bahkan jika kau melakukannya dengan baik, kau akan gagal jika kau tidak memiliki tim.” Jelas manager Moon.

“Bukankah aku memiliki waktu untuk membuat tim sampai kami menyerahkan laporan?” tanya Soo Yeon.

48

“Itu benar, tapi tidak ada yang mau kau sebagai bagian dari timnya sampai saatnya tiba.” Jawab Manager Moon.

“Aku akan membuat mereka datang dan memohon. Kau lihat saja.” Jawab Soo Yeon dengan yakin.

49

Setelah manager Moon pergi, Soo Yeon seperti kehilangan kepercayaan dirinya dan duduk dengan lemas menghadapi semua buku yang menumpuk. Dia meyakinkan dirinya sendiri kalau dia akan menjadi yang terbaik dan menerima 200.000 dolar dan membeli rumah untuk membawa kembali Dong Soo.

Malam hari, Byun Il Jae datang ke rumah Ketua Do dan sudah disambut oleh Tuan Gong. Saat masuk ke dalam rumah, Tuan Gong sempat menegur seorang pelayan untuk jalan dengan pelan dan jangan membuat terlalu banyak suara. Tuan Gong menjelaskan pada Il Jae kalau kesehatan Ketua Do sedang kurang baik hari ini, jadi ia juga harus memperhatikan hal itu.

Byun Il Jae datang ke ruang makan dimana keluarga Ketua Do juga sedang makan malam. Ketua Do bertanya tentang strategi untuk kasus Geukdong Electronics. Il Jae memang sudah mempersiapkannya tapi dia terus terang kalau kesempatan mereka untuk menang adalah 50-50 atau bahkan bisa lebih rendah. Ketua Do tidak ingin tahu, dan bertanya apa dia akan memenangkan persidangan.

“Aku akan menang.”  Jawab Il Jae.

Do Gwang Woo menanyakan tentang Il Jae yang menyerahkan masalah strategi itu pada peserta pelatihan. Il Jae membenarkan.

50

“Orang gila macam apa yang berpikir untuk melakukan hal seperti itu?” tanya Gwang Woo kemudian.

“Orang gila itu adalah aku.” Sahut Ketua Do. Gwang Woo langsung merasa tidak enak dan salah tingkah.

Nyonya Do bertanya apakah Il Jae sudah makan dan meminta Tuan Gong untuk menyiapkan makan malam untuknya. Ketua Do langsung memukul-mukulkan sendok pada meja makan, mengatakan kalau Nyonya Do bisa melakukannya setelah Ketua menyelesaikan makannya.

Nyonya Do tidak mau tahu dan tetap meminta Tuan Gong melakukan sesuai yang diperintahkannya karena waktu makan malam sudah terlewat.

“Ketua tidak pernahmakan bersama karyawannya, nyonya.” Tuan Gong mengingatkan.

51

“Seorang pegawai? Dia suamiku.” Sahut Ji Soo.

Gwang Woo seolah membenarkan yang dikatakan Tuan Gong, karena Il Jae belum menjadi seseorang yang bisa makan bersama mereka. JI Soo dan Nyonya Do menatap Gwang Woo dengan tajam. Il Jae yang tidak ingin ambil pusing langsung undur diri dan memberi hormat pada Ketua Do.

52

Saat Il Jae pergi, Ji Soo cepat menyusulnya. Nyonya Do menegur Ketua kalau dia sudah terlalu kasar dan kenapa sulit sekali untuk makan bersama. Ketua Do malah berkata lebih kasar pada Nyonya Do dengan menyebutnya bodoh karena dia tidak tahu apa-apa.

“Bodoh?” Nyonya Do terkejut suaminya bisa bicara sekasar itu padanya. Gwang Woo juga berubah murung.

“Makan bersama karyawan adalah  bagian dari manajemen bisnis. Kau menikah dengan seorang ketua perusahaan dan kau bahkan tidak mengerti itu?” jelas Ketua Do.

Nyonya Do marah dan menyebut Ketua telah menyalahgunakan Il Jae seperti dia menyalahgunakan Nyonya Do, karena dia seorang menantu.

“Kau merusak selera makanku.” Kata Ketua Do, lalu ia pergi diikuti oleh Tuan Gong.

Gwang Woo berkata pada ibunya seharusnya dia tidak mengatakan hal seperti itu. Ibunya membentaknya untuk diam.

“Aku benci semua  orang dengan nama keluargamu.” Jelas ibunya.

53

Byun Il Jae datang ke tempat Gwang Woo sedang minum wine. Saat Gwang Woo mulai bicara basa-basi, Il Jae langsung mengatakan kalau ia sedang sibuk. Gwang Woo berkata kalau Il Jae harus menanggapinya dengan serius. Siapa yang dia miliki dalam perusahaan, tidak ada yang mengakuinya sebagai keluarga, juga Il Jae tidak memiliki sistem pendukung menurut Gwang Woo.

“Kau dan aku sudah mengenal sangat lama, bukan? Kenapa tidak menggunakanku? Orang lain akan membunuh untuk bisa menggunakan pengaruhku.”

54

“Apa aku membuatmu merasa kecil?” tanya Gwang Woo dengan sombongnya. Il Jae hanya tersenyum, buatku senyumannya itu lebih pada senyum yang meremehkan.

Gwang Woo akhirnya menyampaikan maksud yang sebenarnya. Mengenai sengketa paten, Gwang Woo ingin Il Jae melaporkan kepadanya sebelum ia melaporkan semua hal pada ayahnya, Ketua Do.

Il Jae tidak memberikan jawaban apapun sampai Gwang Woo bertanya lagi apakah dia mengerti maksud Gwang Woo.

“Ya, tuan.” Jawab Il Jae.

55

Setelah Gwang Woo pergi dari sana, senyum Il Jae berubah menjadi senyuman penyihir. Dan dia lalu mengambil botol anggur milik Gwang Woo untuk meminumnya.

“Sebentar lagi, kau akan berhadapan dengan Gun Woo. Aku tidak akan berpihak padamu. Aku akan membuat sisiku sendiri.” Gumam Il Jae dengan puas.

56

Gun Woo akan pergi dari asrama dan berpapasan jalan dengan Gi Tan yang langsung bertanya kemana dia akan pergi. Gun Woo tidak memberikan jawaban, malah meminta Gi Tan meminjamkan mobilnya jika ia punya. Gi Tan menduga kalau Gun Woo memiliki koneksi dan bertanya siapa yang ‘menjaga’ nya.

“Apa kau ingin tahu?” tantang Gun Woo.

“Tidak dari raja omong kosong.” *lah trus ngapain nanya si Gi Tan ini?*

57

“Ketua Dodo Group.” Jawab Gun Woo dengan tenang.

Sesaat, Gi Tan seolah percaya pada apa yang dikatakan Gun Woo, tapi kemudian dia menjawab, “Kau sangat percaya diri, jadi kurasa kau memang benar. Apakah seseorang dengan posisi tinggi?”

“Percaya atau tidak.” Jawab Gun Woo meremehkan, lalu ada panggilan telepon pada ponselnya.

58

Dengan pendengarannya, Gi Tan seperti mengenal suara orang yang menelepon Do Gun Woo. Tentu saja kita tahu kalau itu Byun Il Jae yang mengajaknya untuk bertemu di sebuah cafe. Gi Tan seolah memikirkan sesuatu daat mendengar hal itu, tapi Gun Woo tidak menyadarinya dan kemudian pergi.

“Itu suara Byun Il Jae.” Gumam Kang Gi Tan.

59

Il Jae meletakkan sebuah usb di mejanya. Isi usb itu adalah strategi rahasia SPD mengenai sengketa paten yang sedang ditugaskan pada peserta pelatihan. Gun Woo meragukan strategi yang diberikan Il Jae, karena belum tentu akan menang di pengadilan. Il Jae yakin kalau mereka akan menang dengan strategi itu. Dan karena sangat berminat pada kasus ini, jika Gun Woo berhasil, maka ia akan mendapatkan pengakuan bukan hanya dari sesama rekannya tapi juga oleh semua orang di department SPD.

“Disana ada sebuah perusahaan bernama ‘Owl’. Itu adalah nama kode yang kami buat. Semua hal mengacu pada perusahaan bernama ‘I-One’” Byun Il Jae tertawa, “Setelah pancinya mendidih, kau harus menyingkirkan kayu bakarnya.”

60

Dari lantai bawah di cafe yang sama, Gi Tan mendengar semua yang dibicarakan Do Gun Woo dan Byun Il Jae. Ia lalu mencari di internet mengenai perusahaan yang bernama ‘I-One’ itu.

Yoo Sung Ae sedang jogging. Ia berhenti dan terlihat kelelahan. Setelah menengok kanan dan kiri, ia duduk di sebuah kursi yang juga diduduki oleh seorang lelaki yang sedang membaca koran.

61

“Ini berlebihan. Setelah yang kulakukan untuk masuk ke Badan Intelijen Nasional, aku melakukan hal yang sama untuk masuk ke Dodo.” Kata Sung Ae.

Laki-laki itu kemudian melipat korannya dan mengatakan kalau Sung Ae akan baik-baik saja dan jangan bersikap lemah seperti itu.

“Apakah kau membawa yang aku minta?” tanya Sung Ae.

62

“Sistem keamanan SPD sama ketatnya dengan milik kita. Aku tidak bisa apa-apa.” Kata pria itu.

Sung Ae mengejek apakah itu hal terbaik yang bisa dilakukan NIS. Tapi pria itu membela diri karena itulah sebabnya Sung Ae ada di Group Dodo.

“Jika kau tidak membantuku, aku mungkin gagal dalam pelatihan mereka.” Ancam Sung Ae.

Pria itu kemudian berdiri dan mengatakan ia mendengar pembicaraan kalau Dodo Electronics akan membeli perusahaan lain. Sung Ae bertanya apa itu dan pria itu memberitahu sesuatu seperti ‘burung hantu’ dan itu pasti adalah sebuah perusahaan yang kecil. Pria itu lalu pergi setelah berharap Sung Ae akan berhasil.

Sung Ae ngoceh sendiri karena seharusnya dia membantu Sung Ae sepenuhnya dan bertanya-tanya apa sebenarnya ‘Owl’ ini.

63

Dodo, Geukdong, I-One. Gi Tan berdiri di depan sebuah whiteboard yang sudah ditulisi tiga nama perusahaan itu. Ia mengingat lagi ucapan Il Jae tentang kayu bakar yang harus disingkirkan saat panci sudah mendidih.

“Singkirkan kayu bakar…” gumamnya. Ternyata ada Ok Chae Ryung bersamanya. “Jika Dodo Group membeli I-One dari Geukdong Electronics…”

“I-One memiliki lisensi untuk teknologi semi konduktor kritis. Geukdong akan runtuh.” Kata Chae Ryung.

Menurut pemikiran Gi Tan setelah itu terjadi, Geukdong akan mengemis pada Dodo Group untuk meminta bantuan dan menawarkan untuk membatalkan gugatannya. “Hah, Byun Il Jae. Dia benar-benar ahli dalam hal tipu daya.”

64

“Apa ini berarti kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Chae Ryung.

Gi Tan menjawab belum. Apalagi karena mereka semua mendapat tugas yang sama, Do Gun Woo akan mendapat nilai yang lebih tinggi darinya. Chae Ryung juga membenarkan tidak ada jaminan bahwa Group Dodo akan membeli I-One. Gi Tan menjadikan semua yang dipikirkannya tadi sebagai plan B dan mencari cara lain  untuk mengalahkan Do Gun Woo. Gi Tan berpikir kalau si peneliti yang katanya meninggal itu sebenarnya masih hidup.

65

Soo Yeon datang ke kantor pengacara Min yang menjadi teman dekatnya itu. Dia bergumam kalau dia baru pergi sebentar tapi semua hal menjadi berantakan sekali, apalagi sampah berserakan di depan pintu masuk .

“Pengacara Min.” Panggil Soo Yeon, tapi orang yang dipanggil tidak bangun sama sekali. Akhirnya Pengacara Min bangun saat Soo Yeon meneriakkan ‘api’ di telinga pengacara Min sampai dia ketakutan dan berlindung di belakang sofa tempatnya tidur tadi.

Pengacara Min ngomel karena Soo Yeon membuatnya kaget. Soo Yeon balas mengomel kalau kantor seorang pengacara tidak boleh berantakan seperti ini, karena semua klien akan pergi ketakutan. Tapi Pengacara Min malah bersikap masa bodoh dengan itu. Ia juga bilang kalau dia harus berhenti menjadi pembela umum.

“Ayahku menyembelih seekor sapi untuk merayakan kelulusanku dari ujian.” Pengacara Min mulai curhat, tapi Soo Yeon langsung bertanya apakah Pengacara Min membaca email darinya.

Pengacara Min meminta Soo Yeon untuk tidak memberinya kasus yang murah. Dari ucapan itu Soo Yeon langsung tahu kalau si bapak ini tidak membaca emailnya. Soo Yeon langsung ngomel karena dia menghabiskan waktu satu jam mengetik penjelasan, tapi kemudian Pengacara Min langsung melempar amplop berisi berkas yang membungkam langsung mulut Oh Soo Yeon.

66

“Ini satu jam untukmu, tapi 1 hari untukku.” Kata pengacara Min.

Soo Yeon langsung sumringah dan membuka amplop itu lalu memeriksa isi berkasnya. Di halaman paling pertama ia melihat foto Oh Seung Deok ada disana.

67

Pengacara Min menjelaskan ia bekerja di Divisi Komunikasi Mobile Dodo Electronics. Pengacara Min juga sudah menyertakan file pribadinya, apa yang dia lakukan di hari dia meninggal, dan bagaimana jalannya proses penyelidikan.

68

Mendengar itu, Soo Yeon langsung berhenti melihat-lihat file dan berkata, “Tuan Min, kau yang terbaik.” *hahaha*

Tuan Min balas mengacungkan jempol setelah menjilat jempolnya terlebih dulu, lalu Soo Yeon melihat-lihat lagi isi file. Pengacara Min berkata tugas ini sangat sulit, akankah rincian tentang orang mati akan membantu Soo Yeon. Soo Yeon menyelidiki semua kasus yang serupa dan dia menemukan satu, dan orang itu tidak benar-benar mati.

“Dia memalsukan kematiannya sendiri demi uang dalam jumlah besar dari perusahaan lain. Dan mereka tidak menemukan tubuh dari orang ini juga.” Kata Soo Yeon dengan yakin.

Pengacara Min menganggap Soo Yeon sedang menulis novel. Tapi Soo Yeon tidak peduli dan meminta Pengacara Min menemukan OH Seong Deok dan menempatkannya di kursi saksi dan kemudian semuanya selesai.

69

Pengacara Min masih saja bermalas-malasan sampai Soo Yeon memberitahu kalau hadiah yang ditawarkan Ketua Do adalah 200.000 dolar. Soo Yeon mengatakan kalau Pengacara Min membantunya dan berhasil, maka dia akan memberikan 10% untuk Pengacara Min, itu 20.000 dolar. Tapi tetap Pengacara Min tidak bisa, karena dia tidak mampu menghidupkan kembali orang yang mati. Tapi Soo Yeon sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan, dan meminjam kunci mobil Pengacara Min.

“Untuk apa?”

“Aku perlu mobilmu selama beberapa hari. Cepat.” Kata Soo Yeon ala-ala preman palak.

70

Byun Il Jae sedang bertemu dengan seseorang yang bernama Tuan Park. Byun Il Jae marah-marah dan bertanya kenapa dia tidak bersedia menandatangani kontraknya.

“Apa kau lupa betapa buruknya Geukdong Electronics memperlakukanmu dan orang-orangmu?” tanya Il Jae.

Tuan Park menjawab bahwa mungkin ia memang sedang kesulitan keuangan, tapi dia tidak bisa mengkhianati Geukdong. Tuan Park sangat berterima kasih dengan tawaran Byun Il Jae yang sudah sangat murah hati, tapi tetap saja Tuan Park tidak bisa melakukannya.

71

Byun Il Jae meminta Tuan Park untuk mengatakan apa yang dia mau dan memiliki negosiasi lagi, tapi Tuan Park tetap menolak dan meminta maaf lalu berdiri dan ingin pergi.

Byun Il Jae berteriak memanggil nama Tuan Park. Tapi kemudian seseorang masuk ke ruangan mereka. Hwang Jae Man. Pak Hwang menyapa Tuan Park sudah lama tidak bertemu. Tuan Park bertanya apa yang sedang dilakukannya disini, pak Hwang menjawab kalau ia datang untuk menemui Tuan Park.

72

Pak Hwang meminta Tuan Park untuk duduk, Tuan Park tidak mau dan meminta maaf pada pak Hwang.

“Park Sang Soo!” bentak Hwang Jae Man, membuat Tuan Park ketakutan dan akhirnya bersedia duduk kembali.

Hwang Jae Man bertanya berapa banyak hutang Tuan Park, Tuan Park tidak mau memberitahukan itu.

“Kau memiliki sebidang tanah yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Bagaimana jika aku membatalkannya?” kata Hwang Jae Man.

Tuan Park terlihat tertarik dengan hal itu dan bertanya apa yang dimaksud oleh Hwang Jae Man. Hwang Jae Man memberikan penawaran pada Tuan Park untuk menjual tanahnya itu dan membangun sebuah perusahaan baru di atas tanahnya.

“Dapatkah kau benar-benar bisa membatalkan zona konservasi?” tanya Tuan Park.

Hwang Jae Man berkata kalau dia tidak biasanya membantu orang lain (apalagi saat ia masih menjadi sekretaris Presiden), semua yang dia bicarakan ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya dan Hwang Jae Man telah mempertaruhkan karirnya untuk ini. Byun Il Jae terlihat ketakutan karena ayah mertuanya jadi haru ikut campur dengan ini semua.

“Jika aku bisa menjual tanahku secara sah, tidak ada alasan untuk tidak menjualnya.?” Tuan Park akhirnya setuju dengan sesuatu yang seperti ini.

73

Il Jae ikut senang dengan bantuan ayah mertuanya, karena negosiasi akhirnya berhasil. Saat Il Jae pulang bersama ayah mertuanya, dia berkata, “ Mungkin aku tidak memiliki banyak uang seperti DO Choong, tapi aku bisa melakukan perubahan terhadap uang. Itulah politik dan kekuasaan. Ini adalah kekuatan untuk mengangkat beberapa dan menghancurkan yang lain.”

“Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kai lakukan untukku.” Kata Il Jae lalu memberi hormat pada Hwang Jae Man.

74

Hwang Jae Man mengatakan kalau mereka hanya memiliki sisa waktu beberapa tahun lagi. Jika Jae Man menjadi presiden, maka Group Dodo akan menjadi milik Il Jae.

75

Gun Woo dan Gi Tan beserta tim mereka masing-masing bertemu di lobby. Gun Woo menanyakan bagaimana perkembangan investigasi mereka terhadap kasus dengan Geokdong, Gi Tan menjawab kalau dia mengerjakan lebih baik daripada yang Gun Woo lakukan.

“Kalian memilih ketua tim yang buruk. Kenapa kalian tidak bergabung dengan tim kami?” tanya Gun Woo pada masing-masing dari mereka. Terlihat si anak direktur yang sok cantik itu ingin berpindah tim.

Gi Tan membalas kenapa bukan tim Gun Woo saja yang bergabung dengan mereka, karena Gi Tan akan memberikan mereka semua pelukan. Sung Ae melerai menyuruh Gun Woo untuk tidak memulai perkelahian.

76

“Ayo pergi.” Ajak Sung Ae. Saat mereka pergi, Gun Woo berteriak kalau mereka akan selalu diterima.

77

Si wanita anak direktur itu menoleh ke arah Gun Woo, sepertinya dialah yang akan berpindah tim. Nan Jeong bertanya apakah Gun Woo akan benar-benar menerima mereka, sedangkan anggota tim yang lain juga bertanya kenapa Gun Woo mau membagi kemenangan dengan tim yang lain. Gun Woo hanya menjawab kalau Gi Tan telah membuatnya kesal.

“Aku akan menghancurkan dia untuk sekali dan selamanya.” Kata Gun Woo dalam hati.

78

Gun Woo menemui salah satu anggota dari tim GI Tan. Dia bertanya kenapa Gun Woo memanggilnya. Gun Woo langsung bertanya tentang strategi apa yang sedang disusun Kang Gi Tan.

“Astaga kenapa kau menanyakan itu?” tanya si wanita. Dan Gun Woo dengan entengnya menjawab karena dia ingin bergabung dengan timnya. Wanita itu menjawab ‘tidak’ dan Gun Woo memintanya pergi, tapi dia malah tetap tinggal.

“Berjanjilah padaku saat kau mencetak laporan, kauakan menaruh namaku setelah namamu.” Gun Woo tidak berkata apa-apa dan hanya memberi isyarat kalau dia bisa mengatakannya. “Aku benci Gi Tan. Kami tidak sepaham. Aku menyukaimu.”

Gun Woo hanya ingin mendengar sesuatu tentang strategi.

“Kang Gi Tan. Dia sedang mencari Oh Seung Deok (peneliti yang mati itu). Menurutnya dia masih hidup.”

79

Gun Woo seolah mendapat ide dan celah untuknya terus berlaku curang dalam kompetisi ini.

80

Sung Ae pergi bersama Gi Tan. Sung Ae bertanya bagaimana bisa Gi Tan menemukan seseorang yang sudah mati. Sung Ae menyindir dengan mengatakan kalau dia seharusnya bergabung dengan tim DO Gun Woo. Sambil menyetir mobil, Gi Tan mengingat kalau Oh Seung Deok yang melajukan mobilnya dengan kecepatan 80 km perjam. Gi Tan menambah kecepatan mobilnya.

Sung Ae mengingatkan kalau ini berbahaya. Apalagi jalanan disitu sangat berkelok. Di sela-sela semua itu, Gi Tan teringat kembali kenangannya saat ia dan orangtuanya kecelakaan. Sung Ae berteriak agar Gi Tan menginjak remnya. Dan mobil berhenti tepat sebelum menabrak pagar pembatas jalan dan jurang.

91

92

“Apa kau gila? Apa kau mencoba membunuh kita?” bentak Sung Ae.

Gi Tan tersenyum dan teringat pada rekaman cctv saat Oh Seung Deok kecelakaan. “Aku benar.” Serunya, lalu keluar dari mobil.

“Benar tentang apa?” susul Sung Ae.

“Oh Seung Deok membuat kesalahan. Rekaman keamanan menunjukkan bahwa lampu remnya mati. Dia tidak menginjak rem karena dia ingin kecelakaan itu terjadi.”

Sung Ae masih mencerna apa yang Gi Tan bicarakan.

“Dia pasti berpura-pura mati.” Katanya dengan yakin. Sung Ae berpikir lagi.

Belum sempat memberikan tanggapan, mereka menemukan sebuah mobil lain yang melakukan hal yang sama yang baru saja dilakukan Kang Gi Tan. Sayangnya mobil itu menabrak badan belakang mobil GI Tan. Gi Tan berteriak meminta pemilik mobil keluar. Ternyata itu adalah OH Soo Yeon yang sama terkejutnya melihat mereka ada di tempat yang sama dengannya.

93

“Apa yang akan kau lakukan dengan ini??!!” tanya Gi Tan marah-marah sambil menunjuk bagian mobilnya yang rusak.

Tapi Soo Yeon tidak mau terima karena itu salah Gi Tan yang parkir di tempat seperti itu. Tapi kemudian dia sadar kenapa mereka ada disitu.

“Bagaimana denganmu?” GI tan bertanya balik.

“Apa kau…memikirkan apa yang aku pikirkan?” tanya Soo Yeon.

“Apa kau juga berpikir bahwa Oh Seung Deok masih hidup?” tanya Sung Ae.

Soo Yeon kesal kenapa ide mereka saling tumpang tindih.

94

Sung Ae bertanya lagi kenapa Soo Yeon berpikir demikian. Mereka malah membicarakan soal bukti bahwa Seung Deok masih hidup. Soo Yeon bangga kalau dia ternyata selangkah di depan Kang Gi Tan. Sung Ae bertanya bukti seperti apa yang Soo Yeon temukan, tapi Soo Yeon tidak akan memberitahunya.

“Jika kau memberitahuku, aku tidak akan menuntutmu untuk kecelakaan ini.” Sahut Gi Tan.

Tapi Soo Yeon menolak dan akan meminta pihak asuransi untuk membayarnya. Gi Tan marah pada Soo Yeon yang berani-beraninya mencoba menghancurkan mereka setelah melihat contoh kasus.

“Pikirkan sesukamu. Kita akan bertemu lagi di camp.” Kata Soo Yeon yang akan pergi tapi ternyata datang satu buah mobil yang lain.

95

Datang-datang, DO Gun Woo langsung berkata kalau ia berpikir Oh Seung Deok belum mati. Soo yeon ngomel-ngomel tentang apa yang Gun Woo lakukan disini. Gun Woo sendiri meminta supaya dia bisa bergabung.

96

“Apa?” tanya Gi Tan merasa aneh dengan sikap Gun Woo.

“Kemana pelukan beruang?” tanya Gun Woo. Ini artinya Gun Woo ingin ikut bergabung dengan tim Gi Tan. “Aku kesepian dan takut akan dieliminasi. Bisa beri aku pelukan beruang?”

“Apa yang kau lakukan?” tanya Gi Tan.

“Apa? Kau tidak mau?” tanya Gun Woo.

97

 

Di episode berikutnya, Gi Tan terlihat akrab dengan DO Gwang Woo yang terlihat kalau dia menyukai Kang Gi Tan. Ada adegan Gi Tan yang memeluk Soo Yeon dan bertanya apa Soo Yeon memilihnya atau dia, Soo Yeon hanya berkata kalau GI Tan sudah gila. Ternyata sudah ada Gun Woo yang juga memeluknya dari belakang.

Il Jae dicecar oleh para wartawan di depan pengadilan. Dia marah-marah pada manager Moon dan beberapa orang memborgol kedua tangannya. Kemudian ada Gi Tan yang membuat sebuah bagan korelasi antara Byun IL Jae dan kasus pembunuhan keluarganya.

 

Di episode-episode awal, kita akan banyak diperlihatkan mengenai bagaimana Lee Guk Cheol membalas dendam pada Byun Il Jae sebagai Kang Gi Tan. Satu persatu identitas dari setiap orang yang ada di sekelilingnya juga akan diperlihatkan. Teka-teki dari masa lalu Kang Gi Tan dan Do Gun Woo juga sudah selesai dibahas, jadi episode selanjutnya adalah tentang bagaimana mereka menjalani misi balas dendam mereka dengan dan pada Byun Il Jae.

Well, episode selanjutnya sepertinya akhir dari masa pelatihan semua peserta yang akan masuk Group Dodo. Yang jelas GI Tan dan Gun Woo sudah pasti lolos. Mereka akan memilih di kubu mana mereka akan bergabung. Tunggu di next episode ya, readers.. ^^

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s