Sinopsis : Monster – Episode 5

Sinopsis : Monster – Episode 5

Terakhir dari episode 4, Do Gun Woo datang ke tempat yang sama dengan Oh Soo Yeon, Kang GI Tan, dan Yoo Sung Ae. Gun Woo langsung memberikan dugaannya tentang Oh Seung Deok yang kemungkinan masih hidup dan mengizinkannya untuk bergabung. Gun Woo meminta ‘pelukan beruang’ yang Pernah dijanjikan Gi Tan jika dia ingin bergabung dengan timnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya GI Tan.

“Kenapa? Tidak mau?” Gun Woo balik bertanya.

1

“Kau tidak harus mencampuri urusan orang lain. Itu akan membuatku terlihat buruk.” Jawab GI Tan, lalu dia beralih ke pinggir jalanan dan melihat ke sungai.

2

Sung Ae menduga orang itu adalah perenang yang baik (sehingga bisa melintasi sungai dan selamat).

“Perenang? Dia Tidak terlihat seperti seorang perenang.” Jawab Soo Yeon. Ingat sebelumnya Soo Yeon sudah melihat profile dari Oh Seung Deok yang bertubuh sangat gemuk.

Gun Woo tidak percaya dan bertanya bagaimana Soo Yeon mengetahui itu. Soo Yeon membentak Gun Woo kalau dia telah melihatnya dari video di situs milik mereka.

3

Mereka melihat secara bersama-sama video rekaman saat Oh Seung Deok yang sedang makan burger, terjatuh dari kursi karena dia memiliki berat badan berlebih. Seorang security lalu membantunya untuk berdiri.

Ternyata Gun Woo, Gi Tan, Sung Ae dan Soo Yeon sedang melihat video itu bersama dengan Moon Tae Gwang dan Instruktur Mo. Moon Tae Gwang juga menduga kalau SPD dan polisi menduga kalau Seung Deok masih hidup.  Instruktur Mo mengatakan kalau mereka tidak menemukan rekaman orang itu sedang berenang melintasi sungai. Begitu juga dengan Manager Moon yang menambahkan kalau tidak ada petunjuk yang bisa diambil dari rekening bank, laporan keuangan ataupun panggilan telepon dari semua anggota keluarganya.

Manager Moon mengatakan mereka tidak mempunyai banyak waktu tersisa dan menyuruhnya mencari jalan lain jika cara itu tidak dapat membantu mereka. Saat Manager Moon pergi, Sung Ae melihat sesuatu dari rekaman itu dan mengatakan kalau Oh Seung Deok memakai jam tangan anti air di tangan kirinya. Jam tangan itu biasa digunakan oleh para penyelam.

Gun Woo dan Soo Yeon saling menyahut setelah mendengar penjelasa Sung Ae yang memungkinkan Oh Seung Deok memakai peralatan menyelam untuk berenang melewati sungai. Gi Tan seperti kesal karena mereka juga mendengarkan teori mereka (yang sebenarnya adalah benar).Gun Woo dan Soo Yeon sama-sama berpikir kalau mereka bisa mencari dan melihat-lihat lagi rekaman cctv di ruang kontrol.

Gun Woo dan Soo Yeon cepat-cepat pergi, sementara Gi Tan meminta Sung Ae untuk bertemu dengan para penyelam dan meminta beberapa informasi terkait dari mereka semua.

4

Aksi balap dimulai antara Gun Woo dan Soo Yeon. Gun Woo selalu menghalangi jalannya Soo Yeon yang ingin segera menyusul mobil Gun Woo. Soo Yeon akan menyusul dari sisi kiri jalan, tapi kemudian ada mobil dari lawan arah yang datang dan hampir menabraknya. Soo Yeon kesal karena hampir saja dia mati. Dari dalam mobilnya, Gun Woo hanya tertawa.

Gi Tan juga sedang dalam perjalanan menuju ruang kontrol. Di mobilnya dia mendapat penjelasan dari Sung Ae mengenai penyelam.

“Oksigen dalam peralatan menyelam bisa ertahan sekitar 40 menit dan bahkan penyelam profesional tidak bisa pergi lebih jauh dari 5 km.” Jelas Sung Ae dari telepon.

Gi Tan menyimpulkan kalau Oh Seung Deok tidak bisa pergi jauh dan akan tetap berada dalam radius 5 km dari lokasi kecelakaan. Sung Ae membenarkan dan ia bisa mencari rekaman cctv dalam radius tersebut. Sebelum menyusul Gun Woo dan Soo Yeon, Gi Tan sempat memberi pesan pada Sung Ae untuk menemui polisi yang menangani kasus ini.

5

6

Gi Tan berada di sebelah mobil Soo Yeon. Soo Yeon yang menyadarinya kemudian mengancam GI Tan untuk tidak menyusulnya. Tapi Gi Tan malah terus menyusul bahkan melewati mobil DO Gun Woo (yang juga sama-sama mengancam *hahhaa*)

7

Sepertinya yang terjadi adalah mereka tiba secara bersamaan di ruang kontrol *trus ngapain balapan??* dan melihat video secara bersamaan. Video ini pernah diberikan PIC (Person In Charge)-nya pusat kontrol pada polisi yang bertanggung jawab, tapi mereka akan menyelidikinya kembali.

Baru saja dimulai, Gun Woo sudah mengeluh kalau mereka akan bangun sepanjang malam karena banyak video yang harus mereka lihat. Gun Woo mengusulkan mereka untuk berjaga giliran. GI Tan langsung menolak karena dia tidak percaya pada Gun Woo. Soo Yeon menyuruh mereka untuk tidur jika mereka ingin, tapi dia akan menonton semua video dengan kedua matanya sendiri.

8

Selang beberapa lama, Soo Yeon mulai mengantuk dan Gun Woo mulai kelelahan. GI Tan masih terjaga dengan video di depan mereka. Tiba-tiba Soo Yeon menyandarkan kepalanya pada Gi Tan. Gi Tan yang tidak suka lalu mendorongnya balik sehingga kepalanya tesandar pada pundak Gun Woo. Gun Woo juga tidak suka dan membalikkannya pada Gi Tan. Begitu seterusnya mereka tidak mau pundaknya disandari Soo Yeon.

9

10

11

Berbeda dengan apa yang ada dalam mimpi OH Soo Yeon. Mereka bertingkah seolah sedang memperebutkannya. Gi Tan dan Gun Woo terus memperebutkan Soo Yeon yang cengar-cengir sendiri dalam mimpinya.

“Ya ampun, mereka pastinya tahu seperti apa wanita yang baik.” Katanya dalam mimpi.

Dan ini adalah apa yang terjadi di kehidupan nyata.

12

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Soo Yeon yang kemudian kembali terjaga. Gun Woo dan Gi Tan sama-sama fokus pada video dengan tangan mereka masing-masing memegangi kepala Soo Yeon. Mereka kemudian melihat sebuah benda hitam dalam video dan bertanya-tanya apakah itu tikus atau mungkin kucing atau mungkin apa. Soo Yeon sebal sendiri sedangkan dua laki-laki itu tak peduli dengan Soo Yeon.

13

Ini adalah apa yang terjadi di pagi hari.

“Baiklah. Tidurlah. Aku akan menemukan Oh Seung Deok.” Gumam Soo Yeon.

Tidak lama setelah itu dia benar-benar menemukan Oh Seung Deok yang keluar dari dalam air (sungai) dengan memakai perlengkapan menyelam dengan sebuah mobil yang sudah dia siapkan di pinggir sungai. Soo Yeon senang tapi dia harus tetap tenang untuk membuat Gi Tan dan Gun Woo tetap tidur. Soo Yeon mencatat plat nomor mobil yang digunakan Oh Seung Deok untuk pelariannya. 02 MO 7034

“Oh Seung Deok, aku mendapatkanmu.” Kata Soo Yeon senang.

Daaaan…..

14

Soo Yeon meninggalkan boneka smiley untuk menggantikan pundaknya sebagai tempat tidur kedua pria ini. *Gun Woo tidurnya sampe mangap gitu* Sung Ae menemukan mereka dan menegur mereka dengan datang ke pusat kontrol untuk tidur.

Mereka bangun dan mengumpulkan kembali tenaga mereka. Gi Tan menemukan sebuah post it yang berisi pesan dari Soo Yeon (yang ada gambar dia menjulurkan lidah).

15

Apakah kau mimpi indah? Aku menemukan bukti bahwa Oh Seung Deok masih hidup. Aku akan menangkapnya.

Gi Tan bertanya dimana hard drive eksternal yang berisi video-video rekaman cctv. Sung Ae mengatakan kalau Soo Yeon pasti sudah membawanya pergi dengannya dan mereka harus meminta rekaman yang asli. Tapi Gun Woo mengatakan kalau rekaman yang Soo Yeon punya adalah yang asli dan belum ada cadangannya. GI Tan langsung mengutuk Soo Yeon sebagai penyihir saking kesalnya.

Soo Yeon menemui pengacara Min di kantornya. Ternyata dia meminta Pengacara Min untuk mencari tahu mengenai mobil dengan plat yang tadi dia lihat di rekaman cctv, tapi pengacara Min mendapat informasi dari Detektif Park (koneksinya di kepolisian) yang mengatakan kalau plat nomor tersebut tidak terdaftar. Pengacara Min memberitahu detektif Park kalau ini adalah permintaan khusus dari Soo Yeon yang pernah dia bilang lucu dulu, dan berkata kalau Soo Yeon akan sangat berterima kasih jika detektif Park bisa membantunya.

16

Soo Yeon khawatir karena jika mobil itu tidak terdaftar maka akan sulit baginya untuk menemukan titik terang keberadaan Oh Seung Deok. Dia harus mengumpulkan tugasnya seminggu sebelum hari H, karena tugas yang diberikan sama dengan tim yang lain. Tapi Pengacara Min optimis karena detektif Park memiliki banyak koneksi jadi dia pasti akan menemukannya dengan cepat.

Seorang Pengacara, Pengacara Kang, menemui seseorang di tepi sungai. Dia memanggilnya dengan nama Oh Seung Deok. Wajahnya sangat berbeda dengan Oh Seung Deok yang kita kenal bertubuh gemuk.

17

Pria yang ditemui Pengacara Kang itu memintanya untuk tidak memanggilnya dengan nama itu melainkan dengan nama Han Cheol Min. Ternyata memang benar pria ini adalah Oh Seung Deok, karena ia berkata telah susah payah mendapatkan identitas baru. *hmmm, siapa yang berada dibalik orang ini sebenarnya?*

Han Cheol Min (kita sebut begini ya) menagih uang yang dijanjikan Pengacara Kang. Pengacara Kang menyebutkan kalau uangnya sudah ditransfer, tapi Cheol Min membantah, dan uang itu hanyalah deposit.

“Bukankah seharusnya kau membayarku lebih jika ingin mengalahkan Byun Il Jae melalui banding?” tanya Cheol Min.

18

Pengacara Kang kesal dan mengambil koper (yang kemungkinan besar berisi uang) pada Cheol Min. Pengacara Kang juga mengingatkan kalau ini adalah yang terakhir kalinya dan mereka tidak bisa memberikan uang lagi pada Cheol Min.

“Karena itulah kau harus menyelesaikannya pada sidang berikutnya. Semoga beruntung, Geukdong Electronics.” Ucap Cheol Min.

Di dalam perjalanan setelah menemui Pengacara Kang, Cheol Min merasa menang dan tentu saja senang, tanpa tahu kalau mobil yang digunakannya sedang dipantau dari ruang kontrol di kepolisian. Nomor mobil itu akhirnya ditemukan dan kemudian disebarkan fotonya pada semua petugas polisi yang sedang berpatroli di jalan raya.

19

Dua orang petugas yang melihat plat nomor mobil itu, lalu mengejar Cheol Min.

Di kantor Pengacara Min, Soo Yeon yang sedang mengerjakan tugasnya mendapat telepon dari Kang GI Tan. Dia malah mematikan ponselnya. Tapi kemudian DO Gun Woo ikut-ikutan menelepon. Soo Yeon tetap tidak mengangkat, malah berkata kalau mereka berdua sangat keras kepala.

Pengacara Min datang dam memberitahukan kalau polisi menemukan nomor mobil yang dicari Soo Yeon. Pengacara Min menyarankan Soo yeon untuk cepat datang dan menemui si pemilik mobil.

Sedangkan Gi Tan dan Gun Woo berkeliling mencari di semua kantor kepolisian, mereka sedang berada di kantor Kepolisian Gyeonggi-Do. Gun Woo mengeluh setidaknya mereka makan dulu karena mereka tidak sedang menyelamatkan dunia. Gi Tan marah dan membentak Gun Woo untuk berhenti mengikutinya.

20

Gun Woo diam karena kaget. Gi Tan meninggalkannya pergi. Saat mereka keluar dari kantor polisi, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Cheol Min yang baru datang dibawa oleh seorang petugas polisi. Tapi karena tidak tahu, mereka hanya pergi meninggalkannya.

21

Gi Tan marah-marah dan mengancam akan menangkap Oh Soo Yeon, dan benar Oh Soo Yeon baru saja turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi. Gi Tan langsung meneriaki Oh Soo Yeon yang mengira kalau mereka berdua datang karena tahu Oh Seung Deok telah ditangkap polisi. Mereka berdua bertanya-tanya tentang hal itu, tapi Oh Soo Yeon malah ngeledek.

“Aku mengalahkan kalian. Mereka menangkapnya karena aku, jadi namaku akan ada dalam laporan itu. Ahhh, kasihan.” Kata Soo Yeon.

Gi Tan dan Gun Woo berpikir tentang apa yang dikatakan Soo Yeon. Dengan sombongnya Soo Yeon bertanya-tanya siapa yang akan dia masukkan ke dalam timnya dan pergi meninggalkan mereka berdua yang bengong.

Gi Tan langsung berlari menyusul Soo Yeon yang akan masuk ke dalam kantor polisi dan langsung memeluknya.

“Aku menghormatimu sebagai bekas rekan satu tim!” seru Gi Tan.

“Apakah kau gila, Kang Gi Tan?” teriak Soo Yeon.

22

Gun Woo juga berlari dan ikut memeluk Soo Yeon dari belakang. “Aku tahu kau bisa melakukannya.” Kata Gun Woo.

“Pergi kau dariku?” Soo Yeon meronta minta dilepaskan.

“Dia menyuruhmu untuk pergi!” teriak Gi Tan pada Gun Woo.

Gun Woo berebut dan mengatakan kalau Soo Yeon meminta Gi Tan yang pergi.

23

Sedangkan Soo Yeon malah berpikir macam-macam dan menghubung-hubungkan semua kejadian itu dengan mimpinya. Hahaha.  Gi Tan menyuruh Soo Yeon memiih antara dia atau Do Gun Woo.

“Aku akan melakukan semua yang kau minta.” Kata Gun Woo.

Soo Yeon tidak tahan lagi dan memukul kepala Gi Tan dengan kepala (batu) nya. Begitu dengan Gun Woo. Keduanya langsung jatuh.

“Kalian seharusnya bersikap lebih baik sebelumnya. Kalian berdua mengusirku kemarin, beraninya kalian bertingkah?”

Soo Yeon masuk ke dalam kantor polisi. Tanpa tahu malu, Gi Tan dan Gun Woo masih saja mengejar Soo Yeon.

24

Soo Yeon dan ‘fansnya’ masuk dan kaget saat pemilik mobil itu ternyata bukan Oh Seung Deok (yang mereka tahu). Han Cheol Min dengan santainya berlagak tenang di depan mereka yang mencari Oh Seung Deok. Kang Gi Tan bertanya pada Cheol Min apakah dia mengenal Oh Seung Deok, tapi  dia tidak mengenalnya. Saat Han Cheol Min diminta untuk mengisi surat pernyataan, sidik jarinya tidak terbaca oleh alat pembaca sidik jari.

“Aku kerja dalam bidang pertukangan, jadi sulit untuk membaca sidik jariku.” Jawab Cheol Min. Detektif meminta Cheol Min untuk mengulurkan tangannya dan memeriksa jempol tangan kanannya. Kulit jempolnya memang rusak semua jadi tidak bisa diidentifikasi sidik jarinya.

Gun Woo, Soo Yeon dan Gi Tan langsung kecewa. Detektif bertanya darimana Cheol Min mendapatkan mobil itu. Sayangnya dia membelinya secara online. Soo Yeon meminta detektif memperlihatkan video rekaman cctv saat Seung Deok muncul dari sungai dengan perlengkapan menyelam.

Detektif bertanya apakah Seung Deok (yang itu) yang menjual mobil padanya, Cheol Min menjawab ‘iya’ kemudian bertanya apakah Seung Deok telah melakukan hal yang buruk. Cheol Min juga bertanya apakah dia juga akan ditahan karena itu dan Detektif Park hanya meminta rekannya untuk memasukkan Cheol Min ke dalam selnya.

25

Detektif Park menduga kalau Oh Seung Deok telah meninggalkan Korea. Detektif akan membuat daftar orang-orang yang telah meninggalkan Korea dan juga menghubungi broker imigrasi ilegal, jadi kemungkinan mereka akan menemukan keterangan dari sana. Soo Yeon meminta Detektif Park, karena mereka harus menemukan Seung Deok minggu ini.

Gi Tan dan Soo Yeon terlihat sangat kelelahan, sedangkan Gun Woo masih sanggup tersenyum.

26

Cheol Min mengawasi mereka dari dalam selnya. Soo Yeon menyuruh Gun Woo dan Gi Tan untuk pergi sementara dia akan tetap tinggal di kantor polisi. Gun Woo berpikir kalau itu tidak akan membantu Soo yeon menangkap Seung Deok, tapi Soo yeon tetap bersikeras dan masuk kembali ke dalam kantor polisi.

27

Kang GI Tan menelepon OK Chae Ryung. Chae Ryung menyambutnya dan mengingatkannya tentang donor darahnya. Gi Tan masih ingat tentang hal itu, tapi ia ingin minta tolong pada Chae Ryung untuk mencari tahu bagaimana Group Dodo mengakuisisi perusahaan I-One.

Chae Ryung sedang bersama Hwang Ji Soo dan satu orang lagi wanita (yang belum tahu siapa) untuk pergi ke tempat spa. Dalam pembicaraan mereka, Chae Ryung memancing wanita itu mengenai Group Dodo yang berencana membeli sebuah perusahaan bernama I-One. Wanita itu bertanya bagaimana Chae Ryung mengetahuinya. Chae Ryung hanya mengatakan kalau Nyonya Besar pelanggan di gallerynya adalah istri dari Ketua Dodo Group. Wanita itu membenarkan, tapi meminta Chae Ryung untuk tetap merahasiakan seperti seharusnya.

28

Chae Ryung mengerti. Dia menambahkan kalau dia juga mendengar ada banyak keluhan mengenai itu. Ji Soo ngomel-ngomel kalau pemilik perusahaan I-One itu sangat tidak tahu malu, karena ayahnya (Hwang Jae Man) bahkan membatalkan larangan lahan hijau untuk mereka.

“Jujur saja, kalau bukan karena anggota Kongres Hwang, siapa yang bisa melakukan itu untuk mereka?” kata Chae Ryung yang juga merekam apa yang sedang mereka bicarakan dalam ponselnya.

Wanita ketiga menjawab kalau mereka (pihak dari I-One) berterima kasih kepada Group Dodo, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih.

29

Di dalam mobil, Chae Ryung mendengarkan rekaman tadi bersama Cha Woo. Dia meminta Cha Woo untuk mengirimkan rekaman itu pada wakil presiden Group Geukdong.

Cha Woo seperti mengingatkan Chae Ryung tentang pekerjaannya yang adalah seorang pelobi. Tapi dia membantu Kang Gi Tan tanpa arah dan tujuan. Chae Ryung membela dirinya melakukan hal ini sebagai langkah persiapan sebelum berurusan dengan mereka nantinya. Chae Ryung juga mengungatkan tentang pekerjaan Cha Woo yang adalah pendukungnya.

“Mengawasimu, juga merupakan bagian dari pekerjaanmu.” Kata Cha Woo, Chae Ryung hanya menghela nafas.

Di auditorium, Byun Il Jae mengingatkan pada seluruh peserta kalau batas pengumpulan tugas mereka adalah besok sore jam 6. Dia berharap semua orang dapat mengumpulkan tugas mereka dengan hasil yang baik. Soo Tak bertanya bagaimana jika mereka tidak mengumpulkan tugas pada batas waktu itu, Manager Moon menjawab kalau mereka akan mendapatkan nilai nol.

Gun Woo juga bertanya bagaimana jika mereka mengumpulkan tugas tapi dengan hasil yang buruk, karena bisa saja mereka tidak mendapatkan kesimpulan apapun karena ada beberapa tim yang seperti itu. Manager Moon menjawab lagi, walaupun begitu mereka akan tetap mendapatkan beberapa poin.

30

Gi Tan juga bertanya, bagaimana jika tugas yang mereka kumpulkan ternyata tidak membantu apapun dalam sidang, jawabannya adalah sama seperti pertanyaan Gun Woo sebelumnya. Manager Moon meminta semua peserta mengumpulkan tugas dengan baik dan biarkan management yang menilai mereka.

31

Manager Moon mengakhiri briefing mereka dan beberapa peserta kemudian berkumpul per masing-masing kelompok untuk berdiskusi. Soo Yeon sepertinya tidur di kantor polisi semalaman. Gun Woo menyindir Soo Yeon yang seharusnya bekerja jadi polisi saja. Soo Yeon tak mau banyak bicara dan pergi.

Byun Il Jae datang dan mengobrol dengan Gi Tan untuk basa-basi mengenai tugas yang dikerjakannya. Gi Tan menjawab kalau semuanya berjalan dengan baik. Tapi kemudian dia mendapat pesan dari Chae Ryung yang akan bertemu dengan Tuan Park dan meminta Gi Tan untuk datang ke tempat yang disebut “Shanghai” di Myeong-dong jam 7 malam.

Byun Il Jae bertanya apa yang diharapkan Gi Tan dari posisi pertamanya , Gi Tan hanya menjawab dia tidak tahu apakah dia bisa bertahan sampai akhir pada posisi pertamanya, tapi yang jelas dia tidak akan kalah dari Gun Woo dan terjadilah ejek-mengejek di antara mereka berdua (di depan Byun Il Jae). Il Jae hanya senyum-senyum sendiri. Manager Moon memperhatikan mereka sedari tadi.

 

Soo Yeon datang lagi ke kantor polisi dan membawakan makanan untuk detektif dan rekannya. Han Cheol Min seperti sudah bosan mendengar suara Soo Yeon lalu kemudian berbaring dengan kesal di tempat duduk dalam selnya. Soo Yeon bertanya apakah masih belum ada petunjuk dari Oh Seung Deok dan detektif menjelaskan kalau belum ada broker yang melihat Oh Seung Deok keluar dari Korea atau bahkan catatannya pun tidak ada. Soo Yeon putus asa dan bertanya-tanya dimana Oh Seung Deok bersembunyi, Han Cheol Min diam-diam tertawa dari dalam selnya. Detektif mengatakan kalau besok adalah hari terakhir Soo Yeon mengumpulkan tugasnya, Soo Yeon membenarkan tapi dia tidak akan menyerah sebelum menemukan Oh Seung Deok.

32

Chae Ryung sedang makan malam dengan Tuan Park. Saat sedang makan malam, Chae Ryung bertanya pada Tuan Park apakah dia tidak nyaman karena dia tidak banyak bicara. Chae Ryung mengatakan kalau dia tertarik pada investasi perusahaan dan mendapat rekomendasi dari Anggota Kongres Hwang mengenai I-One adalah perusahaan yang menjanjikan. Tuan Park tersenyum senang dan berterima kasih.

Tidak lama datang Kang GI Tan dengan kacamata ala wartawannya dan menyapa Tuan Park setelah sebelumnya berpura-pura tidak sengaja lewat meja makannya.

33

Tuan Park bertanya siapa Gi Tan. Gi Tan langsung duduk di sebelahnya dan berkata baru saja dia akan menelpon Tuan Park. Gi Tan memberikan kartu namanya dan memperkenalkan diri sebagai Lee Jin Soo dari Mingook Daily. Chae Ryung berpura-pura tidak mengenalnya dan bersikap sewajarnya.

Tuan Park Sang Soo bertanya apa yang diinginkannya, tapi Gi Tan berlagak tidak percaya dengan Chae Ryung, dia tidak yakin apakah bisa mengatakannya ‘disini’. Chae Ryung langsung sewot dan bertanya kenapa dan apa Gi Tan memintanya untuk pergi. Tuan Park mencegahnya untuk tetap duduk disana.

34

“Sebenarnya kami menerima laporan. Kami mendengar anggota Kongres Hwang akan memberikan bantuan khusus untuk lahan hijau di Yongin. Bukankah kau pemilik yang sebenarnya?” tanya GI Tan dan Chae Ryung pura-pura terkejut sambil menutup mulut dengan tangannya.

“Sebenarnya aku sangat dekat dengan anggota Kongres Hwang. Jadi aku membiarkan kau tahu terlebih dahulu. Baik, jujur saja, jika larangan untuk tanah itu dilepaskan, kami, wartawan, akan mengejarnya. Jadi, saat kau bertemu anggota Kongres Hwang , tolong katakan padanya bahwa aku yang memberimu informasi ini.” Jelas Gi Tan.

Tuan Park bertanya dengan serius mengenai siapa yang telah memberitahunya tentang hal ini, tapi Gi Tan tidak mau memberitahu dengan alasan dia ada janji bersama orang lain dan mengajak Tuan Park untuk bertemu bersama-sama dengan anggota Kongres Hwang dan dia akan meluangkan waktunya.

Tuan Park berterima kasih. GI Tan mempersilahkan mereka menikmati kembali makan malam mereka dan kemudian pergi.

35

Tuan Park terlihat khawatir. Chae Ryung mengatakan kalau larangan itu belum dicabut dan memang apa pentingnya.

“Sejujurnya, kami memutuskan untuk menjual perusahaan kami kepada Group Dodo untuk mencabut larangan atas tanah itu.” Jelas Tuan Park dan lagi-lagi Chae Ryung berpura-pura kaget.

“Ya ampun. Kalau begitu ini bukan masalah sepele.” kata Chae Ryung dan Tuan Park terlihat semakin khawatir.

Chae Ryung kemudian menerima sebuah telepon dari seseorang yang dipanggilnya ‘wakil ketua’ dan berbicara dengan akrab dengannya dan Chae Ryung akan menemuinya. Saat menutup telepon, Tuan Park meminta maaf karena dia harus pergi. Chae Ryung memberitahu pada Tuan Park kalau yang baru saja meneleponnya adalah wakil ketua dari Geukdong Group. Tuan Park makin kaget lagi.

36

Chae Ryung memikirkan bagaimana untuk membantu Tua Park agar perusahaannya bisa selamat. “Apa kau mau mendengarku?” tanya Chae Ryung kemudian.

“Apa kau memintaku untuk tidak melakukan kontrak ini dengan Group Dodo?” tanya Tuan Park.

“Maksudku, larangan tersebut tidak akan dicabut bukan? Jika tidak, itu akan menyebabkan masalah yang lebih besar.”

“Apa Group Geukdong menerima syaratku?” tanya Tuan Park. Chae Ryung hanya memberikan perumpamaan kalau semua hal akan menjadi semakin buruk jika I-One dijual kepada Group Dodo. Tuan Park kebingungan. Tapi Chae Ryung mengembalikan pilihan pada Tuan Park, karena ia hanya akan membantu Tuan Park sebagaimana mestinya – sebagai investor.

37

Chae Ryung dengan santainya meminym teh dari cangkirnya, sementara Tuan Park sedang dalam keadaan yang dilematis.

Chae Ryung datang ke sebuah ruangan yang sepertinya masih dalam restaurant yang sama dan bertemu Kang Gi Tan disana. Dia mengatakan kalau Tuan Park telah memutuskan untuk melakukan sesuai dengan rencana mereka.

“Aku ingin melihat wajah Byun Il Jae dan Do Gun Woo saat mereka kalah.” Kata Gi Tan, Chae Ryung tertawa kemudian bertanya darimana Gi Tan mendapatkan kartu nama itu.

Gi Tan menjelaskan kalau yang didapatnya adalah kartu nama betulan dan wartawan itu juga memang seseorang yang dekat dengan anggota Kongres Hwang. Chae Ryung menjawab tentu saja dia tidak akan berhubungan lagi dengan Hwang Jae Man setelah dia mengkhianatinya (yang ini saya kurang mengerti maksud OK Chae Ryung).

38

“Apa ada berita tentang Jeong Eun?” tanya Gi Tan tiba-tiba. Chae Ryung menegur GI Tan yang masih saja sempat memikirkan Jeong Eun di saat seperti ini.

“Hanya saja ada seseorang yang mengingatkanku kepadanya hari ini.” Jawab Gi Tan.

Saat Chae Ryung bertanya siapa orang itu, Gi Tan tidak menjawab dan hanya mengucapkan terima kasih pada apa yang dilakukan Chae Ryung hari ini. Chae Ryung mengajaknya untuk minum dulu, tapi Gi Tan tetap harus pergi ke suatu tempat.

39

Chae Ryung terlihat sangat kecewa saat Gi Tan benar-benar pergi.

 

Han Cheol Man masih ditahan di kantor polisi. Mereka semua tertidur di kursi. Keadaan kantor sudah sangat gelap.

40

Di Penampungan Harapan terjadi kebakaran. Polisi dan petugas medis mengeveakuasi semua korban. Disana ada Jeong Eun dan Dong Soo yang duduk sedih. Saat petugas membawa sebuah jenazah, Jeong Eun memanggilnya dengan nama ‘Soo Yeon’ dan pergi menghampirinya lalu berteriak meminta Soo Yeon untuk tidak mati.

41

Ternyata itu adalah mimpi Oh Soo Yeon yang sedang tidur di kantor polisi. Dan jelas sudah bagaimana Cha Jeong Eun dan adiknya berganti identitas. Soo Yeon yang tengah tertidur terus memanggil-manggil Soo Yeon yang ada dalam mimpinya. Saat itu Gi Tan datang dan mendengar Soo Yeon memanggil namanya sendiri dalam tidur.

GI Tan mencoba untuk tidak peduli dan menyimpan beberapa makanan di atas meja di dekat Soo Yeon. Tapi GI Tan kemudian berbalik dan menatap Soo Yeon yang masih tidur.

Ia teringat saat Cha Jeong Eun membacakannya sebuah buku dongeng di taman rumahnya.

42

“Hal yang penting adalah yang kasat mata. Pangeran kecil terus mengulangnya, untuk memastikan dia akan mengingatnya.” Saat melihat Guk Cheol yang hanya diam, Jeong Eun kemudian bertanya haruskah dia berhenti membaca.

“Bolehkah aku menyentuh wajahmu?” tanya Guk Cheol. Jeong Eun bertanya untuk apa dan Guk Cheol menjawab itu karena dia ingin tahu seperti apa wajahnya. Jeong Eun menolak dan Guk Cheol langsung mengatakan kalau Jeong Eun itu jelek.

“Tidak, aku tidak jelek.”

“Eiii jangan berbohong. Kau pasti jelek.” Kata GI Tan.

*scene ini adalah scene romantis pertama yang ada dengan backsong lagu soundtracknya dari Zia – I Know*

Saat Guk Cheol akan pergi, Jeong Eun langsung memegang tangannya dan mengarahkannya ke wajahnya.

“Bagaimana? Apa kau masih menganggapku jelek?” tanya Jeong Eun.

43

44

Saat Guk Cheol akan menyentuh bibir Jeong Eun, dia langsung menyuruhnya berhenti karena semuanya sudah cukup. Guk Cheol mengatakan kalau tidak seharusnya dia menyentuh Jeong Eun.

45

“Jangan berani-berani menyebutku jelek. Juga tidak mungkin untuk bisa tahu nanya dengan menyentuh.” Omel Jeong Eun.

“Kau…terlalu cantik.” Gumam Guk Cheol. Jeong Eun berkata kalau dia tidak secantik itu. “Karena kau sangat cantik, kau tidak baik untukku. Kau tidak akan menjadi pasangan yang baik untuk seseorang yang buta seperti aku.” Kata Guk Cheol sedih. Jeong Eun hanya menatapnya dalam diam. Flashback end.

Di masa sekarang, Gi Tan duduk di samping Soo Yeon yang masih tertidur. Perlahan tangannya mendekati wajah Soo Yeon dan memejamkan mata saat menyentuhnya.

46

47

Gi Tan menyentuh wajah Soo Yeon dari kening hingga hidungnya. Saat ia akan menyentuh bibir Soo Yeon….

48

“Apa kau ingin ditahan?” tanya Soo Yeon yang tiba-tiba terbangun. Hahaha, rusak deh romantisnya.

Gi Tan langsung sadar dan cepat-cepat menjauh dari Soo Yeon.

“Kau. Apa kau menyukaiku?” tanya Soo Yeon tanpa basa-basi.

Gi Tan meminta Soo Yeon untuk tidak salah paham dengan apa yang baru saja terjadi. Kemudian Soo Yeon bertanya apakah ini hobinya, apakah Gi Tan senang menyentuh wajah orang lain saat mereka sedang tidur, sambil memperagakan bagaimana Gi Tan menyentuhnya tadi.

“Itu tidak seperti yangkau pikirkan.” Kata Gi Tan kesal.

“Jika kau melakukannya lagi, aku akan menginjak wajahmu saat kau sedang tidur.” Kata SooYeon sambil menunjukkan sepatunya pada Gi Tan.

Gi Tan bertanya kenapa Soo Yeon memanggil namanya sendiri dalam tidur dan bertanya apakah dia sedang shooting film horror. Soo Yeon tergagap kapan dia melakukan itu dan cepat-cepat memberikan beberapa file tambahan mengenai Oh Seung Deok untuknya.

49

“Aku sudah memeriksa semuanya, tetapi kau juga harus memeriksa semuanya.” Kata Soo Yeon dengan sedikit salah tingkah.

Mereka terlihat lebih akrab daripada sebelumnya. GI Tan malah meminta Soo Yeon untuk kembali. Tapi dia menolak dan akan tetap tinggal disana sampai laporannya selesai karena mungkin saja Oh Seung Deok akan tertangkap di saat-saat terakhir.

“Kau seorang pekerja keras.” Kata Gi Tan.

“Aku tidak yakin bagaimana jadinya untukmu, tapi itu antara hidup dan mati untukku.”

GI Tan lalu meminta Soo Yeon untuk tidur nyenyak malam ini dan dia yang akan mengawasi segalanya.

50

Soo Yeon menjadi sedikit salah tingkah dan dia pergi untuk mencuci muka. Saat sedang melihat-lihat file yang baru saja diberikan Soo Yeon, Gi Tan pergi dan menemui Cheol Min yang ada di selnya. Gi Tan bertanya kenapa Han Cheol Min mencoba untuk mengindari mereka. Cheol Min tidak menjawab apapun.

“Atau mungkin kau mengenal Oh Seung Deok tapi bersikap seakan kau tidak tahu. Kalau bukan begitu…” kata Gi Tan sambil mengira-ngira alasan apa sebenarnya yang dimiliki oleh Han Cheol Min.

Cheol Min lalu bangun karena tidak tahan dengan Gi Tan yang ngoceh melulu. Dia lalu memakai kacamatanya, Gi Tan sempat memperhatikannya.

“Kenapa kau menggangguku?” tanya Han Cheol Min.

“Kau tidak memiliki lensa di kacamatamu.” Kata Gi Tan.

Han Cheol Min lalu mengatakan kalau ia mengenakan kacamata untuk penampilannya, apakah ada masalah, tanyanya.

51

“Awalnya aku tidak menyadarinya, tapi kau memiliki sikap yang menyenangkan.” Kata Gi Tan. Han Cheol Min langsung berdiri dan bertanyadengan emosi apa yang barusan Gi Tan maksud. Gi Tan tersenyum dan hanya mengucapkan selamat malam pada Han Cheol Min.

 

Instruktur Mo mengumumkan pada semua peserta kalau mereka memiliki waktu lima menit sampai batas waktu akhir untuk mengumpulkan laporan dari masing-masing tim. Tim Do Gun Woo mengumpulkan tugasnya. Manager Moon bertanya apakah semua tim sudah mengumpulkannya, tapi Instruktur Mo memberitahu kalau tim Kang Gi Tan belum mengumpulkan tugas mereka.

52

Saat mereka akan keluar dari auditorium, mereka bertemu dengan Tim Kang Gi Tan + Oh Soo Yeon (jadi Soo Yeon masuk ke tim GI Tan). Soo Tak melihat Park Soo Hee (si anak direktur eksekutif Group Dodo yang berkhianat itu) sudah bergabung di tim Do Gun Woo.

“Aku lebih menyukai Do Gun Woo daripada Kang GI Tan.” Katanya sambil menggandeng tangan Gun Woo.

Kang Gi Tan dan timnya lalu membawa laporan mereka pada manager Moon. Setelah memberikan laporannya, Gi Tan meminta Manager Moon untuk berbicara dengannya dan berkata kalau apa yang ingin dibicarakannya adalah sebuah hal yang penting, sangat penting.

53

Evaluasi peringkat nilai diberitahukan pada semua peserta. Do Gun Woo berada di peringkat pertama sedangkan Kang GI Tan ada di peringkat sembilan. Gun Woo langsung tersenyum meremehkan. Byun Il Jae menjelaskan kalau peringkat itu adalah yang terakhir dan ditambah dengan hasil dari laporan yang mereka kumpulkan. Tim Do Gun Woo menempati peringkat pertama dan Tim Kang Gi Tan berada di peringkat terakhir. Gi Tan lalu bertanya bagaimana tentang penilaiannya.

54

“Strategi yang digunakan Tim DO Gun Woo sama dengan apa yang digunakan oleh SPD kami. Sementara itu tim Kang Gi Tan menyediakan hipotesis tetapi gagal untuk membuktikannya. Laporanmu adalah bencana yang tidak akan membantu gugatan kami.” Jelas Il Jae.

Nilai yang baru saja mereka lihat adalah perolehan nilai terakhir dan 8 teratas akan mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri. Tapi kemudian Manager Moon memotong penjelasan Il Jae dan mengatakan kalau hasil penilaian belum final. Il Jae menanyakan apa maksud Manager Moon.

55

“Ini adalah akhir dari pelatihan untuk kalian. Kalian bisa kembali ke rumah, tapi setelah putusan dikeluarkan, aku akan mengumumkan hasil akhirnya di kantor utama kami. Jadi tunggu panggilan kami.”

Semua peserta bertanya-tanya, termasuk juga Byun Il Jae yang ingin bertanya tapi Manager Moon melanjutkan bicaranya pada semua peserta. “Aku berharap semua yang terbaik untuk kalian.”

Semua peserta bertepuk tangan walaupun kebingungan. Il Jae menatap tajam pada Manager Moon yang sedang menatap Kang GI Tan.

56

Flashback pada hari sebelumnya dimana Kang Gi Tan meminta Manager Moon untuk berbicara dengannya mengenai hal yang sangat penting itu. Gi Tan memberitahunya mengenai Byun Il Jae yang memberikan strategi dari tim SPD pada Gun Woo dengan tujuan ingin membuat Gun Woo lulus dengan hasil tertinggi.

“Kenapa dia melakukan itu?” tanya Manager Moon.

Gi Tan mengatakan kalau dia tidak tahu, tapi dia tahu tentang Il Jae yang selalu membantu Gun Woo dalam setiap ujian tertulis.

“Jika apa yang kau katakan ternyata bohong…” kata Manager Moon lalu Gi Tan cepat memutus kalimatnya.

“Baca saja sendiri laporan akhir milik DO Gun Woo.” Kata GI Tan.

“Apa kau mengatakan bahwa laporannya sama dengan strategi SPD?” tanya Manager Moon.

GI Tan mengatakan kalau ternyata hasilnya tidak sama 100% dengan yang dimiliki oleh SPD, maka manager Moon boleh mengeluarkannya tapi jika GI Tan benar, Manager Moon harus membuat keputusan akhir setelah persidangan selesai. Flashback end.

57

Manager Moon dicecar oleh Byun Il Jae kenapa membuat keputusan seperti yang dilakukannya tadi. Manager Moon mengatakan kalau tidak ada jaminan kalau strategi DO Gun Woo akan membantu mereka menang di persidangan. Byun Il Jae marah dan bertanya apakah itu artinya Manager Moon tidak mempercayai strategi yang dibuat oleh tim hukum.

Manager Moon meminta IL Jae untuk mengerti karena dalam ujian praktek, hasil adalah nilai yang paling menentukan dan disitulah (kinerja) Manager Moon dipertaruhkan.

“Kau terlalu  banyak aturan. Aku akan mengingatnya.” Kata Byun IL Jae lalu mendorong Manager Moon minggir sebelum dia pergi.

58

Instruktur MO bertanya apakah Manager Moon akan baik-baik saja. Manager Moon bertanya apa maksudnya. Instruktur Mo menjelaskan kalau Byun Il Jae memiliki hubungan perkawinan dengan keponakan Ketua. Jadi kemungkinan jika Manager Moon membuatnya kesal itu akan….

“Memangnya dia pikir siapa dia?” bentak Manager Moon.

Instruktur Mo sampai kaget.

“Aku bekerja keras selama 20 tahun untuk bisa sampa disini! Tapi dia hanya langsung terjun ke kantornya. Sekarang dia akan menghalangiku dan bertindak seakan dia atasanku! Aku tidak akan kalah kepada mereka yang melanggar aturan, entah itu Byun Il Jae atau orang lain.” Jelas Manager Moon.

Saat menaiki tangga dengan Choong Dong, Byun Il Jae mengatakan kalau sejak awal Manager Moon tidak pernah menyukainya *yaiyalah dikata Manager Moon homo??? Abaikan* Byun Il Jae bicara kalau dia akan menyingkirkan Manager Moon saat dia bisa mengambil alih departemennya, sampai mengatakan kalau Manager Moon ‘si bodoh sombong’

Tanpa mereka tahu, Kang Gi Tan ada di lantai bawah mendengar semua yang mereka bicarakan. Saat Gi Tan pergi ke lobby, dia melihat tin Do Gun Woo yang senang dengan nilai yang mereka dapatkan. Dia lalu pergi ke tempat tidur peserta dan melihat Soo Tak, Sung Ae dan Soo Yeon yang terduduk lesu.

59

Gi Tan bertanya pada mereka yang bukannya berkemas-kemas. Soo Yeon menjawab kalau mereka memutuskan untuk tetap tinggal disana. Sung Ae mengatakan jika mereka bisa menangkap Oh Seung Deok sebelum sidang, maka mereka dapat merubah hasilnya. Soo Tak juga mengatakan kalau ia akan terus mencari tahu. Gi Tan tersenyum melihat mereka yang belum mau menyerah.

60

Sementara Do Gun Woo dengan timnya sedang bersenang-senang di club, Gi Tan dan Soo Yeon membaca buku di asrama mereka. GI Tan tersenyum saat melihat Oh Soo Yeon yang sangat serius saat sedang bekerja.

DI rumah Ketua Do, pelayan sedang menyajikan makanan. Tuan Gong mengawasi mereka semua. Saking detailnya, saat ada pelayan yang salah menempatkan sumpit dan sendok, Tuan Gong langsung membetulkannya.

Ketua Do sedang berbicara dengan Hwang Jae Man tentang pengambil alihan perusahaan I-One. Hwang Jae Man mengatakan kalau itu bukanlah hal yang penting sampai dia harus diundang untuk sarapan bersamanya.

61

Hari ini adalah hari persidangan yang menentukan nasib Group Dodo, terutama Dodo Electronics. Ketua Do mengatakan pada Jae Man kalau dia telah memberikan bantuan yang sangat besar pada Do Choong (Ketua).

“Karena itulah kau harus bersikap lebih baik kepada adikku.” Kata Nyonya Do yang juga ada disana. Ketua Do hanya tersenyum menanggapi itu.

Tidak lama datang Byun Il Jae bersama dengan Hwang JI Soo . Mereka langsung memberikan salam pada Ketua dan semua yang ada disana. Hanya Gwang Woo yang terlihat tidak senang dengan kedatangan Byun Il Jae dengan menyindir kalau Gwang Woo sampai kelaparan karena harus menunggu Il Jae yang datang terlambat.

62

Ji Soo membela suaminya dan mengatakan kalau Il Jae tidak tidur semalaman untuk mempersiapkan sidang. Gwang Woo tidakmau mendengar alasan yang seperti itu dan memalingkan muka. Ibunya melirik Gwang Woo dengan kesal, lalu bertanya pada suaminya  kenapa memanggil Il Jae yang sedang sibuk. Ketua Do memberitahu kalau hari ini adalah hari yang istimewa.

“Aku ingin kita makan sebagai sebuah keluarga.” Kata Ketua Do.

Tuan Gong datang dan memberitahukan kalau hidangan sudah siap. Ketua Do lalu mengajak semuanya pergi makan. Tapi Il Jae hanya berkata pada mereka untuk menikmati makanannya dan Il Jae akan menunggu di ruang tamu. Ketua Do berhenti dan mengatakan kalau Il Jae bisa bergabung makan dengan mereka.

Ji Soo yang terlihat sangat terkejut karena pamannya mengizinkan suaminya makan bersama dengan mereka. Ketua Do lalu bertanya pada Tuan Gong apakah ada tempat untuk Byun Il Jae. Tuan Gong mengatakan ada.

63

“Apa kau mendengarnya? Dia memperlakukanmu secara berbeda sekarang. Kita bisa makan bersamanya. Akhirnya dia menerimamu.” Ucap Ji Soo senang.

Saat makan Ketua Do menanyakan mengenai laporan peserta pelatihan. Il Jae menjelaskan kalau Do Gun Woo yang mendapat nilai tertinggi dan hasil laporan yang dibuatnya sama persis dengan yang dibuat oleh tim SPD. Ketua Do ingat kalau DO Gun Woo adalah peserta yang mendapat nilai tertinggi juga saat ujian tertulis dan bertanya-tanya bagaimana bisa Gun Woo memiliki pola pikir setinggi anggota SPD. Hwang Jae Man menyela, bagaimanapun juga mereka sudah menemukan siapa pemenangnya.

Ketua Do mengatakan kalau mereka akan menemui Gun Woo setelah sidang selesai. Gwang Woo mengatakan kalau dia masih menganggap Do Gun Woo itu gila.

64

Semua mata memandanginya, membuat Gwang Woo kemudian menjelaskan kalau ia ada disana saat wawancara dan Gun Woo mengatakan kalau ia akan menemukan ayahnya. Ketua Do terlihat tidak suka dengan cerita Gwang Woo dan berkata kalau hal seperti itu bukan hal yang harus mereka bicarakan saat ini.

“Jangan bicara kecuali jika kau diminta!” teriak Ketua Do. *Ini orang ama anaknya sendiri galak amat*

Istrinya mengingatkan kalau seharusnya Ketua tidak perlu sampai berteriak karena membuat semua orang tidak nyaman. Ketua kemudian meredam amarahnya dan mengajak semuanya untuk kembali makan. Ketua kemudian bertanya kapan mereka akan menandatangani kontrak dengan perusahaan I-One. Ternyata itu adalah pertanyaan untuk Gwang Woo yang nggak ngeh.

65

Ketua Do memandangi Gwang Woo yang tidak tahu apa-apa dan malah melanjutkan makannya. Ketua lalu berteriak lagi kalau dia bertanya kepada Gwang Woo. Dia langsung tersedak karena kaget. Ayahnya bertanya bukankah itu adalah tugasnya.

“Tolong jawab saja pertanyaannya. Jangan asal membuka mulutmu!” teriak Ketua Do (lagi).

Gwang Woo menjawab pertanyaan ayahnya sambil terbatuk-batuk karena tersedak *kasian banget ini anak* membuat kalimatnya tidak bisa dimengerti. Akhirnya Tuan Gong yang menjawab pertanyaan Ketua kalau acaranya adalah hari ini pukul 10 pagi dan mereka sudah memberitahu pers.

Ketua Do meminta Hwang Jae Man untuk tetap in charge  dalam masalah ini meskipun Ketua tahu kalau dia sangat sibuk. Hwang Jae Man hanya tersenyum pada Byun Il Jae, merasa kalau mereka telah berhasil mendapatkan kepercayaan Ketua Do. Gwang Woo kesal pada pamannya dan Il Jae, dia benar-benar dipermalukan di depan semuanya.

67

Soo Tak, Sung Ae, Soo Yeon tertidur di meja mereka masing-masing kecuali Kang Gi Tan yang masih melihat rekaman cctv milik Oh Seung Deok saat sedang jam makan.

GI Tan teringat kembali saat dia meminta keterangan dari detektif kenala Oh Soo Yeon mengenai Han Cheol Min yang tidak bisa diidentifikasi sidik jarinya namun dia tidak terbukti bersalah. Gi Tan sempat bertanya pada detektif mengenai uji DNA, tapi karena tidak ada sample pembanding dan Oh Seung Deok tidak ada dalam file mereka, jadi itu tidak mungkin. Flashback end.

Kang Gi Tan mendesah. Mulai merasa putus asa dan berpikir apakah mungkin jika mereka menguji Han Cheol Min dengan menggunakan perbandingan suara. Saat dia melihat ulang video rekaman itu, dia seolah mendapatkan titik terang dan membangunkan semua orang.

“Bukankah semua orang di dekatnya mengambil video ini?” tanya Gi Tan dan semuanya membenarkan. Sung Ae bertanya memangnya kenapa. Gi Tan ingin memastikan sesuatu dengan itu.

68

Sepertinya mereka datang ke tempat dimana OH Seung Deok dulu bekerja. Soo Tak mendatangi seorang wanita yang memiliki video Oh Seung Deok yang terjatuh dan memintanya untuk mengirimkan pada handphone Kang Gi Tan.

GI Tan, Soo Yeon dan Sung Ae berada tidak jauh dari mereka dan melihat video Oh Seung Deok. GI Tan memperhatikan (lebih tepatnya mendengarkan) suara Oh Seung Deok dengan Han Cheol Min dan menyadari kalau mereka memiliki suara yang sama. Soo Tak mengatakan kalau dia tidak bisa membedakannya.

69

Soo Yeon menelepon Detektif Park dan ingin mengatakan sesuatu mengenai Han Cheol Min, tapi Detektif Park bilang kalau kepolisian sudah membebaskan Han Cheol Min. Gi Tan langsung mengambil ponsel Soo Yeon dan bertanya dimana Han Cheol Min tinggal. Mereka kemudian mencari ke daerah Yeongdeungpo dan meminta Detektif Park mengirim  alamat lengkapnya.

DI rumahnya, Han Cheol Min mengambil satu koper uang yang diberikan Pengacara Kang dari balik cermin (di dalam tembok rahasia) yang ada di kamarnya. Sambil tertawa Han Cheol Min memandangi uang-uang miliknya lalu membawanya kabur. Saat keluar rumah, Gi Tan and the gang ternyata sedang bertanya pada masyarakat disana tentang rumah Han Cheol Min. Mereka benar-benar yakin kalau Han Cheol Min adalah Oh Seung Deok (karena memang benar, jadi mari kita rubah lagi panggilan Han Cheol Min menjadi Oh Seung Deok).

70

Mereka melakukan pengejaran. Sung Ae mencari arah yang berlawanan sehingga mereka bisa mengepung jalan Oh Seung Deok. Dan ternyata benar. Saat jalannya dihalangi, Oh Seung Deok mengancam Sung Ae untuk minggir dari jalannya dengan sebuah balok kayu. Sung Ae hanya menatap Seung Deok dan kemudian berhasil melumpuhkan Seung Deok dengan beladirinya.

Detektif Park datang. Sung Ae mengambil ponsel Oh Seung Deok untuk kemudian diperiksa oleh detektif Park. Gi Tan, Soo Yeon dan Soo Tak kaget melihat Sung Ae yang bisa melumpuhkan Seung Deok hanya dengan 2 tendangan.

71

72

Gwang Woo hadir dalam sebuah konferensi pers mengenai Group Dodo yang akan membeli perusahaan I-One. Gwang Woo membenarkan pertanyaan wartawan mengenai hal itu.

Sedangkan di depan pengadilan, Byun Il Jae didatangi banyak wartawan. Salah satunya bertanya mengenai pengambilalihan yang diduga adalah strategi untuk menghindari gugatan. Byun Il Jae hanya memberitahu wartawan untuk mempercayai sesuatu yang hanya desas desus.

73

Saat Pengacara Kang datang, wartawan langsung beralih padanya. Salah seorang wartawan bertanya apakah dia akan membatalkan gugatannya, tapi Pengacara Kang hanya diam tak menjawab apapun.

74

Mereka berjalan, dan bertemu di pertengahan. Byun Il Jae memandang Pengacara Kang dengan tersenyum, tidak dengan Pengacara Kang yang terlihat sangat tidak suka.

Byun Il Jae masuk ke pengadilan yang ternyata disana sudah ada tim dari Do Gun Woo. Mereka semua datang untuk melihat jalannya persidangan. Gun Woo dan Il Jae berbicara berdua. Il Jae memberitahu kalau Ketua Do ingin menemuinya setelah sidang selesa tapi Gun Woo merasa sedang tidak ingin menemuinya.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menjadikannya musuhmu.” Pesan Il Jae.

“Kedengarannya seperti aku harus tersenyum di hadapannya seumur hidupku. Aku tidak bisa melakukan itu.” Jawab Gun Woo.

75

“Jika kau ingin hasil yang besar, kau harus belajar bagaimana mengendalikan emosimu.” Kata Il Jae yang kemudian juga mengingatkan kalau lawan Do Gun Woo bukanlah Kang Gi Tan melainkan Dodo Group.

Ketua Do dan Hwang Jae Man menunggu presiden I-One di tempat penandatanganan pengambilalihan perusahaan. Sekretarisnya menduga pasti mereka sedang terjebak macet. Hwang Jae Man yang mencoba menelpon Presiden Park, juga tidak berhasil karena Presiden Park tidak mau mengangkat teleponnya.

Ketua Do bertanya apakah mungkin Park berubah pikiran, tapi Jae Man membantah dan itu tidak mungkin terjadi jadi Ketua Do tidak perlu khawatir.

76

DI tempat lain, Presiden Park menandatangani MOU dengan Ketua dari Geukdong Electronics. Chae Ryung dan Cha Woo hadir dalam acara itu. Gwang Woo di tempat penandatanganannya juga menunggu Presiden Park. Beberapa wartawan sudah memprotes keterlambatan itu. Salah seorang wartawan melihat update berita dari gadgetnya dan mendapat kabar kalau Geukdong Group membeli I-One. Mereka semua langsung pergi saat mengetahui itu.

Gwang Woo langsung meminta sekretarisnya untuk menyiapkan mobil karena dia akan datang ke pengadilan. Dalam perjalanannya, Gwang Woo menelepon Il Jae dan memberikan kabar buruk ini. Il Jae tentu saja kaget, apalagi sebelumnya dia bersikap merendahkan Pengacara Kang seolah mereka akan kalah. Gwang Woo meminta Il Jae untuk mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk persidangan ini dan melakukan apapun untuk menjatuhkan mereka.

“Jika kau gagal, aku akan mengambil lebih dari sekedar pengunduran dirimu.” Teriak Gwang Woo pada Il Jae.

77

Chae Ryung memberi selamat pada GI Tan karena semua berjalan sesuai rencana mereka. Oh Seung Deok juga sudah tertangkap beserta barang bukti yang ada, tapi sayangnya ponsel milik Oh Seung Deok yang diperiksa oleh detektif bersih dari semua pesan teks dan panggilan telepon. Seung Deok langsung tersenyum menang.

Soo Yeon berpikir kalau mereka hanya menggunakan perbandingan suara itu tidak bisa membuktikan kalau Oh Seung Deok adalah seorang mata-mata industri. Soo Tak khawatir karena sidang akan segera dimulai. Gi Tan lalu meminta detektif untuk memeriksa panggilan telepon dari pusat.

Dalam ruang sidang, Pengacara Kang mengulas kasus gugatan mereka tentang Geukdong yang mendapatkan rincian file bagaimana Dodo Group mencuri teknologi electronik dari Geukdong. Il Jae memberikan pembelaan kalau Oh Seung Deok telah disuap oleh Geukdong. Il Jae menyertakan bukti rekaman yang menunjukkan bahwa Oh Seung Deok memalsukan kematiannya sendiri.

Pengacara Kang membantah pembelaan Il Jae karena dia tidak bisa membuktikan kalau Oh Seung Deok telah disuap oleh Dodo Group dan itu hanyalah dugaan. Il Jae tidak bisa memberika pembelaan yang lain. Hakim memutuskan akan menunda putusannya.

78

Kang Gi Tan CS datang ke pengadilan bersama detektif Park dan Oh Seung Deok. Gi Tan menyebutkan pada hakim kalau orang yang dibawanya adalah Oh Seung Deok. Pengacara Kang pura-pura tidak mengenal Seung Deok. Byun Il Jae dan Gun Woo tentu saja terkejut, sedangkan Gi Tan merasa puas kalau dia bisa menemukan pelaku yang sebenarnya untuk bebas dari gugatan Geuk Dong.

79

Pada episode 6, Gi Tan memberi salam pada Byun Il Jae dan menawarkan diri untuk bekerja untuknya. Gi tan meminta seseorang untuk mencari tahu informasi mengenai DO Gun Woo. Ada Scene saat Gi Tan merobek gaun Soo Yeon dan Soo Yeon berdansa dengan Gun Woo. Tim baru SPD dikirimkan ke Hainan untuk sebuah misi, episode berikutnya akan ada ‘Michael Chang’ yang ganteng gile. Dan terakhir ada cuplikan Kang GI Tan yang duduk di kursi interogasi.. wahhh…

Well done episode 5. Kita tahu kalau akhirnya Do Gun Woo dan Byun Il Jae kalah telak dari Gi Tan.Dan tentu saja Byun Il Jae akan mengakui kemampuan Gi Tan.

 

Sekedar informasi nih, saya mengerjakan kurang leih 2 hari untuk satu episode.. Saat ini saya akan fokus pada drama ini dan akan saya post paling lambat 3 hari sekali (karena butuh banyak waktu untuk upload gambar-gambarnya, hehehe). Harus sabar, apalagi drama ini rencananya akan ada sampai 50 episode. Hehe.

Episode 6 adalah awal dari penugasan tim baru SPD ke Hainan, gimana ya? Tunggu episode 6 readers.. ^^

Bersambung ke Sinopsis : Monster – Episode 6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s