Sinopsis Film : Changeling (2008) – Part 1

Ini adalah sinopsis film pertama yang saya tulis (setelah sebelumnya saya menulis sinopsis untuk drama Korea). Saya senang saat menulis sinopsis dari film ini karena tentu saja saya bisa flashback dan mengenang bagaimana saya terkesima dengan plot cerita yang dipadupadankan dengan acting dari Angelina Jolie. Untuk yang belum pernah menonton filmnya, saya tuliskan sinopsisnya yang akan dibagi menjadi 2 part. Enjoy ^^

 

LOS ANGELES. March 9, 1928

Pagi hari pada tanggal 9 Maret, Mrs. Collins yang adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama putranya Walter, bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi kerja juga mengantarkan anaknya sekolah. Collins adalah ibu yang sangat menyayangi anaknya walaupun dia adalah seorang wanita yang sibuk dengan pekerjaannya. Sebelum sarapan pagi, Collins meminta anaknya untuk berdiri membelakangi tembok dan mengukur tinggi badannya yang semakin hari semakin bertambah. Cerita pada hari pertama ini memberitahu penonton bagaimana Collins sangat menyayangi anaknya dan selalu berusaha untuk tetap menjadi ibu yang baik saat dia juga harus menjadi satu-satunya yang membiayai hidup anaknya.

Collins bekerja di sebuah Perusahaan Telephone & Telegraph bernama The Pasific, sebagai seorang supervisor. Setiap hari dia bekerja dengan menggunakan sepatu roda supaya bisa mengawasi operator-operator yang ada di bawahnya.

1

Siang hari, Collins menjemput anaknya pulang sekolah. Hari itu Walter bercerita kalau dia mempelajari tentang dinosaurus dan dia berkelahi dengan temannya yang bernama Billy Mankowski. Collins bertanya apa yang terjadi, Walter menjawab kalau Billy yang memukulnya.

Collins memujinya, “Peraturan nomor 1. Jangan pernah memulai perkelahian, selalu selesaikan. Kenapa dia memukulmu?”

“Karena aku memukulnya.” Jawab Collins dengan perasaan bersalah. Collins bertanya kenapa.

2

“Dia bilang ayahku lari karena dia tidak menyukaiku.” Jawab Walter dan Collins menjelaskan kalau ayahnya tidak pernah bertemu dengan Walter lalu bagaimana bisa dia tidak menyukainya. “Lalu kenapa dia pergi?”

“Karena di hari kelahiranmu, sesuatu tiba di dalam kotak pos dan itu sebuah kotak sedikit lebih besar dari kau. Kau tahu apa yang ada di dalamnya?” Walter menggeleng. “Sesuatu yang disebut tanggung jawab. Dan untuk beberapa orang, tanggung jawab adalah hal yang menakutkan di dunia.” Jelas Collins.

“Jadi dia lari karena dia takut dengan isi di dalam kotak?” ibunya membenarkan, dan Walter berkata kalau itu adalah hal yang bodoh, begitu juga pikir ibunya.

Pada malam hari, Walter tertidur di kursi ruang TV saat ibunya membangunkannya, dia bertanya apakah dia melewatkan Amos ‘N Andy, dan ibunya mengiyakan lalu menggendongnya pindah ke kamar. Collins mengajak anaknya untuk pergi menonton gambar baru dari Charlie Chaplin besok, karena besok adalah hari Sabtu.

Esok paginya, Collins mendapat telepon dari Margaret yang mengatakan kalau salah satu operator tidak bisa masuk karena sakit dan mereka tidak bisa menemukan penggantinya, meminta tolong pada Collins untuk datang dan bekerja hingga jam 4 sore. Collins sempat menolak karena dia ada janji dengan Walter untuk menonton film. Ia melihat pada Walter yang terlihat kecewa, apalagi saat Collins menyetujui dia akan pergi dan bekerja hingga jam 4 sore.

Sebelum pergi, Collins berpesan pada Walter kalau dia menyimpan sandwich di kulkas, juga akan berpesan pada Mrs. Riley dan putrinya untuk mampir ke rumahnya selama beberapa jam.

“Aku bisa mengurusnya sendiri.” Sahut Walter yang masih cemberut.

“Aku tahu kau bisa .Mereka memeriksa rumah, bukan kau.” Jawab ibunya.

3

Collins berjanji pada Walter untuk mengajaknya pergi nonton pada esok hari dan dia akan pulang sebelum malam. Walter mengatakan kalau dia tidak takut dengan gelap dan tidak takut pada apapun, ibunya tahu itu. Collins kemudian pergi setelah sebelumnya melihat anaknya melambaikan tangan padanya dari arah jendela. Collins tersenyum dan kemudian pergi.

Saat sedang sibuk-sibuknya, Collins menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 4.35 dan itu artinya dia sudah sangat terlambat untuk pulang. Collins cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kemudia cepat-cepat pulang. Saat dia keluar dari tempat kerjanya, Mr. Harris mengejarnya untuk mengatakan kalau dia sangat terkesan dengan cara kerja Collins, karena dia sudah melihat laporan kerjanya. Mr. Harris bermaksud menawarkan posisi Manager untuk Collins, tapi Collins yang sedang terburu-buru hanya mengucapkan terima kasih dan meminta mereka untuk membicarakan tentang hal itu di hari Senin. Collins berlari untuk mengejar kereta yang ternyata tidak mau berhenti untuknya. Dia akan terlambat untuk menemui anaknya sebelum malam.

Begitu sampai di rumah, Collins memperhatikan kalau rumahnya terlihat masih gelap di dalamnya. Dia lalu memanggil-manggil Walter dan memeriksanya ke seluruh penjuru rumah. Walter bahkan tidak memakan sandwichnya atau apapun itu, karena semua makanan masih utuh di dalam kulkas. Collins terus berteriak dan bahkan bertanya pada seorang anak tetangga yang sedang bermain, apakah dia melihat Walter, tapi dia tidak melihatnya. Hingga malam hari Collins mencari Walter dan menemukan anak-anak yang bermain. Dia mengira itu Walter tapi ternyata bukan. Dia kecewa dan juga khawatir.

4

Sesampainya di rumah, Collins menghubungi polisi dan meminta seorang petugas untuk datang dan mencari anaknya. Tapi sayangnya polisi hanya akan mencarinya jika dalam 24 jam Walter tidak kembali. Collins menangis dan terus meminta tolong pada polisi, tapi polisi tetap tidak bisa melakukan apapun dan hanya menunggu sampai esok hari.

Pagi harinya Collins menunggu petugas polisi yang kemudian datang. Collins memberikan beberapa keterangan. Beberapa tetangga terdekat memperhatikan itu.

Sekitar dua minggu kemudian, Walter belum juga ditemukan. Pihak gereja pun mengajak seluruh jemaatnya untuk turut mendoakan keselamatan Walter dan semoga dia cepat ditemukan. Dalam waktu dua minggu itu, Collins terus mencari anaknya bahkan ia juga memasang pengumuman di radio dan berbagai media. Pendeta yang berbicara mengatakan kalau dia percaya dengan kepolisian yang selalu melakukan yang terbaik untuk menemukan Walter. Tapi karena departement polisi sedang disorot karena kinerjanya yang tidak kompeten, pendeta meragukan itu.

“Setiap hari, mayat-mayat baru ada di sepanjang Mulholland dan dalam selokan kota kita. Hasil kerja dari kepala polisi James Davis dan kompetensinya yang bernama Gun Squad. Setiap hari, keperluan dari warga negara yang jujur adalah menempatkan kedua untuk ketamakan dan keuntungan pribadi. Setiap hari, kota ini tenggelam dalam septic tank dari ketakutan, initimidasi dan korupsi. Setelah kota malaikat, Los Angeles menjadi tempat dimana pelindung kita  menjadi penghancur kita. Dimana seharusnya hukum di atas hukum…..” seseorang mendengarkan khotbah pendeta tadi di ruang kantornya dari saluran radio yang kemudian dia matikan.

 

April 3, 1928

Collins datang ke kamar anaknya dan merindukan Walter yang masih belum ditemukan. Collins bahkan memeluk boneka anaknya.

5

Di tempat kerja, Collins mendapat banyak simpati dari rekan kerjanya. Dia bahkan selalu menelepon seluruh kantor polisi yang berada di sekitaran kota Los Angeles untuk menemukan anaknya, tapi tidak juga ada titik terang. Mr. Harris datang saat Collins sedang menelepon ke kantor polisi Las Vegas.  Mr. Harris merasa sangat prihatin sampai dia tidak bisa melakukan apapun pada Collins.

 

DeKalb, Illinois. July 20, 1928

Di sebuah bar, duduk seorang anak dekat seorang pria yang sedang minum di tengah hari. Pemilik bar kemudian menyebutkan sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh pria itu. Si pria kemudian mengatakan kalau dompetnya tertinggal dan akan mengambil uang lalu datang lagi untuk membayarnya. Pemilik bar meminta jaminan dan anak kecil itu yang akan dia jaminkan karena dia adalah darah dagingnya sendiri. Si anak sempat menolak tapi pria itu mengatakan kalau jangan menambah masalah yang ada dan meminta anak itu menunggu. Pria ini meminta waktu 10 menit dari pemilik bar untuk mengambil dompetnya. Pemilik bar menambahkan jika lebih dari 10 menit dan dia tidak kembali, pemilik bar akan menelepon polisi.

Hingga sore hari tiba, pria itu tidak juga datang. Pemilik bar menjadi curiga dan kemudian menelepon polisi.

 

Di Los Angeles, Collins bekerja seperti biasanya. Saat sedang bekerja, ia melihat beberapa petugas polisi berbicara di dalam kantor Mr. Harris. Saat Collins mengawas dari jendela kaca yang transparan, Mr. Harris menunjuk pada Collins dan kemudian petugas polisi itu masuk dan bertemu Collins.

Kapten J.J. Jones, Lincoln Park bagian anak-anak datang dan menyapa Collins yang terlihat ketakutan dengan berbagai macam kemungkinan yang akan disampaikan oleh polisi itu.

6

“Kantorku mengawasi semua kasus anak yang lari dan hilang, termasuk anakmu, dan Dia masih hidup Mrs. Collins.” Jelas Jones dan itu membuat Collins senang, begitu juga rekan kerjanya yang mendengar berita itu. “Dia dijemput 2 hari lalu oleh polisi lokal di DeKalb, Illinois. Dia selamat dan tidak terluka. Dia ada di rombongan gelandangan. Kami mempunyai APB untuknya, tapi dia selamat.” Lanjut Jones lagi.

Mr. Harris dari kantornya melihat Collins dengan lega dan tersenyum. Rekan-rekan Collins datang dan memeluk Collins yang tidak mampu lagi menahan tangisnya, untuk ikut berbahagia dengan ditemukannya kembali Walter.

7

Collins yang masih saja menangis, berulang kali mengucapkan terima kasih pada petugas polisi dan merasa lega karena anaknya ditemukan masih hidup.

Collins datang bersama Kapten Jones untuk menjemput Walter di stasiun kereta. Disana mereka telah disambut hangat oleh para jurnalis yang menanyakan banyak hal pada Collins yang nanti akan dijawab setelah Collins bertemu dengan anaknya.

Collins diperkenalkan pada James Davis kepala polisi yang mengatakan kalau mereka mendapat tanggapan yang positif dari banyak jurnalis karena hal ini. Collins tidak fokus dengan apa yang dibicarakan oleh James Davis dan terburu-buru berlari ke arah kereta untuk melihat anaknya yang datang.

8

Mereka berdua memaklumi apa yang terjadi dengan wanita. Jones kemudian berlari untuk menyusul Collins yang sudah menyusuri gerbong untuk menemukan anaknya. Collins melihat seorang wanita dengan busana hitam datang bersama seorang anak kecil. Collins kemudian terhenti saat menatap anak itu.

10

Kapten Jones datang dan bertanya apakah Collins akan diam saja.

“Itu bukan anakku.” Jawab Collins yang kemudian membuat wanita yang bersama anak itu juga terkejut.  Kapten Jones bertanya apa yang baru saja dikatakan Collins, dan Collins mengulangi kalimat yang sama.

Kapten Jones mengatakan kalau Collins mungkin saja keliru. Walter telah melalui masa 5 bulan yang buruk yang memungkinkannya untuk kehilangan berat badan dan berubah secara fisik. Tapi tentu saja sebagai ibunya, Collins mengenal bagaimana Walter.

“Yang bisa kukatakan adalah kau terkejut karena dia berubah.” Kata Jones.

Jones kemudian bertanya pada anak itu untuk mengatakan siapa namanya. Anak itu menjawab kalau dia adalah Walter Collins. Collins terkejut bagaimana anak itu adalah Walter dan seolah masih memungkiri kalau dia adalah anaknya. Collins kemudian mengatakan kalau nama itu adalah nama yang umum.

Kapten Jones bertanya lagi pada anak itu dimana dia tinggal (alamat rumahnya). Anak bernama Walter itu menjawab kalau dia tinggal di 210 Avenue 23, Los Angeles, California dan dia mengatakan kalau Collins adalah ibunya lalu berlari dan memeluk Collins.

Collins terus menggeleng dan tidak mau mengakui kalau itu adalah anaknya. Kapten Jones memisahkan Walter dari Collins dan mengatakan kalau Collins sedang sekiti bimbang dan mereka semua sudah memperkirakan ini. Tapi Jones bilang, anak seumuran Walter memang berubah dengan sangat cepat. Mereka sudah lama menyelidikinya hingga akhirnya tidak dapat diragukan lagi kalau anak ini adalah Walter.

“Itu bukan Walter.” Ucap Collins lagi.

Kapten Jones melihat semua jurnalis sedang menunggu tidak jauh dari mereka. Ia kemudian mengatakan kalau Walter bukanlah seperti Walter yang diingatnya dan itulah juga yang mengharuskannya untuk membawa ke rumahnya untuk mencobanya (mencari tahu apakah dia benar-benar Walter atau bukan).

“Sekali dia akrab dengan lingkungannya, dan kau mempunyai waktu  untuk memulihkannya dari guncangan kondisinya yang berubah. Kau akan melihat bahwa ini adalah Waltermu. Sekarang aku berjanji padamu, aku bersumpah padamu, ini adalah anakmu. Jika kau mempunyai masalah apapun, kau bisa datang dan bicara padaku. Aku akan mengurusnya.” Kapten Jones terus meyakinkan Collins untuk percaya padanya dan mengatakan kalau anak itu tidak punya tempat untuk pulang.

Collins menyadari kalau dia sedang tidak berpikir jernih hingga akhirnya dia menyetujui apa yang diusulkan Kapten Jones. Para Jurnalis datang dan bertanya bagaimana perasaan Collins setelah bertemu dengan anaknya. Collins menjawab kalau apa yang dia rasakan sulit untuk dijelaskan. Kapten Jones menambahkan kalau Collins terguncang setelah cobaan berat yang dilaluinya, sedangkan anak yang bernama Walter merasa senang karena dia bisa kembali lagi ke rumahnya. James Davis kemudian mengucapkan terima kasih pada kepolisian DeKalb Country Sheriff yang terlah bekerja keras membantu mereka menemukan Walter. Para jurnalis kemudian meminta izin untuk mengambil foto dari Collins dan Walter. Collins merangkul Walter dengan ragu-ragu dan dengan senyum yang masih belum percaya kalau itu adalah anaknya.

11

Collins kembali dengan anak yang bernama Walter itu dengan mobil dari kepolisian. Anak itu tersenyum pada Collins yang sama sekali tidak membalas senyumnya.

Saat makan malam, Collins menemani Walter yang sedang makan sandwich. Collins menawarkan susu padanya tapi anak itu menjawab ‘tidak’, Collins menambahkan pada anak itu untuk mengatakan ‘terima kasih’ dan Walter mengulangi lagi ‘No, Thank you.” Setelah makan, Collins menyarankan Walter  untuk mandi karena seharian tadi dia pasti terkena asap kereta.

Collins sedang menyiapkan piyama tidur untuk Walter sampai dia mendengar Walter berteriak dari dalam kamar mandi. Collins lalu masuk dan menolong Walter untuk mandi saat dia melihat kalau Walter disunat. Collins tidak berkata apa-apa lagi dan memasangkan handuk pada Walter lalu menyuruhnya keluar.

Collins lalu menyuruh Walter berdiri pada tembok tempat dia selalu mengukur tinggi anaknya. Tinggi kedua anak itu memang berbeda. Collins menjelaskan pada Walter kalau terakhir kali ia mengukur anaknya dan tinggi mereka berbeda, anaknya lebih tinggi beberapa inch darinya.

12

“Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Collins. Walter hanya menatap Collins dalam diam. Collins lalu menjauh darinya.

Pagi harinya Collins datang ke kantor polisi untuk bertemu dengan Kapten Jones dan terus mengatakan kalau Walter bukan anaknya. Collins mengatakan kalau anak itu mengaku-ngaku dan tidak tahu apa alasannya. Kapten Jones mengatakan kalau segala sesuatu bisa terjadi padanya. Collins mengatakan kalau Walter lebih pendek dari anaknya, karena dia mengukurnya dalam grafi. Kapten Jones membantah kalau kemungkinan Collins salah dalam melakukan pengukuran, tapi kemudian Collins mengatakan kembali kalau Walter disunat sedangkan anaknya tidak.

Semua staff kepolisian mendengar pembicaraan itu dan Kapten Jones mengajak Collins untuk masuk ke ruangannya. Kapten Jones mengatakan kalau bisa saja seseorang dalam gerombolan gelandangan melakukannya pada Walter saat 5 bulan dia hilang. Collins bertanya kenapa Kapten Jones tidak mau mendengarkan perkataannya.

Kapten Jones mengatakan kalau tidak ada kesalahan yang dilakukan kepolisian, dan Walter membutuhkan Collins sebagai ibunya untuk memulihkan keadaannya. Tapi lag-lagi Collins mengatakan kalau Walter bukanlah anaknya. Kapten Jones bicara padanya tentang Collins yang bisa menjadi seorang ibu yang baik dan dia memiliki gaji yang cukup untuk membesarkan Walter, tapi kenapa Collins ingin menghindari tanggung jawab itu.

“Aku tidak menghindar dari apapun! Sedikitnya tanggung jawabku, aku bahkan mengurus anak itu sekarang karena hanya aku yang dia punya! Yang menggangguku adalah bahwa kau berhenti mencari anakku!” bentak Collins.

Kapten Jones bertanya kenapa mereka harus mencari seseorang yang telah ditemukan. Collins menjawab dia belum menemukannya.

“Identitasnya telah diklarifikasi oleh pemikir terbaik di lapangan untuk mengidentifikasi anak, orang-orang tahu apa yang mereka lakukan.” Kata Kapten Jones.

13

“Dan aku tidak?” tanya Collins. Kapten Jones hanya diam dan kembali duduk di meja kerjanya. “Maafkan aku. Aku menghargai apapun yang telah dilakukan department kepolisian dan aku tahu betapa kerasnya kau bekerja. Aku sungguh-sungguh menghargai dan aku tidak mau membuat masalah. Aku hanya… Sudah terjadi kekeliruan dan aku memerlukan kau untuk membantuku memperbaikinya jadi aku bisa menemukan anakku sebelum terlambat. Tolong.” Kata Collins sambil menahan tangis.

Sekali lagi Collins meminta maaf karena dia telah emosi dan dia kemudian pergi dari ruangan Jones. Jones kemudian menelepon (sepertinya) sekretarisnya, Sara untuk menghubungi Dr. Tarr lewat telepon.

Di rumahnya, Dr. Tarr datang berkunjung setelah mengatakan kalau dia dikirim oleh Kapten Jones.

“Aku berkonsultasi dengannya dari waktu ke waktu dalam kasus anak-anak. Boleh aku masuk?” tanya Dr. Tarr saat ia tiba.

Collins menyambut Dr. Tarr dengan senang karena akhirnya Kapten Jones mempercayainya. Dr. Tarr kemudian menanyakan Walter yang segera keluar dan menemui mereka. Dr. Tarr memuji Walter yang sangat tampan dan mempunyai mata dan hidung yang sama dengan Collins. Collins lalu mengatakan kalau dia pikir Dr. Tarr datang untuk membantunya. Dr. Tarr membenarkan hal itu dan mengatakan kalau ia ingin membantu Collins dengan masalah ‘keibuannya’.

“Rasa keibuanku bukan untuknya karena dia bukan anakku.”

“Sekarang, pernyataan seperti itu akan sulit membantu rasa percaya diri sang anak. Kapten Jones mengatakan sesuatu mengenai perubahan tinggi badan?” tanya Dr. Tarr.

Collins menunjukkan tinggi badan Walter yang 3 inch lebih pendek dari anaknya. Dr. Tarr mengatakan kalau trauma akan berdampak dapat pertumbuhan anak-anak. Selama 5 bulan dalam keadaan stress, tulang punggungnya memungkinkan untuk menyusut, hal itu memang tidak mungkin tapi semua hal bisa saja terjadi. Saat Collins bertanya lagi mengenai sunat, Dr. Tarr menjawab kalau itu juga bisa terjadi karena si penculik bisa saja berpikir untuk melakukannya karena sunat terdengar higienis. Walter pasti sangat trauma dan itu yang menyebabkan dia kehilangan memorinya.

Collins bersikeras kalau dia adalah ibu dari Walter dan tentunya dia mengenal Walter dengan sangat baik. Tapi lagi-lagi Dr. Tarr berteori kalau Collins tidak bisa melihat Walter secara objektif dan Dr. Tarr bersedia untuk melakukan test objektifitas jika memang Collins mau.

Collins menelepon Kapten Jones untuk membicarakan tentang Walter. Dr. Tarr ternyata telah membawa Walter untuk berkeliling mengunjungi tetangga rumahnya untuk mencari tahu apakah itu Walter yang selama ini mereka kenal atau bukan, dan itu membuat Collins terlihat seperti seorang ibu yang tidak mengenal putranya sendiri. Kapten Jones mengatakan tidak apa-apa jika dia harus merasa malu karena itu. Tapi Collins mengatakan kalau dia tidak malu, karena masalahnya adalah Kapten Jones tengah membuang-buang waktunya untuk menemukan Walter, anaknya. Kapten Jones terus mengatakan kalau laporan itu sudah ditemukan, karena Walter sudah berada bersama Collins. Collins menerimanya dan dia meminta Kapten Jones untuk menyerahkan laporannya sehingga dia bisa membantah laporan itu (laporan bahwa Walter telah ditemukan).

14

Walter sudah selesai makan saat Collins juga selesai berbicara dengan Kapten Jones di telepon. Walter kemudian berpamitan untuk pergi ke kamarnya sebelum dia mengucapkan ‘selamat malam, ibu’ pada Collins. Collins yang mendengar itu kemudian melempar sebuah piring ke tembok dan berteriak pada Walter untuk tidak memanggilnya ‘ibu’ karena dia bukan ibunya.

“Aku ingin anakku kembali. Kau bukan dia. Kau bukan anakku! Aku ingin anakku kembali.” Begitu seterusnya Collins berteriak sambil menangis, pada Walter yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Saat Walter sedang tidur, Collins masuk ke kamarnya dan meminta maaf karena tadi dia telah berteriak pada anak itu. Collins mengatakan kalau Walter hanyalah seorang anak kecil yang bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

“Tapi aku ingin kau mengerti bahwa anakku adalah hidupku. Tidak menjadi masalah apa yang polisi pikirkan dan dunia pikirkan, kau dan aku, kita berdua tahu kebenarannya kan? Kita berdua tahu bahwa kau bukan Walter. Kau harus mengatakan kepada mereka bahwa kau bukan anakku, jadi mereka dapat menemukan anakku. Tolonglah. Kita bisa bicara besok.” Kata Collins sambil menangis, lalu mengusap punggung Walter dan pergi keluar.

Pagi harinya, Collins mendapat telepon dari Gustav Briegleb, ketika 2 minggu Walter menghilang, pendeta ini ikut mendoakan Walter dan Christine Collins, juga mengkritik kinerja kepolisian. Gustav menanyakan sudahkan Collins membaca Times pagi itu, dan Collins menjawab belum. Gustav kemudian mengundang Collins untuk datang ke gereja untuk sarapan dan berbicara dengannya. Di dalam ruangan Gustav, Collins membaca sebuah koran.

“Perbuatan dari permintaan Departemen Polisi Los Angeles, Dr. Earl. W. Tarr spesialis anak, memeriksa Walter Collins untuk memutuskan penyebab kehilangan tinggi badan, pucat, bingung dan laporan kondisi diumumkan sejak kembalinya sang anak kepada ibunya senin lalu.” Kata Collins saat membaca koran sambil mondar-mandir di rungan Gustav.

Gustav menyela kalau apa yang telah dikatakan Dr. Tarr pada media adalah sesuatu yang buruk yang mana membuat semua orang meragukan keselamatan Walter padanya.  Collins melanjutkan membaca lagi.

“Aku menguji sang anak dengan seksama, kata Dr. Tarr. Dan jelas bahwa dia mempunyai sesuatu untuk diberitahukan. Aku yakin pada waktunya….”

Dan kalimatnya dilanjutkan pada Dr. Tarr yang sedang berbicara pada jurnalis, “….dia akan memberi cerita anak-anaknya dari segala kejadian, tapi belum, sampai dia memiliki keyakinan terhadap pendengarnya. Dan itulah yang kurang disini, kepercayaan dalam cerita anak-anak yang malang. Dari keseluruhan pengujianku, aku tidak menemukan apa-apa untuk membantah hasil penemuan dari LAPD.” Kata Dr. Tarr pada jumpa pers.

Di tempat Gustav, Collins bertanya mengapa kepolisian melakukan hal seperti ini. Gustav menjelaskan dengan panjang lebar bahwa LAPD menutupi kesalahan karena mereka telah membawa anak yang salah, dan dengan orang-orang yang membaca koran dengan menggunakan setengah dari otak mereka akan mempercayai itu, LAPD berharap bahwa tidak ada salah satu dari mereka yang mengetahui kekeliruan itu.

“Departement dikendalikan oleh kekerasan, peyalahgunaan, korupsi dan intimidasi. Ketika Chief Davis mengambil alih 2 tahun lalu, dia berkata…”

15

“Kami akan terus melawan penjahat bersenjata api di jalanan-jalanan Los Angeles. Aku menginginkan mereka dibawa mati, bukan hidup-hidup, dan aku akan menegur petugas siapapun yang menaruh iba kepada penjahat.” Katanya saat ia baru saja dilantik menjadi Kepala Kepolisian.

Gustav menerangkan kembali kalau James Davis memilih 50 orang dari polisi-polisi yang garang dalam kesatuan, memberi mereka senjata mesin dan izin untuk menembak siapapun yang menghalangi jalannya, yang dia panggil sebagai Gun Squad.

16

“Tidak ada pengacara, pengadilan, pertanyaan, suspensi, penyelidikan. Hanya tumpukan mayat-mayat. Mayat di rumah mati, rumah sakit, di sisi jalanan. Dan bukan karena LAPD ingin membersihkan kejahatan. Bukan. LAPD ingin membersihkan kompetisi. Mayor Cryer dan setengah dari kesatuan menerima uang, judi, prostitusi, selundupan, apapun itu. Karena sekali kau memberikan orang-orang kebebasan untuk melakukan apapun, seperti Tuhan menemukan di Taman Eden, mereka akan melakukan hal yang sama.”

Gustav menambahkan kalau Departemen kepolisian tidak mentoleransi perbedaan pendapat atau kontradiksi atau bahkan keadaan memalukan. Dan Mrs. Collins adalah orang yang memungkinkan mereka akan dipermalukan, sehingga mereka akan melakukan apapun dengan segala kekuatan untuk mendiskreditkannya. Gustav melihat banyak sekali hal seperti itu dan akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Collins untuk membantunya melawan mereka jika memang Collins ingin melakukannya.

Collins berterima kasih pada pendeta Gustav tapi dia hanya ingin anaknya untuk kembali dan bukannya melakukan sebuah misi yang besar. Gustav meyakinkan Collins kalau banyak dari ibu-ibu yang menjadi korban dari semua kebijakan yang salah ini, dan jika Collins bisa membantu, Walter mungkin akan menjadi anak terakhir yang mengalami ketidakadilan ini. Collins mengangguk tanda ia mengerti.

Collins membawa Walter pergi ke dokter gigi. Saat pemeriksaan selesai, dokter mengakatan kalau 2 gigi Walter harus ditambal dan dia bisa mengatasinya. Dokter gigi itu mengatakan kalau Walter yang ini memiliki jaringan gigi dengan Walter anaknya. Collins mengatakan apakah hal itu bisa berubah sesuai dengan usianya, dan dokter menjelaskan kalau itu memang bisa terjadi dalam beberapa kasus, tapi jaringan di antara gigi Walter menghalangi itu terjadi kecuali jika dengan operasi, dan Walter yang sekarang ini, dokter bisa menjamin bahwa dia belum pernah dioperasi sebelumnya.

“Kau bersedia menulisnya secara resmi?” tanya Collins dan dokter itu bersedia memberikannya.

17

Collins juga membawa Walter untuk datang ke sekolah. Tanggapan yang dilontarkan oleh gurunya adalah Walter mengalami perubahan yang sangat besar dan kemudian bertanya pada Walter siapa namanya. Walter hanya menjawab kalau dia adalah seorang guru.

“Ya, dan guru mempunyai sebuah nama.” Kata gurunya lagi. Walter kemudian menjawab kalau dia mengenalnya tapi dia tidak ingat betul siapa namanya.

“Mrs. Fox. Sekarang, duduk di tempatmu.” Perintah gurunya.

Walter berjalan menuju kursinya. Saat dia duduk, teman-temannya menertawakannya. Mrs. Fox kemudian memberitahunya untuk duduk di tempatnya dan Walter seharusnya bisa mengingatnya dengan pasti, karena dia sudah duduk di kursi itu selama setahun. Walter berpindah dan duduk di kursi yang lain.

“Mrs. Collins, jika itu adalah anakmu, aku akan makan penggaris kayuku. Tidak hanya aku akan menulis, aku juga akan bersaksi di pengadilan, atau kepada President Calvin Coolidge sendiri jika diperlukan.” Ucap Mrs. Fox dengan yakin. Collins tersenyum dan berterima kasih padanya.

Di pagi hari yang hujan, Collins datang ke kanto polisi untuk mengajukan gugatan mengenai anaknya yang hilang dan belum ditemukan. Para jurnalis sudah menunggunya dengan memakai payung hitam. Collins memperkenalkan dirinya sebagai Christina Collins dan menceritakan kronologi menghilangnya Walter yang berusia 9 tahun yang hilang pada 10 Maret.

18

“Dalam 5 bulan penyelidikan, mengarah kepada anak yang dibawa ke Los Angeles dari DeKalb, Illinois. Mereka mengatakan padaku dan kalian semua anak ini adalah anakku. Dia bukan anakku. LAPD membuat kesalahan, dan itu alasan untuk perubahan yang diduga. Aku mempunyai surat-surat dari guru dan dokternya semua menegaskan dia bukan anakku. Aku akan mencetak kembali sekarang dan aku akan memberikan pada kalian besok. Aku sudah memberi LAPD kesempatan untuk mengakui kesalahan mereka dan mengulangi pencarian anakku. Semenjak mereka menolak untuk melakukannya, mereka memaksaku membawa kasus ini ke publik. Dan aku harap sekarang ini akan mendesak mereka untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai dan membawa anakku kembali. Terima kasih.” Katanya mengakhiri semua penjelasannya.

Seorang petugas kepolisian yang menyaksikan pengakuan Collins itu kemudian menelepon Kapten Jones sehingga Kapten Jones meminta anak buahnya untuk memanggil Collins ke kantornya. Collins datang bersama dengan Walter. Sebelum masuk, Collins sempat curiga dan bertanya kenapa mereka harus masuk melewati pintu belakang, petugas polisi itu hanya menjawab kalau itu adalah perintah Kapten Jones, karena di pintu depan telah penuh dengan wartawan.

Saat Kapten Jones memanggil Collins ke ruangannya, Walter dititipkan pada seorang wanita yang akan merawatnya. Jones lalu mengatakan kalau kepolisian mendapatkan sedikit masalah karena apa yang telah dilakukan Collins. Collins mengatakan bahwa dia tidak bermaksud seperti itu. Jones mengatakan kalau Collins memiliki masalah dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

“Kau menikmati sebagai wanita bebas, kan? Kau menikmati tidak harus khawatir terhadap anak. Kau bisa pergi kemana kau ingin, melakukan yang kau ingin, menemui siapapun yang kau ingin. Tapi mereka menemukan anakmu, dan kami membawanya kembali. Dan sekarang dia menyusahkanmu. Itu sebabnya kau membuat rencana ini, untuk membuang dia ke negara bagian dan membuat negara bagian membesarkannya untukmu. Tidakkah itu benar?” tanya Jones yang langsung dibantah oleh Collins.

Jones bertanya bagaimana anak itu tahu kalau Collins adalah ibunya, dan bagaimana dia bisa berbohong. Collins juga tidak tahu dan dia hanya tahu kalau anak itu tengah berbohong. Jones bertanya lagi jika memang anak itu berbohong, lalu bagaimana dia dilatih.

“Kebohongan lahir dari kalian berdua. Kau adalah pembohong dan pembuat masalah, jika kau bertanya padaku, kau tidak punya urusan berjalan di jalanan-jalanan Los Angeles.” Ancam Jones.

Dia bertanya apakah Collins lalai ataukah dia yang terang-terangan gila? Jones juga menawarkan Collins untu bertemu dengan seseorang yang ahli dan memanggil seseorang bernama Maltron. Seorang wanita datang seolah mengepung jalan keluar untuk Collins.

19

“Mrs. Collins, kau masih bersikeras anak diluar sana bukan anakmu?” tanya Jones dan Collins mengakui hal yang sama.

Seorang petugas dan wanita tadi kemudian memegangi Collins dengan mengikat tangannya. Collins menolak, tapi Jones hanya berkata kalau Collins akan dirawat di rumah sakit jiwan Los Angeles Couty General.

Kapten Jones memberitakan pada pers mengenai Collins yang masih mengadukan anaknya yang hilang dan mengatakan kalau Collins menderita sakit jiwa, suka berkhayal dan paranoia yang mana bisa menjadi ancaman untuk dirinya dan juga anaknya. Jones mengatakan kalau mereka merekomendasikan Collins untuk dikirim ke rumah sakit jiwa sampai dia menjadi sehat kembali.

Setibanya di rumah sakit jiwa, wanita tadi mengatakan pada perawat kalau mereka mendapat kode ’12’ lagi. Collins dibersihkan oleh para perawat dengan menyiraminya dengan air (yang entah ini air panas atau dingin) yang bertekanan tinggi (yang mungkin saja bisa melukai tubuh siapapun yang terkena air ini). Collins berteriak-teriak meminta perawat itu untuk berhenti.

20

Dia menangis ketakutan saat salah seorang perawat kemudian datang menggunakan sarung tangan pada tangan kanannya dan menyuruh Collins untuk membentangkan kakinya. Sesuatu yang tidak seharusnya terjadi (saya tidak bisa menuliskannya disini). Saat diantarkan ke kamarnya, Collins sempat meminta pada perawat untuk berbicara pada pihak yang berwenang atau mendapatkan telepon, tapi perawat mengatakan kalau hak menelepon hanya akan didapatkan jika Collins berkelakuan baik. Collins akhirnya masuk ke dalam kamarnya bersama orang gila yang lain yang terus berteriak kalau ruangan itu adalah ruangan miliknya.

 

Seorang detektif mencari sebuah tempat bernama peternakan Northcott, di atas Wineville dan bertemu dengan seorang pria yang mobilnya mogok di tengah jalan. Detektif itu bertanya pada pria itu. Saat akan menjawab pertanyaan detektif itu, pria ini berjalan ke belakang mobilnya dan akan mengambil sebuah senapan panjang. Tapi kemudian ia berkata kalau detektif itu hanya perlu mengikuti jalan ke barat, sekitar 2 atau 3 mil lalu ke kanan lalu dia akan tiba di tempat itu.

21

“Apakah sesuatu terjadi disana?” tanya pria itu. Detektif hanya menjawab kalau itu hanyalah masalah anak-anak dan berterima kasih lalu pergi.

Detektif itu sampai di peternakan, ia berjalan mendekati sebuah rumah yang terlihat kosong. Ia melihat kapak yang tertancap pada sebuah kayu, melihat mesin pemotong kayu di halaman rumah itu, dan juga beberapa alat tukang lainnya disana. Detektif berteriak-teriak mencari seseorang tapi tidak menemukan siapapun disana. Sampai akhirnya seorang anak keluar dari sebuah gudang, tapi anak itu masuk dan mengunci pintu rumah saat detektif mengejarnya.

Detektif mendobrak pintu dan masuk. Dia menemukan lebih banyak alat tukan di dalam rumah, beserta pisau yang besar-besar. Ia melihat berkeliling dan menemukan sebuah foto tergantung di salah satu tembok. Anak itu tiba-tiba menyerang dari dalam lemari, tapi untungnya detektif itu berhasil melumpuhkannya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Detektif itu menjelaskan kalau anak itu harus segera kembali ke Kanada karena dia tidak bisa selamanya tinggal di LA. Anak itu sepertinya kebingungan seolah seharusnya ada alasan lain kenapa detektif itu menangkapnya.

Gustav bertanya pada asistennya (mungkin) apakah Collins masih belum memberikan kabar dan meminta asistennya untuk datang ke rumah Collins dan jika dia tidak ada di rumah, maka ia juga harus memeriksa pada tetangganya.

Gustav akhirnya memulai siarannya tanpa kehadiran Collins dan meminta maaf pada pendengarnya.

“Semenjak dia tidak disini untuk memberitahukan kita apa yang dia katakan pada wartawan pagi ini, aku akan mengisinya sebisa mungkin. Aku akan menceritakan kepada kalian apa yang terjadi, dan aku akan tetap memberitahukan kalian setiap malam, disini, sampai seseorang melakukan sesuatu mengenai ini.” Ucap Gustav dalam siarannya.

Di stasiun, pria yang tadi bertemu dengan detektif, datang untuk membeli tiket ke Kanada. Petugas tiket mengatakan kalau tidak ada kereta dengan tujuan sejauh itu pada malam ini, tapi dia bisa pergi dengan kereta ke Seattle. Pria itu langsung gugup saat seorang petugas polisi datang dan melewatinya.

Seorang perawat membuka pintu kamar Collins dan menyuruhnya sarapan dalam waktu setengah jam. Saat Collins akan makan, seorang wanita bernama Carol Dexter datang ke tempat duduknya dan menyuruhnya untuk makan supaya dia tetap terlihat normal. Collins bilang dia tidak lapar. Dexter bertanya apakah Collins datang kesana dengan kode 12, karena tindakan polisi. Dexter menjelaskan kalau pasti ada sesuatu yang serius sampai Collins ditempatkan disana. Collins menjawab kalau dia waras dan dia akan menjelaskan hal itu pada mereka.

22

“Bagaimana (caranya)? Semakinkau mencoba bertindak waras, kau mulai terlihat gila. Jika kau senyum terlalu banyak, kau berkhayal atau memaksa mencegah hysteria. Dan jika kau tidak tersenyum kau tertekan. Jika kau tetap netral, kau secara emosi tidak ada reaksi, berpotensi catatonic.” Jelas Dexter.

Collins mengatakan kalau Dexter sudah mengetahui banyak sekali. Dexter mengatakan kalau dia juga masuk dengan kode 12 sama sepertinya. Mereka ada disana dengan alasan yang sama: mengganggu polisi. Dexter menunjuk seorang wanita yang tidak makan dan hanya memegangi rambutnya, Dexter mengatakan kalau wanita itu memiliki seorang suami yang sering melakukan kekerasan padanya dan suaminya adalah seorang polisi. Ada lagi seorang wanita berambut pendek yang terlihat jauh lebih normal dari wanita sebelumnya, yang masuk kesana karena ia melaporkan polisi yang mematahkan kedua kaki adiknya, saat wanita itu memberitahukan hal itu pada media, saat itulah dia dikirimkan ke rumah sakit jiwa. Dan Dexter sendiri, dia adalah seorang ‘pekerja malam’ yang menghadapi pelanggan yang tidak mau berhenti mengganggunya, Dexter melaporkannya dan ternyata pria itu adalah seorang polisi.

“Semua orang tahu perempuan itu rapuh. Maksudku mereka semua mudah emosi, tidak logis, tidak ada yang terjadi di tingkat atas. Setiap kali mereka mengatakan sesuatu itu yang sedikit merepotkan. Mereka hanya menjadi sedikit gila. Jika kita gila, tidak ada yang mendengarkan kita. Maksudku, siapa yang ingin kau percaya, wanita gila yang mencoba menghancurkan integritas kesatuan atau petugas polisi?” tanya Dexter.

23

“Sekali mereka menempatkan kita disini, kita tutup mulut dan belajar bersikap, atau kita tidak pulang ke rumah, atau kita pulang ke rumah seperti itu.” Lanjut Dexter sambil melihat ke arah seorang wanita yang sangat kurus dengan rambut di kepala yang hampir botak dan didorong pada kursi roda oleh seorang perawat. Collins ketakutan dan hanya menutup wajahnya.

Anak laki-laki yang tadi dibawa oleh detektif sedang menunggu bersama dengan anak laki-laki yang lain. Dia melihat seorang anak yang gemuk yang sedang memukul-mukulkan penggaris ke pahanya. Saat dia melihat si gemuk melakukan itu, anak laki-laki itu, Sanford Clark, terbayang pada seorang pria yang berlumuran darah sedang mengayunkan kapak.

24

Clark akhirnya berteriak pada si gemuk untuk berhenti. Seorang petugas memanggil namanya dalam daftar absen dan mengatakan kalau Clark akan dideportasi kembali ke Kanada pada esok lusa. Petugas itu berharap agar Clark tidak lagi melewati perbatasan secara ilegal di masa depan. Clark meminta pada petugas itu untuk bertemu dengan detektif yang membawanya ke kantor polisi dan berkata kalau apa yang akan dikatakannya adalah sesuatu yang penting.

25

Di rumah sakit jiwa, Collins bekonsultasi (yang sebenarnya bukanlah konsultasi) pada Dr. Jonathan Steele. Dr. Steele menyambut Collins dan berharap kalau dia merasa nyaman saat dia tinggal bersama mereka. Collins menjawab kalau tinggal bersama mereka adalah hal yang menyenangkan. Dokter memeriksa laporan Collins, juga laporan darahnya. Collins menyebutkan nama test itu dan menjelaskan kalau tes itu dilakukan untuk memeriksa syphilis, karena itu berpengaruh pada pikiran.

Dr. Steele bertanya apakah dia marah pada seseorang yang menyuruhnya untuk memeriksa apakah Collins menderita syphilis atau tidak? Collins menjawab dengan tenang kalau dia tidak marah karena itu adalah sebuah prosedur yang standar. Collins mengatakan mungkin itu membuat tidak nyaman, tapi dia mengerti (ini mungkin test yang dilakukan oleh perawat yang menggunakan sarung tangan yang memeriksa Collins pada hari pertama dia masuk rumah sakit jiwa).

Dokter menuliskan beberapa catatan pada berkas milik Collins. “Berdasarkan berkasmu kau yakin bahwa polisi mengganti anak palsu sebagai anakmu.Collins masih yakin kalau itu bukanlah anaknya, dan anaknya yang sebenarnya masih belum ditemukan.

“Itu aneh karena aku punya artikel koran disini dengan fotomu di stasiun kereta, menyambut pulang anakmu. Apa itu fotomu?” tanya Dr. Steele dengan menunjukkan sebuah koran. Collins membenarkan itu. Dokter mengatakan apakah pertama kali melihatnya dia adalah anak Collins dan berikutnya adalah bukan.

“Apa ini sudah berlangsung dalam waktu yang lama? Orang berubah, menjadi sesuatu yang lain?” tanya dokter. Collins mengatakan kalau orang tidak berubah, tapi Dr. Steele mengatakan kalau dia hanya mau mengakui itu.

Collins mengatakan kalau polisi tidak menyiksanya dan melindunginya. Tapi Dr. Steele mengatakan yang sebaliknya karena saat Collins datang, dia telah mengatakan pada kepala perawat kalau polisi sengaja berkonspirasi untuk menghukumnya, jadi kepala perawat dan dokter juga berkonspirasi untuk menghukumnya atau Collins akan mengubah ceritanya.

“Apakah kau sering mempunyai masalah mengatakan kenyataan dari fantasi, Mrs. Collins?” tanya Dr. Steele. Collins kebingungan tapi dia tetap menjawab tidak.

Detektif datang dan menemui Clark dengan harapan bahwa apa yang dikatakan Clark adalah sesuatu yang benar-benar penting. Saat Detektif siap mendengarkan cerita Clark, Clark mulai bicara mengenai sepupunya, Gordon Northcott, yang merupakan pemilik dari peternakan dimana dia menemukan Clark.

“Dia bilang aku bisa tinggal disana dengan syarat aku mengawasi tempatnya ketika dia pergi, melakukan pekerjaan seperti itu. Aku pikir itu berarti aku bisa pergi kapanpun aku ingin.” Jelas Clark. Detektif bertanya apakah yang dimaksud Clark bahwa sepupunya mengurungnya, Clark membenarkan tapi detektif mengatakan bahwa dia berbohong karena saat detektif menemukannya, Clark bahkan berlarian bebas seperti jaybird.

Detektif mengira kalau Clark mengatakan hal ini karena dia ingin menutupi alasan mengapa dia berada disana secara ilegal. Clark membantah. Clark menjelaskan lagi kalau Northcott mengancamnya jika ia melarikan diri, maka Northcott akan membunuhnya. Clark mengatakan kalau detektif tidak tahu apa yang telah diperintahkan Northcott pada Clark.

“Baiklah mulai ceritakan dari awal. Apa yang dia perintahkan padamu?” tanya detektif.

26

Disini saya merasa apa yang akan dijelaskan oleh Clark adalah sesuatu yang benar-benar telah membebani dan membuatnya merasa bersalah.

 

 

Dengan ragu-ragu Clark mulai mengatakan, “Kami membunuh beberapa anak-anak.”

“Apa?” tanya detektif.

“Dengar, aku tidak bermaksud, aku bersumpah. Dia menyuruhku membantunya. Dia bilang jika aku tidak mau membantu, dia akan membunuhku juga. Dengar, kau harus menolongku, tolong. Aku sangat takut. Aku tidak ingin pergi ke neraka karena membunuh anak-anak.” Jelas Clark lagi yang tiba-tiba menjadi panik dan ketakutan.

“Anak-anak apa? Apa yang kau bicarakan?” tanya detektif.

“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah tahu nama-nama mereka.”

“Nama-nama? Berapa banyak? Berapa banyak anak-anak?” tanya detektif lagi, kali ini dia mulai benar-benar menanggapi penjelasan Clark dengan serius.

“Semuanya?” tanya Clark yang kemudian mulai menghitung dan mengingat-ingat. “Sekitar 20, aku rasa.”

Detektif mengatakan kalau Clark berbohong, tapi Clark bersumpah kalau ia mengatakan yang sebenarnya.

“Kau mengatakan padaku bahwa kau telah membunuh 20 anak-anak?” tanya detektif seolah ingin meyakinkan dirinya lagi.

“Ya, kira-kira. Aku berhenti menghitung setelah beberapa saat. Gordon bilang mungkin 1 atau 2 orang melarikan diri. Tapi…”

“Tidak. Tidak ada yang bisa membunuh 20 anak-anak. Okay?” tanya detektif.

“Kami melakukannya. Kami melakukannya.”

Detektif bertanya bagaimana mereka melakukan itu semua. Clark menjelaskan kadang mereka membunuh 1 atau 2, terkadang juga 3. “Aku selalu tahu kapan kami siap untuk pergi. Membersihkan mobil. Memastikan bannya bagus. Memeriksa mesin. Karena dia takut mobilnya akan mogok dan kami kepergok. Kami selalu pergi ke arah yang berbeda setiap waktu, tidak pernah mendatangi bagian kota yang sama 2 kali. Kadang-kadang kami mengendarai berjam-jam.”

Bersama dengan penjelasan Clark, kita dibawa kembali pada saat Northcott dan dirinya memeriksa kendaraan dan kemudian pergi untuk mencari anak-anak. Di sebuah jalan, Northcott menemukan seorang anak sedang berjalan sendirian dan mengatakan kalau mereka sudah mencari anak itu sedari tadi dengan nada yang ramah.

27

“Dengar, teman-temanmu mengalami kecelakaan dan mereka mengirim kami untuk menemukanmu. Sekarang,mereka terluka parah. Polisi membawa mereka ke rumah sakit, tapi mereka tidak punya waktu untuk menemukanmu, jadi kami katakan kami akan melakukannya. Sekarang dengar, ayo masuk ke dalam. Kami harus membawamu ke rumah sakit jadi kau bisa menemui teman-temanmu.” Kata Northcott dan kemudian anak itu benar-benar masuk ke dalam mobilnya.

“Lihat, kebanyakan anak-anak tidak mau masuk ke dalam mobil bersama orang asing, tapi ketika dia mendapatkan anak disana itu membuatnya lebih mudah. Mereka akan melihat padaku dan mengatakan ‘Hey, jika dia selamat..aku rasa aku juga.’ Setiap kali mereka masuk ke dalam truk, aku ingin mati. Segera setelah sampai di peternakan, mereka dikurung di kandang.” Jelas Clark yang mulai menangis.

Pada flashback, Northcott masuk ke dalam kandang yang gelap dimana anak-anak itu dikurung bersama ayam-ayamnya. Seorang anak berteriak pada Northcott untuk tidak mendekatinya, tapi Northcott terus menerus berkata kalau dia tak akan menyakiti mereka.

“Suatu hari dia segera melakukan, di hari yang lain dia menunggu.  Mengambil beberapa anak lagi, sampai ada sekitar 4 atau 5.” Jelas Sanford lagi.

28

Detektif terus mendengarkan apa yang Clark jelaskan sampai ia lupa menghisap rokoknya.

Kembali ke flashback, Northcott akhirnya mengambil seorang anak secara paksa, membuat anak-anak lain berteriak dan menangis. Northcott berteriak pada Clark untuk mengawasi dan memindahkan 1 orang anak yang tadi dia bawa ke kandang yang lain. Clark kemudian melihat Northcott mengayunkan kapaknya. Itu membuat anak-anak berteriak makin kencang karena ketakutan, juga membuat abu pada rokok si detektif langsung jatuh ke lantai seolah ia juga menyaksikan kekejaman itu.

29

“Dia kadang-kadang pergi, hanya 1 atau 2 dari mereka yang hidup. Sedikit saja. Dia mengatakan ‘Habisi mereka, San. Habisi mereka atau aku akan menghabisimu.’ Dan aku melakukannya. Dan aku membunuh mereka. Dan aku melakukannya. Oh Tuhan. Aku membunuh mereka!” ucap Clark dan dia tak bisa mengatakan apa-apa lagi kecuali hanya menangis dan menutupi wajahnya pada meja.

Detektif menanyakan pada Clark apakah mungkin jika dia melihat wajah anak-anak itu dia akan bisa mengingat mereka. Clark berkata itu mungkin dan kemudian detektif memperlihatkan foto dari daftar anak-anak yang hilang. Clark melihat semua foto itu dan menyimpan daftar anak yang dikenalnya dengan yang tidak di sisi yang berbeda. Setelah memilah foto terakhir, Clark menangis dan terus meminta maaf. Detektif benar-benar terkejut dengan kesaksian Clark dan membuka satu persatu foto yang terdapat nama dan usia anak dalam foto itu di baliknya.

30

Salah satunya adalah Walter Collins, 9 tahun, Los Angeles. Detektif menanyakan pada Clark sekali lagi tentang foto Walter Collins yang masuk ke dalam daftar anak yang dikenalnya.

“Apakah kau yakin?” tanya detektif sambil memperlihatkan foto Walter.

“Aku yakin.” Jawab Clark setelah beberapa saat mengingat-ingat.

Detektif itu melaporkan semua informasi yang dia punya pada Jones yang menanggapi dengan mengatakan kalau Clark berbohong dan sedang mempermainkannya.

“Dia tahu dia dalam masalah, jadi dia datang dengan cerita bohong mengenai bagaimana dia dipaksa untuk tinggal di negara ini.” Bantah Jones.

Detektif menjelaskan kalau anak itu sangat ketakutan, tapi Jones membantah lagi kalau Walter Collins sudah ditemukan. Seorang wanita yang mungkin sekretarisnya tiba-tiba datang dan memberitahukan kalau pendeta Briegleb datang lagi untuk mencari Christine Collins.

“Kau bilang padanya untuk menjauh dari wilayah polisi, atau aku akan menahannya karena mengganggu kedamaian.” Kata Jones keras.

“Aku sudah coba. Dia bilang tidak mau pergi, dia atau teman-temannya.” Jelas wanita itu lagi.

Jones lalu melihat ke arah pintu dan terkejut mengetahui bahwa pendeta Briegleb ternyata datang bersama banyak orang. Dia melihat ke lantai bawah dan ternyata di bawah sana banyak orang sedang berdemo di tengah hujan untuk memprotes LAPD. Jones kemudian memerintahkan pada detektif Ybarra untuk tidak melakukan apapun kecuali kembali ke Los Angeles. Ybarra terus membantah dan mengatakan kalau menurut kebijakan polisi, kalau semua pernyataan pembunuhan harus diselidiki.

“Kebijakan polisi adalah apa yang aku katakan. Sekarang aku memerintahkanmu untuk kembali kesini bersama anak itu, kau mengerti? Kau jangan bicara pada siapapun dan bawa anak itu padaku. Kau mengerti? Tak seorangpun!” dan Jones menutup teleponnya untuk kemudian menemui pendeta Briegleb.

Tanpa basa basi, dan dengan kasarnya, pendeta langsung bertanya dimana keberadaan Christine Collins dan apa yang telah Jones lakukan kepadanya. Dia juga menyuruh Jones untuk tidak berbohong karena beberapa tetangganya melihat Collins dibawa dengan mobil polisi. Dengan entengnya Jones mengatakan Collins dirawat karena kerusakan mental, dan ia mendapatkan perawatan terbaik, lalu pergi begitu saja dari hadapan pendeta.

Di rumah sakit jiwa, Collins dipaksa untuk menerima obat. Collins terus menolak dan berlari untuk meminta tolong pada Dr. Steele. Collins mengatakan kalau tidak ada yang salah pada dirinya dan kerena itu dia tidak perlu menerima pengobatan apapun. Dr. Steele membenarkan itu dan Collins menjadi lega.

“Kau baik. Ya. Baik, maka kau seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk menandatangani ini. Dengan menandatanganinya, kau menyatakan dirimu salah ketika kau menyatakan anak yang dikembalikan padamu oleh polisi bukan anakmu. Lebih lanjut menegaskan bahwa polisi benar mengirimmu kesini untuk mengawasi dan membebaskan mereka dari semua tanggung jawa. Tanda tangani.” Kata Dr. Steele seraya menyodorkan sebuah pena.

Collins menolak untuk tanda tangan. Kemudian Dr. Steele mengatakan kalau kondisi Collins tidak ada perbaikan. Jika Collins menandatangani surat itu, maka dia akan keluar dari sana esok pagi.

31

“Tapi aku tidak salah. Dia bukan anakku. Anakku masih hilang.” Bantah Collins.

Dr. Steele kemudian memanggil perawat dan meminta mereka untuk mengobati Collins karena Collins menjadi histeris karena terus menerus berteriak dengan mengatakan kalau anak yang dibawa oleh polisi bukanlah anaknya. Collins terus meronta-ronta dari para perawat yang terus mencekoki mulutnya dengan obat. Dexter berlari dan membantu Collins untuk bebas, tapi Dr. Steele datang dan menampar Dexter saat dua orang perawat memegangi tangannya. Dr. Steele memerintahkan pada semua orang untuk menjauh karena ini adalah urusan polisi.

“Kupikir kau sudah cukup bermasalah dengan hukum, menjadi pelacur?” hina Dr. Steele pada Dexter dan Dexter langsung menampar Dr. Steele.

Karena masalah itu, Dexter dikurung di kamar 18 karena dia telah menyerang anggota staff.

32

Dexter terus berteriak sementara Collins dimasukkan kembali ke dalam kamar. Perawat membaringkan Dexter di tempat tidur dengan peralatan penyiksaan dan sabuk pada badannya. Perawat juga menutup mulutnya dengan sebuah penyumpal, dan pelipisnya ditempeli sebuah penghantar listrik.

33

Dexter kemudian disetrum hingga dia pingsan. Collins melihat dari jendela di pintu kamarnya saat Dexter kemudian dipindahkan ke kamarnya. Dia merasa khawatir, Dexter telah dihukum karena membantunya.

Di kantornya, Ybarra masih mengamati foto-foto anak-anak yang diduga telah dibunuh oleh Northcott, terutama foto Walter Collins. Clark dikeluarkan dari sel oleh seorang petugas, ia terus memandangi Ybarra yang terlihat masih sangat bingung. Tapi akhirnya Ybarra membawa Clark dari petugas itu dan masih memerlukannya untuk tanya jawab. Ybarra kemudian memanggil 2 anak buahnya untuk membantunya, dan ia akan menjelaskan bantuan apa yang dia butuhnya saat mereka dalam perjalanan.

Di rumah sakit jiwa, Collins mengunjungi Dexter yang masih berbaring karena lemas. Collins mengatakan kalau seharusnya Dexter tidak menolongnya. Tapi dia mengatakan kalau dia hanya ingin melakukannya dan kemudian bercerita kalau dia telah kehilangan 2 bayi untuk menghindari dokter. Dexter tidak memiliki kesempatan untuk melawan, tapi Collins punya. Dengan kasar, Dexter mengutuk mereka semua (mungkin polisi dan pihak rumah sakit jiwa) tapi Collins mengatakan kalau tidak seharusnya Dexter mengatakan itu karena bahasa yang pantas diucapkan oleh seorang wanita terhormat.

“Hell. Ada waktunya untuk menggunakan bahasa yang benar.” Jelas Dexter.

Seorang perawat kemudian datang dan membentak Collins yang tidak seharusnya berada disana. Collins langsung pergi.

Dua buah mobil polisi datang ke areal peternakan milik Northcott. Ybarra dan 2 anak buahnya datang dengan membawa Clark. Setelah memeriksa gudang dan rumah dan memastikan semuanya aman, Ybarra menyuruh Clark untuk menggali kembali mayat anak-anak yang pernah dia kuburkan. Beberapa lama kemudian mereka semua terkejut dengan kerangka tulang anak kecil yang berasal dari tanah. Ybarra juga melihat itu dan memerintahkan semua anggota kepolisian dan olah TKP untuk datang, juga mengumumkan status buronan pada Gordon Stewart Northcott.

 

Besambung di Sinopsis : Film Changeling (2008) – Part 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s