Sinopsis Film : Changeling (2008) – Part 2

34

Kedua anak buahnya pergi dan Ybarra meminta Clark untuk berhenti menggali. Clark tidak mau berhenti sampai Ybarra memeganginya dan mengatakan kalau polisi akan melanjutkannya. Clark melempar sekop yang dipakainya, kemudian berlutut dan menangis di tanah. Ybarra menenangkan Clark sambil mengusap kepalanya dan mengatakan kalau semuanya telah berakhir.

Kembali ke rumah sakit jiwa, semua pasien berdiri di depan kamar masing-masing saat Dr. Steele memeriksa mereka. Saat berada di depan Collins, Dr. Steele meminta file miliknya dan mengatakan untuk memberi mereka berdua privasi. Perawat lalu membawa pasien yang lain kembali masuk ke kamar mereka. Dr. Steele mengatakan kalau Collins menolak untuk menerima pengobatan dan menolak makanan. Collins sudah 6 hari disana dan tidak mengalami kemajuan apapun atau mungkin mereka harus menjalani terapi strenuous.

“Kecuali kalau kau bersedia membuktikan bahwa kau telah jauh lebih baik dengan menandatangani ini.” Dan Dr, Steele lagi-lagi menyodorkan file yang belum juga ditandatangani Collins.

Collins hanya diam dan kemudian dengan kasarnya dia menghina Dr. Steele dan membuat Dr. Steele langsung memerintahkan Collins untuk dimasukkan ke kamar 18. Ini rupanya Collins sudah bisa membedakan bagaimana kapan waktunya untuk menggunakan bahasa yang benar seperti yang dikatakan oleh Dexter. Perawat kemudian membawa Collins ke kamar 18 dan di saat yang bersamaan pula, Briegleb datang bersama anggota dari gerejanya. Briegleb bertemu dengan Dr. Steele dan memberikan sebuah koran untuk dibacanya.

Saat perawat akan melakukan kejut elektrik pada Collins (seperti yang dilakukan pada Dexter), perawat yang lain datang dan menghentikan mereka. Collins menemui Dr. Steele dan Dr. Steele bertanya kembali apakah Collins mau menandatangani surat pernyataan itu, Collins masih menolak. Dr. Steele menghela nafas dan mengatakan kalau Collins bebas dan mengambil pakaiannya di ruang sebelah. Dr. Steele kembali pada korannya. Dia membaca sebuah berita: KIDS FOUND MURDERED IN RIVERSIDE (ANAK-ANAK TELAH DITEMUKAN TERBUNUH DI RIVERSIDE) yang ditulis oleh Los Angeles Times.

Saat Collins keluar dari rumah sakit jiwa, dia tidak bertemu dengan Briegleb. Collins terus berjalan dan mendengar saat seorang anak penjual koran meneriakkan headline berita yang tadi dibaca Dr. Steele yang mengasumsikan kalau Walter Collins telah tewas dalam pembunuhan di Riverside itu. Collins langsung lemas dan jatuh kalau saja pendeta Briegleb terlambat datang untuk menangkapnya.

Di kantornya, James Davis memarahi Kapten Jones tentang penanganannya terhadap kasus Christine Collins yang membuat departemen mereka ditertawakan dan memungkinkan mereka untuk bertanggung jawab secara perdata dan pidana.

“Tuan, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di peternakan itu. Tidak kita, department sherrif, kantor marshall, dan juga Collins. Aku masih tidak yakin anaknya ada di antara korban Wineville.” Jelas Jones yang juga menjelaskan kalau ada foto 4 anak lain yang juga mirip dengan Walter Collins, dan bisa jadi juga Clark salah mengidentifikasi.

James Davis tidak peduli dan mengatakan kalau dia dan walikota ingin semua ini berlalu.

“Cara yang kau lakukan adalah berhenti bersikeras bahwa Walter Collins tidak berada di antara anak-anak yang dibunuh di peternakan terkutuk itu. Karena jika anak yang kau bawa kembali itu bukan Walter Collins dan dia tidak mati di peternakan itu, lalu dimana dia? Orang-orang ingin tahu mengapa kita belum menemukannya. Mengapa kita tidak mengerjakan pekerjaan kita. Di sisi lain, jika dia di antara anak-anak malang yang terbunuh di Wineville, maka pertanyaan aka berhenti. Ini keadaan memalukan yang sementara kau akan tanggung.” Jelas James Davis panjang lebar. Secara tidak langsung, Davis ingin Jones yang menjadi tameng dalam semua kesalahan dalam penyelidikan kepolisian.

Davis berkata kalau Walter Collins menghilang sudah hampir setahun, dan kalau Walter ditemukan maka itu seharusnya terjadi saat ini, entah dia di peternakan atau bukan, mungkin Walter sudah meninggal di suatu tempat.

“Ibunya lebih baik menerima itu sekarang atau nanti, bukan begitu?” tambah Davis dan Jones dengan berat hati menerima apa yang atasannya perintahkan.

Ybarra menginterogasi anak yang (mengaku) bernama Walter Collins dan mengatakan pada penjaga kalau dia menyerahkan anak itu untuk diadili. Anak itu menolak dan mengatakan kalau dia tidak melakukan apapun dan bahkan dia tidak disana ketika hal itu terjadi.

35

“Dengan berpura-pura menjadi Walter Collins, kau mengganggu penyelidikan polisi tentang penculikan dan pembunuhan. Kami bisa mendakwamu sebagai kaki tangan pembunuh itu. Itu sangat buruk. Penjara daerah lebih buruk daripada aula anak-anak atau rumah binaan.  Itu sangat buruk.” Jelas Ybarra.

“Kau tidak bisa melakukan itu. Aku hanya anak-anak.” Bantah anak itu.

Ybarra berkata kalau Sanford Clark juga adalah anak-anak berusia 15 tahun dan dia akan masuk penjara. Semua pembunuh dan kaki tangan masuk penjara dan semua orang tahu mengenai hal itu. Ybarra meminta petugas wanita untuk membawanya keluar dari ruang interogasi. Tapi kemudian anak itu mengatakan kalau dia tidak mau masuk penjara.

“Aku…Aku mengenal Los Angeles dimana mereka membuat film Tom Mix. Aku membayangkan jika aku bisa bertemu Tom Mix mungkin dia akan mengizinkanku mengendarai kudanya. Kudanya bernama Tony. Apa kau tahu itu?” tanya si anak ketika mulai menjelaskan. Ybarra hanya berkedip dan terus mendengarkan penjelasannya yang tidak diperdengarkan kepada kita.

Collins berada di tempat pendeta Briegleb. Pendeta datang dan menanyakan kabar Collins. Pendeta berasumsi bahwa pihak polisi sepertinya sedang menunggu apa tindakan Collins selanjutnya. Collins mengatakan kalau dia akan pulang dan dia telah memikirkan banyak hal tentang yang para polisi lakukan pada wanita itu (Dexter) dan kepada Walter.

“Aku biasa mengatakan padanya, ‘Kau tidak pernah memulai pertarungan, tapi kau selalu menyelesaikannya’, dan aku tidak memulai pertarungan ini, tapi aku akan menyelesaikannya.” Jelas Collins.

“Mrs. Collins, mulai sekarang aku kira kau adalah profile yang cukup tinggi bahkan polisi akan ragu mengejarmu di tempat terbuka, tapi aku harus memperingatkanmu bahwa hal itu busa berubah sangat cepat jika mereka merasa posisi mereka terancam. Sangat cepat tentu saja.” Jelas pendeta Briegleb.

36

“Apa yang akan mereka dapatkan dariku sekarang? Mereka tidak mendapatkan apa-apa.” Kata Collins sambil menangis. Memang benar, Collins bersikukuh untuk meyakini bahwa anaknya belum ditemukan polisi meskipun semua orang mengancamnya dengan mengurungnya di rumah sakit jiwa.

 

VANCOUVER, CANADA. September 20, 1928

Gordon Northcott tiba di Kanada dan bertemu saudari perempuannya di rumahnya. Saudaranya terlihat gugup saat menyambut Northcott datang, tapi dia tetap tersenyum dan tidak menyangka kalau dia akan kembali ke kota. Northcott hanya beralasan kalau dia hanya ingin memberikan kejutan pada saudarinya. Saudarinya mempersilahkan Northcott masuk. Northcott bermaksud untuk tinggal beberapa hari dan akan meminta izin dari suaminya, kemudian dia pamit untuk menggunakan kamar mandi karena dia ingin mandi setelah perjalanan jauh. Northcott mengucapkan terima kasih dan memeluk saudarinya sebelum akhirnya dia naik ke lantai atas untuk mandi. Suami dari saudarinya datang dan meminta istrinya untuk pergi ke rumah sebelah sementara dia akan menelepon polisi. Tidak lama kemudian polisi datang dan mengepung Northcott.

Di rumahnya, Collins mendapat kunjungan dari pendeta Briegleb yang membawa serta temannya Mr. Hahn yang bersimpati atas Collins yang kehilangan anaknya. Collins berterima kasih, tapi polisi belum mengidentifikasi mayat-mayat yang mereka temukan sebagai Walter Collins. Mr. Hahn membenarkan itu karena dia juga telah kehilangan anak perempuannya karena penyakit polio dan tidak seharipun berlalu tanpa memikirkannya. Dan ia membantu Collins atas nama anaknya.

Collins menceritakan kalau ia mendapatkan banyak telepon dari komisi polisi yang akan menolak kesaksiannya. Pendeta juga mendapat berita kalau komisi polisi akan mengatakan kalau Jones dan LAPD tidak melakukan kesalahan terhadap penyelidikan itu dan kesalahan sebenarnya terletak pada si anak (palsu) dan Collins sendiri. Collins mengatakan kalau dia akan menyewa seorang pengacara, tapi sayangnya pendeta telah mendatangi pengacara yang telah 4 kali memenangkan sidang dan dia tidak bersedia untuk membantu Collins. Dan ternyata Mr. Hahn datang untuk menjadi pengacara Collins.

“Setelah 15 tahun menjadi pengacara, aku belum pernah melihat seorangpun yang melawan begitu keras sepertimu, yang begitu keras di jalan keadilan.” Jelas Mr. Hahn. Collins tersenyum dan berterima kasih.

Hal pertama yang dilakukan oleh Mr. Hahn adalah datang ke rumah sakit jiwa dan membawa surat perintah pengadilan untuk secepatnya melepaskan semua wanita yang ditahan di lembaga itu dengan penandaan kode 12.

37

Perawat itu melihat Collins dan pendeta Briegleb berada di samping Mr. Hahn. Perawat itu sempat menolak tapi setelah Mr. Hahn mengatakan kalau dia akan dipenjara karena menghalangi proses persidangan, maka dia akan segera dikirim ke dalam penjara, perawat itu akhirnya membiarkan pengacara dan semua orang yang datang bersamanya untuk membebaskan semua wanita dengan kode 12.

Para wanita berbaris dan keluar dari rumah sakit jiwa. Collins menunggu di bawah tangga dan melihat Dexter juga keluar dari sana. Dexter menatap Collins dengan bangga dan rasa penuh terima kasih, begitu juga dengan Collins. Scene ini begitu emosional yang terjadi antara kedua wanita, walaupun mereka tidak mengatakan sepatah katapun satu sama lain, tapi saya seolah bisa merasakan kalau Collins dan Dexter merasa begitu bahagia bisa keluar dari semua ketidak adilan ini.

Di stasiun, Northcott sepertinya baru saja tiba di Los Angeles. Seorang jurnalis menanyakan tentang keadaan Northcott.

Dengan senyum sumringah Northcott menjawab, “Oh, aku merasa baik-baik saja. Aku sedang dalam liburan seperti yang kalian tahu.  Itu benar-benar liburan yang menyenangkan. Polisi pastinya menyediakanku dengan banyak hiburan.” Katanya.

Para  jurnalis terus bertanya bagaimana Northcott bersembunyi selama ini, tapi dia tidak pernah melakukannya. Juga tidak tahu kalau dia sedang dicari sampai beberapa lama sebelum ini.

“Apa kau tahu untuk apa polisi mencarimu?” tanya salah satu jurnalis.

38

“Tidak, tapi aku membayangkan itu ide yang bagus jika aku tetap menjauh.” Jelas Northcott masih dengan senyumnya yang tanpa rasa bersalah.

Jurnalis bertanya lagi apakah Northcott memiliki sesuatu untuk dikatakan pada semua orang tua dari anak-anak yang sudah ia bunuh dan Northcott menjawab ‘No comment’ Dia kemudian dibawa pergi oleh petugas polisi.

Walikota Cryer datang ke kantor Davis dan melemparkan selembar kertas.

“Panggilan tertulis, permintaan untuk pernyataan, jawaban-jawaban interogasi. Menghormati Mr. Hahn dan klien barunya, Christine Collins.” Jelas Walikota.

Walikota menyatakan kalau semua dewan menyetujui penyelidikan ini. Davis mengumpat. Walikota mengatakan kalau tahun ini adalah tahun pemilihan dan dia tidak mampu menghadapi tekanan yang seperti ini. Davis menjelaskan kalau masalah ini sudah berlalu dan memerintahkan Jones untuk mengatasi semuanya. Tapi Walikota mengatakan kalau pengakuan tentang kesalahan Kapten Jones tidak akan cukup baik untuk mengatasi semua masalah ini. Davis terkejut dengan perkataan Walikota yang sepertinya juga menginginkan Davis untuk mengakui kesalahannya.

39

Collins bercermin, seolah ia sedang menguatkan hati sebelum ia hadir di persidangan. Dalam perjalanan menuju kesana, Collins melihat banyak warga yang berdemo di depan pengadilan. Pendeta Briegleb menjelaskan kalau mereka memprotes terkait masalah Walter Collins dan dirinya, dan ini merupakan aksi protes paling besar yang pernah terjadi. Mr. Harris juga ada di tengah-tengah warga yang protes dan memberi salam saat Collins melewatinya.

“Tuhan bekerja dengan cara misterius, Mrs. Collins.” Kata pendeta Briegleb.

Persidangan akan segera dimulai. Hakim menghimbau semua orang yang berada disana untuk tetap tenang selama sidang berlangsung. Dan semua orang harus mendengarkan meskipun mereka harus duduk disana selama seminggu. Salah satu dari panitera memberitahu kalau dia tidak melihat satupun anggota dari komisi polisi yang datang ke persidangan. Selagi Hakim mencari James Davis dan Kapten Jones, seseorang datang menghampiri Mr. Hahn dan setelah itu Mr. Hahn meminta Collins untuk pergi ke ruang sidang yang lain bersamanya.

Itu adalah persidangan kasus dengan tersangka Gordon Northcott. Jeanne Clay menyapa Collins dan memperkenalkan dirinya dan suaminya saat Collins duduk. Jeanne juga telah kehilangan anaknya, David, yang termasuk dalam daftar anak-anak yang telah menjadi korban Northcott (saat itu entah Collins menyadari secara betul atau tidak bahwa dia berada di persidangan Northcott, karena dia terlihat bingung dengan semua yang dibicarakan Mrs. Clay).

Hakim datang, semua hadirin berdiri dan kembali duduk. Northcott datang dengan jas dan penampilan yang rapi, tak lupa dengan senyumannya yang khas.

“Oh hey. Aku melihatmu di koran. Kau mempunyai keberanian, membuktikan kebenaran kepada polisi seperti itu.” Sapa Northcott pada Collins saat dia melihatnya. Collins hanya diam walaupun sesaat ia seperti ingin mengatakan sesuatu pada Northcott.

“Gordon Stewart Northcott. Kau bertanggung jawab terhadap 3 pembunuhan tingkat pertama, dengan tambahan 17 di bawah tinjauan oleh kantor pengacara daerah. Bagaimana pembelaanmu?” tanya Hakim.

 

“Oh, tidak bersalah, yang mulia.” Jawab Northcott yang membuat Mr. Clay memegangi kepalanya dan beberapa dari hadirin berbisik. Hakim kemudian mempersilahkan Northcott untuk duduk.

Sebelum duduk, Northcott bahkan sempat melihat ke belakang, ke arah Collins dengan senyum gilanya, kemudian duduk dan merapikan rambut di balik telinganya. Collins benar-benar tidak habis pikir dengan semua diamnya.

Dalam persidangan yang lain, Mr. Hahn mendengarkan penjelasan Kapten Jones yang mejadi saksi dari pihak kepolisian mengenai Walter yang dilaporkan hilang pada 10 Maret 1928 dan mendapatkan telegram yang menunjukkan bahwa anak dengan ciri-ciri yang sama dengan Walter Collins telah ditemukan di DeKalb. Setelah ditanya, anak itu memang mengaku sebagai Walter Collins. Mr. Hahn kembali bertanya karena Mrs. Collins memang benar karena tidak mengakui kalau anak itu bukalah Walter anaknya, dan kenapa Jones memutuskan untuk melakukan test psikologis.

“Dia sering berlaku tenang dan menyendiri dan tak berperasaan, terutama dengan anak yang kami temukan di DeKalb dan dalam pembicaraan kami berikutnya. Itu karena kelakuannya yang mengganggu maka aku menyerahkannya untuk diawasi di ruangan sakit jiwa di Rumah Sakit Los Angeles County. “ jelas Jones.

Seketika itu juga Mr. Hahn membenarkan. Jones telah menggunakan kekuasaannya untuk mengurung seorang wanita tidak bersalah untuk dijebloskan di rumah sakit jiwa. Jones terus berbicara dengan suara yang keras kalau Collins tidak dijebloskan. Pengacara Hahn bertanya lalu dia menyebutnya dengan apa.

“Dia tidak dijebloskan, dia dikawal.” Katanya, dan para hadirin menertawakannya.

Jones melihat ke belakang pada semua orang yang menertawakannya. Dia kemudian melihat Collins yang menatapnya dengan dingin.

“Dikawal, dijebloskan. Kata kerja bukan persoalan, Kapten. Persoalannya adalah penahanannya diperintahkan tanpa surat perintah. Aku memegang salinan tebusannya. Dari pernyataan tertulis kegilaan yang menjadi persoalan dalam kasus negara bagian California melawan Christine Collins.”  Kata Mr. Hahn seraya menunjukkan surat di tangannya pada sejumlah panitera.

Mr. Hahn kemudian bertanya siapa yang menandatangani surat itu dan Jones mengaku kalau itu adalah dirinya.

“Dan jika yang kukatakan ini benar, seorang wanita dijebloskan ke dalam ruangan sakit jiwa tanpa surat perintah, karena tidak ada surat perintah yang ada. Dan itu akhirnya ditulis beberapa hari kemudian, tidak perlu tanda tangan atau harus ke hakim karena dia sudah berada di rumah sakit jiwa! Apakah ini benar, Kapten?” tanya Mr. Hahn.

“Secara teknis, ya. Langkah-langkah diluar kebiasaan diperlukan karena kami berurusan… Kami berurusan dengan situasi yang luar biasa. Sekarang, ini kesalahan kami bahwa kami diperdaya oleh anak yang mengaku menjadi Walter Collins? Tidak. Mengingat klaim sang anak dan kelakuannya yang mengganggu, siapa yang tidak akan mulai berpikir ada sesuatu persoalan padanya?” jelas Jones.

Mr. Hahn bertanya apakah karena Collins tidak mau mempercayainya? Jones menjawab bukan, tapi karena Collins tidak mau mendengar dan karena Collins bersikeras menjadi keras kepala dan bersikeras untuk mengatasi masalahnya sendiri yang mana seharusnya dia bisa menyerahkan pada pihak kepolisian. Mr. Hahn menyela perkataan Jones.

“Karena dia bertarung untuk hidup anaknya! Seorang anak yang mungkin masih hidup sementara kau membuang waktu berhargamu membantah bahwa yang kau lakukan salah! Dan pada akhirnya, itu yang terjadi, benar?” bentak Mr. Hahn pada Jones. “Pada saat semua ini terjadi, di saat yang sama, Walter Collins dibunuh secara brutal, bersama 19 anak lainnya di peternakan Northcott di Wineville. Apa itu benar, Kapten?” tanya Mr. Hahn lagi.

Dengan wajah menyesalnya (entah benar-benar menyesal atau tidak), Jones membenarkan itu. Mr. Hahn tidak memiliki apapun lagi untuk ditanyakan dan kembali duduk seiring dengan tepuk tangan para hadirin. Kapten Jones melihat pada Collins begitu juga sebaliknya. Pandangan mereka seperti sulit untuk diartikan.

Di stasiun, James Davis mengantar kembali anak yang mengaku sebagai Walter Collins yang dia sebut telah menyebabkan masalah belakangan ini, sebagai Arthur Hutchins dari Cedar Rapids, Lowa. James Davis menambahkan bahwa kepolisian telah memecahkan 2 misteri dan meminta kepada semua jurnalis untuk memberikan kolom dalam koran yang memuji kinerja kepolisian. James Davis kemudian memperkenalkan para jurnalis pada Mrs. Janet Hutchins yang adalah ibu dari Arthur Hutchins.

James Davis memberikan sebuah pakaian yang dia ingin Arthur kenakan. Arthur menolak untuk memberikan ucapan terima kasih dan mengatakan kalau itu semua adalah kesalahan polisi yang mengatakan kalau Arthur adalah Walter Collins. Ibunya lalu membawa Arthur masuk ke dalam kereta dan James Davis mempersilahkan semua orang untuk menyalahkan polisi atas kesalahan mereka. *ini ngeles banget sih ah*

 

Dalam pengadilan, Collins memberikan kesaksian di hari saat anaknya menghilang. Kemudian James Davis yang membela Jones yang telah melakukan tindakan yang benar berdasarkan aturan kepolisian. Kemudian seorang dokter gigi yang menerangkan kalau Collins mengidap diastema. Kemudian guru Walter Collins yang memberikan kesaksian bahwa anak yang mengaku sebagai Walter Collins tidak pernah datang ke kelasnya. Kemudian kesaksian Dr. Steele yang bekerja di bawah perintah dari pihak kepolisian untuk ‘mengawal’ orang-orang yang secara sosial tidak dapat diterima. Collins memberikan penjelasan juga tentang ciri-ciri fisik Arthur yang 3 inch lebih pendek dari angka pengukuran terakhir Walter.

Dalam persidangan Northcott, Ybarra memberikan keterangannya mengenai foto-foto yang Sanford Clark berikan padanya dan bahwa dia juga yang membantu Northcott membunuh anak-anak itu.

41

Para juri diminta untuk melihat foto-foto dari TKP yang telah dibagikan oleh jaksa penuntut. Barang bukti juga dihadirkan dalam persidangan; sepatu, kapak dengan bercak darah, dan foto-foto lain dari TKP.

42

Collins hanya menunduk saat dia menghadiri persidangan itu. Tidak mengerti apa yang tengah berkecamuk dalam dadanya. Pendeta Briegleb datang ke rumah Collins dan melihatnya sedang berada di dalam kamar Walter.

“Ketika Walter disini, aku terbiasa melangkah ke kamarnya ketika dia tidur. Dan walaupun aku  tidak bisa melihat atau mendengarnya, aku bisa merasakannya. Itu sebabnya aku tidak merasa Walter telah meninggal. Aku masih bisa merasakannya.” Jelas Collins yang berdiri dekat jendela dengan tirai yang setengah terbuka.

43

Collins merasa yakin kalau Walter masih hidup, dan polisi tidak bisa mengidentifikasi semuanya dengan benar, juga Clark yang mungkin saja melakukan kesalahan saat memilih foto Walter.

“Aku mengerti kau tidak ingin menerima ini. Ibu mana yang mau? Tapi aku pikir ini waktunya kau untuk melangkah ke depan dan memulai kembali untuk dirimu sendiri. Anakmu ingin kau untuk melangkah ke depan.” Kata pendeta Briegleb yang melangkah mendekat pada Collins.

“Mungkin. Mungkin dia ingin aku tetap mencarinya. Mungkin dia berada di suatu tempat menungguku.” Kata Collins.

Pendeta Briegleb percaya bahwa Walter sedang menunggu. “Aku percaya dia menunggu di tempat dimana kita semua akan pergi suatu hari nanti untuk berkumpul dengan orang yang kita sayangi. Dan di hari itu, dia akan tahu dari depan ke belakang, akhir ke akhir, hati ke jiwa, bahwa kau mampu melakukan segala yang kau mampu, Mrs. Collins. Segalanya.” Kata pendeta.

44

45

46

Collins menangis dan memejamkan matanya. Dia mengusap wajahnya dengan sebuah saputangan. Pendeta mengatakan padanya kalau mereka harus segera pergi. Sebelum Collins meninggalkan kamar anaknya, ia memandangi gambar yang pernah dibuat oleh Walter dan ditempel pada dinding kamarnya. Collins seolah sedikit menjadi kuat dengan sedikit senyum setelah memandang gambar itu.

Dalam persidangan, kasus antara pihak kepolisian dengan Christina Collins, hakim membacakan beberapa putusan.

“Pertemuan ini sekarang akan memerintahkan. Panitia sekarang sudah mendengar semua kesaksian, dan mengingat fakta yang dihadirkan, kami merekomendasikan skorsing terhadap Kapten Jones menjadi selamanya.” Ucap Hakim.

Semua hadirin bertepuk tangan mendengar putusan itu. Jones hanya diam dengan tangan tetap bersedekap di depan badannya. Collins tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Di persidangan putusan untuk Northcott, juri akan membacakan sebuah putusan untuk Northcott. Hakim mempersilahkan Northcott untuk berdiri.

Chairman Thrope, dalam sidang kasus antara pihak kepolisian dengan Christina Collins berkata lagi, “Kedua, langkah-langkah itu diambil untuk menyelidiki perubahan dalam hukum yang berlaku dan prosedur oleh warga negara dari kota ini yang bisa menjadi subjek untuk penahanan di fasilitas kejiwaan daerah.” Kata hakim lagi dan para hadirin bertepuk tangan lagi.

Perwakilan juri, Mr. Fordman, akan membacakan putusan untuk Northcott.

“Kami juri menemukan terdakwa, Gordon Stewart Northcott, bersalah atas pembunuhan tingkat pertama.” Kata Mr. Fordman.

 

“Akhirnya, pemulihan kepercayaan publik kepada departemen polisi hanya bisa dicapai dengan memindahkan kepala polisi, dan panitia ini juga merekomendasikan. Pemeriksaan diakhiri.” Ucap Chairman Thrope.

47

Sekali lagi hadirin bertepuk tangan. Collins terlihat menangis dan sepertinya dia merasa bahwa keadilan telah ada untuknya. James Davis keluar ruang sidang saat hadirin masih bertepuk tangan. Collins memandang Davis dengan tatapan dingin, hingga akhirnya dia tersenyum lega.

 

“Apakah terdakwa ingin membuat pernyataan sebelum penghakiman?” tanya hakim pada Northcott.

“Aku ingin membuat lebih jelas bahwa aku tidak pernah sekalipun mendapat keadilan darimu, Yang mulia. Dari pengadilan ini, datu-satunya yang berharga disini adalah dia.” Kata Northcott dan menunjuk pada Collins yang hanya menatapnya. “Karena dia satu-satunya yang tidak pernah bicara buruk tentangku kepada wartawan. Dia satu-satunya yang mengerti apa rasanya dijebak oleh polisi untuk sesuatu yang tidak kau lakukan.” Lanjutnya.

Hakim kemudian menghentikan Northcott, tapi dia masih melanjutkan, “Dan kemudian dibuang ke dalam lubang, sampai membusuk dan bernanah dan dilupakan dan menjadi lemah, apa itu benar?” ucap Northcott yang mulai menjadi emosi.

Northcott kemudian mengatakan pada Collins, “Mrs. Collins, aku tidak pernah membunuh anakmu. Aku tidak pernah mencelakai Walter. Dia seorang malaikat.” Katanya sebelum dia diseret oleh pengacaranya. Hakim terus berteriak pada Northcott dan pengacaranya untuk mengendalikan emosi kliennya. Collins seolah shock karena tiba-tiba pria itu mendekat padanya, apalagi mengatakan kalau Walter adalah seorang malaikat.

“Gordon Stewart Northcott, ini keputusan dari pengadilan ini, bahwa kau dikirim ke penjara San Quentin, dimana kau akan ditahan dalam kurungan tersendiri selama 2 tahun, sampai 2 Oktober 1930. Pada tanggal itu, kau akan digantung sampai mati. Semoga Tuhan mengampuni jiwamu.” Kata hakim mengakhiri sebelum ia memukul palu. Collins dan Mr & Mrs. Grey juga menangis. Ybarra terlihat menyaksikan ketiganya tapi kemudian dia pergi saat Northcott juga dibawa pergi bersama pengacaranya. Mr. Hahn melihat Collins yang menahan tangisnya, dengan prihatin. Mungkin yang dirasakan Collins adalah kebimbangan antara pengakuan Northcott yang mengatakan kalau dia tidak pernah membunuh Walter dan hasil identifikasi polisi yang mengatakan bahwa jasad Walter ada di salah satu dari semua korban yang ditemukan di peternakan.

 

Dalam perjalanan pulang, Collins melewati sekolah anaknya dimana setiap pagi, saat Walter bersamanya, dia selalu mengantar Walter hingga depan sekolah, sebelum dia berangkat bekerja. Tapi Collins terlihat lebih tegar saat dia melewati sekolah itu.

 

September 30, 1930

Dua tahun setelah semua kasus menemui putusannya, Collins bekerja seperti biasanya. Dia keluar dari areal kerja dan meminta 10 menit untuk beristirahat pada Mr. Harris.

“Kau tahu? Dari hari-hari ini kau mungkin sebetulnya mempertimbangkan mengambil satu dari istirahat 10 menit. Itu mungkin baik bagimu.” Ucap Mr. Harris. Collins tersenyum dan mengatakan ‘mari kita lihat’ dan kemudian masuk ke sebuah ruangan.

Ternyata Collins masih melakukan pencarian terhadap Walter setiap harinya. “Ini Christine Collins. Aku menelpon kemarin. Aku ingin tahu jika kau punya kesempatan untuk melihat berkas-berkas dan lihat jika ada kesamaan dengan anakku, Walter Collins. Aku mengerti. Jika kau tidak keberatan, daku akan menelpon kembali dalam sebulan. Terima kasih banyak.” Ucap Collins dan menutup teleponnya.

Collins menyapa Mr. Hahn yang datang dan melihat apa yang sedang dia lakukan. Mr. Hahn mengatakan kalau dia justru ingin mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Walter, karena dia telah menerima sebuah telegram aneh, sangat aneh, dari Gordon Northcott.

“Dia minta untuk menemuimu.”

“Kenapa?” tanya Collins.

“Dia bilang dia tahu kau masih mencari anakmu, dan sebelum dia mati… Dia mengatakan dia berbohong ketika dia bersaksi bahwa dia tidak membunuh Walter. Christine, dia akhirnya mengakui bahwa dia melakukannya. Dia bilang jika kau menemuinya di penjara, dia akan menceritakan kebenarannya di depan wajahmu jadi kau bisa melanjutkan hidupmu dan memiliki kedamaian.” Ucap Mr. Hahn.

Collins menahan tangisnya walaupun akhirnya dia tetap menangis.

 

Collins dalam perjalanan untuk menemui Northcott yang sedang dipersiapkan untuk dieksekusi di penjara San Quentin. Mr. Hahn telah mempersiapkan semuanya hingga ia menghabiskan waktu sarapan paginya untuk membuat Collins menjadi wanita pertama dalam 30 tahun ini yang diizinkan oleh negara bagian untuk mengunjungi seorang pembunuh berantai pada malam eksekusinya.

Di penjara San Quentin, Collins menemui Northcott yang dibawa masuk ke ruang kunjungan oleh dua orang penjaga.

“Tidakkah kau seharusnya membawa rokok?” sapa Northcott pada Collins yang hanya mengatakan kalau dia menginginkan Collins untuk datang.

“Kau bilang itu, jika aku datang kau akan menceritakan kepadaku kebenaran tentang anakku.”

49

“Kau benar. Aku mengatakan itu. Tapi lihat, masalahnya adalah aku tidak menyangka kau akan datang. Dan sekarang…”

“Dan sekarang apa?” tanya Collins.

“Aku hanya tidak mengharap kau… Aku tidak ingin bertemu denganmu.”

“Kau tidak ingin bertemu denganku?” tanya Collins lagi.

“Tidak. Lihat. Aku tidak bisa melakukan ini. Aku tidak ingin bicara padamu. Aku tidak bisa bicara padamu sekarang, tidak dengan apa yang akan mereka lakukan besok padaku. Satu hak, Mrs. Collins, mengirim telegram, itu sungguh mudah. Tapi ketika disini, sekarang, secara personal, kau tahu, aku hanya, aku tidak bisa…Aku tidak bisa menceritakan padamu apa yang ingin kau dengar, Mrs. Collins.”

“Mengapa?”

“Karena aku tidak ingin pergi ke neraka dengan kebohongan di mulutku. Lihat, aku melakukan penebusan dosaku, dan aku meminta kepada Tuhan untuk mengampuni aku dan Dia mengampuniku, sejauh aku tahu. Dan sejak waktu itu aku sungguh selalu merasa baik. Tapi jika aku berbohong sekarang, jika aku melakukan dosa apapun sekarang, aku kehabisan waktu disini, dan aku tidak akan diampuni lagi. Dan aku akan mengatakan padamu datu hal, aku tidak akan masuk neraka. Aku tidak…” kata Northcott kemudian dia mendadak menjadi emosional dan berdiri dari tempat duduknya untuk melihat pada jendela.

Collins mengingatkan pada Northcott bahwa dia yang memintanya datang kesana. Collins mendekat pada Northcott dan memintanya untuk menatap Collins.

50

“Apa kau membunuh anakku?” tanya Collins. Northcott mengatakan kalau dia tidak tahu apa yang sedang dikatakan Collins, tapi Collins mengatakan kalau dia tahu dan bertanya sekali lagi bertanya apakah dia membunuh anaknya.

Northcott terus mengatakan kalau dia tidak ingin mengatakan apapun padanya sekarang.

51

Seketika Collins mencengkeram baju Northcott dan menyudutkannya pada teralis di jendela sambil terus menerus bertanya apakah Northcott membunuh anaknya. Penjaga dengan ragu-ragu mulai mendekati mereka. Collins semakin histeris dan terus menerus mendorong dan menghentakkan Northcott ke jendela sedangkan Northcott terus mengatakan kalau dia tidak tahu.

“Kau tahu namanya! Kau panggil dia malaikat!” teriak Collins yang tak lepas dari Northcott.

Northcott seolah  menertawakan Collins sampai Collins mengatakan kalau dia berharap Northcott pergi ke neraka. Northcott langsung berubah menjadi ketakutan dan memanggi penjaga sementara Collins terus bertanya apakah dia membunuh Walter. Petugas lalu datang dan memisahkan mereka berdua lalu membawa Northcott keluar dari ruangan itu.

52

“Apakah kau membunuh anakku?” teriak Collins saat petugas telah membawanya keluar.

 

Pada hari eksekusi, beberapa orang termasuk Collins telah berkumpul di tempat dimana Northcott akan dieksekusi. Sebelum dia naik ke tempat eksekusi, seorang pria membacakan vonis untuknya.

“Gordon Stewart Northcott, kau dihukum karena pembunuhan, hukumannya adalah digantung mati. Tidak ada penundaan atau penangguhan, oleh karena itu eksekusi akan dilakukan sebagaimana ditetapkan dibawah undang-undang Negara Bagian California. Kau punya kata-kata terakhir?” tanya pria itu. Northcott mengatakan tidak. Wajahnya tidak seperti biasanya yang penuh dengan rasa tidak bersalah, dia terlihat ketakutan sejak Collins mengatakan kalau ia akan pergi ke neraka.

Tapi kemudian dia tersenyum. “Aku akan tetap bersih setelah aku mengaku kan pendeta? Aku akan tetap bersih seperti yang kau katakan?” tanya Northcott kemudian pada seorang pendeta yang ada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Pendeta itu hanya mengangguk.

Northcott didorong untuk menaiki tangga menuju tiang gantungan setelah sebelumnya dia bertanya apakah semua ini akan terasa menyakitkan. Saat penjaga terus mendorongnya, Northcott sempat berteriak pada mereka untuk jangan membuatnya jalan terlalu cepat. Northcott menolak saat dia berada di depan tiang gantungan.

“13 langkah. 13 langkah. Tapi aku tidak menyentuh mereka semua, kau baj*****. Aku tidak menyentuh mereka semua.” Katanya sambil terus menangis.

53

Dia bahkan meminta tolong pada siapapun yang ada disana dan berkali-kali mengucapkan nama Tuhan dan meminta mereka berdoa untuknya. Pendeta dan semua saksi yang datang untuk menyaksikan eksekusinya hanya memandangnya. Para jurnalis, mereka semua mencatat kejadian demi kejadian dengan kertas dan pensil mereka.

54

55

Northcott ditutup wajahnya dengan sebuah kain hitam kemudian dipasangkan tali pada lehernya. Dia sempat bernyanyi, menyanyikan lagu yang saya tahu itu adalah lagu ‘malam kudus’. Pria yang tadi membacakan vonis, melihat jam dan saat tiba waktunya, dia mengangguk pada seorang penjaga untuk menarik tuas pembuka lantai tiang gantungan sehingga Northcott menggantung ke bawah. Dia sempat meronta-ronta. Collins tidak mampu lagi melihat dan menundukkan kepalanya setelah sempat saling menggenggam  tangan dengan Mrs. Clay. Northcott akhirnya berhenti meronta. Penjaga melihat keadaannya dari atas kemudian seorang dokter datang dan memeriksa detak jantung Northcott dengan stetoskop. Dan Northcott telah melewati eksekusinya.

 

February 27, 1935

Masih di Pasific Telephone and Telegraph, Collins kini duduk di kantornya bersama pekerjaannya. Sepertinya dia sudah naik jabatan. 5 rekan kerjanya datang dan mengajaknya untuk datang ke sebuah acara malam ini. Collins menolak karena dia mempunyain jutaan hal yang masih harus dilakukan. Saat Collins berbalik, seseorang mengetuk pintu ruangannya lagi dan saat dia kira itu adalah teman-temannya, ternyata itu Ben Harris.

“Aku akan bertemu beberapa teman di Musso dan Frank untuk makan malam. Mereka akan menyambungkan upacara film ke dalam restoran. Seharusnya menjadi malam yang hebat. Aku ingin kau datang.” Katanya dengan sangat sangat sopan. Saya merasa kalau Mr. Harris memiliki perasaan yang special pada Collins.

“Aku punya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.” Mr. Harris langsung mengerti dan mengucapkan selamat malam sebelum ia pergi.

Tak lama kemudian Collins memanggilnya kembali dan mengatakan kalau dia memasukkan $2 untuk It Happened One Night untuk memenangkan Best Picture. “Rasanya aku satu-satunya orang yang berpikir film itu mempunyai peluang melawan Cleopatra. Tapi jika film itu menang, kau mau merayakannya besok pada makan malam?” ajak Collins.

56

57

“Ini adalah janji, Christine. Sampai jumpa.” Sambut Mr. Harris. Dan mengatakan jika Collins menang dia akan meneleponnya.

Collins mendengar lewat radio kalau It Happened One Night memenangkan Best Picture. Dan dia melonjak kegirangan sampai telepon di kantornya berdering. Dia kira telepon itu dari Harris tapi ternyata adalah telepon dari seorang wanita, padahal sebelumnya Collins sempat mengatakan sesuatu tentang makan malam.

“Ini Mrs. Clay. Kau ingat aku?” tanya wanita itu. Ekspresi wajah Collins langsung berubah. Collins mengatakan kalau dia tentu saja mengingat Mrs. Clay. “Aku merasa harus menelponmu.”

58

“Ada apa?” tanya Collins.

“Polisi baru saja menelpon. Mereka menemukan sang anak, Crhistine.”

“Dimana?” tanya Collins. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Daerah Lincoln Heights Precinct. Kami berangkat sekarang.”

Collins bergegas pergi untuk menemui Mrs. Clay. Setelah tiba di kantor polisi, Collins bahkan berlarian saat menaiki tangga. Dia terus berlari sampai bertemu dengan Mrs. Clay. Polisi sedang menginterogasi anaknya, Mrs. Clay yakin kalau anaknya, David, masih hidup.

59

Mr. Clay melihat anaknya yang sedang ditanya oleh polisi dan mengajak istrinya untuk ikut melihat, begitu juga dengan Collins. Anak itu memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian saat dia diculik. Saat David sedang berjalan seusai pulang sekolah, Northcott membawanya pergi untuk meminta bantuan menolong anjing yang sakit. Setelah David masuk ke dalam mobil, mereka mengajak David untuk berkeliling lama sekali dan kemudian berakhir di peternakan.

Diperlihatkan di dalam ruang interogasi, David bersama dengan detektif Ybarra. Kembali pada saat David di paksa masuk ke dalam peternakan oleh Northcott, David sempat meronta tap kemudian Northcott menggendongnya. Clark juga ada disana, dia berlari tanpa bisa berbuat apapun. David mengatakan kalau pada saat  itu dia bersama dengan 5 orang anak lainnya. Ybarra bertanya apakah David bicara dengan mereka dan apakah David tahu nama-nama mereka.

60

“Yeah. 2 diantaranya bersaudara. Aku rasa nama terakhir mereka Winslow. Yang tua bernama Jeffrey. Dan Walter.” Jelas David. Ybarra langsung tertarik saat dia mendengar nama Walter.

“Apa kamu mengingat nama belakang Walter?”

David terus mengingat hingga dia mengatakan “Collins.”

61

“Walter Collins.” Tambahnya. Collins menahan tangisnya saat mendengar bahwa anaknya benar-benar telah menjadi korban dari Northcott.

“Katakan sesuatu mengapa kau hanya mengingat beberapa nama anak-anak, bagaimana bisa kau mengingat nama panjangnya?” tanya Ybarra.

“Karena apa yang terjadi. Walter dan Jeffrey sedang berbicara. Mereka memeriksa sekitar, dan mereka menemukan bagian kurungan dimana kawatnya berantakan. Mungkin cukup membuat ruang untuk keluar dari sini dan lari. Itu akan membuat bunyi yang nyaring. Dan jika itu tidak cukup lebar, maka kita akan tersangkut.”

Pada flash back, ketiga anak itu berhasil keluar dan merencanakan untuk lari dan berpencar ke arah yang berbeda karena mereka tidak akan bisa menangkap mereka semua. Saat Jeffrey dan Walter berhasil lari, kaki David tersangkut dan Walter kembali untuk membantunya. Saat itu juga Clark dan Northcott datang membawa senapan dan memburu mereka yang kabur. Dia bahkan melepaskan beberapa tembakan ke arah anak-anak. Clark diperintahkan untuk memeriksa anak lainnya dan mereka semua masih ada disana. Saat itu, Clark dan Northcott mengendarai mobil dan pergi untuk mencari ketiga akan yang melarikan diri. Saat itu David berpisah dengan mereka, sementara Walter dan Jeffrey berlari ke arah yang sama.

“Itu terakhir kali aku melihat mereka.”
“Jadi kau tidak tahu jika salah satu atau keduanya tertangkap?” tanya Ybarra.

“Tidak. Yang aku tahu, jika Walter tidak kembali untukku aku merasa aku tidak bisa keluar dari sana.” Jelas David.

Ybarra menanyakan apa yang terjadi setelahnya. David terus berjalan dan menghindar dai jalan utama, sampai dia melihat kereta berhenti di persimpangan dan David melompat ke dalamnya. Ybarra bertanya lagi kenapa David tidak mengatakan kepada diapapun mengenai apa yang terjadi.

“Aku takut. Aku pikir mereka akan datang mengejarku atau teman-temanku. Jadi aku tidak mengatakan pada siapapun. Aku sendirian sampai aku mendapat makanan gratis dari wanita ini, Ms. Lansing.  Aku katakan padanya aku yatim piatu. Dia bilang aku boleh tinggal dan aku tinggal. Setiap malam aku terbangun memikirkan mereka ada di luar jendelaku. Lalu aku mendengar pembicaraan polisi di radio tentang apa yang terjadi di peternakan. Dan aku berpikir, ‘pastinya aku tidak bisa kembali sekarang’” jelasnya. Ybarra bertanya kenapa tidak. “Sejak aku tidak mengatakan pada siapapun tentang apa yang terjadi, aku takut mereka akan menyalahkanku karena kematian anak-anak itu. Jadi aku menjauh.” Jawab David yang suaranya mulai bergetar. Collins masih menahan tangisnya.

“Apa yang membuatmu baru muncul sekarang, setelah semua ini?” tanya Ybarra.

62

“Aku sungguh merindukan ibuku. Aku sungguh merindukan ayahku. Aku hanya ingin pulang.” Jawab David.

Semua perkataannya cukup membuat ayah ibunya untuk melangkah masuk ke dalam ruang interogasi dan memeluk David yang mulai menangis. Begitu juga dengan Collins yang melihat mereka. Ybarra meninggalkan mereka yang saling menangis sambil berpelukan. Bayangkan saja bagaimana saat kita sudah merelakan seseorang pergi dan waktu telah berlalu begitu lama, kemudian orang itu datang kembali dengan keadaan yang lebih dari cukup.

63

64

Collins seolah berada dalam kebimbangan tentang mempercayai anaknya masih hidup dan tinggal di suatu tempat atau anaknya memang telah tiada. Tapi dia tetap terlihat bahagia dengan kembalinya David yang sedikitnya membawa harapan tentang Walter padanya.

Ybarra mengantarkan keluarga Clay dan Collins keluar dari kantor polisi. Ia mengatakan bahwa semua yang baru saja terjadi adalah diluar dugaan. Setelah  5 tahun dan kasus ditutup, saat semua orang mengira bahwa semua anak-anak telah tewas, kemudian David datang. Ybarra mengatakan kalau semua ini tidak akan terjadi jika bukan karena Walter.

65

“Anakmu melakukan tindakan yang berani, Mrs. Collins. Kau seharusnya sangat bangga padanya.”

“Aku bangga.”

“Kau masih berpikir bahwa dia masih diluar sana?” tanya Ybarra.

66

“Mengapa tidak? 3 anak lari malam itu, detektif. Dan jika salah satu keluar, mungkin salah satu atau keduanya akan melakukan itu juga. Mungkin Walter berada diluar sana, mempunyai perasaan takut yang David lakukan. Takut untuk pulang ke rumah dan memperkenalkan dirinya, atau dia takut mendapat masalah. Tapi apapun yang terjadi. Itu memberikanku sesuatu yang tidak kupunya sebelum  hari ini. ”

“Apa itu?” tanya Ybarra.

“Harapan.” Jawab Collins dengan senyumnya. Collins pun pergi setelah Ybarra sempat memberi hormat padanya dengan mengangkat sedikit topinya. Collins mengangguk kecil dan kemudian pergi menyeberangi jalan.

67

 

Setelah pemeriksaan persidangan, Kapten Jones diberhentikan, Chief Davis diturunkan pangkatnya dan Walikota Cryer memilih untu tidak ikut pemilihan. Selama sisa hidupnya, Pendeta Briegleb menggunakan radio untuk mengungkapkan kejahatan polisi dan politik korupsi. Untuk bebas dari skandal, komunitas Wineville, California berganti nama menjadi Mira Loma. Christine Collins tidak pernah berhenti mencari anaknya.

 

Itu adalah beberapa catatan setelah David Clay kembali bertemu dengan kedua orangtuanya. Saya sempat googling untuk mencari bagaimana kelanjutan kisah ini setelah itu. Apakah Walter dan Jeffrey ditemukan atau tidak.

Saya mengulasnya dalam Fakta Di Balik Wineville Coop Murder yang akan saya update linknya jika sudah ada. ^^

Advertisements

Sinopsis Film : Changeling (2008) – Part 1

Ini adalah sinopsis film pertama yang saya tulis (setelah sebelumnya saya menulis sinopsis untuk drama Korea). Saya senang saat menulis sinopsis dari film ini karena tentu saja saya bisa flashback dan mengenang bagaimana saya terkesima dengan plot cerita yang dipadupadankan dengan acting dari Angelina Jolie. Untuk yang belum pernah menonton filmnya, saya tuliskan sinopsisnya yang akan dibagi menjadi 2 part. Enjoy ^^

 

LOS ANGELES. March 9, 1928

Pagi hari pada tanggal 9 Maret, Mrs. Collins yang adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama putranya Walter, bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi kerja juga mengantarkan anaknya sekolah. Collins adalah ibu yang sangat menyayangi anaknya walaupun dia adalah seorang wanita yang sibuk dengan pekerjaannya. Sebelum sarapan pagi, Collins meminta anaknya untuk berdiri membelakangi tembok dan mengukur tinggi badannya yang semakin hari semakin bertambah. Cerita pada hari pertama ini memberitahu penonton bagaimana Collins sangat menyayangi anaknya dan selalu berusaha untuk tetap menjadi ibu yang baik saat dia juga harus menjadi satu-satunya yang membiayai hidup anaknya.

Collins bekerja di sebuah Perusahaan Telephone & Telegraph bernama The Pasific, sebagai seorang supervisor. Setiap hari dia bekerja dengan menggunakan sepatu roda supaya bisa mengawasi operator-operator yang ada di bawahnya.

1

Siang hari, Collins menjemput anaknya pulang sekolah. Hari itu Walter bercerita kalau dia mempelajari tentang dinosaurus dan dia berkelahi dengan temannya yang bernama Billy Mankowski. Collins bertanya apa yang terjadi, Walter menjawab kalau Billy yang memukulnya.

Collins memujinya, “Peraturan nomor 1. Jangan pernah memulai perkelahian, selalu selesaikan. Kenapa dia memukulmu?”

“Karena aku memukulnya.” Jawab Collins dengan perasaan bersalah. Collins bertanya kenapa.

2

“Dia bilang ayahku lari karena dia tidak menyukaiku.” Jawab Walter dan Collins menjelaskan kalau ayahnya tidak pernah bertemu dengan Walter lalu bagaimana bisa dia tidak menyukainya. “Lalu kenapa dia pergi?”

“Karena di hari kelahiranmu, sesuatu tiba di dalam kotak pos dan itu sebuah kotak sedikit lebih besar dari kau. Kau tahu apa yang ada di dalamnya?” Walter menggeleng. “Sesuatu yang disebut tanggung jawab. Dan untuk beberapa orang, tanggung jawab adalah hal yang menakutkan di dunia.” Jelas Collins.

“Jadi dia lari karena dia takut dengan isi di dalam kotak?” ibunya membenarkan, dan Walter berkata kalau itu adalah hal yang bodoh, begitu juga pikir ibunya.

Pada malam hari, Walter tertidur di kursi ruang TV saat ibunya membangunkannya, dia bertanya apakah dia melewatkan Amos ‘N Andy, dan ibunya mengiyakan lalu menggendongnya pindah ke kamar. Collins mengajak anaknya untuk pergi menonton gambar baru dari Charlie Chaplin besok, karena besok adalah hari Sabtu.

Esok paginya, Collins mendapat telepon dari Margaret yang mengatakan kalau salah satu operator tidak bisa masuk karena sakit dan mereka tidak bisa menemukan penggantinya, meminta tolong pada Collins untuk datang dan bekerja hingga jam 4 sore. Collins sempat menolak karena dia ada janji dengan Walter untuk menonton film. Ia melihat pada Walter yang terlihat kecewa, apalagi saat Collins menyetujui dia akan pergi dan bekerja hingga jam 4 sore.

Sebelum pergi, Collins berpesan pada Walter kalau dia menyimpan sandwich di kulkas, juga akan berpesan pada Mrs. Riley dan putrinya untuk mampir ke rumahnya selama beberapa jam.

“Aku bisa mengurusnya sendiri.” Sahut Walter yang masih cemberut.

“Aku tahu kau bisa .Mereka memeriksa rumah, bukan kau.” Jawab ibunya.

3

Collins berjanji pada Walter untuk mengajaknya pergi nonton pada esok hari dan dia akan pulang sebelum malam. Walter mengatakan kalau dia tidak takut dengan gelap dan tidak takut pada apapun, ibunya tahu itu. Collins kemudian pergi setelah sebelumnya melihat anaknya melambaikan tangan padanya dari arah jendela. Collins tersenyum dan kemudian pergi.

Saat sedang sibuk-sibuknya, Collins menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 4.35 dan itu artinya dia sudah sangat terlambat untuk pulang. Collins cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kemudia cepat-cepat pulang. Saat dia keluar dari tempat kerjanya, Mr. Harris mengejarnya untuk mengatakan kalau dia sangat terkesan dengan cara kerja Collins, karena dia sudah melihat laporan kerjanya. Mr. Harris bermaksud menawarkan posisi Manager untuk Collins, tapi Collins yang sedang terburu-buru hanya mengucapkan terima kasih dan meminta mereka untuk membicarakan tentang hal itu di hari Senin. Collins berlari untuk mengejar kereta yang ternyata tidak mau berhenti untuknya. Dia akan terlambat untuk menemui anaknya sebelum malam.

Begitu sampai di rumah, Collins memperhatikan kalau rumahnya terlihat masih gelap di dalamnya. Dia lalu memanggil-manggil Walter dan memeriksanya ke seluruh penjuru rumah. Walter bahkan tidak memakan sandwichnya atau apapun itu, karena semua makanan masih utuh di dalam kulkas. Collins terus berteriak dan bahkan bertanya pada seorang anak tetangga yang sedang bermain, apakah dia melihat Walter, tapi dia tidak melihatnya. Hingga malam hari Collins mencari Walter dan menemukan anak-anak yang bermain. Dia mengira itu Walter tapi ternyata bukan. Dia kecewa dan juga khawatir.

4

Sesampainya di rumah, Collins menghubungi polisi dan meminta seorang petugas untuk datang dan mencari anaknya. Tapi sayangnya polisi hanya akan mencarinya jika dalam 24 jam Walter tidak kembali. Collins menangis dan terus meminta tolong pada polisi, tapi polisi tetap tidak bisa melakukan apapun dan hanya menunggu sampai esok hari.

Pagi harinya Collins menunggu petugas polisi yang kemudian datang. Collins memberikan beberapa keterangan. Beberapa tetangga terdekat memperhatikan itu.

Sekitar dua minggu kemudian, Walter belum juga ditemukan. Pihak gereja pun mengajak seluruh jemaatnya untuk turut mendoakan keselamatan Walter dan semoga dia cepat ditemukan. Dalam waktu dua minggu itu, Collins terus mencari anaknya bahkan ia juga memasang pengumuman di radio dan berbagai media. Pendeta yang berbicara mengatakan kalau dia percaya dengan kepolisian yang selalu melakukan yang terbaik untuk menemukan Walter. Tapi karena departement polisi sedang disorot karena kinerjanya yang tidak kompeten, pendeta meragukan itu.

“Setiap hari, mayat-mayat baru ada di sepanjang Mulholland dan dalam selokan kota kita. Hasil kerja dari kepala polisi James Davis dan kompetensinya yang bernama Gun Squad. Setiap hari, keperluan dari warga negara yang jujur adalah menempatkan kedua untuk ketamakan dan keuntungan pribadi. Setiap hari, kota ini tenggelam dalam septic tank dari ketakutan, initimidasi dan korupsi. Setelah kota malaikat, Los Angeles menjadi tempat dimana pelindung kita  menjadi penghancur kita. Dimana seharusnya hukum di atas hukum…..” seseorang mendengarkan khotbah pendeta tadi di ruang kantornya dari saluran radio yang kemudian dia matikan.

 

April 3, 1928

Collins datang ke kamar anaknya dan merindukan Walter yang masih belum ditemukan. Collins bahkan memeluk boneka anaknya.

5

Di tempat kerja, Collins mendapat banyak simpati dari rekan kerjanya. Dia bahkan selalu menelepon seluruh kantor polisi yang berada di sekitaran kota Los Angeles untuk menemukan anaknya, tapi tidak juga ada titik terang. Mr. Harris datang saat Collins sedang menelepon ke kantor polisi Las Vegas.  Mr. Harris merasa sangat prihatin sampai dia tidak bisa melakukan apapun pada Collins.

 

DeKalb, Illinois. July 20, 1928

Di sebuah bar, duduk seorang anak dekat seorang pria yang sedang minum di tengah hari. Pemilik bar kemudian menyebutkan sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh pria itu. Si pria kemudian mengatakan kalau dompetnya tertinggal dan akan mengambil uang lalu datang lagi untuk membayarnya. Pemilik bar meminta jaminan dan anak kecil itu yang akan dia jaminkan karena dia adalah darah dagingnya sendiri. Si anak sempat menolak tapi pria itu mengatakan kalau jangan menambah masalah yang ada dan meminta anak itu menunggu. Pria ini meminta waktu 10 menit dari pemilik bar untuk mengambil dompetnya. Pemilik bar menambahkan jika lebih dari 10 menit dan dia tidak kembali, pemilik bar akan menelepon polisi.

Hingga sore hari tiba, pria itu tidak juga datang. Pemilik bar menjadi curiga dan kemudian menelepon polisi.

 

Di Los Angeles, Collins bekerja seperti biasanya. Saat sedang bekerja, ia melihat beberapa petugas polisi berbicara di dalam kantor Mr. Harris. Saat Collins mengawas dari jendela kaca yang transparan, Mr. Harris menunjuk pada Collins dan kemudian petugas polisi itu masuk dan bertemu Collins.

Kapten J.J. Jones, Lincoln Park bagian anak-anak datang dan menyapa Collins yang terlihat ketakutan dengan berbagai macam kemungkinan yang akan disampaikan oleh polisi itu.

6

“Kantorku mengawasi semua kasus anak yang lari dan hilang, termasuk anakmu, dan Dia masih hidup Mrs. Collins.” Jelas Jones dan itu membuat Collins senang, begitu juga rekan kerjanya yang mendengar berita itu. “Dia dijemput 2 hari lalu oleh polisi lokal di DeKalb, Illinois. Dia selamat dan tidak terluka. Dia ada di rombongan gelandangan. Kami mempunyai APB untuknya, tapi dia selamat.” Lanjut Jones lagi.

Mr. Harris dari kantornya melihat Collins dengan lega dan tersenyum. Rekan-rekan Collins datang dan memeluk Collins yang tidak mampu lagi menahan tangisnya, untuk ikut berbahagia dengan ditemukannya kembali Walter.

7

Collins yang masih saja menangis, berulang kali mengucapkan terima kasih pada petugas polisi dan merasa lega karena anaknya ditemukan masih hidup.

Collins datang bersama Kapten Jones untuk menjemput Walter di stasiun kereta. Disana mereka telah disambut hangat oleh para jurnalis yang menanyakan banyak hal pada Collins yang nanti akan dijawab setelah Collins bertemu dengan anaknya.

Collins diperkenalkan pada James Davis kepala polisi yang mengatakan kalau mereka mendapat tanggapan yang positif dari banyak jurnalis karena hal ini. Collins tidak fokus dengan apa yang dibicarakan oleh James Davis dan terburu-buru berlari ke arah kereta untuk melihat anaknya yang datang.

8

Mereka berdua memaklumi apa yang terjadi dengan wanita. Jones kemudian berlari untuk menyusul Collins yang sudah menyusuri gerbong untuk menemukan anaknya. Collins melihat seorang wanita dengan busana hitam datang bersama seorang anak kecil. Collins kemudian terhenti saat menatap anak itu.

10

Kapten Jones datang dan bertanya apakah Collins akan diam saja.

“Itu bukan anakku.” Jawab Collins yang kemudian membuat wanita yang bersama anak itu juga terkejut.  Kapten Jones bertanya apa yang baru saja dikatakan Collins, dan Collins mengulangi kalimat yang sama.

Kapten Jones mengatakan kalau Collins mungkin saja keliru. Walter telah melalui masa 5 bulan yang buruk yang memungkinkannya untuk kehilangan berat badan dan berubah secara fisik. Tapi tentu saja sebagai ibunya, Collins mengenal bagaimana Walter.

“Yang bisa kukatakan adalah kau terkejut karena dia berubah.” Kata Jones.

Jones kemudian bertanya pada anak itu untuk mengatakan siapa namanya. Anak itu menjawab kalau dia adalah Walter Collins. Collins terkejut bagaimana anak itu adalah Walter dan seolah masih memungkiri kalau dia adalah anaknya. Collins kemudian mengatakan kalau nama itu adalah nama yang umum.

Kapten Jones bertanya lagi pada anak itu dimana dia tinggal (alamat rumahnya). Anak bernama Walter itu menjawab kalau dia tinggal di 210 Avenue 23, Los Angeles, California dan dia mengatakan kalau Collins adalah ibunya lalu berlari dan memeluk Collins.

Collins terus menggeleng dan tidak mau mengakui kalau itu adalah anaknya. Kapten Jones memisahkan Walter dari Collins dan mengatakan kalau Collins sedang sekiti bimbang dan mereka semua sudah memperkirakan ini. Tapi Jones bilang, anak seumuran Walter memang berubah dengan sangat cepat. Mereka sudah lama menyelidikinya hingga akhirnya tidak dapat diragukan lagi kalau anak ini adalah Walter.

“Itu bukan Walter.” Ucap Collins lagi.

Kapten Jones melihat semua jurnalis sedang menunggu tidak jauh dari mereka. Ia kemudian mengatakan kalau Walter bukanlah seperti Walter yang diingatnya dan itulah juga yang mengharuskannya untuk membawa ke rumahnya untuk mencobanya (mencari tahu apakah dia benar-benar Walter atau bukan).

“Sekali dia akrab dengan lingkungannya, dan kau mempunyai waktu  untuk memulihkannya dari guncangan kondisinya yang berubah. Kau akan melihat bahwa ini adalah Waltermu. Sekarang aku berjanji padamu, aku bersumpah padamu, ini adalah anakmu. Jika kau mempunyai masalah apapun, kau bisa datang dan bicara padaku. Aku akan mengurusnya.” Kapten Jones terus meyakinkan Collins untuk percaya padanya dan mengatakan kalau anak itu tidak punya tempat untuk pulang.

Collins menyadari kalau dia sedang tidak berpikir jernih hingga akhirnya dia menyetujui apa yang diusulkan Kapten Jones. Para Jurnalis datang dan bertanya bagaimana perasaan Collins setelah bertemu dengan anaknya. Collins menjawab kalau apa yang dia rasakan sulit untuk dijelaskan. Kapten Jones menambahkan kalau Collins terguncang setelah cobaan berat yang dilaluinya, sedangkan anak yang bernama Walter merasa senang karena dia bisa kembali lagi ke rumahnya. James Davis kemudian mengucapkan terima kasih pada kepolisian DeKalb Country Sheriff yang terlah bekerja keras membantu mereka menemukan Walter. Para jurnalis kemudian meminta izin untuk mengambil foto dari Collins dan Walter. Collins merangkul Walter dengan ragu-ragu dan dengan senyum yang masih belum percaya kalau itu adalah anaknya.

11

Collins kembali dengan anak yang bernama Walter itu dengan mobil dari kepolisian. Anak itu tersenyum pada Collins yang sama sekali tidak membalas senyumnya.

Saat makan malam, Collins menemani Walter yang sedang makan sandwich. Collins menawarkan susu padanya tapi anak itu menjawab ‘tidak’, Collins menambahkan pada anak itu untuk mengatakan ‘terima kasih’ dan Walter mengulangi lagi ‘No, Thank you.” Setelah makan, Collins menyarankan Walter  untuk mandi karena seharian tadi dia pasti terkena asap kereta.

Collins sedang menyiapkan piyama tidur untuk Walter sampai dia mendengar Walter berteriak dari dalam kamar mandi. Collins lalu masuk dan menolong Walter untuk mandi saat dia melihat kalau Walter disunat. Collins tidak berkata apa-apa lagi dan memasangkan handuk pada Walter lalu menyuruhnya keluar.

Collins lalu menyuruh Walter berdiri pada tembok tempat dia selalu mengukur tinggi anaknya. Tinggi kedua anak itu memang berbeda. Collins menjelaskan pada Walter kalau terakhir kali ia mengukur anaknya dan tinggi mereka berbeda, anaknya lebih tinggi beberapa inch darinya.

12

“Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Collins. Walter hanya menatap Collins dalam diam. Collins lalu menjauh darinya.

Pagi harinya Collins datang ke kantor polisi untuk bertemu dengan Kapten Jones dan terus mengatakan kalau Walter bukan anaknya. Collins mengatakan kalau anak itu mengaku-ngaku dan tidak tahu apa alasannya. Kapten Jones mengatakan kalau segala sesuatu bisa terjadi padanya. Collins mengatakan kalau Walter lebih pendek dari anaknya, karena dia mengukurnya dalam grafi. Kapten Jones membantah kalau kemungkinan Collins salah dalam melakukan pengukuran, tapi kemudian Collins mengatakan kembali kalau Walter disunat sedangkan anaknya tidak.

Semua staff kepolisian mendengar pembicaraan itu dan Kapten Jones mengajak Collins untuk masuk ke ruangannya. Kapten Jones mengatakan kalau bisa saja seseorang dalam gerombolan gelandangan melakukannya pada Walter saat 5 bulan dia hilang. Collins bertanya kenapa Kapten Jones tidak mau mendengarkan perkataannya.

Kapten Jones mengatakan kalau tidak ada kesalahan yang dilakukan kepolisian, dan Walter membutuhkan Collins sebagai ibunya untuk memulihkan keadaannya. Tapi lag-lagi Collins mengatakan kalau Walter bukanlah anaknya. Kapten Jones bicara padanya tentang Collins yang bisa menjadi seorang ibu yang baik dan dia memiliki gaji yang cukup untuk membesarkan Walter, tapi kenapa Collins ingin menghindari tanggung jawab itu.

“Aku tidak menghindar dari apapun! Sedikitnya tanggung jawabku, aku bahkan mengurus anak itu sekarang karena hanya aku yang dia punya! Yang menggangguku adalah bahwa kau berhenti mencari anakku!” bentak Collins.

Kapten Jones bertanya kenapa mereka harus mencari seseorang yang telah ditemukan. Collins menjawab dia belum menemukannya.

“Identitasnya telah diklarifikasi oleh pemikir terbaik di lapangan untuk mengidentifikasi anak, orang-orang tahu apa yang mereka lakukan.” Kata Kapten Jones.

13

“Dan aku tidak?” tanya Collins. Kapten Jones hanya diam dan kembali duduk di meja kerjanya. “Maafkan aku. Aku menghargai apapun yang telah dilakukan department kepolisian dan aku tahu betapa kerasnya kau bekerja. Aku sungguh-sungguh menghargai dan aku tidak mau membuat masalah. Aku hanya… Sudah terjadi kekeliruan dan aku memerlukan kau untuk membantuku memperbaikinya jadi aku bisa menemukan anakku sebelum terlambat. Tolong.” Kata Collins sambil menahan tangis.

Sekali lagi Collins meminta maaf karena dia telah emosi dan dia kemudian pergi dari ruangan Jones. Jones kemudian menelepon (sepertinya) sekretarisnya, Sara untuk menghubungi Dr. Tarr lewat telepon.

Di rumahnya, Dr. Tarr datang berkunjung setelah mengatakan kalau dia dikirim oleh Kapten Jones.

“Aku berkonsultasi dengannya dari waktu ke waktu dalam kasus anak-anak. Boleh aku masuk?” tanya Dr. Tarr saat ia tiba.

Collins menyambut Dr. Tarr dengan senang karena akhirnya Kapten Jones mempercayainya. Dr. Tarr kemudian menanyakan Walter yang segera keluar dan menemui mereka. Dr. Tarr memuji Walter yang sangat tampan dan mempunyai mata dan hidung yang sama dengan Collins. Collins lalu mengatakan kalau dia pikir Dr. Tarr datang untuk membantunya. Dr. Tarr membenarkan hal itu dan mengatakan kalau ia ingin membantu Collins dengan masalah ‘keibuannya’.

“Rasa keibuanku bukan untuknya karena dia bukan anakku.”

“Sekarang, pernyataan seperti itu akan sulit membantu rasa percaya diri sang anak. Kapten Jones mengatakan sesuatu mengenai perubahan tinggi badan?” tanya Dr. Tarr.

Collins menunjukkan tinggi badan Walter yang 3 inch lebih pendek dari anaknya. Dr. Tarr mengatakan kalau trauma akan berdampak dapat pertumbuhan anak-anak. Selama 5 bulan dalam keadaan stress, tulang punggungnya memungkinkan untuk menyusut, hal itu memang tidak mungkin tapi semua hal bisa saja terjadi. Saat Collins bertanya lagi mengenai sunat, Dr. Tarr menjawab kalau itu juga bisa terjadi karena si penculik bisa saja berpikir untuk melakukannya karena sunat terdengar higienis. Walter pasti sangat trauma dan itu yang menyebabkan dia kehilangan memorinya.

Collins bersikeras kalau dia adalah ibu dari Walter dan tentunya dia mengenal Walter dengan sangat baik. Tapi lagi-lagi Dr. Tarr berteori kalau Collins tidak bisa melihat Walter secara objektif dan Dr. Tarr bersedia untuk melakukan test objektifitas jika memang Collins mau.

Collins menelepon Kapten Jones untuk membicarakan tentang Walter. Dr. Tarr ternyata telah membawa Walter untuk berkeliling mengunjungi tetangga rumahnya untuk mencari tahu apakah itu Walter yang selama ini mereka kenal atau bukan, dan itu membuat Collins terlihat seperti seorang ibu yang tidak mengenal putranya sendiri. Kapten Jones mengatakan tidak apa-apa jika dia harus merasa malu karena itu. Tapi Collins mengatakan kalau dia tidak malu, karena masalahnya adalah Kapten Jones tengah membuang-buang waktunya untuk menemukan Walter, anaknya. Kapten Jones terus mengatakan kalau laporan itu sudah ditemukan, karena Walter sudah berada bersama Collins. Collins menerimanya dan dia meminta Kapten Jones untuk menyerahkan laporannya sehingga dia bisa membantah laporan itu (laporan bahwa Walter telah ditemukan).

14

Walter sudah selesai makan saat Collins juga selesai berbicara dengan Kapten Jones di telepon. Walter kemudian berpamitan untuk pergi ke kamarnya sebelum dia mengucapkan ‘selamat malam, ibu’ pada Collins. Collins yang mendengar itu kemudian melempar sebuah piring ke tembok dan berteriak pada Walter untuk tidak memanggilnya ‘ibu’ karena dia bukan ibunya.

“Aku ingin anakku kembali. Kau bukan dia. Kau bukan anakku! Aku ingin anakku kembali.” Begitu seterusnya Collins berteriak sambil menangis, pada Walter yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Saat Walter sedang tidur, Collins masuk ke kamarnya dan meminta maaf karena tadi dia telah berteriak pada anak itu. Collins mengatakan kalau Walter hanyalah seorang anak kecil yang bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

“Tapi aku ingin kau mengerti bahwa anakku adalah hidupku. Tidak menjadi masalah apa yang polisi pikirkan dan dunia pikirkan, kau dan aku, kita berdua tahu kebenarannya kan? Kita berdua tahu bahwa kau bukan Walter. Kau harus mengatakan kepada mereka bahwa kau bukan anakku, jadi mereka dapat menemukan anakku. Tolonglah. Kita bisa bicara besok.” Kata Collins sambil menangis, lalu mengusap punggung Walter dan pergi keluar.

Pagi harinya, Collins mendapat telepon dari Gustav Briegleb, ketika 2 minggu Walter menghilang, pendeta ini ikut mendoakan Walter dan Christine Collins, juga mengkritik kinerja kepolisian. Gustav menanyakan sudahkan Collins membaca Times pagi itu, dan Collins menjawab belum. Gustav kemudian mengundang Collins untuk datang ke gereja untuk sarapan dan berbicara dengannya. Di dalam ruangan Gustav, Collins membaca sebuah koran.

“Perbuatan dari permintaan Departemen Polisi Los Angeles, Dr. Earl. W. Tarr spesialis anak, memeriksa Walter Collins untuk memutuskan penyebab kehilangan tinggi badan, pucat, bingung dan laporan kondisi diumumkan sejak kembalinya sang anak kepada ibunya senin lalu.” Kata Collins saat membaca koran sambil mondar-mandir di rungan Gustav.

Gustav menyela kalau apa yang telah dikatakan Dr. Tarr pada media adalah sesuatu yang buruk yang mana membuat semua orang meragukan keselamatan Walter padanya.  Collins melanjutkan membaca lagi.

“Aku menguji sang anak dengan seksama, kata Dr. Tarr. Dan jelas bahwa dia mempunyai sesuatu untuk diberitahukan. Aku yakin pada waktunya….”

Dan kalimatnya dilanjutkan pada Dr. Tarr yang sedang berbicara pada jurnalis, “….dia akan memberi cerita anak-anaknya dari segala kejadian, tapi belum, sampai dia memiliki keyakinan terhadap pendengarnya. Dan itulah yang kurang disini, kepercayaan dalam cerita anak-anak yang malang. Dari keseluruhan pengujianku, aku tidak menemukan apa-apa untuk membantah hasil penemuan dari LAPD.” Kata Dr. Tarr pada jumpa pers.

Di tempat Gustav, Collins bertanya mengapa kepolisian melakukan hal seperti ini. Gustav menjelaskan dengan panjang lebar bahwa LAPD menutupi kesalahan karena mereka telah membawa anak yang salah, dan dengan orang-orang yang membaca koran dengan menggunakan setengah dari otak mereka akan mempercayai itu, LAPD berharap bahwa tidak ada salah satu dari mereka yang mengetahui kekeliruan itu.

“Departement dikendalikan oleh kekerasan, peyalahgunaan, korupsi dan intimidasi. Ketika Chief Davis mengambil alih 2 tahun lalu, dia berkata…”

15

“Kami akan terus melawan penjahat bersenjata api di jalanan-jalanan Los Angeles. Aku menginginkan mereka dibawa mati, bukan hidup-hidup, dan aku akan menegur petugas siapapun yang menaruh iba kepada penjahat.” Katanya saat ia baru saja dilantik menjadi Kepala Kepolisian.

Gustav menerangkan kembali kalau James Davis memilih 50 orang dari polisi-polisi yang garang dalam kesatuan, memberi mereka senjata mesin dan izin untuk menembak siapapun yang menghalangi jalannya, yang dia panggil sebagai Gun Squad.

16

“Tidak ada pengacara, pengadilan, pertanyaan, suspensi, penyelidikan. Hanya tumpukan mayat-mayat. Mayat di rumah mati, rumah sakit, di sisi jalanan. Dan bukan karena LAPD ingin membersihkan kejahatan. Bukan. LAPD ingin membersihkan kompetisi. Mayor Cryer dan setengah dari kesatuan menerima uang, judi, prostitusi, selundupan, apapun itu. Karena sekali kau memberikan orang-orang kebebasan untuk melakukan apapun, seperti Tuhan menemukan di Taman Eden, mereka akan melakukan hal yang sama.”

Gustav menambahkan kalau Departemen kepolisian tidak mentoleransi perbedaan pendapat atau kontradiksi atau bahkan keadaan memalukan. Dan Mrs. Collins adalah orang yang memungkinkan mereka akan dipermalukan, sehingga mereka akan melakukan apapun dengan segala kekuatan untuk mendiskreditkannya. Gustav melihat banyak sekali hal seperti itu dan akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Collins untuk membantunya melawan mereka jika memang Collins ingin melakukannya.

Collins berterima kasih pada pendeta Gustav tapi dia hanya ingin anaknya untuk kembali dan bukannya melakukan sebuah misi yang besar. Gustav meyakinkan Collins kalau banyak dari ibu-ibu yang menjadi korban dari semua kebijakan yang salah ini, dan jika Collins bisa membantu, Walter mungkin akan menjadi anak terakhir yang mengalami ketidakadilan ini. Collins mengangguk tanda ia mengerti.

Collins membawa Walter pergi ke dokter gigi. Saat pemeriksaan selesai, dokter mengakatan kalau 2 gigi Walter harus ditambal dan dia bisa mengatasinya. Dokter gigi itu mengatakan kalau Walter yang ini memiliki jaringan gigi dengan Walter anaknya. Collins mengatakan apakah hal itu bisa berubah sesuai dengan usianya, dan dokter menjelaskan kalau itu memang bisa terjadi dalam beberapa kasus, tapi jaringan di antara gigi Walter menghalangi itu terjadi kecuali jika dengan operasi, dan Walter yang sekarang ini, dokter bisa menjamin bahwa dia belum pernah dioperasi sebelumnya.

“Kau bersedia menulisnya secara resmi?” tanya Collins dan dokter itu bersedia memberikannya.

17

Collins juga membawa Walter untuk datang ke sekolah. Tanggapan yang dilontarkan oleh gurunya adalah Walter mengalami perubahan yang sangat besar dan kemudian bertanya pada Walter siapa namanya. Walter hanya menjawab kalau dia adalah seorang guru.

“Ya, dan guru mempunyai sebuah nama.” Kata gurunya lagi. Walter kemudian menjawab kalau dia mengenalnya tapi dia tidak ingat betul siapa namanya.

“Mrs. Fox. Sekarang, duduk di tempatmu.” Perintah gurunya.

Walter berjalan menuju kursinya. Saat dia duduk, teman-temannya menertawakannya. Mrs. Fox kemudian memberitahunya untuk duduk di tempatnya dan Walter seharusnya bisa mengingatnya dengan pasti, karena dia sudah duduk di kursi itu selama setahun. Walter berpindah dan duduk di kursi yang lain.

“Mrs. Collins, jika itu adalah anakmu, aku akan makan penggaris kayuku. Tidak hanya aku akan menulis, aku juga akan bersaksi di pengadilan, atau kepada President Calvin Coolidge sendiri jika diperlukan.” Ucap Mrs. Fox dengan yakin. Collins tersenyum dan berterima kasih padanya.

Di pagi hari yang hujan, Collins datang ke kanto polisi untuk mengajukan gugatan mengenai anaknya yang hilang dan belum ditemukan. Para jurnalis sudah menunggunya dengan memakai payung hitam. Collins memperkenalkan dirinya sebagai Christina Collins dan menceritakan kronologi menghilangnya Walter yang berusia 9 tahun yang hilang pada 10 Maret.

18

“Dalam 5 bulan penyelidikan, mengarah kepada anak yang dibawa ke Los Angeles dari DeKalb, Illinois. Mereka mengatakan padaku dan kalian semua anak ini adalah anakku. Dia bukan anakku. LAPD membuat kesalahan, dan itu alasan untuk perubahan yang diduga. Aku mempunyai surat-surat dari guru dan dokternya semua menegaskan dia bukan anakku. Aku akan mencetak kembali sekarang dan aku akan memberikan pada kalian besok. Aku sudah memberi LAPD kesempatan untuk mengakui kesalahan mereka dan mengulangi pencarian anakku. Semenjak mereka menolak untuk melakukannya, mereka memaksaku membawa kasus ini ke publik. Dan aku harap sekarang ini akan mendesak mereka untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai dan membawa anakku kembali. Terima kasih.” Katanya mengakhiri semua penjelasannya.

Seorang petugas kepolisian yang menyaksikan pengakuan Collins itu kemudian menelepon Kapten Jones sehingga Kapten Jones meminta anak buahnya untuk memanggil Collins ke kantornya. Collins datang bersama dengan Walter. Sebelum masuk, Collins sempat curiga dan bertanya kenapa mereka harus masuk melewati pintu belakang, petugas polisi itu hanya menjawab kalau itu adalah perintah Kapten Jones, karena di pintu depan telah penuh dengan wartawan.

Saat Kapten Jones memanggil Collins ke ruangannya, Walter dititipkan pada seorang wanita yang akan merawatnya. Jones lalu mengatakan kalau kepolisian mendapatkan sedikit masalah karena apa yang telah dilakukan Collins. Collins mengatakan bahwa dia tidak bermaksud seperti itu. Jones mengatakan kalau Collins memiliki masalah dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

“Kau menikmati sebagai wanita bebas, kan? Kau menikmati tidak harus khawatir terhadap anak. Kau bisa pergi kemana kau ingin, melakukan yang kau ingin, menemui siapapun yang kau ingin. Tapi mereka menemukan anakmu, dan kami membawanya kembali. Dan sekarang dia menyusahkanmu. Itu sebabnya kau membuat rencana ini, untuk membuang dia ke negara bagian dan membuat negara bagian membesarkannya untukmu. Tidakkah itu benar?” tanya Jones yang langsung dibantah oleh Collins.

Jones bertanya bagaimana anak itu tahu kalau Collins adalah ibunya, dan bagaimana dia bisa berbohong. Collins juga tidak tahu dan dia hanya tahu kalau anak itu tengah berbohong. Jones bertanya lagi jika memang anak itu berbohong, lalu bagaimana dia dilatih.

“Kebohongan lahir dari kalian berdua. Kau adalah pembohong dan pembuat masalah, jika kau bertanya padaku, kau tidak punya urusan berjalan di jalanan-jalanan Los Angeles.” Ancam Jones.

Dia bertanya apakah Collins lalai ataukah dia yang terang-terangan gila? Jones juga menawarkan Collins untu bertemu dengan seseorang yang ahli dan memanggil seseorang bernama Maltron. Seorang wanita datang seolah mengepung jalan keluar untuk Collins.

19

“Mrs. Collins, kau masih bersikeras anak diluar sana bukan anakmu?” tanya Jones dan Collins mengakui hal yang sama.

Seorang petugas dan wanita tadi kemudian memegangi Collins dengan mengikat tangannya. Collins menolak, tapi Jones hanya berkata kalau Collins akan dirawat di rumah sakit jiwan Los Angeles Couty General.

Kapten Jones memberitakan pada pers mengenai Collins yang masih mengadukan anaknya yang hilang dan mengatakan kalau Collins menderita sakit jiwa, suka berkhayal dan paranoia yang mana bisa menjadi ancaman untuk dirinya dan juga anaknya. Jones mengatakan kalau mereka merekomendasikan Collins untuk dikirim ke rumah sakit jiwa sampai dia menjadi sehat kembali.

Setibanya di rumah sakit jiwa, wanita tadi mengatakan pada perawat kalau mereka mendapat kode ’12’ lagi. Collins dibersihkan oleh para perawat dengan menyiraminya dengan air (yang entah ini air panas atau dingin) yang bertekanan tinggi (yang mungkin saja bisa melukai tubuh siapapun yang terkena air ini). Collins berteriak-teriak meminta perawat itu untuk berhenti.

20

Dia menangis ketakutan saat salah seorang perawat kemudian datang menggunakan sarung tangan pada tangan kanannya dan menyuruh Collins untuk membentangkan kakinya. Sesuatu yang tidak seharusnya terjadi (saya tidak bisa menuliskannya disini). Saat diantarkan ke kamarnya, Collins sempat meminta pada perawat untuk berbicara pada pihak yang berwenang atau mendapatkan telepon, tapi perawat mengatakan kalau hak menelepon hanya akan didapatkan jika Collins berkelakuan baik. Collins akhirnya masuk ke dalam kamarnya bersama orang gila yang lain yang terus berteriak kalau ruangan itu adalah ruangan miliknya.

 

Seorang detektif mencari sebuah tempat bernama peternakan Northcott, di atas Wineville dan bertemu dengan seorang pria yang mobilnya mogok di tengah jalan. Detektif itu bertanya pada pria itu. Saat akan menjawab pertanyaan detektif itu, pria ini berjalan ke belakang mobilnya dan akan mengambil sebuah senapan panjang. Tapi kemudian ia berkata kalau detektif itu hanya perlu mengikuti jalan ke barat, sekitar 2 atau 3 mil lalu ke kanan lalu dia akan tiba di tempat itu.

21

“Apakah sesuatu terjadi disana?” tanya pria itu. Detektif hanya menjawab kalau itu hanyalah masalah anak-anak dan berterima kasih lalu pergi.

Detektif itu sampai di peternakan, ia berjalan mendekati sebuah rumah yang terlihat kosong. Ia melihat kapak yang tertancap pada sebuah kayu, melihat mesin pemotong kayu di halaman rumah itu, dan juga beberapa alat tukang lainnya disana. Detektif berteriak-teriak mencari seseorang tapi tidak menemukan siapapun disana. Sampai akhirnya seorang anak keluar dari sebuah gudang, tapi anak itu masuk dan mengunci pintu rumah saat detektif mengejarnya.

Detektif mendobrak pintu dan masuk. Dia menemukan lebih banyak alat tukan di dalam rumah, beserta pisau yang besar-besar. Ia melihat berkeliling dan menemukan sebuah foto tergantung di salah satu tembok. Anak itu tiba-tiba menyerang dari dalam lemari, tapi untungnya detektif itu berhasil melumpuhkannya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Detektif itu menjelaskan kalau anak itu harus segera kembali ke Kanada karena dia tidak bisa selamanya tinggal di LA. Anak itu sepertinya kebingungan seolah seharusnya ada alasan lain kenapa detektif itu menangkapnya.

Gustav bertanya pada asistennya (mungkin) apakah Collins masih belum memberikan kabar dan meminta asistennya untuk datang ke rumah Collins dan jika dia tidak ada di rumah, maka ia juga harus memeriksa pada tetangganya.

Gustav akhirnya memulai siarannya tanpa kehadiran Collins dan meminta maaf pada pendengarnya.

“Semenjak dia tidak disini untuk memberitahukan kita apa yang dia katakan pada wartawan pagi ini, aku akan mengisinya sebisa mungkin. Aku akan menceritakan kepada kalian apa yang terjadi, dan aku akan tetap memberitahukan kalian setiap malam, disini, sampai seseorang melakukan sesuatu mengenai ini.” Ucap Gustav dalam siarannya.

Di stasiun, pria yang tadi bertemu dengan detektif, datang untuk membeli tiket ke Kanada. Petugas tiket mengatakan kalau tidak ada kereta dengan tujuan sejauh itu pada malam ini, tapi dia bisa pergi dengan kereta ke Seattle. Pria itu langsung gugup saat seorang petugas polisi datang dan melewatinya.

Seorang perawat membuka pintu kamar Collins dan menyuruhnya sarapan dalam waktu setengah jam. Saat Collins akan makan, seorang wanita bernama Carol Dexter datang ke tempat duduknya dan menyuruhnya untuk makan supaya dia tetap terlihat normal. Collins bilang dia tidak lapar. Dexter bertanya apakah Collins datang kesana dengan kode 12, karena tindakan polisi. Dexter menjelaskan kalau pasti ada sesuatu yang serius sampai Collins ditempatkan disana. Collins menjawab kalau dia waras dan dia akan menjelaskan hal itu pada mereka.

22

“Bagaimana (caranya)? Semakinkau mencoba bertindak waras, kau mulai terlihat gila. Jika kau senyum terlalu banyak, kau berkhayal atau memaksa mencegah hysteria. Dan jika kau tidak tersenyum kau tertekan. Jika kau tetap netral, kau secara emosi tidak ada reaksi, berpotensi catatonic.” Jelas Dexter.

Collins mengatakan kalau Dexter sudah mengetahui banyak sekali. Dexter mengatakan kalau dia juga masuk dengan kode 12 sama sepertinya. Mereka ada disana dengan alasan yang sama: mengganggu polisi. Dexter menunjuk seorang wanita yang tidak makan dan hanya memegangi rambutnya, Dexter mengatakan kalau wanita itu memiliki seorang suami yang sering melakukan kekerasan padanya dan suaminya adalah seorang polisi. Ada lagi seorang wanita berambut pendek yang terlihat jauh lebih normal dari wanita sebelumnya, yang masuk kesana karena ia melaporkan polisi yang mematahkan kedua kaki adiknya, saat wanita itu memberitahukan hal itu pada media, saat itulah dia dikirimkan ke rumah sakit jiwa. Dan Dexter sendiri, dia adalah seorang ‘pekerja malam’ yang menghadapi pelanggan yang tidak mau berhenti mengganggunya, Dexter melaporkannya dan ternyata pria itu adalah seorang polisi.

“Semua orang tahu perempuan itu rapuh. Maksudku mereka semua mudah emosi, tidak logis, tidak ada yang terjadi di tingkat atas. Setiap kali mereka mengatakan sesuatu itu yang sedikit merepotkan. Mereka hanya menjadi sedikit gila. Jika kita gila, tidak ada yang mendengarkan kita. Maksudku, siapa yang ingin kau percaya, wanita gila yang mencoba menghancurkan integritas kesatuan atau petugas polisi?” tanya Dexter.

23

“Sekali mereka menempatkan kita disini, kita tutup mulut dan belajar bersikap, atau kita tidak pulang ke rumah, atau kita pulang ke rumah seperti itu.” Lanjut Dexter sambil melihat ke arah seorang wanita yang sangat kurus dengan rambut di kepala yang hampir botak dan didorong pada kursi roda oleh seorang perawat. Collins ketakutan dan hanya menutup wajahnya.

Anak laki-laki yang tadi dibawa oleh detektif sedang menunggu bersama dengan anak laki-laki yang lain. Dia melihat seorang anak yang gemuk yang sedang memukul-mukulkan penggaris ke pahanya. Saat dia melihat si gemuk melakukan itu, anak laki-laki itu, Sanford Clark, terbayang pada seorang pria yang berlumuran darah sedang mengayunkan kapak.

24

Clark akhirnya berteriak pada si gemuk untuk berhenti. Seorang petugas memanggil namanya dalam daftar absen dan mengatakan kalau Clark akan dideportasi kembali ke Kanada pada esok lusa. Petugas itu berharap agar Clark tidak lagi melewati perbatasan secara ilegal di masa depan. Clark meminta pada petugas itu untuk bertemu dengan detektif yang membawanya ke kantor polisi dan berkata kalau apa yang akan dikatakannya adalah sesuatu yang penting.

25

Di rumah sakit jiwa, Collins bekonsultasi (yang sebenarnya bukanlah konsultasi) pada Dr. Jonathan Steele. Dr. Steele menyambut Collins dan berharap kalau dia merasa nyaman saat dia tinggal bersama mereka. Collins menjawab kalau tinggal bersama mereka adalah hal yang menyenangkan. Dokter memeriksa laporan Collins, juga laporan darahnya. Collins menyebutkan nama test itu dan menjelaskan kalau tes itu dilakukan untuk memeriksa syphilis, karena itu berpengaruh pada pikiran.

Dr. Steele bertanya apakah dia marah pada seseorang yang menyuruhnya untuk memeriksa apakah Collins menderita syphilis atau tidak? Collins menjawab dengan tenang kalau dia tidak marah karena itu adalah sebuah prosedur yang standar. Collins mengatakan mungkin itu membuat tidak nyaman, tapi dia mengerti (ini mungkin test yang dilakukan oleh perawat yang menggunakan sarung tangan yang memeriksa Collins pada hari pertama dia masuk rumah sakit jiwa).

Dokter menuliskan beberapa catatan pada berkas milik Collins. “Berdasarkan berkasmu kau yakin bahwa polisi mengganti anak palsu sebagai anakmu.Collins masih yakin kalau itu bukanlah anaknya, dan anaknya yang sebenarnya masih belum ditemukan.

“Itu aneh karena aku punya artikel koran disini dengan fotomu di stasiun kereta, menyambut pulang anakmu. Apa itu fotomu?” tanya Dr. Steele dengan menunjukkan sebuah koran. Collins membenarkan itu. Dokter mengatakan apakah pertama kali melihatnya dia adalah anak Collins dan berikutnya adalah bukan.

“Apa ini sudah berlangsung dalam waktu yang lama? Orang berubah, menjadi sesuatu yang lain?” tanya dokter. Collins mengatakan kalau orang tidak berubah, tapi Dr. Steele mengatakan kalau dia hanya mau mengakui itu.

Collins mengatakan kalau polisi tidak menyiksanya dan melindunginya. Tapi Dr. Steele mengatakan yang sebaliknya karena saat Collins datang, dia telah mengatakan pada kepala perawat kalau polisi sengaja berkonspirasi untuk menghukumnya, jadi kepala perawat dan dokter juga berkonspirasi untuk menghukumnya atau Collins akan mengubah ceritanya.

“Apakah kau sering mempunyai masalah mengatakan kenyataan dari fantasi, Mrs. Collins?” tanya Dr. Steele. Collins kebingungan tapi dia tetap menjawab tidak.

Detektif datang dan menemui Clark dengan harapan bahwa apa yang dikatakan Clark adalah sesuatu yang benar-benar penting. Saat Detektif siap mendengarkan cerita Clark, Clark mulai bicara mengenai sepupunya, Gordon Northcott, yang merupakan pemilik dari peternakan dimana dia menemukan Clark.

“Dia bilang aku bisa tinggal disana dengan syarat aku mengawasi tempatnya ketika dia pergi, melakukan pekerjaan seperti itu. Aku pikir itu berarti aku bisa pergi kapanpun aku ingin.” Jelas Clark. Detektif bertanya apakah yang dimaksud Clark bahwa sepupunya mengurungnya, Clark membenarkan tapi detektif mengatakan bahwa dia berbohong karena saat detektif menemukannya, Clark bahkan berlarian bebas seperti jaybird.

Detektif mengira kalau Clark mengatakan hal ini karena dia ingin menutupi alasan mengapa dia berada disana secara ilegal. Clark membantah. Clark menjelaskan lagi kalau Northcott mengancamnya jika ia melarikan diri, maka Northcott akan membunuhnya. Clark mengatakan kalau detektif tidak tahu apa yang telah diperintahkan Northcott pada Clark.

“Baiklah mulai ceritakan dari awal. Apa yang dia perintahkan padamu?” tanya detektif.

26

Disini saya merasa apa yang akan dijelaskan oleh Clark adalah sesuatu yang benar-benar telah membebani dan membuatnya merasa bersalah.

 

 

Dengan ragu-ragu Clark mulai mengatakan, “Kami membunuh beberapa anak-anak.”

“Apa?” tanya detektif.

“Dengar, aku tidak bermaksud, aku bersumpah. Dia menyuruhku membantunya. Dia bilang jika aku tidak mau membantu, dia akan membunuhku juga. Dengar, kau harus menolongku, tolong. Aku sangat takut. Aku tidak ingin pergi ke neraka karena membunuh anak-anak.” Jelas Clark lagi yang tiba-tiba menjadi panik dan ketakutan.

“Anak-anak apa? Apa yang kau bicarakan?” tanya detektif.

“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah tahu nama-nama mereka.”

“Nama-nama? Berapa banyak? Berapa banyak anak-anak?” tanya detektif lagi, kali ini dia mulai benar-benar menanggapi penjelasan Clark dengan serius.

“Semuanya?” tanya Clark yang kemudian mulai menghitung dan mengingat-ingat. “Sekitar 20, aku rasa.”

Detektif mengatakan kalau Clark berbohong, tapi Clark bersumpah kalau ia mengatakan yang sebenarnya.

“Kau mengatakan padaku bahwa kau telah membunuh 20 anak-anak?” tanya detektif seolah ingin meyakinkan dirinya lagi.

“Ya, kira-kira. Aku berhenti menghitung setelah beberapa saat. Gordon bilang mungkin 1 atau 2 orang melarikan diri. Tapi…”

“Tidak. Tidak ada yang bisa membunuh 20 anak-anak. Okay?” tanya detektif.

“Kami melakukannya. Kami melakukannya.”

Detektif bertanya bagaimana mereka melakukan itu semua. Clark menjelaskan kadang mereka membunuh 1 atau 2, terkadang juga 3. “Aku selalu tahu kapan kami siap untuk pergi. Membersihkan mobil. Memastikan bannya bagus. Memeriksa mesin. Karena dia takut mobilnya akan mogok dan kami kepergok. Kami selalu pergi ke arah yang berbeda setiap waktu, tidak pernah mendatangi bagian kota yang sama 2 kali. Kadang-kadang kami mengendarai berjam-jam.”

Bersama dengan penjelasan Clark, kita dibawa kembali pada saat Northcott dan dirinya memeriksa kendaraan dan kemudian pergi untuk mencari anak-anak. Di sebuah jalan, Northcott menemukan seorang anak sedang berjalan sendirian dan mengatakan kalau mereka sudah mencari anak itu sedari tadi dengan nada yang ramah.

27

“Dengar, teman-temanmu mengalami kecelakaan dan mereka mengirim kami untuk menemukanmu. Sekarang,mereka terluka parah. Polisi membawa mereka ke rumah sakit, tapi mereka tidak punya waktu untuk menemukanmu, jadi kami katakan kami akan melakukannya. Sekarang dengar, ayo masuk ke dalam. Kami harus membawamu ke rumah sakit jadi kau bisa menemui teman-temanmu.” Kata Northcott dan kemudian anak itu benar-benar masuk ke dalam mobilnya.

“Lihat, kebanyakan anak-anak tidak mau masuk ke dalam mobil bersama orang asing, tapi ketika dia mendapatkan anak disana itu membuatnya lebih mudah. Mereka akan melihat padaku dan mengatakan ‘Hey, jika dia selamat..aku rasa aku juga.’ Setiap kali mereka masuk ke dalam truk, aku ingin mati. Segera setelah sampai di peternakan, mereka dikurung di kandang.” Jelas Clark yang mulai menangis.

Pada flashback, Northcott masuk ke dalam kandang yang gelap dimana anak-anak itu dikurung bersama ayam-ayamnya. Seorang anak berteriak pada Northcott untuk tidak mendekatinya, tapi Northcott terus menerus berkata kalau dia tak akan menyakiti mereka.

“Suatu hari dia segera melakukan, di hari yang lain dia menunggu.  Mengambil beberapa anak lagi, sampai ada sekitar 4 atau 5.” Jelas Sanford lagi.

28

Detektif terus mendengarkan apa yang Clark jelaskan sampai ia lupa menghisap rokoknya.

Kembali ke flashback, Northcott akhirnya mengambil seorang anak secara paksa, membuat anak-anak lain berteriak dan menangis. Northcott berteriak pada Clark untuk mengawasi dan memindahkan 1 orang anak yang tadi dia bawa ke kandang yang lain. Clark kemudian melihat Northcott mengayunkan kapaknya. Itu membuat anak-anak berteriak makin kencang karena ketakutan, juga membuat abu pada rokok si detektif langsung jatuh ke lantai seolah ia juga menyaksikan kekejaman itu.

29

“Dia kadang-kadang pergi, hanya 1 atau 2 dari mereka yang hidup. Sedikit saja. Dia mengatakan ‘Habisi mereka, San. Habisi mereka atau aku akan menghabisimu.’ Dan aku melakukannya. Dan aku membunuh mereka. Dan aku melakukannya. Oh Tuhan. Aku membunuh mereka!” ucap Clark dan dia tak bisa mengatakan apa-apa lagi kecuali hanya menangis dan menutupi wajahnya pada meja.

Detektif menanyakan pada Clark apakah mungkin jika dia melihat wajah anak-anak itu dia akan bisa mengingat mereka. Clark berkata itu mungkin dan kemudian detektif memperlihatkan foto dari daftar anak-anak yang hilang. Clark melihat semua foto itu dan menyimpan daftar anak yang dikenalnya dengan yang tidak di sisi yang berbeda. Setelah memilah foto terakhir, Clark menangis dan terus meminta maaf. Detektif benar-benar terkejut dengan kesaksian Clark dan membuka satu persatu foto yang terdapat nama dan usia anak dalam foto itu di baliknya.

30

Salah satunya adalah Walter Collins, 9 tahun, Los Angeles. Detektif menanyakan pada Clark sekali lagi tentang foto Walter Collins yang masuk ke dalam daftar anak yang dikenalnya.

“Apakah kau yakin?” tanya detektif sambil memperlihatkan foto Walter.

“Aku yakin.” Jawab Clark setelah beberapa saat mengingat-ingat.

Detektif itu melaporkan semua informasi yang dia punya pada Jones yang menanggapi dengan mengatakan kalau Clark berbohong dan sedang mempermainkannya.

“Dia tahu dia dalam masalah, jadi dia datang dengan cerita bohong mengenai bagaimana dia dipaksa untuk tinggal di negara ini.” Bantah Jones.

Detektif menjelaskan kalau anak itu sangat ketakutan, tapi Jones membantah lagi kalau Walter Collins sudah ditemukan. Seorang wanita yang mungkin sekretarisnya tiba-tiba datang dan memberitahukan kalau pendeta Briegleb datang lagi untuk mencari Christine Collins.

“Kau bilang padanya untuk menjauh dari wilayah polisi, atau aku akan menahannya karena mengganggu kedamaian.” Kata Jones keras.

“Aku sudah coba. Dia bilang tidak mau pergi, dia atau teman-temannya.” Jelas wanita itu lagi.

Jones lalu melihat ke arah pintu dan terkejut mengetahui bahwa pendeta Briegleb ternyata datang bersama banyak orang. Dia melihat ke lantai bawah dan ternyata di bawah sana banyak orang sedang berdemo di tengah hujan untuk memprotes LAPD. Jones kemudian memerintahkan pada detektif Ybarra untuk tidak melakukan apapun kecuali kembali ke Los Angeles. Ybarra terus membantah dan mengatakan kalau menurut kebijakan polisi, kalau semua pernyataan pembunuhan harus diselidiki.

“Kebijakan polisi adalah apa yang aku katakan. Sekarang aku memerintahkanmu untuk kembali kesini bersama anak itu, kau mengerti? Kau jangan bicara pada siapapun dan bawa anak itu padaku. Kau mengerti? Tak seorangpun!” dan Jones menutup teleponnya untuk kemudian menemui pendeta Briegleb.

Tanpa basa basi, dan dengan kasarnya, pendeta langsung bertanya dimana keberadaan Christine Collins dan apa yang telah Jones lakukan kepadanya. Dia juga menyuruh Jones untuk tidak berbohong karena beberapa tetangganya melihat Collins dibawa dengan mobil polisi. Dengan entengnya Jones mengatakan Collins dirawat karena kerusakan mental, dan ia mendapatkan perawatan terbaik, lalu pergi begitu saja dari hadapan pendeta.

Di rumah sakit jiwa, Collins dipaksa untuk menerima obat. Collins terus menolak dan berlari untuk meminta tolong pada Dr. Steele. Collins mengatakan kalau tidak ada yang salah pada dirinya dan kerena itu dia tidak perlu menerima pengobatan apapun. Dr. Steele membenarkan itu dan Collins menjadi lega.

“Kau baik. Ya. Baik, maka kau seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk menandatangani ini. Dengan menandatanganinya, kau menyatakan dirimu salah ketika kau menyatakan anak yang dikembalikan padamu oleh polisi bukan anakmu. Lebih lanjut menegaskan bahwa polisi benar mengirimmu kesini untuk mengawasi dan membebaskan mereka dari semua tanggung jawa. Tanda tangani.” Kata Dr. Steele seraya menyodorkan sebuah pena.

Collins menolak untuk tanda tangan. Kemudian Dr. Steele mengatakan kalau kondisi Collins tidak ada perbaikan. Jika Collins menandatangani surat itu, maka dia akan keluar dari sana esok pagi.

31

“Tapi aku tidak salah. Dia bukan anakku. Anakku masih hilang.” Bantah Collins.

Dr. Steele kemudian memanggil perawat dan meminta mereka untuk mengobati Collins karena Collins menjadi histeris karena terus menerus berteriak dengan mengatakan kalau anak yang dibawa oleh polisi bukanlah anaknya. Collins terus meronta-ronta dari para perawat yang terus mencekoki mulutnya dengan obat. Dexter berlari dan membantu Collins untuk bebas, tapi Dr. Steele datang dan menampar Dexter saat dua orang perawat memegangi tangannya. Dr. Steele memerintahkan pada semua orang untuk menjauh karena ini adalah urusan polisi.

“Kupikir kau sudah cukup bermasalah dengan hukum, menjadi pelacur?” hina Dr. Steele pada Dexter dan Dexter langsung menampar Dr. Steele.

Karena masalah itu, Dexter dikurung di kamar 18 karena dia telah menyerang anggota staff.

32

Dexter terus berteriak sementara Collins dimasukkan kembali ke dalam kamar. Perawat membaringkan Dexter di tempat tidur dengan peralatan penyiksaan dan sabuk pada badannya. Perawat juga menutup mulutnya dengan sebuah penyumpal, dan pelipisnya ditempeli sebuah penghantar listrik.

33

Dexter kemudian disetrum hingga dia pingsan. Collins melihat dari jendela di pintu kamarnya saat Dexter kemudian dipindahkan ke kamarnya. Dia merasa khawatir, Dexter telah dihukum karena membantunya.

Di kantornya, Ybarra masih mengamati foto-foto anak-anak yang diduga telah dibunuh oleh Northcott, terutama foto Walter Collins. Clark dikeluarkan dari sel oleh seorang petugas, ia terus memandangi Ybarra yang terlihat masih sangat bingung. Tapi akhirnya Ybarra membawa Clark dari petugas itu dan masih memerlukannya untuk tanya jawab. Ybarra kemudian memanggil 2 anak buahnya untuk membantunya, dan ia akan menjelaskan bantuan apa yang dia butuhnya saat mereka dalam perjalanan.

Di rumah sakit jiwa, Collins mengunjungi Dexter yang masih berbaring karena lemas. Collins mengatakan kalau seharusnya Dexter tidak menolongnya. Tapi dia mengatakan kalau dia hanya ingin melakukannya dan kemudian bercerita kalau dia telah kehilangan 2 bayi untuk menghindari dokter. Dexter tidak memiliki kesempatan untuk melawan, tapi Collins punya. Dengan kasar, Dexter mengutuk mereka semua (mungkin polisi dan pihak rumah sakit jiwa) tapi Collins mengatakan kalau tidak seharusnya Dexter mengatakan itu karena bahasa yang pantas diucapkan oleh seorang wanita terhormat.

“Hell. Ada waktunya untuk menggunakan bahasa yang benar.” Jelas Dexter.

Seorang perawat kemudian datang dan membentak Collins yang tidak seharusnya berada disana. Collins langsung pergi.

Dua buah mobil polisi datang ke areal peternakan milik Northcott. Ybarra dan 2 anak buahnya datang dengan membawa Clark. Setelah memeriksa gudang dan rumah dan memastikan semuanya aman, Ybarra menyuruh Clark untuk menggali kembali mayat anak-anak yang pernah dia kuburkan. Beberapa lama kemudian mereka semua terkejut dengan kerangka tulang anak kecil yang berasal dari tanah. Ybarra juga melihat itu dan memerintahkan semua anggota kepolisian dan olah TKP untuk datang, juga mengumumkan status buronan pada Gordon Stewart Northcott.

 

Besambung di Sinopsis : Film Changeling (2008) – Part 2